Cara Tanam Rumput Raja, Jarak Tanam, Pemupukan Hingga Panen

loading...
TIPS SINGKAT CARA BUDIDAYA RUMPUT RAJA ( KING GRASS ), MULAI PEMILIHAN BIBIT, CARA PENANAMAN, PENGAIRAN, PEMUPUKAN HINGGA WAKTU DAN UMUR PANEN YANG TEPAT
Rumput raja merupakan jenis rumput gajahan unggul dalam hal produktifitas perhetarnya dibandingkan dengan rumput gajah biasa. Sedangkan untuk kandungan nutrisi maupun kecernannya hampir sama dengan rumput gajah biasa.

Penyediaan pakan hijauan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam usaha peter-nakan ternak ruminansia (sapi, kambing, kerbau dan domba). Adapun macam pakan hijauan unggul yang ada diantaranya ter-diri dari bangsa rerumputan unggul dan kacang-kacangan (legume). Dintara bangsa rerumputan yang paling tinggi produksinya adalah rumput Raja/King Grass.

Pemilihan Lokasi
Sumber air. Suplai air diperlukan bagi daerah yang sering mengalami kemarau panjang atau apabil akan digunakan sistem penyebaran pupuk secara otomatis melalui saluran pem-buangan.

Kesuburan Tanah. Perlu diketahui keadaan tanah untuk diperhitungkan unsur-unsur hara, apa dan berapa banyak yang perlu ditam-bahkan. Tanah dengan pH diatas 7 sebagai tanah alkalis (basa).

Untuk menaikan pH tanah dapat ditam-bahkan kapur, sedangkan untuk menu-runkna pH tanah dapat digunakan pupuk yang mengandung sulfur (ZA).

Topografi. Rumput ini mudah ditanam dan dapat tumbuh dari dataran rendah sanpai dataran tinggi. Topografi ini penting dalam perencanaan peggunaan alat mekanisasi dan sistem penanaman rumput. Penggunaan traktor pada kemiringan tanah sampai 18 0 sudah tidak efektif lagi. Disamping itu semakin tinggi derajat kemiringan tanah semakin rendah efisiensi penggunaan pupuk dan membu-tuhkan upaya keras untuk mempertahankan kelestarian kesuburan tanah.

Pentahapan Kerja
Pemilihan Bibit. Penggunaan bibit yang baik berarti efisiensi waktu, tenaga dan biaya serta jaminan memperoleh pertum-buhan yang baik, apabila faktor-faktor lain tidak menghambat. Stek diperoleh dari potongan batang yang cukup umur dan sehat, minimum terdiri dari 2 mata dan atau panjang 30 cm. Dapat lebih tahan lama disimpan ditempat yang sejuk.

Waktu Pengolahan Tanah dan Penanaman. Pertumbuhan awal sangat peka terhadap pengaruh luar, terutama keadaan air dan suhu. Pada tanah tanpa irigasi pengolahan tanah dilakukan pada musim hujan. Namun jarak yang terlam-pau lama antara akhir pengolahan dan penanaman dapat menyebabkan tanah tersebut memadat kembali.

Pengolahan Tanah dan Penanaman. Pengo-lahan tanah bertujuan untuk mempersiapkan media tumbuh yang opti-mum bagi suatu tanaman. Adapun urutannya sebagai berikut :

Pembersihan lahan. Membersihkan lahan terhadap pohon, semak belukar atau tanaman lainnya.

Pencangkulan/pembajakan. Bertujuan me-mecah lapisan tanah menjadi bongkahan untuk mempermudah peng-gemburan selan-jutnya. Dengan mem-balik lapisan tanah tersebut dan mem-biarkan beberapa saat, diharapkan mineralisasi bahan organik berlang-sung lebih cepat karena aktifitas micro organisme dipergiat, sehingga tanah menjadi masak. Diusahakan kedala-man pencangkulan  40 cm.

