Jenis Burung Gagak Langka Asal Sulawesi Yang Nyaris Punah, Burung Gagak Banggai

loading...
Jenis Burung Langka, Gagak Banggai Yang Terancam Punah

Hewan Endemik Sulawesi, Burung Gagak Banggai, Benarkah Sudah Punah?

Setelah sekian tahun tidak diketahui keberadaannya baru pada tahun 2008 burung endemik ini ditemukan kembali. Populasinya diperkirakan hanya berkisar antara 30-200 ekor dan hanya bisa dijumpai di bagian barat dan tengah pulau Peleng, pulau dengan luas 2.340 km² yang merupakan salah satu di Kepulauan Banggai. Karena populasinya yang kecil dan tunggal (hanya terdapat dalam satu lokasi) serta ancaman rusaknya hutan sebagai habitat alaminya, Gagak Banggai (Corvus unicolor) dievaluasi oleh IUCN Redlist dalam status konservasi Critically Endangered sejak tahun 2005. Gagak Banggai menjadi salah satu dari 18 burung paling langka di Indonesia dengan status Critically Endangered (kritis).
Gagak banggai atau Corvus unicolor, adalah anggota dari gagak dari famili Banggai di Indonesia. Gagak ini terdaftar sebagai Spesies Kritis oleh IUCN dan pernah dianggap punah, namun akhirnya ditemukan kembali. Menurut Wikipedia Nama ilmiah burung gagak banggai adalah: Corvus unicolor. Gagak Banggai atau Corvus unicolor merupakan burung endemik Sulawesi yang langka. Saking langkanya burung Gagak Banggai termasuk dalam daftar 18 burung paling langka di Indonesia.
Burung gagak banggai (Corvus unicolor), merupakan jenis burung dari keluarga burung gagak. Burung gagak banggai pernah dinyatakan punah oleh para ahli burung. Pada tahun 2007, temuan penting burung gagak banggai di Pulau Peleng, Sulteng dirilis. Dalam sebuah ekspedisi ilmiah tersebut dijumpai burung gagak banggai beberapa kali di Pulau Peleng. Pada saat ini IUCN mencatatnya dalam status sangat terancam punah.
Burung yang didominasi bulu hitam ini biasanya hidup di kawasan pesisir pantai di daerah tertentu dan habitanya adalah hutan bakau atau manggorv, seiring perkembangan zaman spesies ini sudah bergeser jauh kedalam hutan karena terdegradasi. Biasanya, gagak Banggai dianggap sebagai subspesies dari corvus enca, namun bulunya yang hitam legam menyerupai gagak piping secara keseluruhan. Banggai merupakan gagak yang berukuran sedang dengan panjang 39 centimeter dan benar-benar hitam dengan iris mata yang gelap dan ekor pendek.
Burung Gagak Banggai diketahui dari dua spesimen yang ditemukan antara tahun 1884-1885 dari salah satu pulau di kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Setelah itu Gagak Banggai tidak pernah dijumpai hingga pada 2008 seorang ornitologis (ahli burung) Indonesia Muhammad Indrawan memfoto dua spesies Gagak Banggai di pulau Peleng, salah satu pulau di kepulauan Banggai.
Burung Gagak Banggai (Corvus unicolor) merupakan burung endemik yang hanya ditemukan di kepulauan Banggai (Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah). Habitat burung langka ini adalah hutan dengan ketinggian hingga 900 meter dpl.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan   : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Aves
Ordo         : Passeriformes
Famili       : Corvidae
Genus       : Corvus
Spesies      : Corvus unicolor
Deskripsi
Gagak banggai merupakan salah satu jenis burung endemik Sulawesi. Burung ini sebarannya terbatas hanya pada daerah Kepulauan Banggai. Gagak Banggai berukuran kurang lebih 39 cm dengan corak tubuh berwarna hitam dengan iris pucat, ekor yang pendek, berkaki gelap dan leher mungkin menunjukkan kemilau cokelat kusam. Selain itu suara kicauan burung memberikan 3-4 catatan berderit peluit Kruik, Kruik, Kruik, Kruik, yang berlangsung 2-3 detik. (Indrawan dkk., 2010).

Ancaman Yang Bisa Menjadi Penyebab Semakin Langkanya Burung Gagak Banggai

Maraknya Penebangan Hutan
  • Ancaman terbesar dari burung banggai (Critically endangered) yaitu penebangan hutan yang dilakukan oleh manusia. Penebangan hutan yang luas telah dimulai di wilayah yang tersisa dari habitat utama, yang mungkin akan menyebabkan perambahan lebih lanjut oleh peladang berpindah sebagai akibat dari peningkatan akses.
Ulah Pemburu Burung dan Telur Unggas
  • Pemburu mengambil telur unggas secara serakah dan kadang menimbulkan pengniayaan terhadap burung banggai (Corvus unicolor) (Indrawan dkk., 2010).
Gagak Banggai telah teridentidfikasi sejak abad 18.  Burung Gagak banggai telah teridentifikasi sejak abad 18. Burung gagak banggai merupakan jenis burung yang sempat dinyatakan punah, akibat keberadaannya di alam sangat sulit dijumpai. Sejak penemuannya kembali pada tahun 2007, belum banyak penelitian yang dilakukan secara intensif terhadap jenis burung ini. Saat ini diketahui gagak banggai mendapat tekanan berat dihabitatnya akibat konversi lahan, sehingga sebarannya hanya terbatas pada Pulau Peleng, dan terisolasi pada daerah barat Pulau Peleng.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 16:31
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.