Bahaya dan Efek Negatif Penggunaan Kondom dan Sabun Antibakteri Secara Terus Menerus

loading...


Penggunaan Obat Kumur, Obat Antiseptik dan Suplemen Dosisi Tinggi Secara Berlebihan Bisa Merugikan Kesehatan, Bagaimana Dengan Penggunaan Kondom?


Antara Kondom dan Suplemen. Kondom adalah alat kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan atau penularan penyakit kelamin pada saat bersanggama. Kondom biasanya dibuat dari bahan karet latex dan dipakaikan pada alat kelamin pria atau wanita pada keadaan ereksi sebelum bersanggama (bersetubuh) atau berhubungan suami-istri. Suplemen adalah suatu produk yang dikonsumsi lewat mulut yang memiliki satu atau lebih komposisi nutrisi. Namun, suplemen bukanlah untuk mengganti makanan atau bahan makanan. Pada makanan kemasan terdapat label informasi nilai gizi, sedang suplemen memiliki label informasi komposisi suplemen. Suplemen dapat merupakan produk-produk yang mengandung satu atau lebih nutrien vitamin, mineral, asam amino, asam lemak, dan serat. Selain itu, suplemen juga dapat berupa produk-produk alami berupa herba ataupun bahan alami non tumbuhan, misalnya yang didapatkan dari hewan. Suplemen ada yang dikemas dalam bentuk tablet, kaplet, pil, kapsul lunak, maupun cairan.
Keinginan untuk selalu bisa sehat atau minimal jarang sakit tentunya menjadi tujuan setiap orang. Banyak cara dan biaya yang dikeluarkan untuk bisa hidup sehat. Motto lebih baik mencegah daripada mengobati nampaknya benar-benar diterapkan masyarakat jaman sekarang.

Saking takutnya sakit, banyak orang yang setiap hari mengkonsumsi vitamin dan suplemen-suplemen lainnya. Mandipun harus menggunakan sabun antibakteri dan penggunaan antiseptik untuk berkumur. Nampaknya semua yang dilakukan tersebut adalah pola hidup sehat, tetapi benarkah demikian? Kebiasaan hidup sehat memang sangat diperlukan untuk mengurangi masalah kesehatan di masa depan. Namun, Anda akan terkejut mengetahui ada beberapa kebiasaan sehat yang yang justru membahayakan kesehatan. Bahkan dalam pemakaian kondom pun ternyata ada efek negatif bagi anda terutama terhadap kesehatan mental.

Berikut beberapa kebiasaan sehat yang justru buruk untuk kesehatan:

Rutin mengonsumsi suplemen nutrisi dosis tinggi
Menurut berbagai penelitian, dosis besar suplemen vitamin, seperti B6, magnesium dan besi meningkatkan tingkat kematian wanita yang lebih tua. Mengonsumsi vitamin E bisa meningkatkan risiko kanker prostat pada laki-laki.

Saat ini banyak sekali jenis suplemen yang beredar di pasaran. Suplemen multivitamin dan suplemen nonvitamin nonmineral adalah dua jenis suplemen yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.
Suplemen Multivitamin
Sebutan multivitamin ditujukan kepada suplemen yang mengandung tiga atau lebih vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral yang terkandung, memiliki takaran yang masih dapat ditoleransi, sehingga dapat tidak berisiko buruk terhadap kesehatan bila dikonsumsi sesuai aturan. Biasanya, kandungan dalam multivitamin adalah vitamin C, B1, B2, B3, B6, H (biotin), B12, B5 (pantothenate), A, E, D3, K1, kalium iodida , tembaga, seng, besi, betakaroten, kalsium, magnesium, kromium, dan mangan.Suplemen multivitamin ini tidak mengandung hormon, obat-obatan, maupun herbal.
Suplemen Nonvitamin nonmineral (NVNM)
Yang termasuk dalam kategori suplemen nonvitamin nonmineral (NVNM) adalah herba dan suplemen nonvitamin lainnya. Suplemen vitamin, minuman teh herba, dan minuman teh hijau bukan termasuk kategori NVNM. Sama dengan suplemen multivitamin, suplemen NVNM biasanya dikemas dalam bentuk pil, kapsul lunak, gel, kaplet, atau berupa cairan.
Contoh suplemen NVNM antara lain minyak ikan, probiotik atau prebiotik, ginkgo biloba, pil teh hijau, ginseng, echinacea, suplemen bawang putih, dan glukosamin atau chondroitin.