Penggemburan/penggaruan. Tujuan untuk menghancurkan bongkahan besar menjadi struktur yang lemah dan sekaligus membebaskan tanah dari sisa perakaran tumbuh-tumbuhan liar. Ber-samaan dengan peng-gemburan perlu dilakukan pemupukan dasar (N, P dan K) dengan kebutuhan per hektar 80 kg TSP, 60 kg KCl dan 110 kg urea. Pada tanah yang miring, peng-gemburan dilakukan menurut kontur (contour) tanahnya, hal ini untuk mem-perkecil kemungkinan erosi. Setelah itu dibiar-kan dahulu tanah tersebut  7 hari.

Penanaman. Pada daerah tanpa irigasi, penanaman dapat dilakukan setelah hujan pertama. Namun apabila masa istirahat selesai dan tanah sudah basah karena air, tanamkan bibit rumput Raja. Kalau menggunakan stek, pena-namannya dengan cara memasukkan  ¾ bagian dari panjang stek dengan kemiringan  30 0 atau dapat juga ditanam seperti tanaman tebu, yaitu stek dimasukkan kedalam tanah secara terlentang. Sedangkan jika bibitnya memakai pols (sobekan akar), mena-namnya seperti menanam padi, dengan kebutuhan setiap lubang 2 stek. Tujuh hari setelah penanaman, alirkan air secukupnya ke lahan tanaman tersebut dan lakukan penyulaman apabila terda-pat stek atau pols yang mati.

Kebutuhan Bibit Rumput. Dianjurkan menggu-nakan jarak tanam 60 x 100 cm, sehingga perkiraan kebutuhan bibit rum-put dalam hampar tanah seluas 1 hektar sebanyak :

10.000
---------- x 2 stek = 33,332 stek/hektar
0,60

Apabila rata-rata 1 kg bibit rumput = 15 stek, maka perkiraan kebutuhan bibit rumput untuk 1 ha = 2.222 kg.

Perawatan Rumput Raja. Perawatan dapat dilakukan dengan pendagiran dan pemupukan  3 - 4 kali per tahunnya atau pendagiran dilakukan setiap kali pemang-kasan dan atau tergantung dari kondisi daerah masing-masing. Adapun penda-giran rumput ini dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu : dengan cara membersihkan tanamanan liar, baru kemudian penggem-buran tanah disekitarnya atau langsung dilaksanakan penggemburan tanah dengan cara pencangkulan disekitar rumpun rumput dengan membalikkan tanah tersebut.

Pengairan Rumput. Pengairan dilakukan  7 hari setelah dilaksanakannya pemupukan. Dalam pelaksanaan ini harus diperhatikan jangan sampai kedapatan air yang menggenang sebab dapat menye-babkan kerusakan tanaman dan bahkan kematian tanaman.

Pemotongan (defoliasi) Rumput. Rotasi pemangkasan rumput Raja dapat dila-kukan pada umur 45 – 55 hari, namun disarankan pada umur 55 hari.

Peremajaan Rumput. Peremajaan rumput dapat dilakukan setelah tanaman tersebut mencapai umur 3 – 4 tahun atau setinggi-tingginya 4,5 tahun. Hal ini tergantung situasi dan konsidi daerahnya. Sedangkan pelaksa-naannya dapat dilakukan secar bertahap, yaitu diantara rumpun lama ditanam stek atau pols baru, setelah tanaman tresebut mulai tumbuh dengan baik, maka rumpun lama dibongkar. Begitu seterusnya sehingga kebutuhan runput potongan tetap tersedia.

Prospek rumput raja sebagai komoditas yang mempunyai nilai ekonomis sangat balk, karena rumput raja merupakan rumput potongan yang berkualitas unggul sebagai sumber hijauan makanan ternak ruminansia yang penting. Produksi rumput raja tinggi, nilai gizinya cukup baik dan mudah penanamannya serta dapat diawetkan menjadi silase. Rumput ini berumur panjang dan merupakan rumput potongan. Bentuknya mirip pohon tebu, mempunyai bentuk rumpun yang terdiri dari 20 – 50 batang dengan diameter sekitar2,5 cm. Tingginya dapat mencapai 2 – 3 m, lebar daun 2 – 3 cm dan panjangnya 60 – 90 cm.

