Panduan Singkat Cara Menanam dan Merawat Buah Naga Agar Cepat Berbuah

loading...

Tips dan Petunjuk Praktis Budidaya Buah Naga, Mulai Pembibitan, Penyediaan Lahan, Pemupukan, Penyiraman dan Perawatan Hingga Panen

Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Buah naga memiliki beberapa jenis sesuai dengan warna daging buahnya, ada yang berwarna putih, merah hingga hitam. Kulit buah naga memiliki sisik yang berukuran besar. Kandungan buah naga: Vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin C, Magensium, Kalsium, Fosfor, Protein, Karbohidrat dan kadar gula. Mengandung sekitar 60 kalori. Mampu mencegah kanker. Sama seperti buah merah lainnya, buah naga mengandung lycopene.
Tanaman buah naga dapat diperbanyak melalui cara generatif dan vegetatif. Kalau cara generatif yakni diperbanyak dari biji. Namun cara ini sedikit lebih sulit yang bisa melakukan hanya para penangkar yang berpengalaman. Budidaya tanaman buah naga melalui cara vegetatif akan lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, cara vegetatif akan lebih mudah serta sifat induknya akan menurun kepada anaknya.
Saat ini terdapat beberapa spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Jenis-jenisnya buah populer yaitu:
  • Hylocereus undatus kulitnya merah dengan daging buah putih
  • Hylocereus polyrhisus kulit merah dengan daging buah merah
  • Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan
  • Hylocereus megelanthus kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.
Budidaya buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.

Cara Tanam Buah Naga Dalam Pot

Cara menanam buah naga dalam pot agar berbuah lebat. Siapkan pot dahulu, Untuk menanam buah naga, Anda dapat menggunakan pot dari bahan tanah liat, sebab buah naga butuh perubahan suhu dari siang ke malam di dalam proses pembungaan. Lebih besar ukuran pot maka akan lebih baik, Anda dapat memakai pot dengan diameter lebih kurang 40cm.



Cara menanam buah naga agar cepat berbuah untuk Anda, Menyiapkan tiang panjatan, sebab buah naga butuh tiang sebagai alat untuk menompang beberapa cabang produksi supaya tidak roboh. Tiang ini nanti akan dililit oleh beberapa pohon buah naga dan bersamaan dengan penanaman pertama.Tiang panjatan harus terbuat dari penopang yang kuat, misalnya dari besi atau kayu yang kokoh.

Siapkan media tanam, Anda bisa menyiapkan media untuk menanam buah naga yaitu dengan campuran pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos perbandingannya 2:1:3:1. Setelah semuanya selesai dilakukan, kemudian Anda bisa menyiramnya dengan air sampai kondisi jenuh. Biarkanlah kira-kira sehari semalaman sebelum Anda memulai menanam buah naga.

Anda bisa memilih bibit dari batang yang besar dan sudah tua dan dari bibit tersebut harus bebas dari penyakit. Pilihlah batang /cabang tanaman yang sudah pernah berbuah, sekurang kurangnya 3-4 kali. Hal ini bermanfaat agar hasil produksi akan lebih cepat dan produktivitasnya sudah bisa ketahuan dari hasil pembuahan yang terdahulu.
Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah penyetekkan buah naga:
  • Penyetekkan dilakukan terhadap batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna agar hasil setek bisa berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.
  • Pilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi batang utama tanaman.
  • Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.
  • Potong-potong batang calon bibit dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas dipotong rata, sedangkan pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar.
  • Potongan setek harus memiliki setidaknya 4 mata tunas. Panjang setek bisa lebih pendek namun konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.
  • Biarkan batang setek yang telah dipotong-potong tersebut hingga getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah bisa menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur batang setek bisa di celupkan pada larutan fungisida.
  • Siapkan bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek tersebut. Untuk campuran tanah atau media tanamnya silahkan lihat cara membuat media persemaian.
  • Siram bedengan atau polybag yang telah diisi dengan media tanam. Kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek kedalam media tanam sedalam 5 cm.
  • Berikan naungan atau sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.
  • Setelah 3 minggu, tunas pertama mulai tumbuh dan naungan atau sungkup harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh.
  • Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung hingga 3 bulan. Pada umur ini tinggi bibit berkisar 50-80 cm.
Bibit buah naga biasanya mempunyai panjang ideal 30 cm kemudian ditanam di dalam pot dengan kedalaman 10 cm. Setelah itu Anda bisa menanam buah naga tersebut dengan menekan sedikit tanah di sekitar bibit supaya tidak mudah roboh. Kemudian siram dengan air dan di letakkan pada pot ditempat terbuka yang bisa terkena sinar matahari secara langsung.
Contoh Media Tanam: Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian untuk menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak  300 gram, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata.


