Menahan BAB Bisa Sangat Merugikan Kesehatan Dan Bisa Timbulkan Kematian, Apa Saja Bahayanya?

loading...

Bahaya Menahan BAB (Buang Air Besar) bagi Kesehatan, Arti Warna Feses Saat BAB dan Tips Menahan BAB Saat Darurat Serta Tips Mengatasi Kesulitan BAB

Saat seseorang kebelet BAB tentu menjadi perkara yang harus segera disalurkan alias urgent. Tetapi ada kalanya seseorang menahan BAB karena alasan tertentu seperti sedang ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan segera, sedang mengendarai mobil dan motor, tidak menemukan tempat untuk BAB yang nyaman dan lain-lain. Tetapi tahukah anda bahwa ternyata menahan BAB terlalu sering dan berkali-kali bisa merugikan kesehatan?

Menurut wikipedia, Buang air besar (biasanya disingkat menjadi BAB) atau defekasi adalah suatu tindakan atau proses makhluk hidup untuk membuang kotoran atau tinja yang padat atau setengah-padat yang berasal dari sistem pencernaan mahkluk hidup. Manusia dapat melakukan buang air besar beberapa kali dalam satu hari atau satu kali dalam beberapa hari. Tetapi bahkan dapat mengalami gangguan yaitu hingga hanya beberapa kali saja dalam satu minggu atau dapat berkali-kali dalam satu hari, biasanya gangguan-gangguan tersebut diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak benar dan jika dibiarkan dapat menjadi masalah yang lebih besar.

Buang air besar dapat terjadi secara sadar dan tak sadar (contohnya buang air besar saat melakukan proses persalinan). Kehilangan kontrol dapat terjadi karena cedera fisik (seperti cedera pada otot sphinkter anus), radang, penyerapan air pada usus besar yang kurang (menyebabkan diare, kematian, dan faktor faal dan saraf). Pada dasarnya, frekuensi buang air besar pada setiap orang bervariasi. Meski begitu, ada masanya ketika orang yang biasanya buang air besar hanya tiga hari sekali pun tidak mampu mengeluarkan setelah empat atau lima hari, bahkan seminggu. Atau, yang biasanya buang air besar tiap hari tidak mampu mengeluarkan feses setelah lebih dari dua hari.

Macam-macam Warna Feses Saat BAB dan Penyebabnya

1. Hijau

Feses warna hijau mengindikasikan makanan bergerak terlalu cepat dalam usus. Kondisi yang bisa disebabkan diare ini mengakibatkan makanan tidak diolah dengan baik. Penyebab feses berwarna hijau adalah konsumsi makanan dengan warna senada, misal sayur atau asupan lain dengan warna hijau. Konsumsi beberapa jenis suplemen, misal besi, juga bisa mengakibatkan kondisi serupa.

2. Warna terang

Tinja bisa keluar dengan warna terang misal putih atau kuning seperti lempung. Warna ini mengindikasikan kemungkinan gangguan empedu pada sistem pencernaan. Kondisi ini juga bisa diakibatkan konsumsi obat antiare. Hal lain yang bisa menyebabkan kondisi tersebut adalah konsumsi obat bismuth subsalicylate dalam dosis besar, misal Kaopectate dan Pepto-Bismol.

3. Kuning

Ada kalanya, feses keluar dengan warna kuning dan berminyak. Feses juga disertai bau busuk yang menandakan adanya gangguan penyerapan nutrisi, misal celiac disease. Kondisi ini bisa terjadi karena konsumsi protein glute, misal pada roti dan sereal. Bila feses selalu berwarna kuning ada saatnya segera konsultasi ke dokter.

4. Hitam

BAB warna hitam mengindikasikan kemungkinan pendarahan di saluran pencernaan bagian atas. Supaya tidak terlalu parah, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter. Warna hitam pada feses bisa diakibatkan konsumsi suplemen besi, licorice hitam, atau bismuth subsalicylate.

5. Merah terang

Warna BAB yang merah terang menandakan kemungkinan perdarahan di sistem pencernaan bagian bawah. Misalnya pada anus atau usus besar. Merah terang juga bisa diakibatkan konsumsi beberapa jenis makanan. Misal buah bit, cranberry, jus tomat, sup, atau campuran beberapa jenis minuman.

