Cara Menanam, Merawat dan Memperbanyak Tanaman Puring

Budidaya Tanaman Puring, Cara Memelihara dan Cara Memperbanyak Dengan Berbagai Macam Metode Perbanyakan Tanaman

Cangkok dan Stek. Metode stek dan cangkok biasa digunakan dalam melakukan perbanyakan tanaman Puring. Sedangkan untuk penyerbukan alami dilakukan hanya untuk proses penyilangan. Harapannya bisa menghasilkan satu jenis baru yang baik. Dengan naiknya pamor puring saat ini otomatis proses perbanyakan harus lebih cepat dan evisien sebagai konsekuensi permintaan pasar yang meningkat. Puring yang mempunyai batang keras mempunyai karakter yang berbeda dengan tanaman lainnya dengan karakter batang lunak. Bila di sejajarkan maka perbanyakan puring sama dengan tanaman yang sering kita lihat di sekitar kita dan yang paling mudah di dapatkan adalah tanaman buah. Tahukah anda ternyata daun puring bisa digunakan menghilangkan gatal-gatal pada tubuh?.
Tumbuhan asli wilayah Malaya dan Kepulauan Pasifik; di tanam sebagai tanaman hias pada kebanyakan wilayah tropis, dan sering ditanam dalam rumah kaca di wilayah belahan bumi utara; ditanam secara melimpah di dataran rendah Guatemala, dan frekuensinya berkurang pada ketinggian menengah atau dataran tinggi. Terkadang disebut dengan nama ‘laurel’ di Negara Honduras; ‘cintillo, (Veracruz). Tanaman hias tropika yang terkenal ini melimpah di dataran rendah Guatemala, tumbuh menjadi tanaman pagar atau tanaman semak hias.
Menurut penelitian di laboratorium,  minimal ada 5 (lima) jenis pohon yang bisa mengurangi polusi udara sekira 47 – 69 persen. Mereka adalah pohon felicium (Filicium decipiens), mahoni (Swietenia mahagoni), kenari (Canarium commune), salam (Syzygium polyanthum), dan anting-anting (Elaeocarpus grandiforus). Sementara itu, jenis tanaman perdu yang baik untuk mengurangi polusi udara adalah puring (Codiaeum variegiatum), werkisiana, nusa indah (Mussaenda sp), soka (Ixora javanica), dan kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis).
Di kepulauan Pasifik tanaman ini memagari rumah dan kebun kopi. Tumbuhan ini tumbuh dengan mudah dan subur dengan sedikit atau tanpa perawatan. Terkadang lebih sering ditemukan secara alami, mungkin telah menempati tempat tersebut dalam waktu lama. Tumbuhan perdu ini ditanam secara umum di wilayah United States yang lebih hangat, khususnya di Florida, dimana di tempat tersebut dikenal dengan nama Croton, meskipun nama ini tidak berhubungan dengan nama genus dari tumbuhan ini.

Puring termasuk tanaman protandri yaitu bunga jantan akan muncul dan masak terlebih dahulu dari bunga betina. Buah puring berbentuk bulat, buah muda berwarna hijau berkilat, setelah tua berubah menjadi hijau tua kusam. Biji puring juga berbentuk bulat yang terdapat dalam buah. Puring, puding, atau kroton adalah tanaman hias pekarangan populer berbentuk perdu dengan bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Beragam kultivar telah dikembangkan dengan variasi warna dari hijau, kuning, jingga, merah, ungu, serta campurannya.
Berdasarkan sumber yang diambil dari buku ‘Amazing Puring’, puring sempat menyandang nama genus yaitu Croton selama 241 tahun, sebelum akhirnya diganti dengan Codiaeum. Kesalahan penamaan yang dibuat oleh Carolus Linnaeus itu kemudian dikoreksi oleh G.E Rumphius seorang naturalis dari Belanda. Namun, nama Croton hingga kini masih dipakai sebagai nama dagang popular untuk membawa tanaman dari keluarga Euphorbiaceae ini di kancah perdagangan florikultura internasional.

