Cara Detoksifikasi Racun Dan Tanda-tanda Serta Gejala Ada Racun Dalam Tubuh Kita

loading...


Waspadai Gejala Banyak Racun Yang Menumpuk Dalam Tubuh Dan Tips Menghilangkan Racun Secara Alami

Racun adalah zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis menyebabkan gangguan kesehatan, penyakit, bahkan kematian. Pada umumnya kita mengetahui bahwa banyak bahan kimia mempunyai sifat berbahaya atau racun.
Ternyata banyak sekali makanan yang kita anggap aman tetapi mengandung zat-zat yang bersifat racun. Dan saat kita mengonsumsinya dalam jumlah besar dan terus menerus maka lambat laun racun tersebut akan menumpuk dalam tubuh kita. Hati-hati, lesu dan lelah walau tidak sakit bisa berarti tubuh Anda menumpuk banyak racun. Jika terus dibiarkan, dapat membahayakan organ-organ penting tubuh terutama ginjal yang memang berfungsi menyaring racun dalam tubuh.

Gejala Ada Tumpukan Racun Dalam Tubuh Kita

1. Lelah berkepanjangan
Sekalipun tidur Anda cukup, tapi sepanjang hari Anda tetap mengantuk. Ini bisa saja terjadi, karena tubuh Anda bekerja keras mengeluarkan racun yang masuk ke tubuh.
Jawaban dari rasa mengantuk berkepanjangan ini bukan kopi atau makanan manis, karena keduanya justru membuat masalah semakin buruk. Rasa mengantuk dan lelah juga bisa terjadi, karena respon tubuh terhadap hormon pengganggu yang menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda.

2. Berat badan susah turun
Tidak pernah mudah untuk menurunkan berat badan. Jika Anda berolahraga setiap hari dan mengurangi asupan kalori dan berat badan tetap tak mau berkurang, Anda boleh curiga ada masalah hormonal di tubuh Anda.
Fungsi hormon alami kita, sangat dapat dipengaruhi oleh racundalam makanan dan produk perawatan pribadi. Anda membutuhkan detoks dan dietsehat untuk mengembalikan fungsi tubuh kembali normal.

3. Bau mulut
Anda berulang kali menyikat gigi, mengunyah permen karet, membilas mulut, dan makan permen pelega tenggorokan, namun bau tak sedap tak juga menyingkir dari mulut Anda.
Bau mulut sering berhubungan dengan masalah pencernaan, tetapi dapat juga berarti bahwa hati atau liver Anda sedang berjuang untuk menyingkirkanracun. Sampai Anda bisa mengatasi masalah itu dari sumbernya, Anda dan sekeliling Anda akan terus terganggu dengan bau mulut.

4. Sembelit
Usus menyingkirkan banyak racunsetiap hari dari kehidupan kita. Ketika sembelit, kita menyimpan semua racun tersebut, yang akan berefek negatif untuk tubuh kita. Selain perut tidak enak, sembelit dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri, dan kelelahan.
Sembelit bisa terjadi jika Anda banyak mengonsumsi makanan olahan yang penuh dengan bahan kimia, pestisida, dan pengawet.

5. Sensitif terhadap aroma
Reaksi keras terhadap bau, terutama wewangian - mungkin berarti bahwa Anda hanya sensitif terhadap bahan kimia.
Tapi, ini juga dapat berarti bahwa tubuh Anda sedang melawanracun. Terutama jika Anda menderita sakit kepala atau sakit perut hanya karena mencium suatu bau yang tadinya tidak memiliki pengaruh apapun terhadap Anda.

6. Nyeri otot
Jika Anda tidak melakukan aktivitas fisik yang lebih dari biasanya, maka sakit otot mungkin terjadi karena racun masuk jauh ke dalam otot dan persendian Anda.
Nyeri otot karena racun biasanya terjadi secara berulang dan terus-menerus.