Bahaya Menahan BAB

Menahan buang air besar terlalu sering tidaklah baik, karena menimbulkan beberapa efek buruk bagi kesehatan, berikut ini akibat menahan BAB yang penting untuk Anda hindari:

1. Sembelit

Masalah kesehatan yang satu ini mungkin sangat umum dialami oleh banyak orang yang disebabkan karena kurangnya konsumsi makanan berserat. Ternyata, bahaya menahan BAB juga bisa menyebabkan sembelit. Feses yang ditahan untuk keluar akan menumpuk di usus besar, akibatnya fases akan mengeras. Akibat dari sembelit ini, Anda harus menggunakan tenaga ekstra untuk bisa mengeluarkan fases dari dalam perut.

2. Ambeien

Ambeien terjadi berawal dari sembelit. Kebiasaan menunda buang air besar hingga terlalu lama akan menyebabkan ambeien. Seperti yang Anda ketahui bahwa ambeien bisa menyebabkan ketidaknyamanan bahkan rasa sakit pada anus, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Obstruksi usus

Mengerasnya fases di dalam usus akibat menahan BAB terlalu sering, akan menyebabkan obstruksi usus. Penyakit ini biasanya akan mengganggu saluran pencernaan karena makan dan juga cairan tidak dapat dicerna dengan baik. Kondisi ini juga bisa disebabkan karena adanya kompilasi dari perlengketan usus, kanker usus besar, dan hernia.

4. Kanker usus besar

Penyakit yang akan timbul akibat menahan BAB terlalu sering adalah kanker usus besar. Hal ini disebabkan karena fases yang lama tertahan di dalam usus berkontak lama dengan sel-sel permukaan usus besar. Penyakit ini cukup berbahaya, sehingga Anda harus segera melakukan penanganan ke rumah sakit.

5. Komplikasi

Bahaya menahan BAB menyebabkan kotoran mengeras dan menumpuk dalam pencernaan. Dalam kasus yang paling jarang terjadi, kebiasaan ini dapat menyebabkan masalah peredaran darah, masalah jantung, dan kram. Komplikasi ini paling sering terjadi pada orang tua atau mereka yang jarang bergerak atau beraktivitas, terutama yang menggunakan obat opioid berat. Jika kondisinya parah dan tidak segera mendapatkan penanganan, kemungkinan buruknya akan menyebabkan kematian.

6. Fisura anal

Semakin sering Anda menahan BAB, akan semakin sulit Anda untuk BAB. Kebiasaan ini dapat menyebabkan fisura anal atau fisura ani, robekan kecil dan luka pada jaringan tipis yang lembap (mukosa) yang melapisi lubang anus. Kondisi ini menyebabkan sedikit perdarahan karena kesulitan BAB atau feses yang keras. Kemungkinan Anda juga berisiko mengalami kejang pada cincin otot di ujung anus (anal sphincter). Fisura anus mungkin memerlukan obat atau terkadang tindakan pembedahan, pada beberapa orang.

7. Impaksi tinja

Penumpukan tinja dalam pencernaan akibat menahan BAB juga dapat menyebabkan impaksi tinja. Seperti dilansir Medical News Today, impaksi tinja adalah kondisi usus yang parah di mana tinja yang keras dan kering tersangkut di usus besar atau dubur. Tinja yang tidak bergerak ini akan menghambat pencernaan dan menyebabkan penumpukan. Jika tidak ditangani, impaksi tinja dapat menyebabkan kerusakan yang parah.  Sebaiknya segera temui dokter bila mengalami salah satu gejala impaksi tinja.

8. Infeksi bakteri

Bahaya menahan BAB terlalu sering akan semakin keras feses yang menumpuk dalam usus besar. Penumpukan feses ini mengakibatkan pencernaan tidak mampu membuang racun. Seperti yang disebutkan sebelumnya, fisura ani atau robekan pada lubang anus berisiko mengalami infeksi bakteri akibat kontaminasi tinja. Penumpukan feses juga berisiko menginfeksi usus karena racun yang menumpuk dalam pencernaan. Akibatnya usus mengalami peradangan.

9. Prolaps rektum

Seperti dilansir WebMD, rektum adalah bagian terakhir dari usus besar yang berakhir di anus. Ketika Anda mengalami sembelit kronis akibat menahan BAB, rektum meregang dan menonjol keluar anus. Terkadang hanya sebagian dari rektum menonjol keluar. Prolaps rektum bisa menyakitkan dan bisa menyebabkan pendarahan. Terkadang sulit untuk membedakan apakah Anda mengalami prolaps rektum atau wasir, karena kedua kondisi ini menyebabkan rektum menonjol keluar dari anus, namun keduanya berbeda.

10. Megarectum

Bahaya menahan BAB berikutnya dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai megarectum, di mana rektum membesar sebagai akibat dari konstipasi kronis. Perawatan kondisi ini biasanya menggunakan obat pencahar setiap hari tetapi pembedahan atau operasi mungkin diperlukan dalam kasus-kasus tertentu.