Rumput raja mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai usaha dan merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekonomis. Namun sampai sekarang ini tehnik penanamannya masih sederhana dibandingkan dengan tehnik penanaman tebu yang mempunyai nilai ekonomis yang lebih baik. Yang dimaksud masih sederhana disini yaitu tidak adanya perlakuan-perlakuan khusus . Pada tanaman tebu sebelum penanaman ada perlakuan-perlakuan antara lain: tidak mengelupas pelepah daun (daduk) yang membungkus tanaman tebu bibit, melakukan perendaman bibit yang akan ditanam dan membuat tanah kasuran dalam bentuk bubur untuk tempat stek ditanam. Dengan usaha-usaha tersebut diharapkan kadar air di dalam mata dapat dipertahankan dalam keadaan optimum sehingga pertunasan tidak mengalami gangguan.

Sifat-sifat tanaman rumput raja menyerupai sifat tanaman tebu, yaitu untuk pertumbuhan batang sangat diperlukan tersedianya air yang cukup. Cepat lambatnya pertumbuhan batang mempunyai korelasi positif dengan kadar air dalam pelepah daun. Sedangkan kadar air dalam pelepah daun juga mempunyai korelasi positif dengan kandungan air dalam tanah. Seperti kita ketahui bahwa tanaman tebu adalah tanaman budidaya, pola penanamannya lebih intensif dan cara-cara penanamannya lebih diperhatikan dibandingkan dengan tanaman rumput. Pada tanaman tebu ada tehnik penanaman yang bisa diterapkan pada tanaman rumput raja seperti cara penyediaan bibit, cara penanaman, masa pertunasan dan masa pertumbuhan.

Seperti diketahui produksi hijauan rumput gajah adalah 2,21 kg/m2. Dan 2,21 kg/m2 itu produksi hijaun rumput gajah sekali panen dengan ketentuan seperti pada artikel saya sebelumnya. Jadi kalau dibuat dalam satuan hektar maka produktifitasnya adalah sebanyak 22.100 kg/hektar atau 22,1 ton/ha/sekali panen.

Seandainya dalam setahun dipanen 12 kali, maka per tahun produksi hijauan rumput gajah adalah sebanyak 265,2 ton/hektar/tahun. Ini kalau panennya setiap 30 hari sekali, jarak panen ini sudah saya buat sangat dekat sekali.

Dibandingkan dengan rumput raja atau king grass, produktivitas rumput gajah ini kalah jauh. Produktivitas rumput raja adalah 1.076 ton/ha/tahun.
Kandungan nutrisi rumput raja vs rumput gajah

Kandungan nutrisi rumput raja sedikit lebih tinggi dibandingkan rumput gajah. Misalnya kandungan protein kasar dari rumput gajah adalah sekitar 9%. Bisa anda lihat di artikel saya sebelumnya. Sedangkan protein kasar dari rumput raja adalah sekitar 11%.

Kandungan nutrisi rumput raja adalah Protein kasar 11,68% , Serat Kasar 25,48 , Ca 0,37% dan P 0,39% . Namun ada sumber lain yang menyatakan nilainya sedikit berbeda.

Perbedaan tersebut adalah kandungan dari rumput raja memiliki bahan kering 19.94%, protein kasar 12.23% dan bahan organik 88.83%.

Kenapa nilai ini berbeda-beda? Ini wajar karena kandungan nutrisi suatu bahan pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Khususnya hijauan, seperti rumput gajah, rumput odot dan rumput raja, usia pemanenan, kondisi tanah, cara penanaman dan dosis pemupukan sangat mempengaruhi nilai kandungan nutrisinya.

