Kambing Bunting, Cara Merawat dan Tanda-tanda Siap Melahirkan


Berapa Lama Kambing Bunting? Apa Saja Ciri-ciri Induk Kambing Siap Melahirkan?

Proses kelahiran anakan berlangsung dalam waktu yang singkat. Kelahiran anakan pertama dan anakan berikutnya berlangsung antara selang waktu selama 20 – 30 menit. Kelahiran ditandai dengan pecahnya ketuban kemudian diikuti dengan penampakan anakan yang akan keluar. Jika dalam waktu 40 – 60 menit setelah ketuban pecah dan anakan belum lahir / keluar maka bisa dipastikan terjadi kelainan pada proses kelahiran.
Cara merawat kambing bunting perlu memperhatikan kapan kambing dapat dikawinkan dan kapan masa – masa birahi kambing. Kambing betina akan mencapai pubertas pada usia 5 – 7 bulan. Dengan panjang siklus antara 18 – 22 hari dengan lama birahi mencapai 24 – 48 jam lamanya. Kambing betina mengalami ovulasi pada akhir esterus atau dalam waktu 24 – 26 jam setelah mengalami masa birahi. Setiap mengalami ovulasi kambing mengovulasikan sekitar 1 – 3 sel telur. Sedangkan untuk waktu kelahiran pada kambing betina sekitar 150 hari dari waktu pertama bunting. Perkawinan kambing hendaknya dilakukan sekitar umur 12 bulan.

Perawatan Pada Kambing Betina Bunting
Kambing hamil harus ditempatkan pada kandang yang terpisah untuk menghindari gangguan dari kambing lain. Harus dijauhkan dari perkelahian agar tidak terkena pukulan atau tandukan kambing lainnya. Lantai kandang tidak boleh licin agar kambing tidak tergelincir. Kandang juga harus cukup luas agar kambing leluasa bergerak. Selain itu, kandang juga harus mendapat sinar matahari yang cukup setiap hari, agar induk kambing tetap sehat dan kuat sampai tiba saat kelahiran.
Cara merawat kambing bunting adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ternak. Perawatan harus dilakukan secara intensif, karena kondisi embrio yang cukup labil. Apalagi jika umur kehamilan masih muda. Menurut Toelihere yang melakukan penelitian di tahun 1981 mengatakan bahwa kematian pada embrio dalam minggu pertama kehamilan bisa mencapai 25 %. Kematian pada embrio ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain ketidakseimbangan hormonal, kondisi pakan yang diberikan, dan serangan penyakit. Seperti penyakit Bruchelosis dan Vibriosis.

Cara merawat kambing selanjutnya adalah pemberian pakan kambing. Pemberian pakan adalah salah satu faktor penting dalam merawat kambing bunting. Karena dengan pemberian makan yang teratur dan baik akan memenuhi kebutuhan gizi pada ternak kambing. Diharapkan dengan terpenuhinya gizi tersebut dapat mendukung pertumbuhan embrio/anakan dan kesehatan sang induk. Indukan sangat membutuhkan pakan yang bergizi dan sehat untuk mempertahankan kesehatan tulang dan produksi air susu.

Kandungan gizi yang dibutuhkan oleh kambing betina bunting berupa asam amino esensial seperti lysin, kalsium, dan karbohidrat yang digunakan sebagai sumber energi. Cara merawat kambing indukan adalah Anda dapat membuat formulasi pakan dengan bahan – bahan yang mudah didapatkan. Adapun cara membuat ransum pakan untuk kambing betina bunting adalah sebagai berikut: Anda siapkan hijauan sebanyak 3 kg dan konsentrat dari campuran dedak padi 0,5 kg, jagung 0,5 kg, dan garam dapur 1sdt. Berikan formulasi ransum setiap hari hingga kambing melahirkan. Berikan juga beberapa pakan seperti ketela pohon untuk menambah energi.
Pemberian pakan hijauan yang berkualitas lebih diutamakan. Jumlahnya sekitar 15—20% dari bobot tubuh dan diberikan 2—3 kali dalam sehari. Sangat tidak disarankan pemberian daunan yang banyak mengandung getah seperti daun kapuk, daun waru, dan daun singkong. Sebab, jenis daun tersebut mengandung kadar air yang tinggi sehingga mengakibatkan kambing jadi sering kencing. Ini berarti kambing akan sering melakukan kontraksi atau ngeden dan dikhawatirkan bagi kambing yang kandungannya lemah bisa mengalami keguguran.
Jika kambing betina Anda sudah dalam kondisi bunting tua / hamil tua, maka cara merawat kambing bunting selanjutnya Anda harus menempatkannya pada kandang kambing yang dibuat khusus. Usahakan kandang kambing dalam keadaan kering dan bersih. Tujuan dari menempatkan induk bunting pada kandang khusus adalah untuk menghindari gangguan dari kambing lainnya, terutama kambing jantan.

