Macam-macam Penyebab Sapi Kembung dan Cara Pencegahannya

loading...

Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Kembung Pada Sapi, Kenali Gejala-gejala dan Tanda-tanda Sapi Kembung

Ancaman penyebab penyakit dapat dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu faktor-faktor intrinsik atau non infeksi, faktor extrinsik atau infeksius dan faktor yang berhubungan dengan sifat genetis.

Ternak Sapi dapat menunjukkan gejala sakit yang terjadi secara tiba-tiba, salah satunya yaitu kembung atau disebut Bloat yaitu keadaan dimana rumen mengembang atau membesar akibat kelebihan gas yang tidak bisa cepat keluar (Bambang dan Sudarmono, 2008). Dalam proses pencernaan protein membutuhkan mikroorganisme, dimana mikroorganisme ini menghasilkan ekskresi berupa gas. Apabila gas ini tidak bisa keluar dan terjadi penumpukan maka terjadilah kembung atau bloat. Penyebab primer adalah akibat dari fermentasi makanan yang berlebihan selanjutnya ternak tidak mampu mengeluarkan gas, sehingga gelembung-gelembung gas terakumulasi, hal ini lah yang menyebabkan kembung. Sedangkan penyebab sekunder berupa gangguan yang bersifat fisikal yang terjadi pada daerah esophagus disebabkan oleh benda asing, stenosis atau tekanan dari perluasan jalan keluar esophagus. Makanan yang difermentasi atau hijuan segar yang banyak mengandung air dan berprotein tinggi dapat menjadi penyebab terjadinya bloat. Hijuan leguminosa mudah berfermentasi dan mengeluarkan gas. Oleh sebab itu pemberian hijauan leguminosa segar yang berlebihan juga dapat menyebabkan bloat. Pemberiaan makanan konsentrat yang terlalu banyak dapat pula menyebabkan bloat, terutama konsentrat yang mulai busuk. Rumput basah atau berembun dapat juga menjadi penyebab bloat.

Bloat merupakan penyebab utama kematian mendadak pada ternak, biasanya kejadian kembung tidak teramati, seperti pada sapi yang digembalakan, sapi penggemukan atau sapi perah dalam masa kering. Pada sapi perah yang sedang laktasi, dimana terobservasi secara teratur, bloat biasanya lebih cepat teramati. Adapun tanda-tanda yang dapat dilihat adalah : ternak nampak resah karena ada rasa sakit, sisi perut sebelah kiri nampak menonjol (membesar) bila disbanding ukuran normalnya, bila perut ditepuk-tepuk (perkusi) mirip suara drum, berbaring pada posisi bagian kanan bawah, pulsus nadi meningkat, terdengar eruktasi, cenderung menendang dengan kaki belakang, mata merah, namun dapat berubah menjadi kebiruan yang menandakan adanya kekurangan oksigen dan mendekati kematian. Tekanan intra rumen mengakibatkan pembesaran abdomen atau rumen, selanjtnya dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga perut dan rongga dada sehingga menyebabkan kesulitan bernafas yang ditandai dengan pernafasan dada yang cepat dan dangkal. Sebaliknya, paru-paru dan sistem peredaran darah jantung tidak bekerja. Apabila kondisi ini berlanjut maka akan terjadi gangguan peredaran darah dan kematian dalam beberapa menit. Angka kematian dapat mencapai 90% jika tidak tertolong.

Gas pada rumen sapi tidak bisa keluar karena beberapa sebab.

Pertama adalah karena sendawa dari sapi terganggu. Ini bisa karena adanya sumbatan pada kerongkongan dan karena sapi sedang sakit (demam susu atau tetanus). Tapi ini jarang terjadi.

Tertutupnya saluran pencernaan yang menyebabkan sapi tidak bisa flatus (kentut) atau tidak bisa eruktasi (sendawa).Misalnya adanya coprostasis (feces mengering directum). Usus melintir atau tertekuk. Saluran kerongkongan tersumbat pakan (potongan singkong dll.).

Kedua adalah lapisan busa yang ada pada rumen sapi mengahalangi atau menghambat lajunya pelepasan gas. Ini kasus yang kebanyakan terjadi.

Pakan sapi yang tercerna dengan sangat cepat akan menghasilkan gas dan busa (ada yang bilang lendir) lebih banyak, sehingga membuat cairan rumen menjadi lebih kental.

Kentalnya cairan rumen ini akan membuat pelepasan gas menjadi terhambat. Akhirnya, sapi jadi mengalami kembung.
Penyebab sapi kembung

Rata – rata kasus kembung pada sapi disebabkan karena pengaturan pola makan pada sapi yang kurang tepat.

Pemberian konsentrat yang berlebihan. Pemberian konsentrat yang berlebihan tanpa diimbangi dengan pemberian rumput (sumber serat) bisa memicu terjadinya kembung.

