Cara Memakai Masker Untuk Kabut Asap Yang Benar

loading...
Setiap orang yang berisiko tinggi terpapar debu jalanan saat beraktivitas di luar ruangan sangat disarankan untuk memakai masker hidung. Termasuk juga saat berkendara dengan transportasi umum.

Selain itu, masker hidung juga harus dipakai oleh:
  • Orang-orang yang sedang sakit infeksi pernapasan (flu, pneumonia, bronkitis, TBC, dan lainnya)
  • Orang yang merawat pasien dengan infeksi pernapasan.
  • Orang yang mengunjungi klinik atau rumah sakit, termasuk dokter dan perawat yang bekerja di sana.
  • Pekerja yang menangani makanan
Masker hidung mampu mencegah Anda menyebarkan tetesan liur atau ingus yang mungkin saja mengandung kuman. Masker hidung juga dapat melindungi Anda dari percikan cairan tubuh orang lain ketika batuk dan bersin.

Bagaimana cara memakai masker hidung yang tepat?

Meski kelihatannya mudah, cara pakai masker hidung tidak boleh sembarangan. Cara memakai yang keliru bisa sangat meningkatkan risiko kemungkinan terjadinya masalah.

Berikut panduan cara memakai masker hidung alias alias masker bedah yang benar:
  • Pastikan bahwa ukuran masker pas dengan wajah Anda, tidak kebesaran atau kekecilan.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, sebelum menyentuh masker dan memasangnya.
  • Cari sisi luar masker. Jika masker Anda memiliki dua warna berbeda (umumnya hijau dan putih), sisi luar masker adalah yang berwarna hijau. Maka, sisi putihlah yang menempel langsung dengan kulit Anda sementara lapisan hijau menghadap ke luar.
  • Tentukan sisi atas masker, biasanya ditandai dengan adanya garis kawat hidung.
  • Untuk masker yang menggunakan tali: posisikan kawat hidung di atas hidung dengan jari, lalu ikat kedua sisi tali di bagian atas pada kepala mendekati ubun-ubun. Setelah masker sudah bisa menggantung, tarik masker ke bawah untuk bisa menutup mulut hingga dagu. Ikat tali bagian bawahnya di tengkuk atau belakang leher Anda.
  • Untuk masker karet: Anda hanya perlu mengaitkan tali karet di belakang telinga.
  • Setelah masker menempel aman di wajah, cubit bagian kawatnya untuk mengikuti lekuk hidung Anda agar masker lebih tertutup rapat.
  • Panjangkan lipatan-lipatan masker kebawah untuk menutup semua bagian yang harus ditutup yakni hidung, mulut, hingga dagu.
  • Setelah masker terpasang dengan benar, hindari menyentuh masker apalagi sebelum mencuci tangan.
  • Masker yang sudah digunakan hanya boleh digunakan sekali pakai. Bahkan beberapa sumber menyatakan bahwa masker ini hanya efektif digunakan selama 3-4 jam pemakaian atau maksimal 1 hari.

Bagaimana cara melepaskan masker medis dengan tepat?

Sama halnya dengan menggunakan masker, sebelum melepaskan masker seharusnya cuci tangan lebih dahulu.

Saat melepas masker, hindari menyentuh bagian depan masker karena bagian itulah yang dipenuhi oleh kuman yang menempel dari luar. Hanya sentuh bagian tali atau karet pengaitnya.

Untuk melepaskan masker karet, pegang kedua karet yang menempel di telinga, lepaskan dari telinga dan buang ke tempat sampah.

Untuk melepas masker tali, pertama buka tali bagian bawahnya, selanjutnya lepaskan tali bagian atas.

Langsung buang ke tempat sampah tanpa menyentuh bagian depan masker.

Setelah melepas masker dan membuangnya di tempat sampah, sebiaknya cuci tangan atau gunakan hand sanitizer.

Jika masker sudah rusak atau terlihat kotor, segera ganti masker tersebut.

Macam Alat – Alat Oksigenasi

Tabung Oksigen
Mungkin anda tidak asing lagi dengan yang satu ini. Tabung Oksigen cukup sering kita lihat dibanyak tempat. Tidak hanya di rumah sakit dan klinik, bahkan di toko ikan pun sering kita melihatnya. Tabung Oksigen merupakan salah satu macam alat oksigenasi. Fungsinya adalah menyimpan atau sebagai tempat penampungan unsur Oksigen (O2) murni yang akan digunakan dalam proses oksigenasi.

Tabung ini terbuat dari besi yang sangat kokoh karena Oksigen di dalamnya ditekan dengan tekanan yang cukup besar. Hal ini agar tabung dapat menyimpan Oksigen (O2) dalam jumlah yang banyak. Terdapat banyak ukuran tabung oksigen di pasaran. Ada ukuran besar, sedang dan juga kecil yang biasa digunakan di rumah.

Regulator Oksigen
Masih satu paket dengan tabung oksigen. Regulator oksigen juga dibutuhkan untuk mengatur keluarnya oksigen dari dalam tabung. Hal ini karena tekanan oksigen yang keluar dari dalam tabung sangatlah besar. Regulator ini berfungsi untuk mengatur laju aliran oksigen dari dalam tabung sehingga aman digunakan untuk proses Oksigenasi.

Masker Oksigen
Tentu anda tidak asing mendengar kata masker. Namun untuk masker oksigen tidak banyak orang mengetahuinya. Masker ini biasanya terbuat dari bahan yang lentur, entah itu silikon atau PVC kualitas medis. Bening dan tembus pandang. Masker ini berfungsi untuk menghirupkan oksigen dari tabung menuju ke saluran pernapasan yaitu hidung dan mulut.

Ada beberapa macam jenis masker oksigen yang digunakan dalam proses Oksigenasi. Masing – masing memiliki fungsi yang berbeda – beda. Simple Face Mask, Rebreathing Mask, Non Rebreathing Mask. Selain masker ada alat lain yang memiliki peranan yang sama seperti Masker Oksigen. Selang ini sering disebut dengan Nasal Kanula.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 20:16
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.