Macam-macam Penyebab Diare Pada Sapi, Cara Mencegah dan Mengobatinya

loading...

Kenali Ciri-ciri dan Gejala Sapi Terkena Diare

Ada beberapa gejala yang dapat diamati ketika sapi terkena diare yakni;

Letih,
Kotoran lebih encer,
Demam,
Nafsu makan berkurang
Dan Bobot yang turun dengan cepat.

Namun ada kalanya, diare yang terjadi pada sapi bisa dalam jangka pendek dan tidak perlu diobati, hal ini dikarenakan terjadi perubahan pada pola makan dari sapi itu sendiri.

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab dari penyakit diare, yaitu karena bakteri, virus dan penyebab lainnya. Beberapa bakteri yang menyebabkan diare adalah bakteri Salmonella spp., Escherichia coli eneropatogenik tipe tertentu, Cryptosporidium spp.dan Giardia spp dan Clostridium perfringens.

Penelitian yang dilakukan oleh Adin Priadi menyimpulkan bahwa bakteri Escherichia coli dan Clostridium perfringens adalah agent bakteri yang menyebabkan anak sapi terjangkit diare dan berpotensi kematian. Hal ini terjadi karena, bakteri Escherichia coli dan Clostridium perfringens dapat terkena necrotic enteritis dan enterotoksemia. Usia rentan sapi terjangkit penyakit ini pada 3-6 bulan.

Virus yang sering menyebabkan diare pada sapi adalah Rotavirus 33% dan coronavirus 20%. Penyebab diare yang lain adalah dari faktor non infeksious seperti pola makan dan kurangnya asupan gizi.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan meminimalisasi sapi terjangkit penyakit diare adalah sebagai berikut:

Melakukan manajemen kolostrum ketika sapi lahir
Memberikan asupan gizi dan vitamin untuk sapi agar cepat gemuk yang cukup
Melakukan pembersihan kandang secara berkala
Melakukan vaksinasi secara berkala untuk meningkatkan imunitas. Beberapa jenis vaksin yang disarankan adalah salah satu vaksin rotavirus, coronavirus, E. coli K99, Salmonella dan Clostridium perfringens. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, vaksin harus diberikan kepada sapi sesuai dengan diagnosa penyebab sapi terserang mencret/diare.

Jika sapi sudah terserang diare, maka ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan seperti:

Memberikan cairan elektrolit, airan elektrolit dapat diberikan melalui mulut atau juga melalui intra vena, tergantung dari tingkat dehidrasi yang dialami oleh sapi.

Tidak memberikan susu.

Jika penyebab diare adalah bakteri cryptosporidium maka dapat diberikan halofuginone, pemberian obat ternak pada sapi pun harus sesuai dengan perintah dokter hewan.

Jika terjadi geala diare yang disebabkan Koksidan, maka dapat diberi anti koksida sesuai dengan anjuran dokter hewan.

Antibiotik seperti sulpha dan trimethoprim, digunakan jika penyebab diare adalah bakteri.

Diagnosa mencret yang salah, peternak juga sangat sering melakukan kesalahan dalam mendiagnosa penyakit mencret pada sapi. Asal kotoran terlihat cair mereka sering menyimpulkan bahwa ternak mereka mencret, padahal kotoran yang cair bukanlah ciri utama dari mencret hewan, kotoran yang cenderung cair bisa saja karena pakan hijauan yang terlalu muda atau pemberian serat kasar yang kurang pada sapi. Adapun ciri utama penyakit mencret adalah:
kawasan sekitar panggul sapi terlihat kotor oleh kotoran yang mengering.

Sering mengangkat ekornya walaupun tidak membuang kotoran (hal ini terlihat jelas pada anak sapi yang mencret)
kotoran cenderung cauir walaupun diberi pakan hijauan tua atau kering.
nafsu makan berkurang
bulu sapi terlihat kusam


Penanganan mencret pada sapi:

Ternak terkena mencret harus diberi antibiotik yang tepat dengan cara injeksi secara Intra Musculer (IM). Antibiotic yang tepat ini diketahui oleh petugas kesehatan hewan dan dokter hewan, baik secara dosis maupun jenis antibiotik yang harus diberikan pada sapi mencret. Sebaiknya peternak jangan pernah memberi antibiotik pada ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan kuda) secara asupan (meminumkan), hal ini untuk melindungi perkembang biakan bekteri yang ada didalam saluran pencernaan hewan ruminansia tersebut.

