Bahaya Buah Alpukat, Kandungan Gizi dan Manfaatnya

loading...

Apa Efek Negatif Makan Alpukat Secara Berlebihan?

Alpukat atau Avokad ialah tumbuhan penghasil buah meja dengan nama sama. Tumbuhan ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan kini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai tanaman perkebunan monokultur dan sebagai tanaman pekarangan di daerah-daerah tropika lainnya di dunia. Alpukat adalah sumber vitamin C, E, K, dan B-6, serta riboflavin, niasin, asam folat, asam pantotenat, magnesium, dan kalium. Alpukat juga menyediakan lutein, beta-karoten, dan asam lemak omega-3. Selain rasanya yang enak, buah berwarna hijau ini menyimpan sejumlah manfaat yang baik untuk tubuh. Mulai dari kandungan mineral, fitonutrien, folat, serat, zat besi, potasium, lutein, beta karoten, hingga vitamin E yang terkenal sangat bermanfaat berbagai macam penyakit.
Alpukat Bisa Menyebabkan Obesitas, Berat Badan Bertambah Tanpa Disadari

Meskipun alpukat masuk dalam kategori buah-buahan, alpukat sebenarnya padat kandungan lemak dan kalori. Kabar baiknya adalah, lemak dalam alpukat tergolong lemak tidak jenuh yang sehat untuk tubuh. Namun, lemak sehat pun tetap dapat menyebabkan berat badan Anda apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Kandungan Nutrisi Per 100 gr Buah Alpukat (apokat/avokad)
  • Energi 160 Kcal
  • Karbohidrat 9 gr
  • Protein 2 gr
  • Lemak 15 gr
  • Lemak jenuh 2,1 gr
  • Lemak tak jenuh ganda 1,8 gr
  • Lemak tak jenuh tunggal 10 gr
  • Kolesterol 0 mg
  • Natrium 7 mg
  • Kalium 485 mg
  • Serat pangan 7 gr
  • Gula 0,7 gr
  • Vitamin A 146 IU
  • Vitamin C 10 mg
  • Kalsium 12 mg
  • Zat besi 0,6 mg
  • Vitamin D 0 IU
  • Vitamin B6 0,3 mg
  • Vitamin B12 0 µg
  • Magnesium 29 mg
  • Untuk Jumlah Per 100 gr Buah Alpukat (apokat/avokad)
  • Energi 160 Kcal
  • Karbohidrat 9 gr
  • Protein 2 gr
  • Lemak 15 gr
  • Lemak jenuh 2,1 gr
  • Lemak tak jenuh ganda 1,8 gr
  • Lemak tak jenuh tunggal 10 gr
  • Kolesterol 0 mg
  • Natrium 7 mg
  • Kalium 485 mg
  • Serat pangan 7 gr
  • Gula 0,7 gr
  • Vitamin A 146 IU
  • Vitamin C 10 mg
  • Kalsium 12 mg
  • Zat besi 0,6 mg
  • Vitamin D 0 IU
  • Vitamin B6 0,3 mg
  • Vitamin B12 0 µg
  • Magnesium 29 mg
Satu buah alpukat ukuran sedang rata-rata memiliki berat 30 gram sehingga total kalori yang dikonsumsi adalah sekitar 322 kalori. Itulah kenapa mengonsumsi terlalu banyak alpukat dapat meningkatkan berat badan Anda.

Menyebabkan Kekurangan Zat Gizi Tertentu atau Defisiensi nutrisi

Sebenarnya, tidak masalah jika Anda makan sayuran-sayuran dan buah setiap hari. Alpukat memang benar bergizi dan mengenyangkan, namun nutrisi yang terkandung di dalamnya tidaklah cukup untuk memenuhi asupan nutrisi sehari-hari. Makan makanan yang itu-itu saja hampir setiap hari dapat menyebabkan tubuh bisa mengalami kekurangan zat gizi tertentu.
Jika Anda mengonsumsi alpukat dalam jumlah besar, maka dapat mengalami sakit perut. Bahkan, kadang-kadang juga menyebabkan iritasi saluran pencernaan.
Buah alpukat minim kandungan protein dan kalsium. Kekurangan protein akan membuat melemahkan jaringan dan massa otot. Asupan kalsium yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit tulang, seperti osteoporosis. Alpukat juga tak mengandung cukup zat besi, sehingga Anda lebih rentan mengalami 3L (Letih, Lemah, Lesu) akibat anemia.

