Cenderawasih Biru, Jenis Burung Berbulu Indah Termasuk Poligami Spesies

loading...

Karakter dan Ciri-ciri Jenis Burung Endemik Asal Pulau Papua, Cendrawasih Biru

Cendrawasih Biru (paradisaea rudolphi) adalah burung cendrawasih yang berukuran sedang dengan panjang sekitar 30 cm dari genus paradisaea. Burung ini berwarna hitam dan biru, berparuh putih kebiruan, kaki abu-abu, iris mata berwarna cokelat tua, disekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih dan sayap berwarna biru terang.

Burung Cendrawasih biru banyak terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua bagian timur dan tenggara. Umumnya dari ketinggian 1.300 - 1.800 meter di atas permukaan laut. Cendrawasih Biru ini pertama kali di temukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Papua pada tahun 1884. Nama ilmiah spesies langka ini memperingati seorang putra mahkota dari Austria bernama Rudolf von Österreich-Ungarn.

Daerah sebaran Cenderawasih biru terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Pakan burung Cendrawasih Biru terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

Ciri-Ciri Cendrawasih Biru

Ciri-ciri umum Cendrawasih Biru antara Lain
  • Burung ini berwarna hitam dan biru.
  • Berparuh putih kebiruan.
  • Kaki abu-abu.
  • Iris mata berwarna coklat tua.
  • Di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih.
  • Sayap berwarna biru terang.
  • Ciri-Ciri Burung Cendrawasih Biru jantan dewasa memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas. 
  • Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah. 
  • Diekornya terdapat dua buah tali panjang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru.
  • Ciri-Ciri Burung Cendrawasih Biru Betina berukuran lebih kecil, tanpa dihiasi bulu hiasan dan tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan.

Proses Memikat Pasangan

Cenderawasih biru adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Tidak seperti burung Cenderawasih Paradisaea lainnya, Cenderawasih Biru jantan melakukan tariannya tidak dalam kelompok. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya seperti kipas biru sambil berkicau dengan suara menyerupai dengungan rendah. Didekatnya terdapat seekor betina. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain.
Cenderawasih biru jantan dewasa dan betina mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Cenderawasih Biru Jantan:
  • Memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas.
  • Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah.
  • Diekornya terdapat dua buah tali panjang yang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru.
  1. Cenderawasih biru betina:
  • Berukuran lebih kecil
  • Tidak ada bulu hiasan
  • Tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan

Pelestarian Cendrawasih Biru

Upaya-upaya untuk mengatasi kepunahan Perburuan burung Cendrawasih sebenarnya sudah dilarang dipasaran, namun karena harga burung ini cukup menggiurkan sehingga para pemburu terus mengadakan perburuan liar. Keindahannya sejak lama telah menjadi incaran komoditas usaha yang mendunia, mulai dari pemburu lokal, pemerintah kolonial Belanda, hingga pengusaha busana di Eropa Amerika dan Kanada yang memanfaatkan bulu burung tersebut. Populasi burung cendrawasih yang terus menurun menimbulkan keinginan beberapa pihak untuk mencoba melakukan penangkaran.
Cendrawasih Biru jantan dewasa memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas. Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah. Diekornya terdapat dua buah tali panjang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru. Betina berukuran lebih kecil, tanpa dihiasi bulu hiasan dan tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan. Burung ini dapat ditemukan di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.
Cendrawasih Biru ini termasuk dalam kelompok poligami spesies. Setelah mengawini betina, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan lain. Burung jantan memikat pasangan dengan cara ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Cendrawasih Biru jantan melakukan tariannya tidak dalam kelompok untuk memikat pasangannya seperti burung cendrawasih lainnya. Cendrawasih biru mengkonsumsi makanan yang terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga. Akibat dari habitat burung ini yang terus berkurang, burung ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh hukum di Papua Nugini.

Beberapa Jenis Burung Cenderawasih dan Ciri-cirinya

1. Lesser bird of paradise
Disebut juga cenderawasih kuning-kecil. Burung ini memiliki panjang sekitar 32 sentimeter. Bisa dijuluki kecil-kecil cabai rawit. Sebab, burung berjenis lesser bird of paradise ini jago berdansa. Kemampuannya menari melebihi burung-burung lain sekelasnya.

Lesser bird of paradise memiliki warna otentik kuning dan cokelat. Paruhnya abu-abu kebiruan. Sedangkan iris matanya berwarna kuning. Pada ekornya terdapat antena hitam.

2. Magnificent bird of paradise
Cendrawasih belah rotan atau magnificent bird of paradise dikategorikan dalam tiga subspesies, yaitu Cicinnurus magnificus magnuficus, Cicinnurus magnificus chysopterus, dan Cicinnurus magnificus hunsteini. Subspesies yang ditemukan di Papua Barat, khususnya di Tambrauw, adalah Cicinnurus magnificus magnuficus. Burung ini memiliki bulu berwarna campuran hitam, putih, dan merah. Ia mempunyai antena berbentuk spiral berwarna biru muda menyala.

3. Cendrawasih raja
Cendrawasih raja atau Cicinnurus regius memiliki warna yang berbeda antara betina dan jantan. Burung betina memiliki warna cokelat dengan tubuh bagian bawah berpola garis-garis. Sedangkan jantan mempunyai wara merah tua terang dan putih. Kakinya biru terang. Bulu ekornya panjang dan terdapat hiasan uliran hijau. Burung cendrawasih jantan ini memiliki panjang lebih-kurang 16 sentimeter. Burung ini berjuluk permata hidup karena warna bulunya, utamanya cendrawasih raja jantan, sangat memesona.

4. Magnificent rifflebird
Cendrawasih ini dijuluki burung dari surga. Mereka yang berkelamin jantan memiliki bulu warna hitam beludru. Ketika dikatupkan, sayapnya akan membentuk seperti jubah. Kepalanya berwarna biru-hijau. Sayap itu bisa direntangkan melengkung. Sedangkan betina mempunyai warna bulu kecokelatan dengan bintik-bintik gelap. Burung ini memiliki panjang lebih-kurang 34 sentimeter.

5. Western parotia
Western parotia adalah cendrawasih berukuran sedang yang memiliki panjang sekitar 33 sentimeter. Ekornya tidak terlalu panjang. Ukurannya pun sedang. Western parotia secara seksual dimorfik. Spesies burung ini memiliki perisai payudara berwarna hijau keemasan. Sedangkan mahkotanya berwarna abu-abu perak. Sayap Western parotia bisa membentuk segitiga, mirip kerucut. Burung ini memiliki kelabihan dapat menari seperti balerina.

6. Superb bird of paradise
Disebut juga cendrawasih kerah. Cendrawasih ini memiliki mahkota berwarna hitam dan mahkota hijau warna-warni. Bila ia menutup sayap, bulunya tampak berwarna biru. Sedangkan betina memiliki warna kecokelatan dan kemerahan. Burung jantan ini konon memiliki sifat poligami. Ia akan menari-nari lincah untuk sampai menarik perhatian lawan jenisnya.

Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Cenderawasih_biru dan sumber lain

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 00:29
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.