Karakter Suara Burung-burung Jenis Ini Bagus Untuk Masteran Murai Batu, Apa Saja?

loading...

Kicau Burung Cililin, Cucak Jenggot dan Sogok Ontong Sangat Cocok Digunakan Sebagai Master Untuk Murai Batu

Murai batu, juga dikenal sebagai Kucica hutan. Termasuk ke dalam famili Muscicapidae atau burung cacing. Tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa. Beberapa pakar menganggap ras dari Kalimantan Utara Murai alis putih sebagai spesies tersendiri. Selain temperamen Murai juga merupakan burung yang kocak. Hewan cantik berekor panjang ini mampu menirukan kicauan burung lain yang ia dengar. Tidak hanya meniru, suara Murai Batu bahkan lebih lantang dan nyaring daripada kicauan burung yang ditirukannya. Di antara semua jenis Murai Batu yang ada di Indonesia, Murai Batu Medan merupakan salah satu jenis murai yang paling banyak digemari para pecinta burung.

Dibandingkan Murai lainnya, kicauan Murai Batu Medan memang lebih merdu. Selain Murai Batu Medan, ada beberapa jenis Murai lain yang sering dipelihara para penggemar burung. Yaitu: Murai Batu Aceh, Murai Batu Nias, Murai Batu Borneo, Murai Batu Banjar, Murai Batu Lahat, Murai Batu Palangka, Murai Batu Lampung, dan Murai Batu Jambi.
Pemasteran Murai Batu harus dilakukan secara bertahap. Contohnya, Anda bisa memilih suara masteran yang karakternya halus, tapi tajam. Lakukan pemasteran tersebut kurang lebih selama 1 bulan. Apabila sudah menunjukkan hasil dan Murai Batu sanggup merekam suara isian dengan baik, maka bulan berikutnya dilanjut dengan karakter suara burung masteran yang kasar. Jangan pernah mencampur karakter suara burung secara bersamaan, biasanya burung Murai Batu malah kebingungan dan tidak bisa menyimpan suara tersebut.
Murai batu adalah salah satu jenis burung kicau yang sering dilombakan. Untuk bisa menjuarai lomba tentunya jenis burung ini harus memiliki variasi suara yang bagus dan memenuhi syarat atau kriteria yang dilombakan. Variasi isian burung serta Irama lagu bukan merupakan warisan genetis dari kedua induk burung tersebut, akan tetapi hal tersebut adalah hasil pembelajaran burung dan hapalan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan melatih burung (memaster burung) untuk menirukan irama lagu dan variasi isian, pemasteran pada burung sendiri bisa dibilang sebagai doktrin untuk burung berkicau. Masuk tidaknya suara burung master yang diperdengarkan terhadap burung Murai batu juga tergantung dari kecerdasan dan daya tangkap burung tersebut.

Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat adalah burung Murai batu yang akan di master harus melihat burung masternya agar si burung bisa menirukan gaya, suara serta bagaimana cara berkicau burung master tersebut. Memakai burung asli untuk masteran hasilnya lebih mantap, olah vokal lagu yang dikeluarkan mantap serta penuh kengototan kala mengeluarkan suara isian–isian burung master tersebut. (sumber mediaronggolawe.com).
Agar burung Murai Batu tidak terpancing emosinya atau birahi, maka alangkah baiknya jika Murai Batu dikerodong saja. Burung dikerodong saat melakukan pemasteran dengan burung asli. Tujuannya, supaya Murai Batu tidak menjadi liar karena melihat musuhnya pada jarak dekat. Kalau ditutup kerodong, tentu Murai Batu hanya bisa mendengar suara burung masteran saja. Hal ini juga bagus untuk melatih mentalnya selama menjalani pemasteran.
Mitos lain meyebutkan waktu yang pas untuk memaster, terlebih dahulu menunggu hingga burung Murai batu yang akan di master hingga memasuki masa mabung, alasanya karena pada saat mabung burung cenderung diam dan sangat jarang berkicau otomatis dalam keadaan diam tersebut burung lebih banyak menyimak suara–suara disekitarya.

Jenis Suara Burung dan Suara Hewan Yang Sebaiknya Tidak Digunakan Untuk Masteran Murai Batu

  • Burung Jalak Kebo
  • Burung Ciblek
  • Burung Cucak Ijo
  • Burung Betet
  • Burung Prenjak
  • Burung Cucak Rowo
  • Burung Anis Merah
  • Burung Trucukan
  • Burung Beo
  • Burung Jalak Suren
  • Burung Anis Kembang
  • Burung Kutilang
  • Burung Blackthroat
  • Suara Anjing
  • Suara Kucing
Mengapa suara-suara isian ini tidak bagus dan dilarang untuk masteran Murai Batu? Ternyata karena suara-suara tersebut terdengar pendek atau patah-patah. Burung Murai Batu paling bagus dimaster dengan suara burung yang kicauannya panjang atau ngerol panjang.