Hijauan atau rumput basah.
Pemberian pakan dari jenis leguminosa yang berlebihan.
Pemberian bahan pakan yang mudah terfermentasi berlebihan tanpa imbangan serat. Misalnya onggok.
Bahan pakan yang masih bongkahan cukup besar.
Mengalami asidosis. Asidosis itu terlalu banyak memakan protein. Berarti ini bisa karena memakan konsentrat terlalu banyak atau legum
Pembesaran kelenjar getah bening di antara paru-paru, yang dapat menekan esofagus atau mengganggu fungsi saraf vagus.

Gangguan penyakit.
Warisan genetik. Memang dasare sapinya kembungan.

Pakan konsentrat memang diramu dengan bahan – bahan berprotein tinggi dan memiliki tingkat kecernaan yang tinggi.

Protein yang tinggi akan meningkatkan populasi bakteri yang ada pada rumen. Akibatnya karena bakteri menjadi lebih banyak, maka gas yang dihasilkan juga lebih banyak.

Leguminosa memang hijauan, tapi kandungan protein kasarnya sangat tinggi.

Ada legum yang bisa menyababkan kembung dan ada jenis legum yang tidak.

Kacang tunggak, lamtoro gung, turi dan indigofera tidak menyebabkan kembung. Tapi lamtoro memiliki efek lain pada ternak, seperti bulu rontok.

Tanaman legume yang ada di Indonesia dan negara tropis jarang yang menyebabkan memicu terjadinya kembung. Berbeda dengan jenis hijauan yang ada di negara – negara sub tropis seperti alfalfa, red clover, ladino dan rye grasses.

Meskipun hijauan dari Indonesia relatif aman, sebaiknya tetap diberikan dengan jumlah yang tidak berlebiha.

Onggok, meskipun proteinnya rendah tapi kandungan patinya sangat tinggi. Pati ini mudah terfermentasi dan juga dapat membuat bakteri berkembang lebih cepat.

Singkong terkadang digunakan untuk pakan sapi juga. Biasanya dicacah terlebih dahulu. Jika ukuran choppingnya ada yang terlalu besar, bisa menyumbat kerongkongan sapi.

Ciri – ciri dan gejala sapi yang mengalami kembung

Jika sapi mengalami kembung, pasti mereka merasakan ketidaknyamanan pada tubuh mereka. Pasti, sapi akan menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya.

Seharusnya, peternak yang telaten dengan ternaknya akan langsung melihat perbedaan perilaku ini.

Pasti kelihatan, biasanya sapi ini tidak seperti ini, biasanya makannya bagus, tidak gelisah, tapi ini beda.

Inilah tanda – tanda yang kemungkinan akan ditunjukkan oleh sapi ketika sedang mengalami kembung.

Sapi berhenti makan. Entah itu biasanya pada jam makan sapi mau makan, tapi ini tidak. Atau nafsu makannya menurun juga bisa.
Mager atau malas gerak. Mager ini bisa ketika sedang berdiri atau sedang njerom. Ketika berdiri, diem aja. Ketika sedang njerom, njerom terus meskipun yang lain aktif berdiri.
Perut bagian kiri membuncit. Pada tahap kembung ringan, yang pertama kali membesar adalah perut sapi bagian kiri. Nanti pada tahap kembung berat, perut kiri dan kanan sama – sama membesarnya. Tapi yang kiri tetap lebih besar.
Sapi terlihat stress. Ini bisa terjadi berbarengan dengan sapi yang mager. Diam dan terlihat tertekan.
Melenguh yang berbeda dari biasanya. Ini adalah reaksi sapi terhadap sakit yang dirasakannya.
Mata melotot lebih lebar.
Sering buang air. Baik air kecil maupun besar.
Mulut terbuka dan bernafas lebih cepat. Ada juga kasus sambil mengeluarkan lidahnya.
Menghentakkan kaki dan menendang perutnya.
Air liur keluar dan berbusa.
Sapi tiba – tiba ambruk.

Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain :

Pemberian komposis pakan antara rumput dan leguminosa sesuai porsinya yang benar

Melayukan hijauan yang akan diberikan terlebih dahulu

Beri hijauan kering selama musim hujan sebelum dilepas di padang pengembalaan

Jangan menggebalakan ternak terlalu pagi karena rumput masih basah

Hindari memberi ternak dengan rumput atau daun-daunan muda dan tanaman leguminosa (kacang-kacangan) saja

Jangan membiarkan ternak terlalu lapar

Jangan memberikan makanan yang sudah rusak/busuk/berjamur

Hindari pemberian rumput/ hijauan yang terlalu banyak, lebih baik memberikan sedikit demi sedikit tetapi sering kali.

Obat tradisional untuk mengobati kembung :
Selain dengan cara oral, mengatasi kembung pada sapi juga bisa dilakukan dengan topikal atau pengobatan luar seperti salah satunya memakai minyak kayu putih. Minyak kayu putih hanya perlu diaplikasikan pada perut sapi atau jenis ternak lain berukuran besar seperti kerbau atau kuda. Sedangkan untuk cempek atau anak domba dan anak kambing lebih disarankan untuk memakai minyak telon dibandingkan minyak kayu putih agar tidak terlalu panas.