Tanda – tanda kambing akan beranak dapat Anda lihat secara visual. Gejala atau tanda kambing akan melahirkan pada ternak kambing adalah sebagai berikut :
Induk kambing akan gelisah, sering menggaruk – garuk lantai kandang / tanah.
  • Ambing terlihat membengkak
  • Urat daging sekitar vulva mulai mengendur
  • Alat kelamin membengkak dan berwarna kemerahan
  • Lendir keluar melalui alat kelamin
  • Sering buang air kecil / kencing
  • Sering terjadi gerakan anakan dari dalam perut. Apabila gerakan pada posisi horizontal maka bisa diperkirakan bahwa kelahiran akan terjadi dalam waktu 2 – 4 jam ke depan.Ambing Membengkak – cara merawat kambing
Kelainan pada proses kelahiran sangat membutuhkan bantuan Anda. Kelainan pada proses kelahiran dapat disebabkan karena :
  • Posisi anakan kambing yang tidak normal, seperti posisi yang terbalik atau sungsang, posisi melingkar atau anakan kembar dengan ukuran yang terlalu besar.
  • Pinggul indukan terlalu sempit.
  • Kondisi indukan yang sakit atau tidak sehat ketika terjadi kelahiran.
  • Kematian anak dalam kandungan.
Jika terjadi kesulitan seperti diatas maka Anda bisa membantu proses kelahiran. Langkah – langkah yang harus dilakukan dalam membantu proses kelahiran anakan kambing adalah sebagai berikut :
  • Alat kelamin dan daerah sekitar kelamin dibersihkan. Potong kuku Anda agar tidak melukai organ kambing.
  • Cuci tangan dengan larutan desinfektan atau bisa juga dicuci dengan sabun. Oleskan tangan Anda dengan minyak kelapa untuk memudahkan tangan Anda masuk ke dalam vagina kambing.
  • Masukkan tangan Anda dengan posisi menguncup ke dalam vagina kambing. Lakukan dengan hati – hati dan perlahan.
  • Rasakan dengan menggunakan jari – jari Anda di mana posisi kepala, kaki, dan bagian lainnya dari anakan kambing. Pastikan letak dari bagian – bagian tubuh anak kambing tersebut.
  • Jika posisi bagian tubuh ada yang tidak sesuai, maka lakukan reposisi atau memperbaiki posisi anakan kembali ke posisi normal. Selanjutnya Anda bisa mengeluarkan anakan kambing dengan cara ditarik perlahan.Proses Membantu Kelahiran Kambing- cara merawat kambing
Berikut cara merawat kambing indukan setelah melahirkan:
  • Bersihkan indukan kambing pada bagian yang terkena darah atau bagian yang terkena cairan sisa – sisa dari proses kelahiran. Bagian bokong, ekor, kemaluan dan ambing bersihkan dengan air hangat sampai bersih. Jangan biarkan ada sisa – sisa darah atau cairan yang menempel. Karena akan mengundang datangnya hewan seperti lalat yang bisa menjadi sumber penyakit.
  • Berikan makanan yang cukup pada sang induk agar kondisinya kembali pulih dan bisa membantu dalam pemenuhan produksi air susu bagi anak kambing.
  • Jika kondisi induk masih lemah maka suntiklah dengan vitamin dan berikan terapi suportif agar kondisinya cepat pulih.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 06:05
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.