Berikut 3 Jenis Burung yang sangat cocok dijadikan Master untuk Murai Batu diantaranya :

Burung Cililin

Jenis Burung Cililin ini cocok sebagai master burung murai batu karena memiliki suara yang keras, melengking panjang, Isian Cililin pada murai batu menjadi sesuatu yang wajib, bahkan hasil survey selama ini Cililin masih menjadi Favorit bagi Murai Mania sebagai burung Master.

Burung Cililin ( Platylophus galericulatus ) adalah burung dengan karakter petarung dan gampang terpancing emosinya. Ciri khas Burung Cililin yaitu mempunyai jambul yang cukup panjang pada bagian kepalanya, ukuran tubuhnya kurang lebih 28 cm. Burung cililin berciri-ciri dengan adanya jambul dikepalanya ini diketahui ada tiga jenis, yaitu yang berasal dari pulau jawa,Sumbawa dan Sumatera.

Dari pulau jawa dengan ciri khas warna bulu pada sayap atau punggung berwarna hitam,sedangkan dari pulau sumbawa dan sumatra berciri khas sama,yaitu warna bulu pada sayap atau punggung dominan berwarna coklat.

Perbedaan dari ketiga burung ini secara fisik tidak berbeda jauh. Adapun mengenai ciri-ciri fisiknya burung ini mempunyai ukuran postur tubuh yang bisa di bilang besar dari burung kicauan lainnya, pada bagian kepalanya terdapat jambul, warna putih kombinasi hitam terdapat pada tengkuknya, ekor panjang dan agak lebar.

Burung cililin adalah burung dengan sifat yang fighter dan juga bisa gampang emosi. Burung cililin ini sepertinya cenderung sangat tidak suka dengan burung yang bersuara lebih keras dan melebihi suara darinya, itu terbukti jika ada burung jenis lain yang bersuara keras burung cililin ini langsung mengamuk dengan mengeluarkan suara sekeras-kerasnya, kedengarannya memang bagus tapi hal ini bisa berakibat fatal bagi burung jenis lain terutama yang lebih kecil di sekitarnya karena burung kecil di sekitarnya biasanya cenderung akan ngedrop. Suaranya memang terbilang dahsyat selain panjang suaranya begitu melengking sehingga memekakan telinga.

Cucak Jenggot

Jenis lain yang sangat layak untuk dijadikan sebagai burung master untuk murai batu adalah Cucak Jenggot. Karakter dasar Suara burung Cucak jenggot ialah keras serta Kasar, besetan kasar yang selalu ditonjolkan Cucak Jenggot kerap dijadikan Murai Mania sebagai burung master, selain itu burung Cucak jenggot tak jarang pula dijadikan sebagai burung lomba.

Adapun ciri fisik burung Cucak Jenggot memiliki ukuran tubuh yang agak besar dengan panjang sekitar 22 cm. Pada bagian atas tubuhnya terdapat jambul yang akan tegak saat burung berkicau ataupun pergi terbang. Selain itu, dibagikan tenggorokan nya terdapat bulu halus lebat yang ukurannya lumayan panjang. Bulu yang ada ditenggorokannya tersebut tampak seperti janggut atau jenggot.

Warna yang menutupi burung Cucak Jenggot cukup bervariasi mulai dari hitam keabu-abuan, kuning, cokelat zaitun, dan putih. Warna hitam keabu-abuan tampak di bagian area pipi sampai dengan ke arah tengkuknya. Pada bagian tenggorokan yang ditumbuhi bulu halus lebat tampak berwarna putih cerah yang mencolok. Bagian atas tubuhnya mulai dari kepala, punggung, sayap, dan ekor terlihat berwarna cokelat zaitun. Dan area bawah tubuhnya mulai dari dada, perut, dan tunggir tampak berwarna kuning cerah.

Ciri kicauan burung Cucak Jenggot yang ada di alam liar sebenarnya tidak terlalu berbeda dari hasil peliharaan atau tangkaran. Kicauan burung Cucak Jenggot dibunyikan dengan nada yang cukup keras dan terdengar seperti suara “cret... cret... cret”. Suara bawaannya cenderung agak monoton dengan hanya terdiri dari dua jenis variasi kicauan saja. Selain itu, saat burung Cucak Jenggot berkicau ditandai dengan tegaknya bulu-bulu yang ada di area tenggorokan dan mahkota kepalanya.

Burung Cucak Jenggot merupakan nama yang familiar dikenal banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun nama resmi yang disematkan kepadanya adalah burung Empuloh Janggut. Selain itu persebarannya ada di berbagai negara di sekitar kawasan Asia Tenggara yang meliputi Myanmar, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Di Indonesia keberadaan burung Cucak Jenggot tersebar di hampir semua pulau besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Karenanya tak asing kenapa burung Cucak Jenggot sudah dikenal banyak orang di hampir semua daerah. Penyebutan namanya pun sebenarnya beragam mulai dari Cocak Rawon, Cocak Jenggot, Jogjog Janggot, Janggut, Jebres, dan Koreis.

Sogok Ontong

Burung mungil satu ini juga bisa dijadikan burung master untuk murai batu, Sogok Ontong. Burung pemakan Nektar (Madu) ini memiliki suara yang sangat pedas di telinga, ketajaman suaranya sangat diperlukan Murai mania sebagai burung master, disamping itu pola perawatan pada burung ini juga sangatlah sederhana.