7. Reaksi Kulit
Jerawat, ruam, dan masalah kulit lainnya mungkin menandakan tubuh Anda sudah kelebihan racun. Jerawat, khususnya, dapat berhubungan dengan racun dalam makanan atau produk perawatan kulit.
Mata bengkak dan eksim atau psoriasis juga bisa menjadi tanda bahwa kandungan racun sudah melewati ambang batas yang dapat ditoleransi oleh tubuh Anda.

Beberapa Racun Alami pada Tanaman Pangan dan Pencegahan Keracunannya

Kacang merah (Phaseolus vulgaris)

Racun alami yang dikandung oleh kacang merah disebut fitohemaglutinin (phytohaemagglutinin), yang termasuk golongan lektin.Keracunan makanan oleh racun ini biasanya disebabkan karena konsumsi kacang merah dalam keadaan mentah atau yang dimasak kurang sempurna. Gejala keracunan yang ditimbulkan antara lain adalah mual, muntah, dan nyeri perut yang diikuti oleh diare. Telah dilaporkan bahwa pemasakan yang kurang sempurna dapat meningkatkan toksisitas sehingga jenis pangan ini menjadi lebih toksik daripada jika dimakan mentah. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya keracunan akibat konsumsi kacang merah, sebaiknya kacang merah mentah direndam dalam air bersih selama minimal 5 jam, air rendamannya dibuang, lalu direbus dalam air bersih sampai mendidih selama 10 menit, lalu didiamkan selama 45-60 menit sampai teksturnya lembut.

Singkong

Singkong mengandung racun linamarin dan lotaustralin, yang keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin terdapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun. Singkong dibedakan atas dua tipe, yaitu pahit dan manis. Singkong tipe pahit mengandung kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe manis. Jika singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna dikonsumsi, maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dinamakan hidrogen sianida, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Singkong manis mengandung sianida kurang dari 50 mg per kilogram, sedangkan yang pahit mengandung sianida lebih dari 50 mg per kilogram. Meskipun sejumlah kecil sianida masih dapat ditoleransi oleh tubuh, jumlah sianida yang masuk ke tubuh tidak boleh melebihi 1 mg per kilogram berat badan per hari. Gejala keracunan sianida antara lain meliputi penyempitan kerongkongan, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian. Untuk mencegah keracunan singkong, sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong dicuci untuk menghilangkan tanah yang menempel, kulitnya dikupas, dipotong-potong, direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa hari, dicuci, lalu dimasak sempurna, baik itu dibakar atau direbus. Singkong tipe manis hanya memerlukan pengupasan dan pemasakan untuk mengurangi kadar sianida ke tingkat non toksik.

Pucuk bambu (rebung)

Racun alami pada pucuk bambu termasuk dalam golongan glikosida sianogenik. Untuk mencegah keracunan akibat mengkonsumsi pucuk bambu, maka sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak terlebih dahulu dibuang daun terluarnya, diiris tipis, lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam selama 8-10 menit. Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong, antara lain meliputi penyempitan kerongkongan, mual, muntah, dan sakit kepala.

Biji buah-buahan

Contoh biji buah-buahan yang mengandung racun glikosida sianogenik adalah apel, aprikot, pir, plum, ceri, dan peach. Walaupun bijinya mengandung racun, tetapi daging buahnya tidak beracun. Secara normal, kehadiran glikosida sianogenik itu sendiri tidak membahayakan. Namun, ketika biji segar buah-buahan tersebut terkunyah, maka zat tersebut dapat berubah menjadi hidrogen sianida, yang bersifat racun. Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong dan pucuk bambu. Dosis letal sianida berkisar antara 0,5-3,0 mg per kilogram berat badan. Sebaiknya tidak dibiasakan mengkonsumsi biji dari buah-buahan tersebut di atas. Bila anak-anak menelan sejumlah kecil saja biji buah-buahan tersebut, maka dapat timbul kesakitan akibat keracunan dan pada sejumlah kasus dapat berakibat fatal.

