Bahaya Dan Efek Samping Makan Tomat Berlebihan, Imunitas Tubuh Bisa Drop

loading...

Selain Memiliki Manfaat Yang Banyak, Ternyata Makan Tomat Terlalu Banyak Bisa Mengundang Bahaya dan Efek Samping Bagi Kesehatan

Tomat adalah buah yang berbentuk bulat dan memiliki warna yang merah dan ada yang hijau. Tomat juga ada yang berukuran sangat kecil yang biasa disebut dengan tomat cheri. Biasanya tomat jenis tersebut digunakan untuk membuat salad. Dalam buah tomat terdapat banyak biji di dalamnya.
Mengkonsumsi tomat mampu memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh Anda seperti mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, menghilangkan racun secara alami dalam tubuh, menurunkan kadar kolesterol jahat, serta meningkatkan penglihatan. Bahkan bagi pria, buah tomat bermanfaat untuk mencegah kanker prostat.
Tomat Itu Termasuk Buah Atau Sayuran? Dilansir Healthline, ilmu botani (ilmu tanaman) mendefinisikan buah-buahan sebagai produk tanaman yang diproduksi dari bunga, memiliki biji, dan membantu proses reproduksi tanaman. Sementara sayur-sayuran bisa merupakan bagian akar, batang, atau daun dari tanaman. Berdasarkan definisi tersebut, tentu sudah jelas bahwa berdasarkan sains, tomat termasuk dalam kategori buah-buahan. Pohon tomat pertama-tama akan mengeluarkan bunga hingga akhirnya muncul buah berwarna hijau yang akan berubah menjadi berwarna merah saat sudah matang.

Inilah Beberapa Bahaya Jika Makan Tomat Terlalu Banyak

Melihat dari banyaknya manfaat kesehatan tersebut, tentu saja Anda pun tidak ragu untuk melahap tomat baik dalam keadaan mentah maupun matang. Padahal seperti dilansir dari boldsky.com dan sumber lainnya, makan banyak tomat juga bisa mengganggu kesehatan tubuh Anda seperti penjelasan berikut ini.

Peningkatan asam lambung
Tahukah Anda bahwa tomat mengandung asam dalam jumlah tinggi? Sehingga jika Anda makan terlalu banyak tomat, maka akan terjadi kenaikan asam lambung yang kemudian menyebabkan sakit maag atau penyakit gastroesophageal.

Terjadi masalah pencernaan
Selain peningkatan asam lambung tersebut, makan terlalu banyak tomat juga dapat menyebabkan masalah pencernaan lainnya seperti sakit perut atau terlalu banyak gas dalam perut. Diare. Meskipun tomat baik untuk pencernaan, namun jika berlebihan justru akan menjadi bumerang. Khususnya bagi yang menderita iritasi usus besar. Tomat dapat memperburuk gejalanya dan menyebabkan kembung. Tomat dapat menyebabkan diare karena adanya bakteri yang disebyt Salmonella.

Berlebihan makan Tomat Bisa Menurunkan imunitas tubuh
Tomat mengandung pigmen karotenoid yang disebut dengan lycopene. Ketika Anda terlalu banyak makan tomat mentah, zat ini akan memenuhi tubuh dan menyebabkan sistem imunitas tubuh menurun.

Batu ginjal

Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi asupan kaliumnya. Tomat yang kaya akan potasium dapat membahayakan penderita penyakit ginjal. Tomat memilki kandungan oksalat tinggi yang dapat mengarah pada pembentukan batu ginjal.

Meningkatkan tekanan darah
Ketika dikonsumsi dalam bentuk mentah, tomat tidak tinggi sodium (hanya 5 mg) dan tidak mengganggu tingkat tekanan darah. Bahkan, itu mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Namun dalam jumlah berlebih, kandungan sodiumnya tinggi cukup berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi.

Alergi
Orang yang alergi pada senyawa histamine sebaiknya menghindari tomat. Sebab tomat dapat menyebakan reaksi pada senyawa tersebut.  Gejala alergi mungkin termasuk eksim, ruam kulit, gatal-gatal, bersin-bersin, sensasi gatal di tenggorokan, pembengkakan wajah dan lidah. Reaksi alergi pada tomat juga bisa menyebabkan masalah pernapasan.

Kanker
Kandungan likopen pada tomat memang baik bagi penderita kanker jika dikonsumsi dalam jumlah aman. Namun, penelitian mengungkapkan likopen dapat memperberat gejala kanker prostat. Pasien yang menjalani perawatan kanker harus berhati-hati saat mengonsumsi tomat.

Sejarah Singkat Tomat Hingga Masuk Ke Indonesia

Tomat yang kini terdapat di seluruh penjuru dunia ini pertama kali di temukan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Lebih tepatnya terdapat di Peru sampai dengan Meksiko. Colombus menemukan Benua Amerika pada tahun 1492, dan sejak itu pula tomat menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Pada awalnya tomat begitu diabaikan di Amerika Serikat karena dianggap sebagai cendawan beracun, sehingga penduduk Amerika Serikat takut untuk mengonsumsi tomat. Akan tetapi ketakutan itu berahir pada tahun 1820 ketika Robert Gibon Johnson dari kota Salem, memakan tomat dengan disaksikan banyak orang.

Setelah Robert memakan tomat, orang-orang Salem menyaksikan bahwa Robert tetap terlihat segar bugar. Dari situlah orang-orang Amerika Serikat mulai percaya bahwa tomat aman untuk dikonsumsi.

Pada awal abad ke 19 tomat menjadi sangat populer dan digemari. Tomat menjadi salah satu tanaman sayur yang diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat seluruh dunia. Maka dari itu tomat memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di tempat- tempat yang syarat tumbuhnya mendukung.

Penyebaran tanaman tomat di Asia pada abad ke 16 melalui pedagang Spanyol dan Portugis. Sementara itu masuknya tomat ke Indonesia diperkirakan pada tahun 1811 yang dimulai dari Philipina dan negara- negara Asia lainya. Sejak itu tomat semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan banyak di budidayakan di berbagai wilayah di Indonesia. Hingga saat ini tanaman tomat banyak diusahakan di dataran tinggi dan telah menyebar luas di seluruh Indonesia.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 07:15
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.