Balada Daging Kerbau Impor Gagal Tekan Harga Daging Sapi, Apa Sebabnya?

loading...

Import Daging Kerbau Untuk Tekan Harga Daging Sapi Malah Dijadikan Ajang Pengoplosan Daging Sapi dan Kerbau Oleh Pedagang Daging, Hasilnya Harga Daging Sapi Tetap Tinggi

Pemerintah akan mengimpor lagi daging kerbau dari India tahun 2019. Total daging kerbau yang diimpor sebanyak 100.000 ton. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan neraca perdagangan yang surplus tinggi dengan India. "Yang sudah kita putuskan adalah impor daging kerbau saja. 100 ribu ton karena kita dengan India surplus perdagangannya gede," kata Darmin di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta.
Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), mengritik kebijakan impor daging kerbau yang dilakukan pemerintah saat ini.

Direktur Eksekutif Gapuspindo, Joni Liano, menjelaskan tujuan pemerintah membuka keran impor daging kerbau untuk menurunkan harga daging ke level Rp 80 ribu per kilogram nyatanya tak pernah tercapai dalam lebih dari setahun terakhir.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun Gapuspindo menunjukkan, rata-rata harga eceran daging sapi pada 2016 sebesar Rp 106.565/kg, naik menjadi Rp 107.311/kg di 2017 dan bertahan di level Rp 107.237/kg di sepanjang tahun lalu.

Adapun dalam dua bulan pertama tahun ini, harga rata-rata daging sapi menurut BPS mencapai Rp 107.221/kg di Januari dan Rp 107.232/kg di Februari.

"Apakah harga turun ke Rp 80 ribu/kg? Ini data dari Kementerian Perdagangan, berkisar Rp 106 ribu-Rp 107 ribu/kg. Sementara pemerintah katakan supaya harga acuan bisa Rp 80.000/kg sesuai Permendag 96/2018 harus suplai daging kerbau," ujar Joni, dalam Agrina Agribusiness Outlook 2019, Kamis (11/4/2019).

Padahal, realisasi impor daging kerbau dari India sejak 2016 terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan volume impor 39.524 ton di tahun tersebut, naik 38% menjadi 54.510 ton di 2017, dan kembali tumbuh 46% menjadi 79.634 ton di tahun lalu.

"Impor daging dari India naik terus tapi harga segitu-segitu saja. Tujuan dari pemerintah untuk stabilkan harga, sesuai dengan Permendag harus Rp 80 ribu/kg nggak ada yang tercapai. Jadi kenapa impor terus dilakukan?" keluhnya.


Joni juga menegaskan, konsumen turut dirugikan, karena daging kerbau ujung-ujungnya dioplos dengan daging sapi di pasaran dan tidak ada pemisahan. Pasalnya, konsumen di Tanah Air belum menyukai daging kerbau.

"Harusnya dilakukan segmentasi antara daging sapi dan daging kerbau. Awalnya impor daging kerbau beku hanya untuk masuk industri pengolahan. Kalau untuk industri, tidak akan berubah. Faktanya kini daging kerbau beku sudah ke mana-mana, banyak yang dioplos. Karena ibu-ibu itu kalau disuruh memilih daging kerbau dan daging sapi, mereka akan tetap pilih daging sapi yang harganya Rp 110 ribu/kg," jelasnya.

Sumber cnbcindonesia.com dan lainnya

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 06:55
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.