Jenis-Jenis Asam Amino (Protein) Penting Untuk Ternak Unggas

loading...

Ternak Ayam Sangat Membutuhkan Protein (Asam Amino) Yang Wajib Ada dan Terkandung Dalam Pakan, Ini Alasannya!

Protein adalah zat makanan berupa asam-asam amino yang berfungsi sebagai pembangun dan pengatur bagi tubuh. Protein mengandung unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat. Molekul protein juga mengandung posfor, belerang serta beberapa protein memiliki unsur logam seperti besi dan tembaga (Budianto, 2009). Protein berasal dari bahasa yunani yaitu proteos, artinya yang utama atau yang di dahulukan. Protein ditemukan oleh ahli kimia Belanda, Geraldus Mulder (1802–1880).
Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Protein adalah zat yang sangat penting dalam keberlangsungan proses produksi peternakan ayam, baik itu ayam petelur maupun ayam pedaging. Tentunya anda yang pernah masuk ke kandang ayam komersial pernah merasakan bau amonia yang sangat menyengat bukan? Itulah salah satu efek yang disebabkan oleh tingginya kandungan protein dalam pakan ayam yang memang sangat dibutuhkan oleh ayam untuk tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Protein terdiri atas rantai-rantai asam amino (20 jenis asam amino) yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Dari dua puluh macam asam amino, tubuh orang dewasa membutuhkan delapan jenis asam amino esensial yaitu lisin, leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, sedangkan untuk anak-anak yang sedang tumbuh, ditambahkan dua jenis lagi yaitu histidin dan arginin. Adapun contoh asam amino non esensial yaitu prolin, serin, tirosin, sistein, glisin, asam glutamat, alanin, asam aspartat, aspargin, ornitin (Irianto dan Waluyo, 2004).
Kebutuhan unggas akan asam-asam amino. Sumber protein dibentuk dari 22 asam-asam amino yang diketahui, sebagai batu bangunan dasar dari semua tanaman dan protein hewan, dapat disintesa oleh tanaman. Sebaliknya hewan dapat mensintesis hanya 12 asam-asam amino. meskipun demikian, asam amino yang tidak bisa disintesis hewan digolongkan ke dalam asam-asam amino non esensial. Dari asam amino non esensial ini tidak dapat disintesis asam amino esensial dengan kecepatan yang cukup untuk pertumbuhan yang maksimal. Oleh karena itu harus disediakan dalam ransum.
Asam amino adalah senyawa organik penyusun protein yang mengandung gugus amino (NH2), gugus asam karboksilat (COOH), dan satu gugus lain. Asam amino merupakan senyawa yang sangat penting bagi organisme termasuk ternak unggas / ayam.
Klasifikasi Protein.

Meskipun semua protein itu sama dibentuk oleh asam-asam amino, namun rangkaian asam-asam amino di dalam kebanyakan protein yang terdapat di alam berbeda nyata satu dengan yang lain. perbedaan itu mempunyai pengaruh yang khas terhadap sifat dari tiap protein. Berhubung dengan itu beberapa klasifikasi telah dibuat, berdasarkan daya larut beberapa protein dalam air, larutan garam, basa dan larutan-larutan etanol. Klasifikasi protein juga memperlihatkan bentuk dan komposisi kimia dari protein.
Komposisi rata-rata unsur kimia yang terdapat dalam protein adalah karbon 55%, hidrogen 7%, oksigen 23%, nitrogen 16%, sulfur 1% dan kurang dari 1% fosfor. Unsur nitrogen adalah unsur utama protein, karena terdapat di dalam semua protein akan tetapi tidak terdapat pada karbohidrat dan lemak. Molekul protein lebih kompleks daripada karbohidrat dan lemak dalam hal berat molekul dan keanekaragaman unit-unit asam amino yang membentuknya (Almatsier, 1989).
Protein bagi tubuh berfungsi untuk perbaikan semua jaringan di dalam tubuh termasuk darah, enzim, hormon, kulit, rambut, dan kuku. Protein pembentukan hormon untuk pertumbuhan dan mengganti jaringan yang aus, perkembangan seks dan metabolisme. Protein juga berguna untuk melindungi supaya keseimbangan asam dan basa di dalam darah dan jaringan terpelihara, selain itu juga mengatur keseimbangan air di dalam tubuh.

Secara garis besar klasifikasi protein adalah sebagai berikut: protein berbentuk bulat (Globular protein) adalah albumin, glutelin, prolamin atau gliadin, histon dan protamin. Protein berbentuk serat kasar (Fibrous protein) adalah kolagen, elastin dan keratin. Protein gabungan (Conjugated protein) adalah nucleoprotein, mukoid atau mukoprotein, glikoprotein, lipoprotein dan kromoprotein.