Sriganti ini merupakan burung madu yang paling sering dijumpai, karena melimpah di alam. Sayangnya, karena bentuknya yang cantik dan jumlahnya yang banyak itu, Sriganti banyak diperjualbelikan. Baik secara langsung maupun online.

Burung yang juga dikenal sebagai Sogok Ontong, mulai populer di kalangan para pecinta Kicaumania di Indonesia, bulunya yang indah serta gacorannya yang merdu membuat Sogok Ontong menjadi banyak diminati oleh masyarakat. Sebagian orang menyakini bisa mengalahkan burung kicau jenis lain seperti Kenari maupun Cucak Ijo.

Burung itu ukurannya lebih mungil dibandingkan dengan burung-burung pada umumnya, yaitu 8-15 cm saja. Beberapa spesies dari burung ini mampu mengepakkan sayapnya hingga 90 kali/detik di udara, selain itu burung ini juga mampu untuk terbang mundur dan dengan lincahnya burung ini dapat terbang dengan manuver yang tinggi, yakni kecepatannya mampu menempuh hingga 54 km/jam atau 15 meter/detik.

Karena perannya sangat penting dalam membantu penyerbukan secara alami terhadap tanaman – tanaman di hutan dan di perkebunan, burung madu masuk dalam hewan yang dilindungi. Sayangnya menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (Permen LHK) No.p.92/menlhk/setjen/kum.1/8/2018 tentang perubahan atas Permen LHK No.p.20/menlhk/setjen/kum.1/6/2018, tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, hanya ada 5 jenis burung madu yang dilindungi

Yaitu Burung Madu Jawa (Aethopyga Mystacalis), Burung Madu Sepah-raja (Aethopyga Siparaja), Burung Madu Sangihe (Aethopyga Duyvenbodei), Burung Madu Leher-Merah (Anthreptes Rhodolaemus), Burung Madu Sumba (Cinnyris Buettikoferi). Sementara burung madu lainnya, seperti Burung Madu Srigunting tidak termasuk yang dilindungi.

Kapan waktu yang tepat untuk memaster murai batu? 

Waktu yang efektif dalam proses pemasteran burung Murai batu adalah pada waktu burung istirahat di siang hari sesudah mandi dan jemur serta malam hari menjelang pagi, selain itu usahakan burung dalam keadaan di krodong agar tercipta suasana yang kondusif .
Agar suara masteran Murai Batu cepat masuk, Anda harus memaster Murai Batu pada saat istirahat. Mengapa saat istirahat? Karena burung Murai Batu cenderung bisa mengingat suara masteran atau suara isian dengan baik. Kalau burung Murai Batu sedang aktif atau birahi, biasanya suara burung di sekitarnya tidak akan didengarkan sehingga suara masteran tidak pernah masuk ke otak.
Kapan burung Murai Batu istirahat? Berdasarkan pengalaman, burung Murai Batu terlihat istirahat antara rentang jam berikut.
  • Pukul 09.00 – 12.00
  • Pukul 13.00 – 14.30
  • Pukul 17.30 – 18.00
Istirahat yang dimaksud saat burung dalam keadaan santai dan tenang. Kalau burung dalam keadaan tidur berarti tidak istirahat. Jadi, pada saat Murai Batu tidur sebaiknya tidak perlu dimaster karena malah akan mengganggunya.
Pilih Burung Yang Gacor dan Suara Kristal. Burung yang akan dijadikan master tersebut sebaiknya pilih yang paling gacor dan mempunyai suara kristal serta jangan pilih burung master yang mempunyai tipikal suara menekan.

Sebagai catatan untuk yang akan mengikuti lomba burung kicau wajib mengetahui kriterua dasar lomba burung kicau. Kriteria dasar suatu penilaian pada lomba burung berkicau salah satunya menitik beratkan pada Irama lagu yang dibawakan burung tersebut, Irama lagu adalah Suatu bunyi yang memiliki alunan nada dengan tempo yang teratur dan serasi. Irama lagu meliputi kombinasi naik turun serta panjang pendeknya nada, dan permainan Speed yang dibawakan secara selaras dan enak di dengar di telinga.

Menghindari burung murai batu down saat dimaster dengan burung lain secara langsung: Cara lain kalau memang mempunyai burung master yang terlanjur gacor dan bertipikal suara menekan sebaiknya diletakan berjauhan untuk mengurangi resiko down seandainya Burung Murai Batu kita mempunyai mental yang pas–pasan.

Demikian beberapa cara memaster burung murai batu dengan menggunakan 3 jenis burung yang paling layak untuk dijadikan master bagi murai batu.
Tags: Masteran suara murai batu, jenis burung untuk masteran, murai batu juara, suara burung melengking, suara burung ngotot, suara burung yang keras dan kasar. kicau yang gacor dan suara kristal, masteran suara burung kicau. cara memaster suara burung murai batu.
Sumber/referensi: mediaronggolawe.com, jalaksuren.net dan sumber lainnya.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 16:19
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.