Pemberian obat alamai (tradisional) untuk mencret.

Selain memberikan obat warung peternak juga sering memberikan obat tradisional, seperti ketika sapi mencret mereka memberi sari daun jambu. Belum ada uji klinis tentang khasiat daun jambu terhadap mencret pada hewan ternak, namun dalam keadaan terpaksa peternak dibenarkan memberikan ramuan-ramuan tradisional untuk mengobati sakit pada ternak. Keadaan terpaksa ini diataranya karena di daerah si peternak tidak terdapat petugas kesehatan hewan (dokter hewan). Selain daun jambu peternak juga biasa memberikan arang yang dicampur dengan air garam untuk mengobati mencret pada sapi.

Melihat dari berbagai faktor dari penyakit mencret pada sapi akibat faktor fisiologis diatas, perlu dilakukan cara dengan tidak melakukan perubahan secara mendadak terhadap hal pakan, perpindahan lokasi kandang dan sebagainya agar ternak tidak stres.

Selain itu, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang maka dapat diberikan cairan elektrolit terutama air, bikarbonat, sodium dan potassium atau larutan garam agar tidak terjadi dehidrasi yang lebih lanjut.

Berikut ini kami paparkan resep cairan elektrolit yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi diare :

3 kotak kecil kaldu sapi instan atau bisa juga menggunakan 1 sachet kaldu sapi.

1 sachet agar-agar bubuk
2 sendok garam
2 sendok soda kue/baking soda/sodium bicarbonate/NaHCO3

Selain untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh juga diperlukan pengobatan untuk mengurangi gejala yang terjadi agar tidak menjadi lebih parah yaitu dengan :

Arang tempurung kelapa

Cara membuat :
Tumbuk halus arang tempurung kelapa.
Ayak, lalu tampung dalam wadah yang mudah disimpan.
Cara Pengobatan Untuk mengobati sapi berikan sebanyak 50 gram melaui mulut

Minyak kelapa

Cara pengobatan dilakukan dengan meminumkan sebanyak kurang lebih 500 ml minyak kelapa untuk pengobatan seekor sapi yang menderita penyakit mencret pada sapi.

Daun nangka dan buah nangka

Ambil yang masih muda dan baru tumbuh lalu diberikan secara langsung maupun ditumbuk dan dicampur sedikit air lalu diminumkan ke ternak

Membuat ramuan jamu dengan komposisi :
Campur dan haluskan temu ireng, kunir, kencur, lempuyang dantempe busuk masing-masing 200-300 gram, dimasukkan ke dalam plastik dan didiamkan selama 1 malam lalu diperas. Hasil perasan diminumkan 3 kali sehari selama 2 hari.
Campur dan haluskan lempuyang 3 biji, gula pasir 250 gram lalu tambahkan 10 liter air masak dan diminumkan ke ternak dengan dosis 1 liter/ekor 3 kali sehari.

Penyakit mencret pada sapi akibat faktor fisologis tersebut tentunya terjadi saat kondisi tubuh sedang menurun yang umumnya disebabkan oleh stress akibat perubahan lingkungan secara mendadak.

Upaya untuk mencegah stress pada sapi tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan lingkunyan yang nyaman, makanan yang cukup serta bernilai gizi tinggi dan tambahan multivitamin yang selain berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh juga berfungsi sebagai vitamin untuk penggemukan ternak.

Semua cara penanganan yang telah kami berikan diatas adalah usaha untuk sementara waktu dalam upaya mengurangi keparahan penyakit, untuk pengobatan maksimal sekali lagi kami sarankan untuk menghubungi Dokter hewan atau mantri hewan setempat.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 21:07
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.