Masalah-masalah yang Sering Timbul di Saat Menanam Buah Naga

Setiap budidaya tanaman memang akan selalu ada hambatan atau masalah yang terjadi, baik itu dari proses penanaman hingga perawatan hingga terjadi pembuahan. Berikut ini diuraikan beberapa masalah yang timbul di saat penanaman buah naga dan cara-cara mengatasinya :
  • Tunas serta batang buah naga pertumbuhannya akan lambat dan lama.
  • Buah naga kadang lama berbuah.
  • Buah naga berbunga namun tidak pernah terjadi buah.
  • Di Saat berbuah bisa selalu gagal sebab busuk dan gugur.
Cara Pemupukkan supaya Tunas Buah Naga segera Cepat Tumbuh dan Panjang

Cara tanam buah naga cepat tunas dan berbuah Supaya mempercepat proses pertumbuhan tunas buah naga, untuk itu segera di lakukan pemupukan. Apabila Anda menggunakan pupuk organik/ pupuk kandang, maka pupuk yang paling baik adalah pupuk dari kotoran ayam.

Tetapi jika Anda menggunakan pupuk kemasan/an organik, maka sebaiknya pilihlah yang mengandung unsur Nitrogen lebih tinggi dari pada P dan K.

Cara Pemupukan Buah Naga supaya Cepat Berbuah

Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang. Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.
Pemupukan khusus ini dapat Anda lakukan ketika buah naga sudah tumbuh dewasa. Apabila Anda memakai pupuk kandang, maka pupuk yang paling tepat adalah pupuk yang berasal dari kotoran kambing. Tapi apabila memakai pupuk kemasan, maka carilah pupuk yang memiliki unsur P lebih tinggi dari pada unsur N.



Dan untuk membuat tanaman buah naga bisa berbunga dan berbuah dengan sempurna dan sesuai waktunya adalah :
  • Media tanam yang digunakan tidak terlalu padat (tidak terlalu lama menyimpan air)
  • Mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Pemupukan yang harus dilakukan tepat
  • Pemangkasan harus sering dilakukan untuk mencegah cabang terus tumbuh dan mencegah tumbuhnya tunas baru.
  • Sulur tidak boleh terlalu rimbun, dengan demikian sulur atas tidak boleh menutupi sulur di bagian bawahnya dari sinar matahari.
Apabila 5 hal tersebut ada/terpenuhi, niscaya tanaman buah naga Anda akan berbunga serta berbuah dengan baik.

Cara Mengatasi tanaman Buah Naga yang Gagal Berbuah

Buah naga butuh penyerbukan supaya bunga cepat bisa berbuah. Apabila tidak ada lebah penyerbukan bunga, maka penyerbukan yang dari tangan manusia harus segera dilakukan dengan cara mengawinkan bunga buah naga.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui apabila mengawinkan (membantu penyerbukan) bunga buah naga secara manual adalah :

1. Waktu yang baik untuk dilakukannya proses penyerbukan adalah saat mahkota bunga sudah mekar sempurna. Penyerbukan yang dilakukan sebelum bunga mekar hasilnya kurang bagus, lebih bagus dilakukan di saat bunga telah mekar beberapa waktu ( atau di saat kuntum bunga mulai menutup ) hasilnya akan lebih bagus daripada bunga diserbukkan sebelum mekar sempurna.

