Efek Samping dan Bahaya Kabut Asap Terhadap Organ Vital Tubuh

loading...

Bahaya Kabut Asap Ternyata Tidak Hanya Mengakibatkan Gangguan Pernafasan (ISPA) Tetapi Juga Bisa Merusak Organ Vital Dalam Tubuh

Secara umum, kabut asap dapat mengganggu kesehatan orang-orang yang terpapar, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit atau memiliki daya tahan tubuh rendah. Kabut asap beserta partikel-partikel di dalamnya bisa mengiritasi saluran pernapasan. Dikutip dari data WHO pada tahun 2018, mengatakan dalam satu tahun setidaknya ada 543.000 anak-anak meninggal karena penyakit pernapasan terkait dengan polusi udara. Polusi udara dianggap sebagai salah satu penyebab yang terlibat atas penyakit kanker pada anak-anak. Selain itu, wanita hamil yang terpapar polusi udara dapat memengaruhi pertumbuhan otak janin.
"Penelitian membuktikan bahwa kondisi hipoksia sistematik kronik dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, jantung, dan lambung," Didalam tubuh keseimbangan oksigen dijaga oleh sistem kardiovaskuler dan sistem pernapasan. Hipoksia seharusnya dihindari, apalagi pada orang yang sudah mempunyai permasalahan pada pembuluh darah, baik pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah jantung.

Kadar oksigen yang rendah menyebabkan jantung akan mengalami penurunan pasokan oksigen yang berat, yang dapat menyebabkan terjadinya infarkatau kematian jaringan. Begitu pula pada orang yang sudah mempunyai permasalahan pembuluh darah otak, kekurangan oksigen dapat memperburuk kondisi pasien hingga mengakibatkan pasien tidak sadarkan diri.

Bahaya Kabut Asap:

  • Bila terkena kabut asap dalam jangka waktu yang cukup lama, dapat menyebabkan iritasi pada bagian mata, hidung, tenggorokan. Bila tidak segera mendapatkan penanganan medis, kondisi akan diperparah dengan datangnya reaksi alergi, peradangan akut, dan juga infeksi.
  • Kabut Asap sendiri dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang, bilamana seseorang tersebut memiliki riwayat gangguan kesehatan lainnya seperti bronchitis kronik, radang paru-paru dan gangguan kesehatan pada saluran pernafasan lainnya.
  • Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
  • Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
  • Kemampuan dalam mengatasi infkesi paru dan saluran pernapasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
  • Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).
Di sisi lain, komponen asap akibat kebakaran hutan juga harus dianalisa sehingga dapat diprediksi dampaknya buat kesehatan. Akhirnya memang perlu penelitian lebih lanjut mengenai kandungan asap yang ada dan dampak penurunan kadar oksigen sehingga dampak pada masyarakat dapat diprediksi dan diantisipasi. Untuk sementara memang masyarakat dianjurkan untuk tidak menghirup asap dan mencegah untuk tidak berada di luar rumah, saat jumlah asap masih tinggi.

Pencegahan sejak dini dapat dilakukan, guna mengurangi resiko gangguan kesehatan akibat kabut asap. Pencegahan pertama, upayakan mengurangi aktivitas dan kegiatan sehari-hari di luar rumah. Kedua, jika keadaan darurat mengharuskan untuk berpergian, gunakan selalu masker. Ketiga, segera mendapat penanganan medis, bila dirasa kondisi tubuh mulai sulit bernapas dan mengalami gangguan kesehatan lain. Keempat, konsumsi air putih dan serta buah mampu menjaga kekebalan sistem imunitas dalam tubuh.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 07:46
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.