11. Berisiko kematian

Jika tinja tumpah ke dalam rongga perut, bakteri dapat menyebabkan gejala parah dan bahkan mengancam jiwa. Sebuah studi pada 2015, seperti dilansir Healthline, menemukan bahwa penumpukan tinja di usus meningkatkan jumlah bakteri dan menimbulkan peradangan jangka panjang pada lapisan dalam usus besar. Kondisi ini merupakan faktor risiko kanker. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bahaya menahan BAB mungkin juga berisiko terhadap radang usus buntu dan wasir.

Bahaya Mengejan Terlalu Keras Saat BAB

Ketika hendak BAB, tubuh Anda bereaksi dengan mengejan. Namun, mengejan terlalu keras saat buang air besar berarti Anda memaksakan feses yang padat dan keras untuk keluar dari anus yang berukuran kecil. Akibatnya, Anda berisiko mengalami beberapa kondisi berikut:

1. Robekan pada anus (fisura ani)

Risiko pertama dari mengejan terlalu keras saat buang air besar atau BAB adalah fisura ani.
Fisura ani adalah kondisi robeknya dinding bagian dalam anus akibat peregangan secara berlebihan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh feses yang keras sehingga sulit dikeluarkan atau akibat BAB secara terus-menerus. Gejala utama dari fisura ani adalah munculnya rasa sakit bersamaan dengan keluarnya feses. Rasa sakit bisa bertahan selama beberapa menit hingga berjam-jam. Selain itu, Anda juga dapat mengalami gejala lain berupa:
  • Terdapat darah, baik darah pada feses atau darah yang menetes dari anus setelah feses keluar
  • Tampak luka robekan pada jaringan sekitar anus
  • Terdapat benjolan kecil di sekitar jaringan yang robek, tapi gejala ini biasanya muncul jika fisura ani sudah berlangsung lama

2. Prolaps rektum

Mengejan saat buang air besar atau BAB tidak hanya berdampak bagi anus, tapi juga rektum. Rektum merupakan bagian terujung dari usus besar yang berfungsi menampung feses sebelum dikeluarkan.
Prolaps rektum atau turunnya usus besar adalah kondisi ketika posisi rektum berpindah dari jaringan yang menyangganya. Rektum kemudian terdorong keluar dari tubuh melalui bukaan pada saluran anus. Cara paling efektif untuk mengatasi prolaps rektum adalah melalui operasi. Setelah operasi, Anda masih harus menghindari berbagai faktor yang dapat memicu sembelit serta mengonsumsi obat-obatan khusus bila diperlukan.

3. Wasir (hemoroid)

Pembuluh vena di sekitar anus dan rektum bagian bawah dapat meregang dengan mudah oleh tekanan. Lambat laun, pembuluh vena dapat membesar, mengalami pembengkakan, dan berkembang menjadi wasir. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan wasir, dari kebiasaan duduk terlalu lama, sering menunda BAB, hingga kebiasaan mengejan saat buang air besar. Tekanan saat mengejan akan melukai wasir dan menyebabkan perdarahan. Anda bisa mencegah wasir dengan memperbanyak konsumsi makanan kaya serat, minum cukup air, tidak menunda BAB, dan lebih banyak bergerak. Cara ini bermanfaat untuk mengembalikan tekstur normal feses sehingga tidak sulit dikeluarkan.

4. Kebocoran urine dan feses

Kebiasaan mengejan dapat membuat otot-otot yang mengatur pengeluaran urine dan feses menjadi lemah. Otot-otot tersebut tidak lagi bekerja dengan efektif sehingga Anda lebih berisiko mengalami kebocoran urine dan feses. Tidak hanya itu, feses keras yang menumpuk di rektum juga dapat menekan kandung kemih dan memengaruhi fungsinya. Akibatnya, Anda harus lebih sering bolak-balik ke kamar mandi karena tidak bisa menahan buang air kecil. Feses yang padat dan keras memang menimbulkan masalah tersendiri. Namun, mengejan saat buang air besar (BAB) bukanlah solusinya. Kebiasaan ini justru bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Normal atau tidaknya feses tergantung pada kebiasaan BAB dan apa yang Anda makan. Perbanyak konsumsi makanan kaya serat, minum cukup air, dan jangan menunda BAB agar feses tidak mengeras.