Kentang

Racun alami yang dikandung oleh kentang termasuk dalam golongan glikoalkaloid, dengan dua macam racun utamanya, yaitu solanin dan chaconine. Biasanya racun yang dikandung oleh kentang berkadar rendah dan tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia. Meskipun demikian, kentang yang berwarna hijau, bertunas, dan secara fisik telah rusak atau membusuk dapat mengandung kadar glikoalkaloid yang tinggi. Racun tersebut terutama terdapat pada daerah yang berwarna hijau, kulit, atau daerah di bawah kulit. Kadar glikoalkaloid yang tinggi dapat menimbulkan rasa pahit dan gejala keracunan berupa rasa seperti terbakar di mulut, sakit perut, mual, dan muntah. Sebaiknya kentang disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering, serta dihindarkan dari paparan sinar matahari atau sinar lampu. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya kentang dikupas kulitnya dan dimasak sebelum dikonsumsi.

Tomat hijau

Tomat mengandung racun alami yang termasuk golongan glikoalkaloid. Racun ini menyebabkan tomat hijau berasa pahit saat dikonsumsi. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya tidak mengkonsumsi tomat hijau dan jangan pernah mengkonsumsi daun dan batang tanamam tomat.

Parsnip (semacam wortel)

Parsnip mengandung racun alami yang disebut furokumarin (furocoumarin). Senyawa ini dihasilkan sebagai salah satu cara tanaman mempertahankan diri dari hama serangga. Kadar racun tertinggi biasanya terdapat pada kulit atau lapisan permukaan tanaman atau di sekitar area yang terluka. Racun tersebut antara lain dapat menyebabkan sakit perut dan nyeri pada kulit jika terkena sinar matahari. Kadar racun dapat berkurang karena proses pemanggangan atau perebusan. Lebih baik bila sebelum dimasak, parsnip dikupas terlebih dahulu.

Seledri

Seledri mengandung senyawa psoralen, yang termasuk ke dalam golongan kumarin. Senyawa ini dapat menimbulkan sensitivitas pada kulit jika terkena sinar matahari. Untuk menghindari efek toksik psoralen, sebaiknya hindari terlalu banyak mengkonsumsi seledri mentah, dan akan lebih aman jika seledri dimasak sebelum dikonsumsi karena psoralen dapat terurai melalui proses pemasakan.

Zucchini (semacam ketimun)

Zucchini mengandung racun alami yang disebut kukurbitasin (cucurbitacin). Racun ini menyebabkan zucchini berasa pahit. Namun, zucchini yang telah dibudidayakan (bukan wild type) jarang yang berasa pahit. Gejala keracunan zucchini meliputi muntah, kram perut, diare, dan pingsan. Sebaiknya hindari mengkonsumsi zucchini yang berbau tajam dan berasa pahit.

Bayam

Asam oksalat secara alami terkandung dalam kebanyakan tumbuhan, termasuk bayam. Namun, karena asam oksalat dapat mengikat nutrien yang penting bagi tubuh, maka konsumsi makanan yang banyak mengandung asam oksalat dalam jumlah besar dapat mengakibatkan defisiensi nutrien, terutama kalsium. Asam oksalat merupakan asam kuat sehingga dapat mengiritasi saluran pencernaan, terutama lambung. Asam oksalat juga berperan dalam pembentukan batu ginjal. Untuk menghindari pengaruh buruk akibat asam oksalat, sebaiknya kita tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung senyawa ini terlalu banyak.

Macam-macam Cara Alami Detoks Racun Dari Dalam Tubuh

Dikutip dari Cermati.com, berikut tips agar badan tidak terasa terus-menerus lemas dengan cara detoks alami yang mudah dilakukan.

