Waspadai Macam-macam Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan dan Pencemaran Makanan, Cara Mencegah dan Mengatasinya

loading...

Apa Saja Bahaya Kabut Asap Akibat Karhutla dan Bagaimana Cara Mengatasi dan Menghindarinya?

Jenis Racun Dalam Kabut Asap. Kabut asap mengandung zat berbahaya berupa karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), ozon permukaan (O3), dan partikel debu (PM10). Selain itu, kabut asap juga mengandung formaldehid, akrelein, dan benzen. Semua zat-zat yang terkandung dalam kabut asap itu dapat membahayakan kesehatan karena dapat merusak organ tubuh secara langsung. Organ tubuh yang berada dalam saluran cerna seperti tenggorokan, lambung, dan usus dapat meradang sehingga memicu munculnya sejumlah penyakit.
Dalam peristiwa kabut asap karena kebakaran hutan dikenal dengan istilah PM10, yakni sebutan untuk partikel ringan yang berdiameter 10 mikrometer atau kurang yang menyebar di udara bersamaan dengan kabut asap. Partikel ini sangat kecil sehingga dapat bertindak sebagai gas. Ketika dihirup, partikel ini dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan.

Peristiwa Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan yang saat ini sedang terjadi di Sumatera dan Kalimantan membawa dampak sosial yang sangat besar. Dampak sosial yang paling dirasakan adalah dampak kesehatan saluran pernafasan atau ispa yang terutama menyerang balita dan anak-anak bahkan sampai mengakibatkan kematian. Apa saja efek samping dan bahaya kabut basap jika tidak cepat tertangani dan bagaimana cara darurat agar rumah dan keluarga kita tidak terlalu terdampak bahaya kabut asap?

Dikutip dari data WHO pada tahun 2018, mengatakan dalam satu tahun setidaknya ada 543.000 anak-anak meninggal karena penyakit pernapasan terkait dengan polusi udara. Polusi udara dianggap sebagai salah satu penyebab yang terlibat atas penyakit kanker pada anak-anak. Selain itu, wanita hamil yang terpapar polusi udara dapat memengaruhi pertumbuhan otak janin.

Bahaya Kabut Asap:

  • Bila terkena kabut asap dalam jangka waktu yang cukup lama, dapat menyebabkan iritasi pada bagian mata, hidung, tenggorokan. Bila tidak segera mendapatkan penanganan medis, kondisi akan diperparah dengan datangnya reaksi alergi, peradangan akut, dan juga infeksi.
  • Kabut Asap sendiri dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang, bilamana seseorang tersebut memiliki riwayat gangguan kesehatan lainnya seperti bronchitis kronik, radang paru-paru dan gangguan kesehatan pada saluran pernafasan lainnya.
  • Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
  • Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
  • Kemampuan dalam mengatasi infkesi paru dan saluran pernapasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
  • Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).
Pencegahan sejak dini dapat dilakukan, guna mengurangi resiko gangguan kesehatan akibat kabut asap. Pencegahan pertama, upayakan mengurangi aktivitas dan kegiatan sehari-hari di luar rumah. Kedua, jika keadaan darurat mengharuskan untuk berpergian, gunakan selalu masker. Ketiga, segera mendapat penanganan medis, bila dirasa kondisi tubuh mulai sulit bernapas dan mengalami gangguan kesehatan lain. Keempat, konsumsi air putih dan serta buah mampu menjaga kekebalan sistem imunitas dalam tubuh.
Kabut asap juga berdampak pada kualitas tanaman penghasil makanan. Dikutip dari eHow, sulfur dioksida dan nitrogen dioksida dapat merusak tanaman dengan cara menghancurkan membran sel, menghambat fotosintesis, dan respirasi. Sementara itu, ozon juga dapat menutup stomata pada tanaman, mencegah respirasi, dan memperlambat foto sintesis. Alhasil, pertumbuhan daun dan buah terhambat. Sulfur dioksida juga membuat warna daun dan buah menjadi lebih pucat. Padahal, di dalam warna hijau sayuran terkandung banyak manfaat dan antioksidan yang baik untuk tubuh.

Cara Mencegah dan Mengantisipasi Bahaya Kabut Asap

1. Tutup pintu dan jendela
Melansir dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Ri, langkah awal ialah memastikan semua pintu dan jendela dalam kondisi tertutup. Kabut asap bisa membawa partikel berbahaya lewat udara yang masuk lewat saluran napas.

2. Tutup celah dengan kain basah
Meski pintu, jendela serta ventilasi sudah tertutup, cek kembali jika terdapat celah atau retakan pada sekitar pintu dan jendela. Asap bisa masuk meski celah berukuran sangat kecil dan sempit. Letakkan kain basah pada celah pintu maupun jendela. Kain basah mampu menyaring udara yang masuk.

