Bahaya Daging Merah Terhadap Kesehatan Jantung Jika Dikonsumsi Berlebihan

loading...

Hati-hati! Kesehatan Jantung Anda Bisa Terganggu Jika Terlalu Banyak Makan Daging Merah

Daging merah merupakan istilah kuliner yang merujuk kepada daging yang berwarna kemerahan. Oxford dictionary menjelaskan bahwa daging merah umumnya adalah daging sapi, daging domba, daging kambing, dan daging kuda. Dalam definisi USDA, hanya daging ayam dan daging ikan yang dikategorikan daging putih. 
Berlebihan mengkonsumsi daging merah bisa "merusak jantung" dan membuat jantung menjadi tidak sehat. Telah lama berkembang asumsi dimasyarakat bahwa memakan terlalu banyak daging membuat kadar kolesterol darah akan meningkat dan ternyata penelitian terbaru membuktikan bahwa hal tersebut adalah benar adanya. Seperti dilansir BBC, Zat kimia yang ditemukan dalam daging membantu menjelaskan mengapai makan terlalu banyak steak, daging giling dan daging asin (bacon) tidak baik bagi jantung, kata sejumlah ilmuan AS.
Daging sapi muda mengandung mioglobin sekitar 0,1-0,3%, sementara daging sapi dewasa, mengandung sekitar 1,5-2,0%. Bandingkan dengan daging ayam yang mioglobin-nya tak sampai 0,05% sehingga tampak berwarna putih. Tak hanya protein, daging merah juga mengandung banyak zat gizi. Protein hewani yang terkandung dalam daging sapi bermanfaat untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak, hingga meningkatkan fungsi otak. Sedangkan zat besi berfungsi sebagai pengikat oksigen dalam tubuh, membantu proses metabolisme, dan menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.

Studi dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa karnitin dalam daging merah dihancurkan oleh bakteri dalam perut. Hal ini memicu serangkaian proses yang berdampak pada tingginya tingkat kolesterol dan meningkatnya risiko sakit jantung.

Ahli gizi memperingatkan risiko dari konsumsi suplemen karnitin. Ada banyak studi yang menunjukkan bahwa makan daging merah secara teratur dapat membahayakan kesehatan.

Di Inggris, pemerintah merekomendasikan makan tidak lebih dari 70 gram daging merah atau daging olahan dalam satu hari, atau setara dengan dua iris bacon. Lemak jenuh dan zat pengawet dalam daging olahan diyakini berkontribusi pada penyakit jantung.

"Kadar kolesterol dan lemak jenuh dalam daging merah tidak terlalu tinggi, tetapi ada hal lain yang meningkatkan risiko penyakit jantung," kata kepala peneliti Dr Stanley Hazen pada BBC. Eksperimen pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri dalam perut dapat mengonsumsi karnitin.

Karnitin dihancurkan menjadi gas yang oleh hati dikonversi menjadi kimia bernama TMAO.

Pada penelitian, TMAO terkait erat dengan simpanan lemak di pembuluh darah, yang bisa mengakibatkan penyakit jantung dan kematian.

Dr Hazen, dari Cleveland Clinic, mengatakan TMAO kerap tidak dipedulikan.

"TMAO mungkin produk sampah tetapi ia mempengaruhi metabolisme kolesterol dengan signifikan dan efeknya adalah penumpukan kolesterol.  "Temuan ini mendukung gagasan bahwa makan lebih sedikit daging merah lebih baik."

Tips: Makanlah semua jenis makanan secukupnya saja dan jangan berlebihan karena metabolisme tubuh memiliki keterbatasan untuk "memproses" satu jenis makanan, jika berlebihan efeknya akan bisa merusak organ yang bersangkutan.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 02:47
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.