Macam dan Jenis Bahan Pakan Ternak Sumber Serat Kasar

loading...

Apa Yang Dimaksud Dengan Serat Kasar?

Serat kasar adalah bagian dari karbohidrat yang telah dipisahkan dengan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) yang terutama terdiri dari pati, dengan cara analisis kimia sederhana (Tillman et al., 1989). Serat kasar terdiri atas selulosa, hemiselulosa dan lignin. Serat kasar adalah bagian dari pangan yang tidak dapat dihidrolisis oleh bahan-bahan kimia yang digunakan untuk menentukan kadar serat kasar yaitu asam sulfat (H2SO4 1,25%) dan natrium hidroksida (NaOH 3,25%). Sedangkan serat makanan adalah bagian dari bahan yang tidak dapat dihidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan.

Apa Saja Bahan Pakan Ternak Yang Termasuk Sumber Serat Kasar Tinggi?

Ternak ruminansia besar sangat membutuhkan serat kasar agar metabolisme pencernaannya bisa berjalan dengan normal.

Bahan pakan sumber serat kasar yang sudah lama dikenal misalnya jerami padi, tebon jagung, jenis rumput seperti gajahan, rumput raja, odot dll.

Selengkapnya mengenai bahan pakan ternak ruminansia besar seperti sapi dan kerbau yang memiliki kandungan serat kasar tinggi bisa dilihat pada tabel.






Mengapa Ternak Ruminansia Perlu Serat Kasar?

Bagi ternak ruminansia, kandungan serat kasar perlu diperhatikan untuk menunjang kesehatan rumen karena serat kasar berperan dalam produksi saliva sebagai penyeimbang (buffer) tingkat keasaman (pH) pada rumen. Aktivitas fermentasi dalam rumen dilakukan melalui bantuan mikroorganisme.


Serat kasar adalah makanan utama mikroorganisme yang akan diubah menjadi asam lemak terbang (volatile fatty acids atau VFA) sebagai sumber energi bagi ternak ruminansia. Apabila nilai pH terlalu rendah, artinya kondisi rumen terlalu asam maka akan menyebabkan asidosis dan iritasi pada rumen. Pada kondisi tersebut, mikroorganisme yang tidak tahan oleh kondisi asam dapat mati sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dalam system pencernaan yang berakibat pada turunnya produksi ternak. Akibat terburuk dari rendahnya pH rumen adalah kematian ternak.

Meskipun peran serat kasar bagi pencernaan ternak monogastrik seperti ayam dan babi bukanlah yang utama, namun konsumsi serat kasar dalam jumlah kecil diperlukan untuk menjaga kesehatan organ pencernaan dan membantu pembuangan sisa pencernaan.

Serat kasar juga dapat memberikan dampak negatif jika tidak diperhatikan kualitas dan kuantitasnya. Kualitas serat kasar akan menentukan tingkat kecernaan setelah pakan dikonsumsi oleh ternak. Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas serat kasar adalah ukuran partikel pakan. Guna mengetahui kualitas dan kuantitas serat kasar, analisa laboratorium perlu dilakukan.

Metode analisa proksimat telah dikenalkan pada awal abad ke-19 untuk mengetahui kandungan serat kasar melalui ekstraksi yang menggunakan larutan hidrolisis asam dan basa. Metode ini kemudian disempurnakan oleh Peter van Soest menggunakan larutan deterjen netral untuk mengetahui kandungan hemiselulosa, selulosa, dan lignin kemudian dilanjutkan dengan larutan deterjen asam yang akan menyisakan selulosa dan lignin. Alhasil, kuantitas serat kasar dan komposisinya dapat diketahui secara akurat.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 20:47
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.