Jika kita mendapat informasi nilai kandungan nutrisi suatu bahan pakan, kita tidak bisa menjadikannya sebagai nilai yang pasti. Karena itu tadi, nilai suatu nutrisi dipengaruhi oleh proses dan cara ia dihitung.

Rumput yang ditanam dengan cara stek sangat mudah untuk dilakukan. Asalkan kebutuhan tanaman akan air tercukupi, rumput mudah sekali untuk tumbuhnya.

kalau lahannya gratis, jadi tidak ada tuntutan terhadap target jumlah produksi hijauan. Kalau lahannya kita harus sewa, semestinya rumput ini ditanam dengan profesional, terawat supaya hasilnya sesuai dengan target yang ditentukan.

Rumput raja ini karakternya mirip dengan tebu. Kalau anda tahu cara menyetek tebu, maka otomatis Anda tahu bagaimana cara menanam rumput jenis ini.

Batang yang akan digunakan bibit adalah bagian yang tengah. Ini untuk menghindari bibit dengan usia terlalu muda atau terlalu tua karena pertumbuhannya tidak maksimal.

Ukuran batang yang baik adalah antara 1,5 – 2 cm. Satu stek batang biasanya terdiri atas 2 – 3 mata tunas.

Tidak usah dikelubas pelepah daun yang ada di batang. Ini untuk membantu supaya kandungan air dari bibit tidak cepat menguap. Apalagi kalau penanamannya di musim kemarau.

Jarak normal antar bibit adalah 1 m x 1 m. Jadi kalau per 1 hektar dibutuhkan bibit sebanyak 10 ribu stek bibit rumput raja.

Rumput raja ini jenis tanaman yang kebutuhan airnya cukup tinggi. Jadi perlu strategi dalam menanamnya.

Lahan persawahan, kebutuhan air mungkin tidak begitu menjadi persoalan. Akan tetapi berbeda halnya untuk lahan yang airnya sistem tadah hujan.

Penanaman sebaiknya dilakukan saat awal musim hujan. Tujuannya supaya tiba musim kemarau, akar rumput ini sudah dalam, kuat dan dapat menjangkau sumber air yang lebih banyak.

Pemupukan perlu dilakukan. Untuk dosisnya tidak ada yang baku. Ini bisa disesuaikan dengan sumber daya yang ada dan dipunyai.

Pupuk bisa menggunakan pupuk komersial. Kalau mau hemat bisa menggunakan pupuk organik. Cara membuat pupuk organik bisa membaca artikel di bawah ini.
Waktu panen untuk hasil terbaik

Umur panen rumput raja itu menentukan terhadap kualitas hasil yang akan kita dapatkan. Misalnya jumlah tanaman segar dan kualitas kandungan nutrisinya.

Jika ingin mendapatkan panenan hijauan dengan jumlah banyak, panenlah pada usia tua. Jika ingin mendapatkan kandungan nutrisi yang maksimal, panenlah rumput raja di usia muda.

Hal ini dikarenakan saat masih muda tanaman memiliki kandungan protein kasar yang tinggi. Semakin tua kandungan proteinnya semakin menurun.

Lalu, berapa umur panen yang pas?

Ada penelitian yang temanya sangat baik sekali. Ia meneliti tentang beberapa umur panen rumput raja lengkap dengan hasil – hasilnya.

Pada umumnya pemanenan pertama kali dilakukan setelah 90 hari setelah tanam. Kemudian panen ke dua dan seterusnya dilakukan pada 60 hari atau 50 hari.

Selama ini, kita kekurangan informasi mengenai dibalik usia pemanenan tersebut. Perbedaan antara rumput raja yang dipanen di 90 hari dan 60 hari.

Selanjutnya akan saya uraikan mengenai pemanenan waktu yang berbeda terhadap rumput raja ini.

Variasi panen yang dilakukan adalah pada saat 45 hari, 60 hari, 75 hari , 90 hari dan ada yang 150 hari.