Getah pepaya sebanyak 2 sendok makan, dicampurkan dengan 1 sendok garam dapur
secara merata kemudian dimasukkan dalam botol berisi air dan diminumkan ke sapi.

Untuk mengatasi perut kembung pada sapi, domba, kambing atau kerbau juga bisa memakai minyak goreng. Pemberian minyak goreng dilakukan dengan takaran 100 hingga 200 ml yang diminumkan langsung ke mulut sapi. 

Sedangkan pilihan minyak goreng yang bisa diberikan diantaranya adalah minyak kedelai, minyak kelapa atau minyak sawit. Sedangkan jika ingin memakai virgin coconut oil atau VCO, maka takarannya bisa dikurangi dari takaran minyak goreng. Untuk sapi atau domba bisa diberikan sebanyak 60 ml, sedangkan untuk sapi bisa diberikan sebanyak 250 ml.

Kombinasi ramuan alami yang terbuat dari asam jawa, gula merah dan juga kunyit bisa dipakai untuk mengatasi kembung pada sapi dengan biaya lebih murah sekaligus lebih alami sehingga aman untuk digunakan. Semua bahan dicampur bersama air hangat yang sudah dicampur dengan asam jawa kemudian disaring dan berikan langsung pada mulut sapi. Sedangkan untuk domba atau kambing hanya cukup diberikan air hangat yang dicampur dengan gula merah.

Tympanol SB merupakan obat yang mengandung dimethicone dalam bentuk cair yang bisa digunakan untuk mengatasi kembung akut pada rumen ruminansia seperti sapi yang disebabkan karena pembentukan gas terlalu berlebih atau frothy bloat. Selain bisa digunakan untuk mengatasi kembung akut pada sapi, obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi kembung pada sapi, kambing, dan juga domba.

Sedangkan untuk dosis yang dibutuhkan berbeda beda pada hewan ternak. Untuk ruminansia besar seperti sapi, kuda dan kerbau dengan berat antara 200 hingga 400 kg bisa diberikan 10 ml tympanol sb yang dilarutkan dengan 500 ml air minum dan diminumkan. Sedangkan untuk ruminansia kecil seperti kambing dan domba dengan berat antara 30 hingga 60 kg, maka bisa diberikan 25 ml tympanol sb yang dilarutkan dengan 250 ml air minum kemudian diminumkan pada kambing atau domba.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Sapi

1. Menggunakan tabung perut.

Cara ini mirip seperti pemberian obat-obatan oral. Penggunaan tabung perut sendiri bermanfaat untuk mengurangi tekanan gas di dalam rumen dan paling sering direkomendasikan dan dilakukan oleh para peternak sapi, baik itu sapi perah maupun sapi potong.

Langkah-langkah penggunaan tabung perut adalah sebagai berikut:

· Masukkan alat dengan cara mendorongnya ke sudut mulut sapi agar ternak dapat membuka mulutnya. Jangan masukkan dengan cara memaksa. Biarkan alat masuk sampai hanya tersisa kira-kira 6 cm di bagian luar. Pastikan tabung tidak Anda lepaskan.

· Perhatikan bahwa tabung harus melewati speculum frick dan masuk ke dalam esofagus. Hal ini bisa Anda identifikasi dari aroma dari tabung.

· Jika sudah masuk ke dalam rumen, tabung biasanya juga perlu ditiup agar bagian ujungnya bersih dari buih.

2. Menggunakan trocar dan cannula.

Apabila tabung perut tidak cukup ampuh untuk mengatasi masalah perut kembung pada sapi, Anda bisa gunakan trocar dan cannula sebagai alternatif. Caranya adalah dengan membuat sayatan kecil pada kulit untuk memasukkan trocar lewat otot perut agar bisa menjangkau rumen. Cara ini paling baik Anda lakukan dengan pendampingan dokter hewan maupun peternak profesional jika Anda tidak cukup berpengalaman.

3. Dengan rumenotomi.

Cara yang satu ini merupakan alternatif pengganti trocar dan cannula, terutama dalam kondisi darurat. Rumenotomi sendiri dilakukan dengan tujuan mengurangi tekanan gas penyebab perut sapi Anda kembung. Serupa dengan penggunaan trocar dan cannula, sayatan juga dibutuhkan dalam proses ini, sehingga Anda pun perlu melakukannya dengan pendampingan dari profesional (dokter hewan atau peternak profesional).

4. Memberikan obat anti kembung.

Kembung (bloat) bisa juga diatasi dengan obat. Berbagai jenis obat anti kembung biasanya mengandung bahan aktif dimethicone. Dosisinya sendiri biasanya adalah 100 ml dan dicampur di dalam air sebanyak 500 ml untuk sapi.

Obat lain yang dapat diberikan untuk mengatasi kembung pada perut sapi Anda adalah wonder athympanicum dengan dosis 20 sampai 50 gram untuk sapi. Obat tersebut kemudian dicampur ke dalam air secukupnya dan diminumkan kepada sapi ternak Anda.


Tingkah Laku Ternak Aktif Menandakan Ternak Sehat

Ternak Yang terserang Penyakit Kembung bahkan Menyebabkan Kematian

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 20:30
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.