Kiwi, Jenis Burung Unik Selandia Baru Yang Tidak Bisa Terbang

Mengenal Karakter dan Ciri-ciri Burung Kiwi Si Pemakan Cacing dan Serangga


Meski sama-sama memiliki nama KIWI, antara burung kiwi dengan buah kiwi tidak ada hubungannya sama sekali. Jika burung Kiwi adalah binatang khas Selandia Baru, sedangkan buah Kiwi adalah sejenis buah beri yang dapat dimakan dari tanaman merambat berkayu dalam genus Actinidia. Actinidia asli berasal dari Shaanxi, Tiongkok. Buah kiwi yang normal berbentuk oval, kira-kira sebesar telur ayam (5–8 cm / 2–3 in dan diameter 4.5–5.5 cm / 1¾–2 ).

Burung pemalu ini memiliki paruh panjang yang peka untuk mencari makan di malam hari. Makanannya terdiri dari cacing dan serangga tanah. Paruh Kiwi dibagian ujung dilengkapi dengan sensor pembau yang sangat sensitif untuk mendeteksi mangsa yang ada di bawah tanah hutan yang gembur atau tanah berpasir di tepi pantai. Musim kawin dari kiwi umumnya terjadi pada bulan Maret sampai Juni di mana pada periode tersebut. Burung kiwi jantan akan mengeluarkan bunyi-bunyian untuk menandai wilayah kekuasaannya dan memikat betina.
Tubuhnya bisa tumbuh hingga seukuran ayam, dengan bobot 2-5 kg. Daerah persebaran alami spesies burung ini pun terbatas hanya di Selandia Baru. Burung ini terdapat dalam tiga spesies, Apteryx australis terdapat di tiga pulau utama Selandia Baru. Sementara Apteryx oweni dan Apteryx haasti hanya terdapat di pulau Selatan saja. Burung yang konon bisa hidup selama 20 tahun ini adalah burung yang setia kepada pasangannya.

Kiwi (Apteryx dari kata a= tidak dan ptreon= sayap) adalah spesies burung terkecil yang tak bisa terbang. Ukurannya sebesar ayam peliharaan. Seperti Paruh Kodok, Kiwi juga aktif di malam hari. Jika dibandingkan dengan proporsi tubuhnya, Kiwi menghasilkan telur dengan ukuran terbesar di dunia. Kiwi merupakan burung nokturnal yang berarti mereka baru keluar beraktivitas pada malam hari. Makanan dari kiwi sendiri sangat bervariasi sebab terdiri atas biji, buah kecil, cacing tanah, serangga, & kadang-kadang hewan air yang kecil.

Untuk mendapatkan mangsanya, kiwi mengandalkan indera penciumannya yang tajam. Yang mana sepasang lubang hidungnya yang berada di bagian ujung paruh menjadikan burung ini lebih peka terhadap bau dari hewan-hewan mangsanya yang sering menyembunyikan diri di dalam tanah. Penglihatannya begitu buruk. Kiwi hanya bisa melihat pada jarak sekitar 2 meter pada malam hari dan sekitar 1 meter pada siang hari. Hewan ini mirip dengan kelelawar, sebab aktif di malam hari dan istirahat atau tidur di siang hari.


Kiwi Tokoeka (Apteryx australis) beserta telur. Sumber: Arkive
Makanan kegemarannya adalah cacing tanah, serangga tanah, buah–buahan semak, dan hewan–hewan kecil yang berbau. biasanya kiwi tinggal di dalam lubang–lubang akar pohon besar. Musim kimpoi adalah saat membuat teritori. Ukuran teritori ditentukan oleh sejauh mana suara teriakan sang pejantan masih bisa terdengar. Luasnya bervariasi, dari hanya 2 hektar hingga lebih dari 100 hektar.
Burung ini hanya memiliki satu pasangan selama hidupnya. Tak seperti burung-burung lain di luar Selandia Baru, yang hidup bersama hewan mamalia, burung-burung Selandia Baru mengeluarkan bau menyengat saat memproduksi lilin untuk melindungi bulu-bulu mereka. Disaat tidur kiwi gemar melipat paruh dan kepalanya kedalam, kemudian menutupinya dengan bulu–bulunya. Kalau bertamu musuh, kiwi akan menyelamatkan diri dengan berlari.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 19:55
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.