Semakin tua usia panen semakin banyak produksi hijauannya.

Panenan rumput raja pada usia 45 hari mendapatkan berat segar sebanyak 57 gram per tanaman. Sedangkan berat keringnya 18,4 %.

Sedangkan kalau di panen pada usi 60 hari, berat segarnya 369 gram per tanaman dan berat keringnya 21,5 %.

Untuk yang panenan 90 hari berat segar yang didapat adalah 2901 gram per tanaman dengan berat kering 13,3 %. Jadi per tanaman berat hijauan segar yang di dapat sejumlah hampir 3 kg.

Panenan yang lebih tinggi kalau di potong pada hari ke 150 hari setelah tanam. Berat segarnya adalah 7326 gram per tanaman dengan berat kering 22,2 %.

Per tanaman beratnya 7 kg. Cukup masuk akal. Karena rumput raja ini tingginya bisa mencapai 4 meter. Dengan diameter batang bisa sampai 2 cm.

Dan panenan dipotong pada ketinggian 10 – 20 cm dari tumbuhnya tunas. Berarti bobot sebanyak itu temasuk batang dan daun dari rumput raja.

Untuk bisa berproduksi sebanyak itu rumput perlu di pupuk. Sebagai informasi, pupuk yang digunakan adalah urea, SP-36, KCL, Pupuk Organik dan Pupuk Kandang.

Untuk dosisnya urea 200 kg/hektar, Sp-36 150 kg/hektar, KCL 150 kg/hektar, Pupuk organik komersil 500 ml/hektar dan pupuk kandang 5 ton/hektar.

Klasifikasi tanaman rumput raja adalah sebagai berikut :
Filum : Spermatophyta
Subfilum : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Glumiflora
Famili : Gramineae
Subfamili : Penicoideae
Genus: Pennisetum
Spesies : Pennisetum purpuphoides

Ciri-Ciri Rumput Raja
Rumput raja termasuk tanaman berumur panjang, tumbuh tegak, berbentuk rumpun, perakarannya dalam dan tingginya dapat mencapai 4 meter. Rumput ini berbatang tebal dan keras, dan setelah tua daunnya lebar dan panjang dimana tulang daunnya keras.

Kandungan Nutrisi/ Gizi
Rumput Raja mempunyai kandungan nutrisi yang cukup baik yaitu kandungan BK 12,18%; PK 11,68; SK 32,49; LK; 1,70; ABU 18,15 dan TDN; 66,04 .

Rumput raja mudah ditanam, dapat tumbuh baik pada dataran rendah hingga dataran tinggi sampai dengan ketinggian 1.500 meter diatas pennukaan laut, menyukai tanah yang subur dan curah hujan diatas 1.000 min/th dengan penyebaran yang merata sepanjang tahun. Dilahan yang subur dengan pemupukan intensif produksi rumput ini dapat mencapai 1076 ton/ha/th rumput segar, dimana dengan rasio batang dan daun 48:52 (Siregar, 1988)

Penanaman Rumput Raja dapat dilakukan dengan dua cara yaitu stek dan sobekan. Menurut Siregar (1988) batang yang digunakan untuk stek sebaiknya yang berumur cukup tua yaitu yang sudah berumur delapan bulan, panjang stek kira-kira 25-30 cm dan memiliki dua mata tunas. Bila menggunakan sobekan rumpun, maka dipilih rumput yang muda yang tingginya 20-25 cm. Penanaman Rumput Raja dengan menggunakan stek harus diperhatikan yaitu tunas jangan sampai terbalik. Stek dapat langsung ditancapkan setengahnya ke dalam tanah tegak lurus atau miring dengan jarak tanamnya 1 x 1 m, untuk penanaman dengan menggunakan sobekan rumpun, perlu dibuat lubang sedalam 20 cm (Rukmana, 2005). Waktu tanam yang baik adalah pada awal sampai pertengahan musim hujan. Dengan perlakuan yang baik, maka rumput raja dapat dipanen 8-9 kali setahun dan akan terus berproduksi selama 10 tahun (Siregar, 1988).