Agar Anda bisa mendapatkan manfaat suplemen dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan di kemudian hari, perhatikan hal-hal di bawah ini sebelum mulai mengonsumsi produk tersebut:
  • Hindari mengonsumsi suplemen dengan tujuan mengobati penyakit tertentu, apalagi jika Anda membuat diagnosis sendiri. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.
  • Pahami bahwa efektivitas dan keamanan suplemen bukan diukur dari istilah “alami” yang tercantum dalam kemasan, tetapi dari kandungan kimia pada produk tersebut, cara kerja di dalam tubuh, takaran pemakaian, dan proses pembuatannya.
  • Sebelum mengonsumsi suplemen, pastikan bahwa Anda sudah memahami manfaat kesehatannya bagi Anda, risiko yang mungkin ditimbulkan, aturan pemakaian, serta berapa lama Anda harus menggunakannya.
Selalu menggunakan sabun antibakteri yang justru bikin kuman jadi resisten
Sabun antibakteri memiliki kemampuan untuk membuat kuman menjadi resisten terhadap obat. Selain itu, mereka tidak lebih efektif daripada sabun konvensional dan air. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa Anda harus berhenti menggunakan sabun antibakteri:

1. Bertindak sebagai penganggu endokrin

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa triclosan, salah satu bahan kimia utama dalam sabun antibakteri, mengganggu regulasi hormon tiroid. Hal ini terutama karena triclosan menyerupai hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid. Dengan demikian, triclosan mengikat reseptor, menyebabkan fungsi abnormal tiroid.

Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam Aquatic Toxicology melaporkan bahwa paparan tingkat rendah triclosan mengganggu hormon tiroid terkait ekspresi gen.

2. Menyebabkan Ketidakseimbangan Hormon

Bahan kimia berbahaya dalam sabun antibakteri dapat mengubah hormonal dari sel manusia dan hewan. Bahkan, triclosan dapat mempengaruhi kelenjar seperti prostat yang diatur oleh hormon testosteron. Hal ini dapat menyebabkan prostat tumbuh lebih besar.

Dalam sebuah penelitian tahun 2007 yang diterbitkan dalam Endocrinology, peneliti menemukan dua efek utama triclocarban. Pertama pada sel manusia di laboratorium, triclocarban meningkat ekspresi gen yang biasanya diatur oleh testosteron. Kedua, ketika tikus jantan diberi makan triclocarban, organ yang tergantung pada hormon testosteron seperti kelenjar prostat tumbuh membesar.

3. Tidak Efektif Melawan Bakteri Baru

Salah satu alasan utama untuk menggunakan produk antibakteri adalah untuk membunuh kuman dan bakteri yang didapat akibat kontak dengan orang lain.

Namun dengan menggunakan sabun tersebut, tubuh tidak secara alami membangun ketahanan terhadap bakteri baru. Selain itu, seperti dalam kasus antibiotik, penggunaan jangka panjang dari sabun antibakteri bahkan mungkin berkontribusi bakteri resisten antibiotik. Hal ini menyebabkan kemungkinan kuman baru dapat mengancam kesehatan Anda karena tubuh Anda tidak mampu untuk melawan mereka.

Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam Microbial Drug Resistance menunjukkan bahwa meluasnya penggunaan triclosan mungkin dapat menyebabkan risiko kesehatan karena mengganggu antimikroba tubuh yang penting.

Plus, sabun antibakteri dan pembersih yang dapat membunuh bakteri yang tidak baik untuk tubuh Anda, dapat juga membunuh bakteri baik. Bakteri baik membantu mencegah penyebaran dari bakteri lain dan membantu membangun kekebalan alami terhadap bakteri jahat.

4. Membuat Kulit Kering

Alasan lain untuk menghindari menggunakan sabun antibakteri, terutama untuk mencuci tangan Anda, adalah kulit kering. Bahkan, orang yang sudah memiliki kulit kering harus menjauhkan diri dari sabun tersebut.

Agen antibakteri yang kuat dalam sabun, triclosan, akan menghilangkan minyak alami kulit. Hal ini menyebabkan kulit kering dengan gejala termasuk gatal ringan, kemerahan, iritasi dan mengelupas. Setelah mencuci tangan dengan sabun antibakteri, jangan lupa untuk mengoleskan pelembab.