Tips Cara Mengatasi Sulit BAB

  • Perbanyak asupan air mineral. Konsumsi air dalam sehari minimal 2500 cc. Kondisi kurangnya cairan dalam saluran cerna dapat membuat tersendat. Oleh karenanya, minum air mineral yang cukup akan memperlancar BAB. Sulit BAB bisa teratasi jika air yang masuk ke saluran memadai. Dengan begitu, kondisi makanan yang diolah dalam usus menjadi lebih lembut. Jika kekurangan cairan, kondisi feses akan menjadi keras.
  • Makan Buah Jeruk. Buah jeruk ternyata kaya serat. Bagi yang mengalami kesulitan BAB, jeruk bisa membantu melancarkan pencernaan. Jeruk memberikan efek laksatif yang memicu BAB. Buah-buahan citrus lainnya seperti lemon, jeruk nipis dan grapefruit juga memiliki efek yang sama.
  • Konsumsi Beras Merah. Serat dalam beras merah yang sudah dimasak menjadi nasi merah jauh lebih baik daripada nasi putih. Studi yang dilakukan pada 2007 menemukan bahwa wanita Jepang yang rutin makan nasi merah, risikonya 41 persen lebih kecil mengalami sembelit. Selain itu nasi merah juga kaya vitamin B, mangan, zat besi dan asam lemak yang baik bagi kesehatan tubuh.
  • Sayuran Bayam. Sayuran bayam memiliki efek laksatif yang membuat ingin BAB. Selain mudah didapatkan, bayam juga bisa diolah dalam berbagai varian masakan.
  • Minum Yoghurt. Probiotik di dalam yoghurt bisa meningkatkan kesehatan sistem pencernaan Berdasarkan studi yang dilakukan pada 2014, probiotik bisa mempermudah BAB.

Tips Menahan BAB saat Kondisi Darurat

Jika Anda sedang rapat, bertemu orang, atau kesulitan mencari toilet untuk buang air besar, Anda bisa mengendalikan otot-otot pencernaan untuk menunda BAB, berikut di antaranya:
  • Kencangkan kedua sisi pantat Anda. Cara ini dapat membantu menjaga otot rektum Anda tetap tegang.
  • Hindari jongkok. Cobalah untuk berdiri atau berbaring saja. Tips menahan BAB yang satu ini bukan posisi alami untuk BAB dan dapat mengelabui tubuh Anda agar tidak BAB.
  • Tataplah tenang dan jangan panik. Bersikap tenang dapat menahan BAB. Biasanya seseorang akan panik ketika ingin BAB. Jika tidak mampu mengandalikan kepanikan, justru keinginan untuk BAB akan meningkat.
Penting untuk diingat! Tips ini hanya dilakukan ketika keadaan darutat yang mengharuskan Anda untuk menahan BAB.

Perilaku dan Kebiasaan BAB Bisa Macam-macam, Ini Contohnya!

Dikutip dari Reader's Digest, ada empat kebiasaan BAB yang aneh dan dijelaskan oleh sains.

1. Minum kopi mendorong rasa ingin bab

Sekitar 30 persen orang merasakan keinginan untuk buang air besar setelah minum kafein. Menurut penelitian, para ilmuwan telah mengamati bahwa kopi merangsang usus besar bagian distal yang mempercepat pembuangan kotoran. Asam dari kafein juga menyebabkan lambung memproduksi lebih banyak asam lambung yang menyebabkan lambung membuang isinya lebih cepat.

2. BAB bikin merinding

Ada yang punya kebiasaan ini? Ini terjadi ketika gerakan usus merangsang saraf vagus yang membentang dari batang otak ke usus besar. Ketika saraf itu dirangsang, maka dapat menyebabkan keringat, merinding, bahkan menggigil serta terjadinya penurunan tekanan darah dan detak jantung.

3. Makanan pedas buat BAB terbakar

Kalau makan makanan pedas pasti mulut rasanya terbakar. Nah hal itu sama terjadi pada dubur saat kita makan makanan pedas. "Karena bagian terakhir dari daerah anal atau dubur dilapisi oleh sel-sel yang mirip dengan yang ada di mulut, makanan pedas dapat terbakar sama seperti pada saat keluar," kata spesialis koloproktologi dan bedah laparoskopi di Universitas Sapienza Roma di Italia, Luigi Basso, MD

4. Tidak bisa BAB kalau bepergian

Menurut ahli gastroenterologi di Connecticut, AS, Ed Levine, MD, hampir 40 persen orang mengalami konstipasi ketika mereka bepergian, dan itu terutama karena perubahan dalam rutinitas keseharian. Waktu makan yang berbeda atau jadwal tidur yang bergese dapat membuat ritme sirkadian tubuh berubah dan memengaruhi proses pencernaan.

(Sumber doktersehat.com, detik.com, hellosehat.com dan sumber lainnya)

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 20:38
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.