Perbedaan Antara Kambing Kacang Dengan Peranakan Etawa (PE)

loading...

Ciri-ciri Kambing Kacang dan Kambing PE (Peranakan Etawa)

Kambing kacang adalah merupakan salah satu ras unggul yang pertama kali dikembangkan di Indonesia, jenis kambing ini adalah merupakan kambing lokal Indonesia, dan saat ini keberadaanya tersebar hampir diseluruh wilayah di Indonesia. Kambing etawa adalah kambing didatangkan dari India yang juga disebut kambing Jamnapari. Tinggi kambing jantan berkisar antara 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter. Bobot yang jantan bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram. Berdasarkan kajian ilmiah Umi Adiati dan D. Priyanto, Balai Penelitian Ternak (2011), kambing PE merupakan hasil persilangan antara kambing etawa dari India yang memiliki iklim tropis/subtropis dan kering dengan kambing kacang pada sekitar tahun 1830-an (Devendra dan Burns, 1983). Dengan demikian kambing PE telah beradaptasi dengan baik pada lingkungan Indonesia.
Untuk membedakan kambing PE dengan kambing kacang maka kita harus mengetahui dengan lengkap dan pasti ciri-ciri yang memberdakan kedua kambing tersebut. Berikut perbedaan ciri-ciri antara kambing kacang dengan Peranakan Etawa.

Kambing Kacang

Kambing kacang adalah ras unggul kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. Kambing kacang merupakan kambing lokal Indonesia, memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam setempat serta memiliki daya reproduksi yang sangat tinggi. Kambing kacang jantan dan betina keduanya merupakan tipe kambing pedaging.

Ciri-ciri kambing kacang :
  • Tubuh kambing relatif kecil dengan kepala ringan dan kecil.
  • Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek.
  • Pada umumnya memiliki warna bulu tunggal putih, hitam, coklat, atau kombinasi ketiganya.
  • Kambing jantan maupun betina memiliki dua tanduk pendek.
  • Berat tubuh jantan dewasa dapat mencapai 30 kg, serta betina dewasa mencapai 25 kg.
  • Tinggi yang jantan 60 - 65 cm, sedangkan yang betina 56 cm.
  • Memiliki bulu pendek pada seluruh tubuh, kecuali pada ekor dan dagu, pada kambing jantan juga tumbuh bulu panjang sepanjang garis leher, pundak dan punggung sampai ekor dan pantat.

Kambing PE (Peranakan Etawa)

Kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing lokal/Kacang, dengan tujuan lebih mampu beradaptasi dengan kondisi Indonesia. Kambing ini dikenal sebagaikambing PE (Peranakan Etawa), dan saat ini juga dianggap sebagai kambing Lokal.

Kambing PE berukuran hampir sama dengan Etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia. Tanda-tanda tubuhnya berada diantara kambing Kacang dan kambing Etawa. Jadi ada yang lebih ke arah kambing Etawa, ada sebagian yang lebih ke arah kambing Kacang.

Kambing ini awalnya tersebar di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, dan saat ini hampir di seluruh Indonesia. Pejantan mempunyai sex-libido yang tinggi, sifat inilah yang membedakan dengan kambing Etawa.
Sampai saat ini penyebaran kambing PE masih sangat terbatas dengan total populasi sekitar 500.000 ekor. Hewan ini tersebar tidak merata di wilayah Indonesia dan hanya 60% dari populasi tersebut ada di Pulau Jawa dan Madura, sementara populasi ternak kambing di Indonesia mencapai 16.841.149 ekor (DITJENNAK, 2010). Sumber bibit utama kambing ini yaitu Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dan Kulonprogo, Yogyakarta.
Ciri-ciri kambing PE (Peranakan Etawa) :
  • Warna bulu belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang putih.
  • Badannya besar sebagaimana Etawa, bobot yang jantan bisa mencapai 91 kg, sedangkan betina mencapai 63 kg.
  • Telinganya panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir yang cukup besar
  • Dahi dan hidungnya cembung.
  • Kambing jantan maupun betina bertanduk kecil/pendek.
  • Daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang
  • Kambing Etawa mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari.
Kambing PE memiliki ciri-ciri atau morfologi yang tidak jauh berbeda dengan kambing etawa, yaitu postur tubuh yang besar, telinga panjang menggantung, muka cembung, dan bulu di bagian paha belakang yang panjang. Kambing PE betina berukuran relatif lebih besar dibanding kambing lokal lainnya dan memiliki puting yang panjang (Sodiq dan Abidin, 2008).

Kambing ini memiliki jambul di daerah dahi dan hidung khusus untuk jantan, warna rambut yang khas yaitu hitam atau coklat hanya pada bagian kepala sampai leher dan putih diseluruh tubuh, memiliki gelambir, tanduk yang kecil, telinga yang panjang 20-25 cm dan melipat keluar. Tinggi badan kambing PE dewasa antara 60-120 cm, dan berat badan dewasa antara 25-100 kg. Selain itu, kambing PE memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan (Prasetyo 1992).

Kambing PE menghasilkan susu rata-rata 1 liter/hari/ekor dengan harga Rp 18.000/liter (Budiarsana, 2011). Tekstur dari susunya sendiri yaitu memiliki butiran lemak yang lembut, halus dan lebih kecil dibandingkan dengan lemak pada susu sapi.

Berdasarkan berbagai penelitian, susu kambing sangat baik untuk mencegah munculnya berbagai penyakit. Jenis penyakit yang dapat dicegah mengonsumsi susu kambing antara lain TBC, asma, anemia, hepatitis, kram otot, dan tukak lambung. Susu kambing yang segar lebih banyak mengandung nutrisi dibandingkan susu kambing yang sudah diolah menjadi berbagai produk.

Setelah anda mempelajari perbedaan fisik antara kambing kacang dengan kambing peranakan etawa pada tulisan di atas maka akan lebih jelas lagi jika anda perhatikan foto / gambar kedua jenis kambing tersebut dibawah ini.

Foto-foto Kambing Kacang dan Kambing Peranakan Etawa


Kambing Kacang


Kambing Peranakan Etawa (PE)

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 19:07
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.