2. Saat mengoleskan serbuk sari pada putik Anda harus hati-hati, sebab jangan sampai pada tangkai putik patah yang dikarenakan gerakan terlalu keras. Hal Ini bisa mengakibatkan gagalnya penyerbukan.

3. Sebaiknya memakai kuas yang bersih dan kering untuk mengoleskan serbuk sari ke putik. Walaupun dapat dilakukan dengan jari tangan, namun tangan yang berkeringat/ basah, atau tidak bersih dapat menyebabkan gagalnya penyerbukan.

4. Apabila ada kuntum bunga yang menghadap keatas, maka setelah Anda melakukan penyerbukan lebih baik di beri kerodong supaya mencegah kena air hujan langsung, walaupun tidak dikerodongpun, penyerbukan biasanya tetap berhasil.

5. Serbuk sari dapat dipergunakan untuk di oleskan pada putik bunga lain, (untuk penyilangan dua jenis buah naga).

Curah Hujan yang Tinggi Pada Buah Naga menjadikan produksi buah naga tidak memuaskan /tidak maksimal. Sebetulnya gangguan utama yang bisa terjadi pada tanaman buah naga disebabkan karen curah hujan yang terlalu tinggi. Masalah saluran pembuangan air yang tidak lancar akan menyebabkan munculnya jamur, dan media tanam yang lama tergenang air menyebabkan busuk batang sehingga pertumbuhan akar bisa terganggu.

Selain itu agen penyerbuk alami (seranggga, lebah, burung dll) tidak bisa aktif melakukan penyerbukan pada bunga buah naga karena adanya curah hujan yang tinggi. Kemudian cara untuk mengatasi busuk dan gugur pada bunga, maka segera diberikan KNO3 di saat mulai muncul bakal bunga.

Pergunakan Pupuk Kandang yang Kering

Untuk penggunaan pupuk kandang, lebih baik gunakan pupuk kandang yang matang /telah kering. Namun Akan lebih baik apabila difermentasi lebih dulu.

Berikut ini tindakan yang dilakukan supaya hasil produksi buah naga dan pertumbuhan tanamannya tetap bagus.

1. Buatlah parit yang lebih dalam yang digunakan untuk saluran pembuangan air.



2. Penyemprotan pupuk dengan kadar P yang lebih tinggi untuk mengurangi bunga rontok/ kuncup yang layu sebelum dilakukan penyerbukan.

3. Periksa secara teratur dan berkala kepadatan media tanam.

4. Penyemprotan fungisida harus dilakukan untuk menghalau jamur di lahan anda.

5. Potongan bibit baru yang baru saja ditanam, harus debebaskan dari curah hujan yang tinggi karena bisa menyebabkan kebusukan.

6. Berikan pupuk kandang yang sudah benar-benar matang.

7. Gunakan model pemakaian ban Yang pada intinya agar tanaman naga medianya lebih tinggi dari tanah sekelilingnya, sehingga air dapat langsung terbuang.

8. Lakukan penyerbukan manual dengan tangan, sebab aktifitas agen penyerbuk alami (kumbang, lebah, burung) akan menurun jika turun hujan secara terus-menerus.

Tanaman buah naga mempunyai umur yang panjang. Siklus produktifnya dapat mencapai 15-20 tahun. Tanaman buah naga mulai akan berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 sampai 12 terhitung setelah tanam. Tetapi apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, maka panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun dihitung setelah ditanam. Produktivitas pada saat panen pertama biasanya tidak berlangsung optimal. Biasanya Satu tanaman buah naga akan menghasilkan 1 kg buah. Maka dalam satu tiang panjat terdapat 4 tanaman.

Ciri-ciri buah naga yang siap panen yaitu yang kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Dan Jumbai buah berwarna kemerahan, serta warna hijaunya sudah mulai agak berkurang. Mahkota buah menjadi mengecil dan pangkal buah akan menguncup atau berkeriput. Ukuran buah naga membulat dengan berat kira-kira 400-600 gram.