Teknik dan Cara Melakukan Stek Pada Tanaman Puring

Metode stek merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan sebab tidak perlu persiapan yang panjang selain itu alat yang digunakan juga tidak terlalu rumit.
  • 1. Siapkan peralatan yang terdiri dari gunting tanaman, pisau, plastik penutup, tali plastik, pot dan media tanam.
  • 2. Siapkan media tanam dengan campuran pasir, dengan humus bambu.
  • 3. Pilih batang puring yang sudah terlihat tua untuk dipotong. Cirinya cukup mudah perhatikan kulit bila sudah berwarna cokelat seperti kulit kayu berarti batang sudah siap di stek.
  • 4. Potong dengan menggunakan gunting tanaman yang sudah dibersihkan. Hindari pengunaan pisau sebab batang punya struktur yang keras dan mengandung kayu.
  • 5. Setelah terpisah jangan lupa untuk untuk menutup luka di pohon indukan dengan fungisida.
  • 6. Bila daun terlihat rimbun potong di bagian bawah dengan menyisakan sekitar 5-7 daun. Tujuannya untuk mengurangi penguapan yang harus di jaga selama proses stek.
  • 7. Ikat sisa daun mengarah keatas dan tutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan.
  • 8. Rendam potongan bawah dalam larutan perangsang akar sekitar 15-20 menit.
  • 9. Masukkan dalam media tanam dengan urutan stylofoam/gabus bisa juga dengan menggunakan pecahan genting, selanjutnya masukkan pasir hingga setengah pot. Setelah itu masukkan potongan stek.
  • 10. Lapisan atas gunakan campuran pasir dengan humus bambu hingga penuh.
  • 11. Tekan media tanam hingga batang bisa berdiri tegak.
  • 12. Siram media tanam dengan menggunakan sisa air perangsang akar
  • 13. Tempatkan ditempat teduh.
Tanda berhasilnya proses stek bisa dilihat dari kondisi daun selama satu hingga dua minggu. Bila terlihat tetap segar bahkan tumbuh tunas baru berarti stek berhasil dan tutup plastik bisa dilepas. Cara stek ini mempunyai kelebihan cepat dan mudah namun keberhasilan proses ini masih mempunyai keberhasilan hingga 90%. Jadi masih ada kemungkinan 10 persen tidak berhasil. Untuk meminimalkan kegagalan usahakan saat melakukan pemotongan stek dipastikan pohon dalam keadaan sehat. Selain itu batang juga harus sudah tua supaya pertumbuhan akar bisa maksimal. Yang tak kalah penting adalah untuk menjaga kelembaban dengan menempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

Teknik dan Cara Mencangkok Tumbuhan Puring

Cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan cangkok. Cara ini punya keberhasilan lebih besar dari pada model stek sebab akar di rangsang sebelum batang di potong. Namun beberapa nursery menganggap cara ini jauh lebih merepotkan.
  • 1. Pilih batang yang sudah tua dengan warna cokelat. Usahkan batang yang dipilih lebih tua dari metode stek
  • 2. Siapkan pisau tajam, plastik, media tanam, dan tali plastik.
  • 3. Kupas kulit batang sekitar 3-4 cm untuk tempat media tanam cangkok.
  • 4. Masukkan media tanam yang terdiri dari humus daun dan bungkus dengan plastik
  • 5. Lubangi plastik untuk memberikan sirkulasi udara
  • 6. Siram media cangkok untuk menjaga kelembaban tanaman jadi jaga agar tidak kering
  • 7. Bila akar sudah terlihat lepas media tanam dan potong batang.
  • 8. Masukan dalam pot urutan sama dengan model stek.
Metode cangkok ini lebih aman sebab saat dipisah dari indukan batang sudah mempunyai akar sehingga yang harus dijaga adalah kandungan nutrisinya. Namun cangkok memang punya waktu lebih lama dan batang yang dipilih harus lebih tua dari metode stek.

Teknik dan Cara Sambung dan Tempel Tanaman Puring

1. Okulasi alias tempel mata tunas juga bisa jadi pilihan. Cara ini tergolong efektif dan cepat. Cocok diterapkan untuk memperbanyak puring langka dan sedang diminati. Semisal puring kura – kura. Umumnya memakai batang bawah puring murah Sementara mata tempelnya adalah puring mahal. Mata tempel dipilih yang sehat da n masih aktif. Ditandai dengan warna hijau kecoklatan dan nampak segar berair. Mata tunas yang mati biasanya berwarna hitam.

2. Mata tunas diambil dengan jalan menyayat. Disarankan menggunakan pisau yang benar – benar bersih dan tajam. Setelah itu disiapkan tempat penempelan di batang tanaman puring yang lain. Ukurannya harus benar – benar pas. Mata tunas lalu secepatnya dipasang. Lendir dan kambim jangan sampai mengering aau terpegang.

3. Mata tunas yang sudah dipasang lau diikat erat dengan tali rafia. Cara mengikatnya seperti orang menyusun genting. Yaitu dari bawah menuju ke arah atas. Supaya air hujan tidak masuk ke dalam. Air hujan bisa mengakibatkan mata empel membusuk. Sekitar sebulan kemudian biasanya mata tempel sudah melekat. Tali pembalut bisa dilepas. Tajuk tanaman pokok bisa dipangkas. Supaya mata tunas bisa segera tumbuh.