1. Minum air lemon hangat ditambah madu

Cara alami detoksifikasi yang mudah dilakukan adalah dengan mencampur air lemon dan madu. Cara membuatnya pun sangat mudah. Cukup peras satu buah lemon, kemudian campurkan dengan 1 sendok makan madu, setelah itu seduh dengan air panas.

Minum selagi masih hangat, dan lakukan rutin setiap pagi hari. Maka nantinya, racun-racun di dalam usus akan keluar melalui air seni dan feses. Dengan begitu, badan akan terasa bugar dan sehat.

2. Minum jus lidah buaya 2 kali sehari

Lidah buaya memiliki beragam manfaat untuk tubuh. Tak hanya dapat membuat rambut tumbuh dengan subur, juga berfungsi mengeluarkan racun-racun di dalam tubuh. Zat antioksidan di dalam lidah buaya membantu menghilangkan racun-racun berbahaya.

Konsumsilah jus lidah buaya 2 kali sehari, yakni pagi dan sore hari, untuk mengeluarkan racun-racun dari dalam organ tubuh. Lakukan dengan rutin dan rasakan khasiatnya.

3. Makan sayuran yang banyak mengandung serat

Sayuran yang kaya kandungan serat akan memperlancar proses pencernaan dalam tubuh. Sehingga sangat baik untuk mengonsumsinya setiap hari, baik dalam bentuk jus maupun olahan setengah jadi dari berbagai sayuran yang mengandung serat banyak sebagai detoksifikasi tubuh.
Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari adalah:
  • Menerapkan diet makanan mentah (raw diet). Diet ini dapat membantu usus dan hati dalam mengeluarkan racun. Pada diet ini, Anda diharuskan untuk mengonsumsi sayuran dan buah mentah, termasuk kacang-kacangan dan biji-bijian mentah. Beberapa makanan yang dapat membantu tubuh melakukan detoksifikasi adalah bawang putih, lemon, kacang hijau, dan sayuran mentah.
  • Jus sayuran dan buah. Jika Anda merasa tidak mampu untuk menghabiskan banyak sayuran dan buah dalam satu hari, mungkin Anda bisa membuatnya menjadi jus. Buatlah jus dengan campuran sayuran dan buah-buahan kesukaan Anda, terutama yang banyak mengandung serat dan vitamin C. Ini adalah cara yang mudah Anda lakukan.
4. Makan bawang putih segar ataupun olahan

Meskipun terdengar unik, namun bawang putih memiliki peran yang penting untuk menjaga sistem imunitas tubuh. Kandungannya yang kaya antioksidan membuat tubuh selalu terlindungi dari penyakit, serta membunuh bakteri berbahaya di dalam tubuh. Konsumsi bawang putih dengan berbagai cara, seperti sebagai campuran masakan, atau sekadar disantap mentah-mentah.

5. Minumlah teh herbal

Mulai dari teh hitam, teh hijau, teh kayu manis, dan beragam teh herbal lainnya, juga sangat bagus untuk membersihkan racun-racun yang terendap di dalam tubuh. Anda dapat mengonsumsi teh herbal ini di pagi hari sebelum beraktivitas, kemudian rasakan perbedaannya dalam tubuh Anda dengan ketika sebelum rutin meminumnya.

6. Konsumsi air putih yang banyak

Ginjal berfungsi untuk menghasilkan urin yang merupakan sarana guna mengeluarkan racun-racun berbahaya di dalam tubuh. Sehingga sangat baik bila mengonsumsi air putih untuk membantu kerja ginjal Anda. Setidaknya, konsumsi 2,5 liter air putih setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika perlu, Anda bisa menambah jumlahnya saat ingin melakukan detoksifikasi.

7. Keluarkan racun melalui keringat

Cara detoksifikasi lainnya yang mudah dilakukan adalah dengan mengeluarkan keringat. Keringat merupakan salah satu cara yang digunakan tubuh untuk dapat mengeluarkan racun.