Asam-asam amino esensial dan non esensial yang dibutuhkan oleh ayam dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 2. Klasifikasi Asam-Asam Amino
Tidak disintesis dalam ayam (esensial)
Disintesis dari media terbatas*
Sedia disintesis dalam ayam dari media sederhana (non esensial)
Arginin
Lisin
Histidin
Leusin
Isoleusin
Valin
Meteonin
Treonin
Triptofan
Fenilalanin
Tirosin
Sistin
Hidroksilisin
Alanin
Asam aspartat
Asam glutamat
Glutamin
Hidroksiprolin
Glisin**
Serin**
Prolin ***
*) Tirosin disintesis dari fenilalanin, sistin dari metionin, hidroksilisin dari lisin.
**) Pada beberapa kondisi sintesis glisin atau serin dapat tidak cukup untuk beberapa kecepatan pertumbuha; serin atau glisin perlu ditambahkan ke dalam ransum.
***) Kalau ransum mengandung asam-asam amino kristal, prolin dapat berguna untuk mencapai pertumbuhan maksimal.

Protein Dalam Ilmu Nutrisi Unggas
Penyusunan tingkat protein dalam ransum untuk broiler (starter dan finisher). Broiler dapat mencocokkan konsumsi makanannya untuk mendapat energi yang cukup untuk pertumbuhan maksimum dengan jarak kebutuhan energi metabolis 2800-3400 kkal/kg ransum.

Kebutuhan protein dan konversi makanan yang diharapkan untuk tahap permulaan dan tahap akhir pada broiler dengan perhitungan tingkat energi dan proteinnya dalam ransum dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3. Kebutuhan Protein untuk Broiler dalam Hubungan dengan Kandungan Energi dalam Ransum.
Energi Dalam Ransum (Kkal/kg)
Kebutuhan Protein (%)
Konversi Makanan (Kg makanan/kg broiler)
Pre-starter (0-2 minggu)
2800
2900
3000
3100
3200
23,2
24,0
24,8
25,7
26,5
1,2
1,16
1,12
1,08
1,05
Starter (2-6 minggu)
2800
2900
3000
3100
3200
3300
19,5
20,6
20,6
21,3
22,0
22,7
2,00
1,93
1,87
1,80
1,75
1,70
Finisher (6 minggu – dipasarkan)
2900
3000
3100
3200
3300
3400
18,1
18,7
19,3
20,0
20,5
21,2
2,27*
2,19*
2,13*
2,05*
1,99*
1,93*
Konversi makanan komulatif pada umur 8 minggu dengan asumsi bahwa ayam-ayam mendapat ransum dengan tingkat energi pada periode starter (Scott, 1982 disitir Juju Wahju, 2004)

Nilai-nilai ini berdasarkan intepretasi yang paling baik dari penulis-penulis yang telah melakukan penelitian dari Universitas Cornell dan laboratorium-laboratorium lainnya. Sering dipergunakan komputer untuk menetapkan penyusunan ransum yang biasanya dengan harga rendah dengan memperhitungkan imbangan protein dan energi yang telah diutarakan pada tabel tersebut di atas. Perbandingan-perbandingan biaya yang paling rendah per kilogram dengan konversi makanan yang diharapkan dari tiap-tiap ransum, membuat kemungkinan untuk mengira-ngira pembuatan ransum yang paling rendah biayanya untuk broiler.

Perhitungan kebutuhan protein per hari pada ayam yang sedang bertumbuh.

Kebutuhan protein perhari untuk ayam yang sedang bertumbuh dapat dibagi menjadi 3 bagian : (1) Protein yang diperlukan untuk pertumbuhan jaringan, (2) protein untuk hidup pokok, (3) protein untuk pertumbuhan bulu.

Protein untuk pertumbuhan jaringan. Karena karkas ayam itu terdiri dari kira-kira 18% protein, maka kebutuhan protein untuk pertumbuhan jaringan dapat dihitung dengan mengalikan pertambahan berat badan per hari (dalam gram) dengan 0,18 (18% protein jaringan) dan dibagi dengan 0,67 (67% efisiensi penggunaan protein atau retensi nitrogen).

Hidup pokok. Kehilangan nitrogen endogen pada ayam telah ditetapkan kira-kira 250 mg nitrogen per kilogram berat badan. Bila nitrogen itu dikalikan dengan 6,25 maka 1600 mg protein per kilogram berat badan hilang. Kebutuhan protein per hari dapat dihitung dengan mengalikan berat badan dalam gram dengan 0,0016 dan membaginya lagi dengan 0,61.