Tips Pemangkasan Tanaman Buah Naga

  • Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan.
  • Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.
  • Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.
  • Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman.
  • Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tidak teratur. Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tidak terlalu rimbun dan batang yang ada dibawah tajuk bisa terkena sinar matahari dengan maksimal.

Lakukan pemupuan, penyiraman dan pemangkasan caban-cabang yang tidak diperlukan. Pastikan bibit buah naga menempel di tiang penyangga yang diikat memakai tali rafia atau kawat. Cara mengikatnya jangan terlalu kencang supaya tidak berpengaruh terhadap pertumbuhannya saat menjadi besar. Dan Untuk menanam tanaman buah naga pada media terbuka seperti pada sawah / kebun tidaklah berbeda dengan cara diatas.

Tips Menanam Buah Naga Di Kebun, Faktor-faktor Penting Yang Perlu Diperhatikan

Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah adalah faktor penting yang harus diperhatikan agar tanaman buah naga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Perakaran buah naga memerlukan tanah yang gembur karena perakarannya merayap dipermukaan tanah, apabila tanah terlalu keras atau liat, akar tidak bisa tumbuh baik pada tanah.

Sebelum digemburkan sebaiknya tanah dibersihkan dari gulma dan rerumputan untuk menghindari penyakit. Setelah itu tanah digemburkan dengan mencangkul sedalam satu cangkulan dengan dibolak-balik. Setelah itu dibuat lubang-lubang tanam sesuai dengan cara tanamnya apakah menggunakan system panjatan tunggal atau sistem kelompok

Pada sistem panjatan tunggal pengolahan tanah hanya dilakukan disekitar lubang tanam saja, berbeda dengan sistem kelompok pengolahan tanah dilakukan pada seluruh alur barisan tempat penanaman.

Media tanam untuk panjatan tunggal menggunakan campuran tanah galian diberi pasir sekitar 5 kg, bubuk bata merah 5 kg, pupuk kandang kering 10 kg dan dolomit 300 g kemudian dicampur sampai merata.

Pada model sistem tanam berkelompok untuk setiap alur sepanjang 4 m media tanamnya yaitu pasir 8 kg, pupuk kandang 20 kg dan bisa ditambahkan bubuk bata merah sebanyak 10 kg apabila tanah terlalu porous. Jika tidak menggunakan bubuk bata merah , jumlah pupuk kandang ditambahkan 10 kg lagi jadi total 30 kg. Ditambah dolomit yang mengandung magnesium sebanyak 600g. Bahan-bahan tersebut dicampur merata pada tanah galian.

Setelah penyiapan media tanam selesai kemudian disiram dan biarkan terkena matahari sampai kering. Pengeringan ini bertujuan agar tanah terbebas dari racun dan penguapan lain.

Sistem Pengairan
Untuk sistem pengairan pada lahan disesuaikan dengan kondisi lahan, system cara tanamnya, dan pengadaan sumber air yang ada disekitar lahan. Bisa menggunakan cara pengairan tradisional yaitu system leb yaitu menggunakan parit sedalam 20 cm yang dibuat disekitar barisan tanaman. Atau juga bisa menggunakan system pengairan pipa yang dibuat sedemikian rupa untuk mengalirkan air pada seluruh tanaman.

Penanaman Pada Lahan
Penanaman bibit lahan tanam yang harus diperhatikan adalah kedalaman yang terlalu dalam malah akan menghambat pertumbuhannya. Kedalaman penanaman adalah 20% dari panjang bibit. Misal bibit yang mau ditanam berukuran panjang 50-80 cm maka kedalamannya sekitar 10-15 cm. Sebelum ditanam sebaiknya bibit setek diolesi Ridomil sebanyak 40 g yang dicampur dengan 1 liter air untuk mencegah kebusukan pada pangkal batang setek

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 01:12
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.