Sebuah penelitian menjelaskan jika terdapat kandungan timbal, cadmium, arsenic dan merkuri dalam keringat yang dikeluarkan manusia. Lalu bagaimana cara mengeluarkan keringat? Anda bisa melakukan olahraga ataupun sauna. Setidaknya, melakukan olahraga 30 menit setiap harinya sudah cukup bagi tubuh kita.

8. Lakukan puasa dan hindari stres

Tanpa disadari, saat menjalankan puasa, Anda juga sedang melakukan pembersihan tubuh dari segala racun-racun yang mengendap di dalamnya. Saat sedang puasa, tentunya Anda tidak akan makan dan minum selama beberapa jam. Saat inilah yang dimanfaatkan tubuh untuk melakukan pembersihan serta beristirahat.

Sedangkan Melansir dari nByrdie, setidaknya ada enam cara mudah detoksifikasi tubuh:

1. Cukup tidur

"Memberi tubuh tidur yang lelap adalah kunci untuk mengatur ulang tubuh," ujar Asay. "Tidur telah dihubungkan dengan penurunan berat badan, penurunan kadar kortisol atau stres, dan memperbaiki kesehatan secara menyeluruh."

Bagian terbaiknya adalah, tidur sama sekali tidak membutuhkan usaha. Atur saja suhu kamar jadi sejuk, dan beri diri Anda waktu 10 jam untuk tidur.

2. Minum segelas besar air saat bangun

Begitu juga sebelum tidu. Dan sepanjang hari. "Saat Anda memikirkannya, saat tubuh tidur, tubuh kita selama tujuh jam atau lebih tidak terhidrasi," ujar Asay.

Dengan menghidrasi tubuh begitu bangun, tubuh akan kembali segar dan memberi energi pada sel-sel di dalamnya.

3. Ambil jeda untuk peregangan

Detoks pada tubuh tak harus dilakukan dengan cara rumit dan perlu waktu lama.

"Beristirahatlah setiap satu jam sekali, walaupun hanya selama lima menit. Lakukan peregangan dan bergeraklah!" saran Asay. "Hal ini akan mengurangi lelah, melancarkan aliran darah, dan memicu detak jantung, membakar kalori."

4. Minum cairan penghilang kembung

Bahan-bahan seperti lemon, jahe, peppermint, kelapa, dan cabe merah semuanya memicu pencernaan. Ini artinya mereka bia menghilangkan kembung. Infuse air minum Anda dengan lemon segar, atau seduhlah secangkir teh jahe untuk menghilangkan kembung.

5. Hindari alkohol

"Bagi tubuh, alkohol adalah racun. Artinya, ketika kita menelannya, tubuh akan mencerna alkohol lebih dulu sebelum sumber energi yang lain," ujar Asay.

Dengan kata lain, saat tubuh sibuk mencerna alkohol, kalori lain dari makanan dan minuman akan tersimpan menjadi lemak. Belum lagi, alkohol bisa menyebabkan dehidrasi dan memicu lelah.

6. Jangan menghindari makanan

Ketika tubuh terasa penuh, reaksi perut adalah untuk menghindari apapun kecuali jus sayuran dan air. Namun menurut Asay pola pikir seperti ini adalah salah.

"Tak ada satu pun makanan atau minuman yang dilarang," ujarnya. Alih-alih, pikirkan seberapa banyak Anda harus memakan makanan atau minuma yang Anda sukai. Ada makanan yang harus banyak Anda makan, dan ada yang sedikit.

"Contoh makanan yang harus Anda makan dalam porsi kecil adalah goreng-gorengan, minuman manis, makanan ringan seperti keripik atau permen, dan daging berproses tinggi seperti sosis," papar Asay.

Namun sebelum pukul 7 malam datang, Anda masih boleh makan makanan kesayangan seperti cokelat atau keripik. Selama tak terlalu banyak, proses detoksifikasi Anda masih bisa berhasil.

Diolah dari berbagai sumber

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 15:27
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.