Penyebab Anthrax Pada Sapi, Gejala dan Bahayanya Bagi Ternak Dan Manusia

loading...

Ciri-ciri Sapi Terserang Anthrax, Gejala, Cara Mencegah dan Pengobatannya

Penyakit anthrax (radang limpha) adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Pada keadaan normal, bakteri menghasilkan spora yang tidak aktif (dorman) dan hidup di tanah. Saat spora masuk ke dalam tubuh binatang atau manusia, spora menjadi aktif.

Spora aktif tersebut lalu mulai membelah diri, menghasilkan racun, menyebarkannya ke seluruh tubuh dan menyebabkan penyakit yang berat. Penyakit sapi gila ini dapat mengenai kulit, paru-paru, dan pada kasus yang jarang saluran pencernaan. Walaupun antraks adalah penyakit yang berbahaya, kondisi ini dapat diobati dengan antibiotik jika dideteksi dini. Vaksin juga tersedia untuk orang yang berisiko.
Seberapa umumkah penyakit antraks?

Penyakit anthrax sangat jarang terjadi. Penderita anthrax tertular dari kontak dengan binatang, wol, daging, atau kulit binatang yang terinfeksi. Orang-orang yang berisiko mengalami kondisi ini adalah petani, dokter hewan, dan pekerja laboratorium.

Anthrax adalah penyakit menular yang akut atau perakut, bisa menyerang semua jenis ternak berdarah panas bahkan manusia. Penyakit ini bisa mengakibatkan angka kematian tinggi.

Penyebab Penyakit Anhrax Pada Ternak Sapi

Penyebab penyakit anthrax pada sapi adalah Bacillus anthracis. Kuman Anthrax bisa membentuk spora yang bisa bertahan hidup berpuluh-puluh tahun di tanah, tahan terhadap kondisi atau lingkungan yang panas, dan bahan kimia atau desinfektan. Olehkarena itu, hewan yang mati yang terjangkit Anthrax dilarang melakukan pembedahan pada bangkainya supaya tidak membuka peluang bagi organisme untuk membentuk spora. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia terutama daerah tropis.


Penularan Penyakit Anthrax Pada Ternak Sapi

Infeksi pada ternak bisa berasal dari tanah yang tercemar organisme atau kuman Anthrax. Kuman masuk tubuh ternak melalui luka, terhirup bersama udara atau tertelan. Pada manusia infeksi biasanya terjadi dengan perantaraan luka,bisa juga dengan melalui pernafasan para pekerja penyeleksi bulu domba atau melalui saluran pencernaan bagi orang yang memakan daging hewan penderita Anthrax yang dimasak tidak secara sempurna.

Gejala yang Timbul Penyakit Anthrax Pada Ternak Sapi

Gejala atau Tanda tanda penderita Anthrax yaitu sebagai berikut:

Kematian mendadak dan adanya perdarahan di lubang-lubang kumlah (lubang hidung, lubang anus, pori pori kulit).

Ternak mengalami kesulitan bernapas, demam tinggi, gemetar, berjalan sempoyongan, kondisi lemah, ambruk dan kematian secara cepat.

Pada kuda gejalanya biasanya kronis dan menyebabkan kebengkakan pada tenggorokan.

Antrhax Pada Manusia

Pada manusia bisa terjadi tukak atau luka pada kulit dan kematian mendadak.

Anthraks adalah penyakit infeksi yang menular dari hewan ternak. Seseorang dapat terkena penyakit anthraks apabila menyentuh atau memakan daging hewan yang terkena anthraks.

Anthraks merupakan penyakit serius dan jarang. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Sampai saat ini tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa bakteri penyebab antraks dapat menular antar manusia.


Gejala Anthraks Pada Manusia

Gejala anthraks berbeda-beda, tergantung pada jalur masuknya bakteri ke dalam tubuh seseorang. Di bawah ini beberapa gejala anthraks yang dibedakan berdasarkan cara penularannya:

Anthraks kulit

Anthraks ini menyebabkan munculnya banyak benjolan kulit yang dapat terasa gatal. Benjolan ini paling sering muncul di daerah wajah, leher, dan lengan. Selanjutnya benjolan itu dapat berubah menjadi borok berwarna hitam yang tidak menyebabkan nyeri.
Anthraks pencernaan

Gejala anthraks pencernaan atau anthraks gastrointestinal adalah mual dan muntah, tenggorokan sakit dan kesulitan menelan, sakit perut, nafsu makan menurun, sakit kepala, demam, serta muncul benjolan pada leher. Ketika kondisinya makin parah, penderita dapat mengalami diare dan Buang air besar disertai darah.