Pertumbuhan bulu. Pada umur tiga minggu bulu itu merupakan 4% dari berat badan. Persentase ini akan meningkat menjadi 7% pada umur 4 minggu, dan sesudah itu secara relatif akan tetap. Kandungan protein dari bulu kira-kira 82%. Dengan demikian pertumbuhan bulu dapat ditetapkan dengan mengalikan persentase berat bulu (0,04 atau 0,07) dengan pertambahan berat badan dalam gram, dan mengalikan lagi dengan 0,82 (persentase protein dalam bulu), dan dibagi dengan 0,61.

Perhitungan kebutuhan protein per hari pada ayam yang sedang bertumbuh dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
  1. Protein yang diperlukan untuk pertumbuhan jaringan
Kebutuhan protein/hari (g)
=
Pertambahan Berat Badan (g) x 0,18
0,61
  1. Protein untuk hidup pokok
Kebutuhan protein/hari (g)
=
Berat Badan (g) x 0,0016
0,61
  1. Protein untuk pertumbuhan bulu
Kebutuhan protein/hari (g)
=
Pertambahan Berat Badan (g) x 0,07 x 0,82
0,61
Keterangan:
0,18
=
Karena karkas ayam itu terdiri dari kira-kira 18% protein
0,61
=
Efisiensi penggunaan protein atau retensi nitrogen sebesar 61%
0,0016
=
Kehilangan nitrogen endogen pada ayam telah ditetapkan kira-kira 250 mg nitrogen per kilogram berat badan. Bila nitrogen itu dikali ternak 6,25 (untuk protein) maka 1600 mg protein per kg berat badan hilang.
0,07
=
Pada umur 3 minggu bulu itu merupakan 4% dari berat badan, dan persentase itu akan meningkat menjadi 7% pada umur 4 minggu dan sesudah itu secara relatif akan tetap.
0,82
=
Kandungan protein bulu kira-kira 82%.

Manfaat Protein Secara Umum

Menurut Almatsier (2009:96–97) fungsi protein adalah sebagai berikut:
  • Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan dan sel-sel tubuh.
  • Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh, hormon-hormon seperti tiroid, insulin, dan epinerfin adalah protein, demikian pula berbagai enzim.
  • Mengatur keseimbangan air, cairan-cairan tubuh terdapat dalam tiga kompartemen: intraseluler (di dalam sel), ekstraseluler/ interselular (di luar sel), intravaskular (di dalam pembuluh darah).
  • Memelihara netralitas tubuh, protein tubuh bertindak sebagai buffer, yaitu bereaksi dengan asam basa untuk pH pada taraf konstan.
  • Pembentukan anti bodi, kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi bergantung pada kemampuan tubuh memproduksi anti bodi.
  • Mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna ke dalam darah, dari darah ke jaringan-jaringan, dan melalui membran sel ke dalam sel-sel.
  • Sebagai sumber energi, protein ekivalen dengan karbohidrat karena menghasilkan 4 kalori/g protein.
Jenis-jenis Protein
Berdasarkan sumbernya protein dibagi menjadi dua jenis, yaitu (Budianto, 2009):
  • Protein hewani. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, dimana hewan yang memakan tumbuhan mengubah protein nabati menjadi protein hewani. Contoh daging sapi, daging ayam, susu, udang, telur, belut, ikan gabus dan lain-lain.
  • Protein nabati. Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contoh jagung, kacang kedelai, kacang hijau, dan jenis kacang-kacangan lainnya yang mengandung protein tinggi.
Berdasarkan bentuknya, protein dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
  • Protein fibriler (skleroprotein), yaitu protein yang berbentuk serabut. Protein ini tidak larut dalam pelarut-pelarut encer, baik larutan garam, asam basa ataupun alkohol. Contohnya kolagen yang terdapat pada tulang rawan, miosin pada otot, keratin pada rambut, dan fibrin pada gumpalan darah.
  • Protein globuler atau steroprotein, yaitu protein yang berbentuk bola. Protein ini larut dalam larutan garam dan asam encer, juga lebih mudah berubah di bawah pengaruh suhu, konsentrasi garam, pelarut asam dan basa dibandingkan protein fibriler. Protein ini mudah terdenaturasi, yaitu susunan molekulnya berubah diikuti dengan perubahan sifat fisik dan fisiologiknya seperti yang dialami oleh enzim dan hormon.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 21:45
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.