Macam-macam Jenis Racun, Efek Racun dan Bahayanya

loading...

Jenis Racun dan Bahaya Serta Efeknya Pada Tubuh Manusia

Racun adalah zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis menyebabkan gangguan kesehatan, penyakit, bahkan kematian. Pada umumnya kita mengetahui bahwa banyak bahan kimia mempunyai sifat berbahaya atau racun.

Jenis Racun Arsenix

Keracunan arsenik adalah kondisi ketika seseorang terpapar racun arsenik dalam kadar tinggi. Kondisi ini biasa terjadi pada individu di sekitar lingkungan industri yang menggunakan arsenik sebagai salah satu bahan bakunya.
Pada mulanya, Arsenik digunakan sebagai zat komposisi dalam pembuatan obat-obatan. Zat yang masuk ke dalam kategori racun ini dapat mengobati penyakit kulit seperti bisul hingga sifilis. Akan tetapi penggunaan yang lebihi aturan dosis yang sudah ditentkan akan menyebabkan seseorang yang terkena racun jenis ini akan mengalami muntah-muntah, kejang, pusing dan beberapa jam kemudian dapat menyebabkan kematian.

Arsenik merupakan salah satu unsur kimia logam berat dan terbagi dalam dua jenis, yaitu:
  • Arsenik organik. Jenis ini terbuat dari kombinasi kimia arsenik dengan senyawa organik, dan tidak berbahaya bagi manusia jika dalam jumlah kecil. Biasanya digunakan dalam pembuatan insektisida (obat pembunuh serangga), herbisida (obat pemberantas tumbuhan pengganggu atau gulma), dan berbagai senyawa lain.
  • Arsenik anorganik. Jenis ini bisa ditemukan di industri dalam bentuk gas yang sangat beracun jika dihirup. Arsenik anorganik terdapat di alam dalam jumlah sedikit, dan tercampur dengan klorin dan belerang. Arsenik anorganik biasanya digunakan di industri pertanian atau pertambangan.
Kedua jenis ini terdapat di air, tanah, dan udara dalam jumlah kecil. Karena terkandung pada tiga unsur alam tersebut, arsenik juga terserap secara alami ke makanan dan minuman yang kita konsumsi, seperti nasi dan buah-buahan.

Keracunan arsenik bisa terjadi melalui:
  • Merokok. Tanaman tembakau bisa menyerap arsenik yang terkandung dalam tanah.
  • Menghirup udara yang tercemar arsenik. Pencemaran udara ini kerap terjadi di lingkungan pabrik atau pertambangan yang menggunakan arsenik.
  • Makanan. Konsumsi ikan, daging, unggas, produk susu, dan sereal yang tercemar bisa mengakibatkan seseorang terpapar arsenik. Meski demikian, kandungan arsenik dalam makanan lebih rendah jika dibandingkan kadar arsenik dalam air tanah.

Gejala Keracunan Arsenik

Gejala keracunan arsenik antara lain adalah:
  • Kram otot.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut dan diare.
  • Perubahan pada kulit, seperti perubahan warna kulit, dan muncul kutil atau luka .
  • Gangguan irama jantung.
  • Kesemutan pada jari tangan dan kaki.
  • Urine berwarna gelap.
  • Tanda-tanda dehidrasi.
  • Delirium.
  • Vertigo atau pusing berputar.
Paparan arsenik dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan dampak yang lebih parah, seperti penurunan saraf sensorik dan saraf motorik, penurunan fungsi hati dan ginjal, bahkan kematian.

Jenis Racun Natrium Sianida

Dosis racun sianida bisa mematikan tergantung pada senyawa dan beberapa faktor lainnya. Setengah gram sianida yang tertelan bisa membunuh orang dewasa yang memiliki berat 80 kg. Biasanya korban akan kehilangan kesadaran, diikuti oleh kematian, dalam beberapa detik setelah menghirup sianida dalam dosis tinggi, namun dosis yang lebih rendah baik yang tertelan maupun yang terhirup membuat seseorang harus menjalani perawatan intensif selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari di rumah sakit.
Sianida termasuk ke dalam kategori racun karena merupakan zat kimia yang bukan dari sel organisme. sianida memiliki kadar bahaya yang sangat tinggi. Zat sianida dapat berupa gas, serbuk, dan kristal. Baunyapun cukup mudah dideteksi, hampir menyerupai bau kacang-kacangan almond dan ada bau menyengat yang terkesan pahit. Terpapar zatnya saja bisa menyebabkan pusing, mual dan muntah-muntah.
Racun sianida membuat tubuh Anda tidak bisa menggunakan oksigen yang Anda butuhkan. Istilah sianida mengacu pada bahan kimia yang mengandung ikatan karbon-nitrogen (CN). Banyak zat mengandung sianida, tapi tidak semuanya racun mematikan. Natrium sianida (NaCN), potasium sianida (KCN), hidrogen sianida (HCN), dan sianogen klorida (CNCl) memang mematikan, namun ribuan senyawa yang disebut nitril mengandung gugus sianida namun tidak beracun. Sebenarnya, kita bisa menemukan sianida dalam nitril yang digunakan sebagai obat-obatan, seperti citalopram (celexa) dan simetidin (tagamet). Nitril tidak berbahaya karena mereka tidak mudah melepaskan ion CN, yang merupakan gugus yang bertindak sebagai racun metabolik.
Ketika sianida masuk ke dalam tubuh manusia ataupun hewan, zat ini akan bekerja dengan cara mengikat oksigen-oksigen yang mengalir dalam darah makhluk hidup sehingga menyebabkan orang atau hewan tersebut meninggal karena kehabisan oksigen. Penggunaan dosis sehingga sianida dikategorikan beracun pun cukup rendah. Hanya dengan 5 miligram dengan etimasi waktu 1-15 menit saja sudah mampu membunuh manusia. Zat ini biasanya digunakan sebagai racun ketika memburu binatang liar secara ilegal.

