Asal Usul Jenis Durian Bawor, Apa Kelebihannya?

loading...
Ciri-ciri Dan Keistimewaan Durian Bawor, Bisakah Mengalahkan Popularitas Montong?

Penamaan Bawor sendiri tak lepas dari ikon rakyat Banyumas. Bawor adalah sebutan bagi sosok punakawan Bagong, adik dari Petruk. Nama Petruk sendiri sudah ngetop sebagai durian lokal asal Jepara. Nama-nama itu di Jawa Tengah adalah representasi nama rakyat sebagai 'perlawanan' nama bangsawan.

Sejarah penemuan Durian Bawor, tak lepas dari nama Sarno Ahmad Darsono. Sarno adalah seorang guru sekolah dasar di Alas Malang, Kemranjen, Banyumas. Sejak lahir Sarno sudah dianugerahi kemampuan naluriah menilai durian.

Lalu apa sajakah keunggulan durian Bawor jika dibandingkan durian import seperti montong dan musangking?

Sebagai durian unggulan, durian Bhineka bawor mempunyai banyak keistimewaan terutama pada aroma, tekstur dan rasa buah. Durian bawor mempunyai dua jenis berdasarkan warna daging yaitu durian yang berwarna kuning keemasan dan durian yang berwarna oranye. Buah durian bawor mempunyai ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan durian montong. Jika pada durian montong ukuran buahnya bisa mencapai sekitar 10 – 13 kg, durian bawor bisa mencapai berat sekitar 15 kg.

Untuk Soal rasa?  durian bawor tentu lebih istimewa jika dibandingkan dengan durian montong, menurut salah seorang penikmat durian, rasa durian montong memang enak tetapi rasa nya hanya manis saja, kurang menggigit beda dengan durian bawor. Durian bawor memiliki rasa khas durian lokal, rasanya legit tetapi juga pahit karena ada kandungan alkohol pada buah. Rasa pahit ini lah yang dicari para penikmat durian.

Untuk tekstur dan ketebalan daging, durian bawor sama seperti durian montong. Durian ini berdaging tebal dengan biji yang kecil dan kempes sehingga Anda akan sangat puas ketika menyantap durian ini. Pada durian montong, ketika kita menyantapnya ada sedikit kandungan pati sehingga rasa buah tidak terlalu berlemak, tetapi pada durian bawor, rasa buah lebih berlemak sehingga lebih enak ketika disantap.

Aroma durian bawor tidak terlalu menyengat sehingga mengundang selera untuk menyantapnya. Durian bawor mempunyai dua warna yaitu yang berwarna kuning keemasan dan oranya. Keunggulan durian bawor berwana kuning rasa buah nya sudah manis bahkan ketika durian belum matang. Sementara durian oranye, buah pada saat belum matang terasa tawar tetapi rasanya menjadi manis sedikit pahit ketika buahnya matang.

Batang durian bawor tidak terlalu tinggi, untuk batang yang sudah berbuah ukurannya hanya sekitar 2 – 3 meter. Hal ini tentu saja sangat menarik, biasanya kita menemukan pohon durian yang sangat tinggi. Durian batang pendek memudahkan kita ketika akan memanen buah durian.

Bibit bawor memiliki akar bakau dengan jumlah akar terdiri dari tiga bahkan empat akar. Pohon durian bawor dengan akar kaki tiga atau empat mempunyai keunggulan antara lain : mempercepat pertumbuhan pohon karena cadangan makanan yang tersedia lebih banyak; karena cadangan makanan lebih banyak maka menghasilkan nutrisi yang banyak juga sehingga kualitas buah juga lebih baik, memperkokoh pohon sehingga tahan akan becana alam seperti banjir, longsor dan angin kencang; pohon lebih tahan terhadap cuaca kematau atau kering karena akar nya menyimpan cadangan air yang cukup sehingga mampu bertahan dicuaca kering.

Budidaya durian bawor tergolong mudah karena dapat tumbuh didataran rendah dengan ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut. Pada lahan seluas 1 Ha para pembudidaya atau petani dapat menanam sekitar 150-160 tanaman (sesuaikan dengan bentuk tanahnya) dengan jarak tanam minimal 7 × 7 m.

Pemeliharaan durian bawor tergolong cukup mudah dan murah. Pohon durian bawor hanya membutuhkan 2-3 kali pemupukan dalam setahun. Pupuk yang paling dibutuhkan oleh tanaman durian bawor adalah pupuk NPK dan pupuk kandang. Pohonnya cepat tumbuh dan cepat berbuah sehingga sangat cocok jika ingin membudidayakan durian bawor untuk tujuan komersil.

Durian bawor  dapat mulai dipanen setelah berumur 3 tahun, sangat cepat jika dibandingkan durian lain bahkan dibandingkan dengan durian montong sekalipun. Durian bawor sangat produktif, pohon durian yang berumur 5 tahun dapat mengahsilkan 100 kg buah dengan berat rata-rata buah adalah 4-5 kg dan buahnya dapat mencapai berat maksimal sekitar 15 kg.

Pohon berbunga dan berbuah sepanjang tahun sehingga pohon durian bawor dapat dipanen 3 kali dalam setahun. Semakin tua batang pohon durian bawor semakin lebat buah yang dihasilkan.