Keunggulan Rumput Raja
Produksi rumput raja dua kali lebih tinggi dari pada rumput gajah varietas hawai, sedangkan rumput gajah varietas Afrika tiga kali lebih tinggi. Persentase berat daun rumput raja juga lebih tinggi dari pada rumput gajah varietas hawai maupun Afrika, dan hal ini didukung dengan kandungan zat yang cukup baik yaitu : berat kering 22,40%; protein kasar 13,50%; serat kasar 34,10% (Siregar, 1994)

Rumput Raja mempunyai keunggulan yaitu lebih disukai ternak, relatif lebih cepat dipanan dan tahan kering. Pemotongan rumput Raja pertama kali pada umur 2 sampai 3 bulan dan selanjutnya tiap 6 minggu sekali, kecuali pada musim kemarau interval pamotongannya diperpanjang.

Peremajaan Rumput Raja
Peremajaan rumput dapat dilakukan setelah tanaman tersebut mencapai umur 3 – 4 tahun atau setinggi-tingginya 4,5 tahun. Hal ini tergantung situasi dan konsidi daerahnya. Sedangkan pelaksa-naannya dapat dilakukan secar bertahap, yaitu diantara rumpun lama ditanam stek atau pols baru, setelah tanaman tresebut mulai tumbuh dengan baik, maka rumpun lama dibongkar. Begitu seterusnya sehingga kebutuhan runput potongan tetap tersedia (Anonim, 2007).

Cara Membuat Silase Dari Rumput Raja

Proses Membuat silase:
Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan:
Tetes tebu(molasses) = 3% dari bahan silase
Dedak hulus =5% dari bahan silase
Menir =3.5% dari bahan silase
Onggok = 3% dari bahan silase
Rumput Raja
Silo atau kantong plastik.

Cara membuat Silase
Potong rumput raja tersebut dengan ukuran 5-10 cm dengan menggunakan parang, atau dengan menggunakan mesin chopper. Potongan rumput yang kecil tujuannya agar rumput yang dimasukkan dalam silo dalam keadaan rapat dan padat sehingga tidak ada ruang untuk oksigen dan air yang masuk.
Campurkan bahan pakan tersebut hingga menjadi satu campuran.
Bahan pakan ternak tersebut dimasukkan dalam silo dan sekaligus dipadatkan sehingga tidak ada rongga udara.
Bahan pakan ternak dimasukkan sampai melebihi permukaan silo untuk menjaga kemungkinan terjadinya penyusutan isi dari silo. Dan tidak ada ruang kosong antara tutup silo dan permukaan pakan paling atas.
Setelah pakan hijauan dimasukkan semua, diberikan lembaran plastik, dan ditutup rapat, dan diberi pemberat seperti batu, atau kantong plastik, atau kantong plastic yang diisi dengan tanah.

Cara pengambilan silase
Sesudah enam sampai delapan (6—8) minggu proses ensilase telah selasai, dan silo dapat dibongkar, selanjutnya diambil ensilasenyas. Proses silase yang benar dapat bertahan satu sampai dua (1—2) tahun, bahjkan lebih.
Pengambilan silase secukupnya untuk pakan ternak, contonya untuk 3-5 hari.
Silase yang baru dibongkar sebaiknya dijemur atau diangin-anginkan terlebih dahulu.
Jangan sering-sering membuka silo untuk mengabil silase, ambil seperlunya, dan tutup rapat kembali silasesnya, agar silesa tidak mudah rusak

Ciri-ciri silase yang baik.
Rasa dan wanginya asam
Warna pakan ternak masih hijau
Teskstur rumput masih jelas
Tidak berjamur, tidak berlendir, dan tidak menggumpal.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 14:37
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.