3. Nyalakan AC, kipas angin, atau gunakan tirai basah
Selain membuat udara di ruang yang tertutup menjadi lebih nyaman, menyalakan AC atau kipas angin dapat menjaga sirkulasi udara. Jika tidak memiliki AC atau kipas angin, manfaatkan tirai yang telah diberi air. Tirai basah memiliki fungsi yang sama dengan kain basah.

4. Hindari aktivitas yang menambah asap
Tanpa disadari, orang melakukan aktivitas yang bisa menambah volume asap di rumah. Sebaiknya hindari aktivitas menggoreng, membakar sampah juga merokok saat di rumah. Rumah bisa saja aman dari paparan asap karhutla, tetapi menjadi tidak aman saat ada aktivitas yang justru menimbulkan asap.

5. Letakkan tanaman
Untuk menambahkan jumlah O2 dan menyerap CO2, letakkan tanaman pada pot di dalam ruangan. Tanaman yang sebaiknya digunakan ialah lidah mertua, lili paris, sirih gading, dan suplir.

6. Manfaatkan aquarium
Meletakkan aquarium berisi air, diberi ganggang, dipasangi lampu LED dan diletakkan di dalam ruangan dapat membantu menjaga kelembaban udara sekaligus mengurangi CO2.

7. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
Dalam kondisi terpapar asap dan lingkungan yang kurang sehat, lindungi diri dengan penerapan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. PHBS antara lain membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun, menutup tempat penampungan air agar tidak terpapar asap, mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi dan menyediakan obat-obatan esensial di rumah. Obat-obatan ini termasuk masker saat terpaksa harus keluar rumah serta tabung oksigen bila ada anggota keluarga yang memiliki gangguan pernapasan. Kabut asap juga memiliki dampak dan efek buruk pada makanan dan tanaman pangan.
Agar dampak buruk dari makanan dan minuman yang terpapar kabut asap dan polusi udara ini bisa dieliminasi dan dicegah, Kementerian Kesehatan menyarankan untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan. Pertama, sayuran dan buah-buahan harus dicuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Kedua, makanan dan minuman perlu dimasak dengan baik. Ketiga, simpan makanan dan minuman dalam tempat tertutup agar bebas dari polusi udara. Keempat, tempat penampungan air juga harus tertutup rapat.

Bahaya kabut asap bagi ibu hamil dan janin

Seperti dijelaskan dr. Chaerunisa Utami dari KlikDokter, polusi kabut asap kebakaran yang jika dihirup oleh ibu hamil secara berkelanjutan bisa membuat saluran pernapasan terganggu. Ibu hamil bisa mengalami batuk, sesak napas, dan infeksi saluran pernapasan.
Secara umum, kabut asap dapat mengganggu kesehatan orang-orang yang terpapar, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit atau memiliki daya tahan tubuh rendah. Kabut asap beserta partikel-partikel di dalamnya bisa mengiritasi saluran pernapasan.
Lalu, bagaimana dengan janin yang ada di dalam kandungan? Sebagaimana diketahui, pertumbuhan bayi di dalam kandungan sangat tergantung pada apa yang ibu hamil konsumsi dan pakai, termasuk soal udara yang dihirup. Bila udara yang dihirup secara terus-menerus buruk kualitasnya, tentu pertumbuhan janin akan turut terganggu.
“Tentu sangat berbahaya. Jika ibu hamil sampai mengalami sesak napas, oksigen tidak bisa dialirkan ke janin. Pada akhirnya, janin tidak mendapat cukup pasokan oksigen,” kata dr. Chaerunisa.
Tak cuma soal itu, ketika dihirup oleh ibu hamil, partikel-partikel kabut asap tersebut akan masuk ke dalam pembuluh darah. Padahal, pembuluh darah adalah satu-satunya jalan bagi nutrisi dan oksigen yang penting untuk tumbuh kembang janin.
Saat nutrisi dan oksigen tidak dapat disalurkan dengan sempurna, dampak kesehatan yang bisa dirasakan ibu hamil antara lain:
  • Persalinan prematur atau belum cukup bulan. Kelahiran prematur ini akan memaksa organ yang belum waktunya berfungsi normal.
  • Berat badan lahir rendah karena kurangnya nutrisi. Padahal, nutrisi adalah salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang janin.
  • Kelahiran mati atau keguguran yang disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan janin.
Bahaya kabut asap bagi ibu hamil dan janin adalah nyata dan wajib diwaspadai. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk sebisa mungkin beraktivitas di dalam ruangan serta menggunakan masker bila berada di luar ruangan. Bila memungkinkan, Anda bisa mengungsi sementara ke lokasi yang aman dari paparan polusi asap sampai masalah kebakaran hutan dan lahan ini teratasi.

Sumber:
  • www.dompetdhuafa.org
  • www.cnnindonesia.com
  • www.klikdokter.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 16:21
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.