Karena merupakan produk lokal, Harga jual durian bawor pun dibanderol lebih murah jika dibandingkan dengan durian import seperti montong dan musangking. Walaupun memiliki harga yang lebih murah, Tetapi rasa dan kenikmatan yang Anda peroleh tidak kalah dengan durian dengan harga yang lebih mahal.

Menurut Managing Director Ad Glow, Aji Fauzi, naluri bawaan Sarno terhadap durian begitu kuat. Cukup melihat bijinya, ia tahu jenis durian itu. Pengalamannya semasa kecil menemani sang ayah mencari durian hingga ke pelosok desa membuat Sarno Ahmad Darsono terobsesi pada durian.

"Rata-rata durian pohonnya sangat tinggi dengan buah tak begitu besar. Yang tak bisa memanjat harus menunggu durian itu runtuh," kata Aji.

Penjelajahan batin Sarno menjadikannya nekad memadukan 20 jenis durian lokal dengan teknik okulasi. Waktu tunggu durian hingga berbuah biasanya delapan tahun, ia obsesikan menjadi tiga hingga empat tahun.

"Dengan memegang dan menimbangnya, ia tahu durian yang ada di tangannya telah matang atau belum, berkulit tebal atau tipis. Ketajaman penciumannya sangat  membantu dia memilah durian yang puket (manis, berlemak, dan beralkohol) atau bukan," kata Aji.

Sarno kemudian membongkar tabungan ingatan dan koleksinya tentang durian unggul. Dia menguber informasi dari berbagai buku tentang teknik okulasi. Saat itu internet belum merakyat seperti sekarang.

"Percobaan pertama, langsung okulasi 20 varietas unggul. Untuk mendapatkan ukuran besar, beliau memilih durian Kumbakarna, untuk rasa, tekstur, aroma menggunakan varietas lain," kata Aji.

Setelah berselang tiga-empat bulan, okulasi pohon primer dengan sekunder mulai melekat. Sarno lalu mencoba membuat okulasi lagi pada pohon-pohon sekunder, dengan melukai pohon-pohon itu untuk menempelkan pohon durian lokal berkualitas sedang sebagai pohon tersier.

Banyaknya pohon durian yang digunakan untuk okulasi membuat pohon primernya tumbuh menyerupai pohon bakau yang akarnya mencuat dari tanah.

Tingkatan pada okulasi itu berguna untuk menjamin ketersediaan makanan yang lebih banyak untuk pohon primer. Adapun fungsi pohon sekunder adalah mempengaruhi kualitas buah yang dihasilkan pohon primer.

"Akhir tahun 2000, pohon hasil percobaannya sudah menghasilkan 30-40 buah durian oranye yang berbeda dari aslinya. Kulitnya tiis, daging lebih tebal, warna daging buah lebih merah seperti durian kuningmas, rasa lebih puket, dan beralkohol seperti durian petruk. Ukurannya sebesar durian kumbakarna dengan berat bisa lebih dari 12 kilogram," kata Aji.

Keistimewaan Durian Bawor

Setelah melalui proses penyempurnaan, durian bawor kini memiliki keistimewaan. Misalnya daging buah yang tebal dan berwarna oranye, tapi bijinya kecil dan tipis. Sementara rasanya legit, agak sedikit pahit. Sedangkan bobot matangnya rata-rata 6−9 kg dan bobot maksimalnya mencapai 15 kg. Selain itu, semakin tua si pohon, semakin lebat buahnya.

Apakah Durian Bawor ini akan menjadi pesaing utama Durian Monthong yang konon asal bibit indukannya adalah Durian Indonesia juga yang asal Kalimantan?

Kelebihan utama durian bawor warna kuning adalah saat buah tidak terlalu matang, durian tetap berasa manis. Sedang yang berwarna orange menyala, saat tidak terlalu matang buah berasa lebih tawar tetapi saat sudah matang buahnya terasa lebih pahit legit.

Musim durian biasanya sekali dalam setahun. Berbeda dengan durian pada umumnya, pohon Durian Bawor mempunyai keistimewaan yang bernilai ekonomis tinggi, yaitu pohon berbunga dan berbuah sepanjang tahun.

Sehingga, pohon dapat dipanen tiga kali dalam setahun. Sementara, harga buahnya lebih mahal dari durian monthong, yaitu Rp 50 ribu untuk setiap kilogramnya.

Aji Fauzi dari Ad Glow menuturkan bahwa jenis durian ini memiliki nilai ekonomis tinggi. Dalam lahan seluas 10 meter persegi di halaman depan saja, sudah mampu menampung dua pohon.

"Dengan produksi 30 buah x 2 pohon = 60 buah. Asumsi bobot minimal 6 kg per buah dan harga buah terendah Rp 50.000. Silakan dihitung sendiri," kata Aji.

Itu baru dua batang pohon. Mari kita membayangkan andai memiliki 200 pohon durian bawor. Anggap saja yang rutin berbuah 150 pohon dengan produksi 40 buah/pohon. Jika ditotal akan menghasilkan 6000 butir durian.


Sumber liputan6.com dan lainnya

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 20:51
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.