Itulah kenapa sangat penting untuk merencanakan menu makan yang seimbang dan bervariasi agar tubuh tetap selalu sehat.

Buah Alpukat Bisa Menjadi Pemicu dan Penyebab Alergi
Efek alpukat pada kulit yang merugikan adalah alergi. Gejala alergi bisa berupa gatal-gatal, kemerahan di kulit atau eksim. Jadi, jangan terlalu banyak mengonsumsi alpukat.
Meskipun jarang terjadi, beberapa orang bisa saja lama-lama mengembangkan alergi buah alpukat apabila mengonsumsinya secara berlebihan. Menurut ulasan artikel yang diedarkan Juni 2011 dalam jurnal Allergy, Asthma, and Clinical Immunology, alergi alpukat dapat menyebabkan bersin, batuk, pembengkakan, dan hidung tersumbat. Jika gejala-gejala ini Anda alami setelah mengonsumsi alpukat, coba hilangkan dulu buah alpukat dari menu makan harian Anda dan lihat apakah gejala-gejala tersebut masih muncul atau tidak.
Jika alpukat dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, maka dapat menyebabkan alergi mulut. Gejala alergi dapat berupa gatal di mulut dan pembengkakan di lidah. 
Menurunkan produksi ASI pada ibu hamil dan menyusui

Tidak ada yan salah dengan mengonsumsi alpukat saat sedang hamil. Selain dapat mempersempit risiko cacat lahir pada bayi, buah alpukat juga bermanfaat untuk meringankan kram kaki akibat kekurangan kalium.

Tapi, berlebihan makan alpukat dapat merusak kelenjar susu sehingga menurunkan produksi susu. Selain itu, terlalu banyak asupan alpukat selama masa menyusui dapat menyebabkan sistem pencernaan anak jadi kurang baik.

Merusak hati

Salah satu efek samping serius dari mengonsumsi alpukat terlalu banyak adalah membahayakan kesehatan hati Anda. Terdapat berbagai jenis minyak alpukat yang dapat membahayakan hati Anda. Hindari menggunakan alpukat Meksiko yang mengandung estragole dan anethole. Kedua elemen ini dipercaya memiliki reaksi karsinogenik.
Ada beberapa jenis minyak alpukat yang dapat menyebabkan kerusakan pada liver. Cobalah untuk menghindari alpukat Meksiko yang terdiri dari estragole dan anethole. Unsur-unsur ini telah diuji untuk reaksi karsinogenik. Dengan demikian, mengonsumsi alpukat jenis ini dapat menyebabkan kerusakan liver. Jika Anda menderita fungsi liver dan untuk menghindari efek sampingnya, berhentilah mengonsumsi buah ini. 
Menurunkan kerja obat

Konsumsi alpukat berlebhan dapat menurunkan kerja obat anti peradangan. Konsumsi yang berlebihan juga memicu terjadinya pengenceran darah, sehingga luka bisa lama sembuh.

Iritasi saluran pencernaan

Mengonsumsi alpukat dalam jumlah yang banyak dapat mengiritasi saluran pencernaan, sehingga rentan menyebabkan perut kembung, begah, kram, buang gas terus menerus, hingga diare. Iritasi saluran pencernaan dalam jangka panjang dapat memicu infeksi.

Menurunkan kolesterol (termasuk HDL, si kolestrol baik)

Buah alpukat dapat menurunkan kadar kolestrol. Kolestrol jahat menyebabkan masalah pada jantung seperti serangan jantung, denyut jantung tak teratur, penyumbatan pembuluh darah, dan lain sebagainya. Jadi, menurunkan kadar kolesterol dapat mencegah Anda dari berbagai permasalahan jantung.
Mungkin Anda senang membacanya jika alpukat dapat mengurangi kolesterol. Ya itu benar, tetapi jika mengonsumsinya berlebihan, maka akan membahayakan tubuh, karena alpukat juga kaya akan beta-sitosterol di mana akan menyerap kolesterol baik (HDL) yang diperlukan dari tubuh.
Namun di samping keuntungannya, terdapat efek samping dari kebanyakan makan buah alpukat. Alpukat kaya akan Beta-sitosterol. Beta-sitosterol menyerap kolestrol jahat jika jumlahnya berlebih, namun mereka juga dapat menyerap kolesterol HDL, jenis kolesterol baik yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu fungsi kolesterol baik HDL adalah menjaga kekuatan dan kesehatan dinding dalam pembuluh darah.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 02:02
loading...
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.