4. Begitu juga sambung pucuk, tingkat keberhasilannya terbilang sangat tinggi. Batang bawah puring murah disambung dengan entres puring favorit. Biasanya menggunakan bentuk sambungan ‘V’ lantas diikat plastik. Sama seperti okulasi, entres alias batang atas dipilih yang belum terlalu tua, berciri tak terlalu keras, juga sedang aktif tumbuh.

Teknik dan Cara Menanam dan Merawat Puring

  • Bibit hasil cangkoan atau stek harus ditanam dengan posisi tegak lurus.
  • Jika anda menanam di pot, maka anda bisa langsung menanamnya dan memadatkan tanah pada media tanam.
  • Buatlah jarak sekitar 30 hingga 50 cm setiap lubang tanam jika anda menanam banyak pohon puring langsung di tanah.
  • Lakukan penyiraman secara rutin.
  • Untuk penyiraman anda bisa menyesuaikan musim saat itu, jika musim kemarau maka disarankan anda menyiramnya sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore. Sangat penting untuk mejaga kelembaban tanah di musim kemarau agar bunga puring tumbuh subur.
  • Jika musim hujan tiba, anda bisa menyiramnya sebanyak 1 kali saja di pagi atau sore hari tergantung keadaan tanah. Jika tanah sudah lembab anda juga tidak perlu menyiramnya lagi.
  • Hindari proses penyiraman berlebih karena dapat menyebabkan busuk akar, siram seperlunya saja.
  • Jangan lupa untuk menancapkan kayu ataupun besi untuk menjaga agar bunga puring tumbuh tegak dan tidak mudah roboh.
  • Selain itu, anda harus melakukan pemangkasan selain untuk merapikan juga membantu proses regenerasi dan pertumbuhan bunga puring lebih cepat dan baik.
  • Lakukan penyiangan untuk menjaga kebersihannya dan hindarkan dari adanya rumput liar.
  • Lakukan juga pemupukan lanjutan, ini sangat penting untuk menjaga kesuburan bunga puring anda. 

Tanaman Puring Bisa Untuk Mengurangi Polutan Udara

Udara di dalam rumah bisa saja tercemar zat-zat berbahaya. Untuk mengurangi risiko terkena paparan polusinya, bisa dilakukan dengan cara menghadirkan tanaman hijau di dalam ruangan. Berada di dalam rumah bukan berarti terbebas dari polusi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh United State Environmental Protection Agency (USEPA) mengindikasikan bahwa derajat polusi dalam ruang bisa 2 sampai 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan polusi luar ruangan.
Puring memiliki keunikan dimana daun pada puring merupakan penyerap utama yang dapat menyerap unsur plumbum (Pb/timah hitam/timbal) yang bertebaran di udara terbuka (2,05 mgr/liter). Dalam rangka mengurangi kadar logam berat di udara, seperti yang berasal dari buangan kendaraan bermotor, masyarakat disarankan untuk memperbanyak penanaman jenis tanaman ini.
Parahnya, gas CO yang dihasilkan rokok maupun sumber lain (asap kendaraan, asap kompor), jika terhirup oleh hidung akan masuk ke dalam aliran darah, termasuk aliran darah jantung. Bila ini terjadi, maka hemoglobin akan lebih banyak terikat dengan CO dan ini bisa menyebabkan kadar CO berlebihan dalam darah. Pada tubuh yang kekurangan oksigen dapat menimbulkan terjadinya hipoksia. Bila hipoksia menyerang otak, maka akan menimbulkan gangguan susunan syaraf pusat yang disebut ensefalopati. Apabila mengenai jantung dan darah disebut gangguan kardiovaskuler.

Untuk mengatasi masalah polusi dalam ruangan, selain memperbaiki sirkulasi udara, juga juga dapat diminimalisir dengan meletakkan tanaman di dalam ruangan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) awal 1970-an menemukan 50 jenis tanaman yang mampu mengurangi konsentrasi polutan di dalam ruangan, terutama tiga polutan utama, yaitu benzena, trikhloroetilen (TCE), dan formaldehid. Bintang Nugroho dari Green Building Council Indonesia (GBCI) mengatakan, sejumlah tanaman yang dimaksud NASA ada di Indonesia, misalnya lidah mertua (Sanseviera), palem bambu, sri rejeki (Aglaonema), beringin, garbera yang biasa kita jadikan bunga potong, puring (Janet crane), dan hanjuang (Marginata).


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 20:35
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.