Tips Pedet Lahir Kembar, Kelebihan dan Kelemahan Kelahiran Kembar Pada Sapi

loading...

Apa Untung Ruginya Saat Induk Sapi Melahirkan Pedet Kembar?

Ada empat cara yang dapat menyebabkan sapi lahir kembar. Pertama dengan cara seleksi, yaitu sapi keturunan kembar dikawinkan dengan sapi yang kelahiran kembar. Cara ini memerlukan waktu yang lama untuk meningkatkan frekuensi kelahiran kembar. Kedua secara genetik, dengan deteksi ada tidaknya gen kembar. Baik jantan maupun betina, keduanya harus punya gen kembar. Ketiga dengan cara manipulasi reproduksi, supaya bisa menghasilkan lebih dari 1 telur dan baik untuk dibuahi. Keempat dengan cara merangsang sapi supaya bisa ovulasi lebih dari satu, yaitu dengan pemberian pakan dengan kandungan mineral, vitamin dan protein tinggi supaya gizinya bagus.

Keuntungan utama saat induk sapi bisa melahirkan pedet kembar tentunya adalah penambahan populasi menjadi jauh lebih cepat. Secara ekonomi tentu sangat menguntungkan karena dengan pedet kembar maka nilai rupiahnya juga menjadi dua kali lipat. Namun memang saat induk melahirkan kembar biasanya ada beberapa masalah dan juga kerugian bagi peternak.
 
Umumnya saat terjadi kelahiran pedet kembar yang lebih dari 3, bobot pedetnya sangat kecil-kecil dan memiliki peluang untuk terus hidup yang kurang bagus. Kadang dari 3 ekor pedet yang lahir kembar hanya 1 yang bisa bertahan hidup hingga dewasa. Lain halnya dengan lahir kembar 2 umumnya kondisi pedet lebih bagus dan bisa bertahan hidup sampai dewasa kedua-duanya.
Kelahiran kembar secara umum diyakini merupakan peristiwa yang dipengaruhi sifat genetik kembar yang pemunculannya sangat bergantung pada lingkungan dan salah satu faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah lingkungan pakan. Sifat genetik kelahiran kembar atau sifat genetik yang terdapat pada kromosom 19 dimiliki oleh seekor induk maka terdapat peluang 10% dari induk tersebut untuk melahirkan kembar dan jika pada kromosom 5 dan 7 juga terdapat gen bersifat superovulasi maka peluang untuk melahirkan kembar meningkat sampai 13%. 
Meskipun demikian kondisi seperti tersebut diatas tidak mesti terjadi seperti itu karena banyak faktor yang bisa mempengaruhinya. Saat pemeliharaan induk bunting dilakukan dengan baik dan benar, pakan yang cukup nutrisi serta perlakuan yang baik maka mungkin saja meskipun melahirkan kembar lebih dari 2 pedetnya akan tetap sehat.

Terlepas dari untung ruginya kelahiran pedet kembar tentunya menyimpan potensi yang bagus untuk mempercepat pertumbuhan dan pertambahan populasi ternak sapi di negara kita. Mengingat semakin lama populasi sapi lokal bukannya terus bertambah banyak tetapi terkadang malah susut drastis. Dan hingga saat ini data populasi sapi diseluruh Indonesia belum bisa menunjukkan jumlah yang benar-benar valid berapa sebenarnya total populasi sapi potong yang ada dinegara kita ini. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya isu bahwa sensus ternak terbaru menunjukkan populasi sapi menurun hingga sekian juta ekor, meskipun hal ini harus di croscheck dulu dengan pihak berwenang karena masih sebatas isu dari mulut ke mulut sementara dari pihak pemerintah sendiri belum mengumumkan data resminya. Semoga saja isu jumlah sapi anjlok itu hanya sebatas isu dan tidak benar.

Beberapa Cara Agar Bisa Mendapat Kelahiran Pedet Kembar Memiliki Probabilitas Yang Tinggi

Secara alamiah peristiwa kelahiran sapi kembar memang sangat jarang terjadi. Peristiwa ini sudah diamati oleh para ahli lebih dari lima dekade yang lalu. Dilaporkan bahwa frekuensi kelahiran kembar dari berbagai ras sapi, berkisar antara 0,5 sampai 9%. Kemungkinan terbesar kelahiran kembar adalah pada Sapi Brown Swiss dengan frekuensi kelahiran kembar 2,7-8,9%. Sedangkan pada sapi potong frekuensi kelahiran kembar hanya 0,5 dan pada sapi perah 1%.

Pertama dengan cara seleksi, yaitu mengawinkan sapi berketurunan kembar. Bibit Sapi yang lahir kembar memiliki potensi untuk menghasilkan anakan sapi yang kembar juga, baik jenis sapi betina maupun jantan. Kelahiran ini dimungkinkan kembar karena faktor genetis saja, maka cari sapi yang lahir kembar untuk menghasilkan bibit sapi yang kembar pula.

Cara Kedua yaitu manipulasi reproduksi, dengan pemberian hormon pada sapi betina dewasa supaya menghasilkan lebih dari 1 sel telur, dan dapat dibuahi dengan spermatozoa hasil pemisahan kromosom. Tahap berikutnya, embrio hasil pembuahan akan membelah menjadi dua sel dipisahkan dengan micromanipulator, lalu dikultur hingga mencapai stadium matang dan siap dimasukkan di sisi kiri dan kanan rahim, sehingga akan menghasilkan anakan kembar.

Cara ketiga, dengan perpaduan kawin suntik atau insemenasi buatan (IB) dan transfer embrio. Secara simultan dilakukan pembuahan dengan kawin suntik dan pembuahan di luar. Sel telur yang sudah dibuahi dengan spermatozoa dalam embrio dari pembuahan luar kemudian dimasukkan ke bagian rahim sapi.

Seleksi sifat kelahiran kembar dan perbaikan manajemen pakan dan pemeliharaan terbukti dapat meningkatkan peluang kelahiran. Amerika Serikat merupakan pioner pengembangan program kelahiran kembar. Meat Animal Research Centre Nebraska lembaga penelitian dibawah United State Department of Agricultural(USDA-MARC) memulai program pedet lahir kembar pada tahun 1984 dengan menerapkan seleksi sifat kembar, perbaikan manajemen pemberian pakan dan pemeliharaan.

Dengan diketahuinya gen sifat kembar berada pada kromosom 5, 7 dan 19, USDA-MARC mengembangkan alat DNA test untuk mendeteksi apakah betina yang pernah beranak kembar mempunyai sifat gen kembar atau tidak dan mendeteksi anak yang dilahirkan membawa gen kembar atau tidak. Penggunaan alat DNA test ini memudahkan pengembangan program twinning cattle termasuk di Indonesia nantinya jika kelahiran kembar kemudian dijadikan pilihan untuk meningkatkan produktivitas induk dan produksi daging nasional.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 23:42
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.