Anthraks pernapasan

Gejala awal anthraks jenis ini menyerupai gejala penyakit flu, seperti demam, nyeri menelan, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala lanjutannya berupa sesak napas hingga syok. Anthraks pernapasan dapat menyebabkan peradangan selaput otak dan saraf tulang belakang (meningitis).
Kapan harus ke dokter

Anthraks termasuk penyakit yang jarang. Akan tetapi, jika Anda bekerja di lingkungan yang kemungkinan ada paparan anthraksnya, maka Anda perlu melakukan vaksinasi.

Segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala anthraks seperti yang dijelaskan di atas, untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan yang tepat, terutama bila bekerja di lingkungan ternak atau sehabis makan daging sapi setengah matang.

Pencegahan Penyakit Anthrax

Dilakukannya vaksinasi yang teratur tiap tahun di daerah wabah.

Pengawasan yang ketat dan teratur terhadap lalulintas atau keluar masuknya ternak.

Mengasingkan ternak yang sakit atau diduga sakit.

Bangkai ternak yang saki atau diduga sakit tidak boleh dibuka, namun harus dibakar atau dikubur dalam-dalam.

Pengobatan Peenyakit Anthrax PadaTernak Sapi atau ternak Ruminansia

a. Memberikan antibiotika berspektrum luas.

Procain penisilin G, dosis untuk ruminansia besar (sapi, kerbau): 6.000 – 20.000 IU/Kg berat badan , sedang untuk ruminansia kecil (kambing, domba) : 20.000 – 40.000 IU/Kg berat badan.

Streptomycin, dosis untuk ruminansia besar: 5 – 10 mg/Kg BB, sedang untuk ruminansia kecil : 50 – 100 mg/Kg BB.

Kombinasi antara Procain Penisilin G dengan Streptomycin.

Oksitetrasiklin , untuk ruminansia besar: 50 mg/10 Kg BB, sedang untuk ruminansia kecil: 50 mg/5 Kg BB.

b.Memberikan antiserum yang tinggi titernya ( 100 – 150 ml )
Anthrax adalah penyakit zoonosis (suatu penyakit yang bisa ditularkan antara hewan dan manusia) yang sangat berbahaya, oleh sebab itu ternak yang menderita Anthrax dilarang keras untuk dipotong.

Awal Mula Kasus Anthrax Di Indonesia

Dilansir dari liputan6.com, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus memaparkan kasus anthrax pertama di Indonesia ditemukan di Teluk Betung Lampung pada 1884. Setahun kemudian, tuturnya, terjadi di Buleleng Bali, Rawas Palembang, dan Lampung. Pada 1886, antraks dilaporkan terjadi di Banten, Padang, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

"Jadi penyakit ini bukan jenis baru, menjadi populer lagi karena ada kasus di Girimulyo Kulonprogo," ujarnya di UGM, Sabtu (21/1/2017).

Ia mengungkapkan penyakit hewan karena infeksi Bacillus Anthracis ini bisa menular kepada manusia atau zoonosis dan sporanya dapat bertahan puluhan tahun.

"Bisa disebut sebagai penyakit zoonosis yang laten karena sewaktu-waktu bisa muncul jika penanganan tidak tuntas," ucap Ali.

Ia menyebutkan, daerah endemik anthrax di Indonesia meliputi 11 provinsi, yaitu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, NTB, NTT, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan DKI Jakarta.

Menurutnya, untuk kepentingan jangka panjang diperlukan keterbukaan informasi sebagai bagian dari edukasi publik dalam rangka mencerdaskan kehidupan umum.

Ali menambahkan, aspek biosekuriti harus dilakukan peternak secara teratur.

"Jika ada kejadian atau gejala sakit pada ternak bisa menghubungi dinas peternakan terdekat," kata dia.

Ketua Departemen Kesehatan Hewan Fakultas Kedokteran Hewan UGM Bambang Sumiarto mengungkapkan prevalensi antraks belum bisa dihitung sebab sifatnya kasuistik. Di DIY, tuturnya pernah terjadi di Pakem Sleman beberapa tahun lalu.

"Dan yang di Kulonprogo ini kasus kedua di DIY, kata Bambang.

Ia juga menilai, penyakit anthrax yang tertular ke manusia sifatnya kecelakaan karena jarang terjadi.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 00:04
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.