Macam-macam Jenis Hijauan Pakan Ternak Sumber Protein Dan Serat Kasar

loading...
Bahan pakan ternak adalah semua jenis bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, tidak beracun dan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi ternak baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri. Secara garis besar bahan pakan ternak tergolong dalam jenis hijauan, biji-bijian dan limbah pertanian serta industri pertanian.

Khusus untuk ternak ruminansia besar pakan hijauan wajib selalu tersedia dalam ransum pakannya. Hal ini penting diperhatikan karena ruminansia membutuhkan banyak serat dalam metabolisme pencernaan makanannya. Seperti diketahui ternak ruminansia memiliki 4 perut utama yaitu rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Serat kasar sangat dibutuhkan ternak ruminansia untuk memproduksi energi. Tentunya selain serat kasar, ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, domba juga membutuhkan nutrisi lain untuk pertumbuhannya seperti protein dll. Dan ternyata beberapa jenis hijauan pakan ternak bisa menjadi sumber serat kasar yang baik bagi ternak ruminan dan ada juga yang bisa menjadi sumber protein kasar yang tinggi bahkan jenis hijauan tertentu bisa menjadi sumber keduanya, baik protein maupun serat kasar.

Tanaman pakan dapat digolongkan sebagai sumber serat kasar, sumber energi, dan sumber protein. Yang tergolong sumber serat dan energi adalah rumput (family Graminae) seperti rumput alam, rumput gajah, king grass, daun jagung, dan lain-lain. Dan yang tergolong sumber protein adalah kacang-kacangan (family leguminosa) seperti gamal (glirisidae), indigofera, turi, lamtoro, stylo, daun kacang tanah, dan lain-lain. Dalam komponen pakan ternak ruminansia, hijauan selalu mendapat porsi terbanyak yang diberikan yaitu 60-100%. Diantara semua jenis hijauan tersebut, ada yang mengandung nutrisi tinggi, mudah dibudidayakan, serta memiliki biomassa tinggi. Lebih rinci dapat dilihat pada table berikut:

Gamal (glirisideae)

Gamal/ glirisidae, di Kepulauan Bangka Belitung biasa disebut dengan dadap. Gamal sering juga digunakan sebagai tiang panjat sekaligus naungan tanaman lada karena tanamannya berbentuk pohon. Namun belum banyak diketahui sebagai pakan ternak sumber protein. Kandungan protein kasar daun gamal berkisar 18-24%. Gamal tidak dianjurkan pemberiannya dalam jumlah banyak, disebabkan kandunga serat kasarnya rendah dan dapat menyebabkan kembung. Gamal dapat diberikan dalam ransum ternak sapi maksimal 10% dari komposisi. Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji dan stek. Gamal mudah tumbuh, dan cocok untuk daerah tropis.

Indigofera (indigofera sp)

Indigofera termasuk kelompok leguminosa pohon. Saat ini Indigofera sp telah dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ruminansia termasuk kambing. Leguminosa pohon ini memiliki prodiktivitas yang tinggi dan kandungan nutrien yang cukup baik, terutama kandungan proteinnya yang tinggi. Akbarillah et al (2002) melaporkan nilai nutrisi tepung daun Indigofera adalah: protein kasar 27,97%; serat kasar 15,25%, Ca 0,22% dan P 0,18%. Selanjutnya disebutkan bahwa sebagai sumber protein, tepung daun Indigofera sp.mengandung pigmen yang cukup tinggi seperti xantofil dan carotenoid. Indigofera sangat disukai oleh kambing dan sapi. Dapt diperbanyak dengan biji.

Rumput Raja/ King grass (Pennisetum purpureophoides)

Rumput Raja adalah jenis tanaman perenial yang membentuk rumpun, daya adaptasi yang baik di daerah tropis, tumbuh baik pada tanah yang tidak terlalu lembab. Rumput raja merupakan sumber serat kasar, dimana kandungannya 32,6%. Disamping itu protein kasarnya cukup tinggi yaitu mencapai 15,67%. Dapat diperbanyak menggunakan stek. Jumlah anakan pada rumput raja lebih banyak dari pada rumput gajah, dimana jumlah anakkannya berkisar 15-25 batang.

Rumput gajah (Pennisetum purpureum)

Rumput gajah (Pennisetum purpureum)merupakan rumput tropika yang mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan serta tahan terhadap kekeringan dan lindungan. Rumput tersebut mempunyai produksi tinggi, palatabel dan pertumbuhannya cepat. Penanaman dilakukan dengan stek, dapat dipanen pada umur 60 hst. Pemanenan berikutnya setiap 40 hari. Tinggi tanaman dapat mencapai ,8 m hingga 4,5 m. Rumput gajah merupakan sumber serat kasar dan energi. Kandungan serat kasarnya 34,2% dan protein 10,2%. Di Indonesia produksi segar rumput Gajah jenis Hawaii mencapai 277 ton/ha/tahun (36 ton/ha/tahun bahan kering).

Rumput gajah odot/ gajah dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott)

Rumput gajah dwarf merupakan salah satu rumput unggul yang berasal dari Philipina dimana rumput ini mempunyai produksi yang cukup tinggi. Selain itu menghasilkan banyak anakan, mempunyai akar kuat, batang yang tidak keras dan mempunyai ruas-ruas daun yang banyak serta struktur daun yang muda sehingga sangat disukai oleh ternak. Walaupun rumput ini lebih pendek yaitu 1-1,5 m, namun jumlah anakannya lebih banyak yaitu 20-30 batang/rumpun.

Rumput signal/ Rumput BD (Brachiaria decumbens)

Rumput BD baik digunakan sebagai rumput gembala karena lebih tahan injakan, pertumbuhan cepat, tahan terhadap kekeringan, toleran terhadap lahan kritis, dan cocok di daerah tropis. Kandungan serat kasar 30-35%, dan protein kasar 6-10%. Kapasitas tampung dalam 1 Ha 9-12 ekor sapi dewasa per tahun.

Diperkirakan di dunia terdapat sekitar 10.000 species rumput. Dari sekian banyak itu kisaran biomassa yang dihasilkan sangat beragam, demikian juga kandungan nutrisinya. Rumput merupakan makanan pokok ternak ruminansia seperti sapi, kambing dan domba. Rumput dengan kandungan serat kasarnya sangat berperan dalam menjaga kesehatan dan fungsi rumen. Keberadaan serat dalam hijauan pakan (selulosa dan hemiselulosa) menjadi sumber energi bagi mikroba rumen, demikian halnya dengan mineral serta protein (terutama dari legum) merupakan sumber N bagi bakteri dan protein produk. Oleh karena itu keberhasilan usaha ternak sapi, kambing, dan domba sangat bergantung pada ketersediaan pakan hijauan. Untuk mendapatkan produktivitas ternak yang tinggi, diperlukan hijauan pakan dengan jumlah yang cukup dan nutrisi yang baik.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 06:06
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.