Wabah PMK Melanda India, Bagaimana Nasib Impor Daging Kerbau?

loading...

Mengutip situs Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties/OIE), PMK adalah penyakit menular hewan yang sangat mematikan dan menyerang ternak sapi, kerbau, babi, domba dan hewan berkuku-belah lainnya, bahkan hewan liar seperti rusa. Penyakit ini mampu ditularkan melalui udara (airborne disease) sehingga sangat berdampak buruk bagi produksi ternak dan perdagangan hewan hidup dan produk hewan.

Kementerian Pertanian meminta penjelasan kepada pemerintah India atas wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tengah melanda negaranya. Sebab, Kementan menilai wabah tersebut mengancam kesehatan dan kualitas daging kerbau asal India yang rutin diimpor oleh Indonesia.

Berdasarkan surat permohonan penjelasan Kementan kepada Pemerintah India, tertulis bahwa pihaknya tengah resah terhadap penyakit ini. Sebagai antisipasi, pihak India diharapkan bisa memberikan penjelasan terkait wabah PMK paling lambat pada 12 Maret 2019 kemarin.

“Untuk menjamin kualitas dari daging kerbauyang diekspor ke Indonesia, kami meminta klarifikasi Anda terkait situasi PMK dan tindakan yang sudah diambil untuk menindak wabah PMK di daerah yang disebut dalam beberapa media,” tulis surat tersebut yang ditandatangani oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita.

Dalam surat itu di bagian lampiran kedua, Kementan juga melampirkan sejumlah pertanyaan untuk melakukan evaluasi terhadap wabah PMK di daging kerbau India. Adapun pertanyaan kontrol tersebut adalah:



Kementan surat India soal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Foto: Dok. Istimewa


1. Apakah tindakan karantina diberlakukan pada perusahaan dengan kasus tersebut, sambil menunggu diagnosis akhir? Apa prosedur lain yang diikuti sehubungan dengan kasus yang dicurigai (mis. Kandang ternak)?

2 Harap tunjukkan prosesur pengambilan sampel, pengiriman dan pengujian yang akan digunakan untuk mengidentifikasi dan mengkonfirmasi keberadaan patogen.

3 Jelaskan tindakan yang akan diambil untuk mengendalikan situasi penyakit di dalam dan sekitar perusahaan di mana wabah dikonfirmasi.

4 Jelaskan secara rinci prosedur pengendalian atau pemberantasan (misal penelusuran menyeluruh, kebijakan pembasmian, pengendalian pergerakan, pengendalian satwa liar, metode pembuangan bangkai dan produk atau bahan yang terkontaminasi) yang akan diambil. Dalam hal vaksinasi darurat, tunjukkan sumber dan jenis vaksin dan berikan perincian tentang skema dan stok persediaan vaksin.

5 Jelaskan kriteria dan prosedur yang akan digunakan untuk mengonfirmasi bahwa wabah telah berhasil dikendalikan atau diberantas. Termasuk program pengawasan serologis.


Kementan surat India soal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, peternak lokal sangat khawatir terkait adanya wabah PMK yang melanda Punjab, India. Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana, mengharapkan agar pemerintah menyetop impor daging kerbau asal India tersebut.

“Kebijakan impor daging kerbau asal India ini dikhawatirkan akan membawa virus PMK ke wilayah Indonesia dan membahayakan pada hewan ternak berkuku genap seperti kerbau, sapi, domba, hingga sapi,” katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (12/3).

India merupakan negara yang masih berkategori zone based atau belum aman terhadap wabah PMK. Sementara Indonesia sudah masuk kategori negara country based atau aman dari PMK.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan belum khawatir dengan wabah penyakit ini. Sebab, selama ini daging kerbau impor yang datang ke Indonesia bukan berasal dari Punjab. Enggar mengatakan impor daging kerbau sebesar 100 ribu ton sudah diterbitkan pada Januari 2019 lalu dan Perum Bulog ditugaskan melakukan impor.

"Tidak ada masalah impor daging kerbau dari India ini," katanya.

Peternak Minta Stop Impor Daging Kerbau India Terkait Wabah PMK

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tengah melanda negara bagian Punjab, India. Hal ini mengancam kesehatan dan kualitas daging kerbau asal India yang rutin diimpor oleh Indonesia.

Karenanya, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana, mengharapkan agar pemerintah menyetop impor daging kerbau asal India tersebut.

“Kebijakan impor daging kerbau asal India ini dikhawatirkan akan membawa virus PMK ke wilayah Indonesia dan membahayakan pada hewan ternak berkuku genap seperti kerbau, sapi, domba, hingga sapi,” katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (12/3).

Teguh mengatakan, sejak tahun 2014 para peternak menentang kebijakan impor itu. Hal ini karena India disebut sebagai negara yang belum bersih dari penyakit ternak atau masuk ke dalam zone based.

Daging Kerbau Beku Asal India

Daging Kerbau beku asal India Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

“Meninjau kembali berbagai peraturan perundangan mulai dari Undang Undang dan peraturan turunannya yang memberikan peluang masuknya berbagai produk peternakan ataupun ternak yang berpotensi membawa penyakit hewan menular yang berbahaya termasuk dalam hal ini penyakit mulut dan kuku (PMK),” katanya.

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada kerbau ini sendiri dikenal sebagai penyakit menular yang memiliki sifat sebagai airbone desease. Artinya, virus ini dapat menyebar melalui udara dan dapat menjangkau sampai jarak 250 kilometer.

Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) telah menempatkan PMK sebagai penyakit hewan menular pada daftar A karena dianggap sangat berbahaya dan banyak menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial. Oleh karena itu banyak negara yang berusaha untuk melakukan upaya pencegahan masuknya PMK ke negara mereka dan melakukan pengamanan maksimum (maximum security).

"Perlu segera mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya PMK ke wilayah Indonesia," sebutnya

Sumber kumparan.com dan sumber lainnya

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 20:24
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.