5. Membuat Anda Rawan Alergi

Jika Anda sering menggunakan sabun antibakteri untuk melindungi anak-anak Anda dari kuman dan bakteri, coba berpikir dua kali. Sebuah bahan utama, triclosan, telah dikaitkan dengan menyebabkan peningkatan alergi pada anak-anak.

Gunakan sabun antibakteri dapat mempengaruhi perkembangan sistem kekebalan tubuh anak, membuat mereka lebih rentan terhadap alergi tertentu, terutama demam.

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology melaporkan bahwa ada peningkatan kacang prevalensi alergi pada anak-anak yang menggunakan triclosan.

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Environmental Health Perspectives melaporkan bahwa triclosan dapat mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan alergi atau demam.

6. Merugikan Lingkungan

Terakhir, bila banyak orang yang menggunakan sabun antibakteri terlalu sering yang sarat dengan bahan kimia berbahaya maka dapat merusak lingkungan pada akhirnya. Bahan kimia dalam sabun akan masuk ke dalam saluran air dan akhirnya ke dalam sistem air.

Sebuah studi 2010 yang diterbitkan di Aquatic Toxicology menunjukkan triclosan dapat mengganggu kemampuan ganggang untuk melakukan fotosintesis.

Melihat efek yang bisa ditimbulkan oleh sabun antibakteri maka Anda harus berhati-hati. Anda boleh menggunakannya bila sangat diperlukan dan dalam jangka waktu yang hanya sebentar.

Obat kumur antiseptik, bisa meningkatkan resiko serangan jantung.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Free Radical Biology and Medicine menemukan, menggunakan obat kumur antiseptik dua kali sehari bisa meningkatkan tekanan darah hingga 3,5 mm Hg. Selain itu, hal tersebut juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Dilansir jurnal Free Radical Biology and Medicine, penggunaan antiseptik dalam obat kumur dua kali sehari akan meningkatkan tekanan darah hingga 3,5 mmHg. Peningkatan ini memicu risiko serangan jantung, stroke, dan gangguan kesehatan lain.

Riset Queen Mary University of London menyebutkan kandungan antiseptik pada obat kumur malah membunuh bakteri baik yang berperan dalam relaksaksi pembuluh darah.

Akibatnya, antiseptik malah memicu tekanan darah tinggi.

Tim riset tersebut meneliti efek pencuci mulut antiseptik dengan mengukur tekanan darah 19 responden sehat selama dua minggu. Peneliti mencatat kapasitas penurunan nitrat dan kadar nitrit dalam rongga mulut.

Peneliti juga menduga tekanan darah dipengaruhi kandungan chlorhexidine, yaitu antiseptik yang mengatasi gangguan gusi dan masalah rongga mulut lainnya. Alhasil, pencuci mulut mengubah bakteri dari nitrit menjadi nitrat.

Terbukti dengan plasma nitrat yang terus menurun. Menurunnya kadar plasma nitrat berhubungan dengan meningkatnya tekanan darah. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan tekanan darah responden, yang berkisar dua hingga 3,5 mmHg, setelah dua kali mencuci mulut dengan antiseptik dalam sehari.

Berhubungan intim dengan selalu menggunakan Kondom
Penelitian dari Skotlandia menemukan, menggunakan kondom sangat buruk bagi kesehatan mental Anda. Menurut penelitian, kondom mengurangi kepuasan seksual yang menyebabkan disfungsi ereksi dan iritasi vagina.

Banyak orang mengira bahwa kondom adalah cara paling aman dalam mencegah kehamilan, penularan penyakit kelamin serta HIV. Namun sebuah penelitian di Chemical and Veterinary Investigation Institute di Stuttgart, Jerman menemukan bahwa kondom mengandung zat yang dapat menyebabkan kanker.

Pada proses pembuatan kondom, ada sebuah zat yang bernama N-Nitrosamin yang berguna untuk menambah elastisitas. Namun tahukah Anda, Ladies bahwa zat ini lah yang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker serviks pada wanita. Zat ini akan terurai ketika terkena cairan semen, pelumas pada Miss.V bahkan keringat yang ada pada tangan ketika memasangnya. Hal ini sangat lah disayangkan karena banyak orang yang tidak mengetahui kemungkinan tersebut. Sehingga hingga saat ini, masih banyak orang yang menggunakan kondom sebagai cara mudah untuk melakukan program KB, Ladies. Jika Anda dan pasangan adalah salah satu pengguna kondom, ada baiknya Anda meninggalkannya mulai malam ini.

Diolah dari berbagai sumber

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 00:48
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.