Di dalam racun ini ada suatu senyawa kimia yang disebut ion aianida, CN-, senyawa ini bisa mengikat atom besi dalam sitokrom C oksidase yang ada di dalam sel mitokondria. Racun ini bertindak sebagai inhibitor enzim ireversibel atau mencegah sitokrom C oksidase yang ada di dalam sel mitokondria melakukan tugasnya, mengangkut oksigen menjadi pembawa energi.

Tanpa kemampuan menggunakan oksigen, sel mitokondria tidak dapat menghasilkan pembawa energi. Padahal jaringan seperti sel otot jantung dan sel saraf, membutuhkan pembawa energi ini. Jika tidak, maka seluruh energinya akan habis. Bila sejumlah besar sel kritis mati, manusia akan mati. Sederhananya, racun ini membuat tubuh Anda tidak bisa menggunakan oksigen yang sangat Anda butuhkan.

Berikut ini beberapa benda sehari-hari yang mungkin membuat Anda terpapar racun sianida:
  • Asap yang berasal dari kebakaran atau terbakarnya alat-alat sepert karet, plastik, dan sutera membentuk asap yang mengandung sianida.
  • Sianida yang digunakan untuk fotografi, penelitian kimia, plastik sintetis, proses pengolahan logam, dan industri electroplatting.
  • Tanaman yang mengandung sianida seperti tanaman aprikot dan tanaman singkong. Untungnya, keracunan sianida hanya terjadi kalau Anda terpapar secara parah oleh tanaman-tanaman tersebut.
  • Laetrile, komponen yang mengandung amygladin (bahan kimia yang dapat ditemukan di buah mentah, kacang-kacangan, dan tumbuhan) sudah sering digunakan untuk pengobatan kanker. Salah satu efek samping dari penggunaan laetrile ini adalah racun sianida. Sampai saat ini FDA (US Food and Drug Administration) tidak menyetujui penggunaan laetrile sebagai pengobatan kanker. Akan tetapi, di negara lain, di Meksiko misalnya, laetrile ini sudah digunakan sebagai pengobatan kanker dengan nama obat “laetrile/amygdalin”.
  • Jenis-jenis kimia, setelah masuk ke tubuh Anda dan dicerna oleh tubuh Anda, dapat dikonversi oleh tubuh Anda menjadi sianida. Kebanyakan, bahan kimia ini sudah dilarang untuk beredar di pasaran. Akan tetapi beberapa bahan kimia seperti penghapus kuteks dan cairan pengolahan plastik mungkin saja masih mengandung sianida ini.
  • Asap rokok adalah sumber sianida paling umum. Sianida secara natural terdapat pada tembakau. Darah para perokok bisa jadi mengandung sianida 2.5 kali lebih banyak daripada orang yang tidak merokok. Meskipun memang jumlah sianida dari tembakau ini tidak sampai meracuni Anda, tetapi untuk jangka panjang, penting bukan untuk menghindari rokok?

Jenis Racun Digoxin

Digoxin merupakan salah satu jenis toksin yang dapat ditemukan pada tumbuhan bunga foxglove. Bunga jenis ini banyak dijumpai di inggris dan beberapa negara Eropa lainnya. Toksin ini dikategorikan sebagai toksin yang paling mematikan karena zat digoxin yang terserap tubuh bekerja dengan cepat. Zat ini akan masuk ke aliran darah dan berhenti di jantung.
Selama proses tersebut, korban akan mengalami gangguan seperti sakit perut, sakit kepala, mual, muntah, bahkan halusinasi. Beberapa saat kemudian zat digoxin yang sudah mengendap di jantung akan menyebabkan penurunan dan pelambatan fungsi jantung yang kemudian berujung pada terhenti totalnya aktifitas jantung.

Racun Jenis Botolinum

Toksik jenis ini dapat ditemukan dalam bakteri tertentu. Botalium pada umumnya digunakan sebagai bahan obat-obatan medis untuk botox. Dosis botolium yang digunakan untuk botox sangat kecil. Apabila dosis yang digunakan melanggar aturan dosis yang sudah ditentukan dan dianjurkan sebelumnya, maka zat ini akan otomatis berubah menjadi zat beracun yang teramat mematikan.
Botolium dapat merusak sel saraf mahluk hidup. Efek samping dari penggunaan botolium yang berlebihan yaitu dapat menyebabkan kelumpuhan, mengganggu otot pernafasan sehingga korban akan mengalami gagal pernafasan, dan yang lebih fatal tentunya kematian.

Jenis Racun Tetrodotoxin

Toksin jenis ini banyak dijumpai pada hewan berupa ikan buntal atau ikan fugu. Zat beracun mematikan yang ada pada ikan buntal ini merupakan zat tetrodotoxin. Apabila mengkonsumsi atau terkena toksin ini maka akan menyebabkan mulut terasa panas seperti terbakar. Beberapa saat kemudian korban akan mengalami kejang-kejang karena seluruh fungsi tubuh menjadi lumpuh. Apabila tidak langsung ditangani dengan cepat, zat toksin ini akan menyebabkan kematian dalam jangka waktu beberapa jam saja.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 07:08
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.