Segera Masuk Daging Kerbau Impor Akhir Tahun 2018


Kuota Daging Kerbau Impor Asal India Untuk Bulog 100.000 ton dan Berdikari 30.000 Ton, Upaya Stabilkan Harga Daging Jelang 2019

Untuk memastikan harga daging akhir tahun terkendali, Perum Bulog tengah menunggu realisasi impor daging kerbau bakal mencapai kuota yang telah diberikan kepada badan tersebut.

Tri Wahyudi Saleh, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog menyatakan harga daging sejatinya masih dalam keadaan aman. Namun, untuk persiapan natal dan tahun baru, Bulog tengah menunggu realisasi impor daging kerbau sebanyak 70.000 ton dari kuota sebesar 100.000 ton. "Sebelum Desember akan selesai," kata Tri, Selasa (27/11)

Adapun importase sebanyak 30.000 ton daging kerbau yang sudah masuk sebelumnya telah terjual seluruhnya.

Asal tahu sebelumnya pemerintah memberikan kuota impor daging kerbau dari India kepada sejumlah badan usaha milik negara dengan tujuan pengendalian harga komoditas tersebut.

Bulog menerima kuota impor daging kerbau sebanyak 100.000 ton sedangkan pada PT Berdikari sebanyak 30.000 ton.

Sementara itu berita sebelumnya dikutip dari detik.com, Perum Bulog akan mengimpor daging kerbau beku dari India. Daging kerbau itu akan masuk bertahap hingga totalnya nanti mencapai 100.000 ton.

Hal ini disampaikan Direktur Pengadaan Perum Bulog, Andrianto Wahyu Adi, Senin (22/1/2018).

"Kita impor 100.000 ton, kemudian stok daging kerbau saat ini 10.500 ton," ujar Andrianto kepada detikFinance.

Dia mengatakan daging tersebut akan masuk bertahap setiap 3 bulan sekali. Jumlahnya antara 20.000-25.000 kilogram ton sekali datang.

Sedangkan tiap bulan Bulog menjual antara 6.000-8.000 ton daging kerbau.

"Daging kerbau beku dari India, impor akan bertahap kontrak per 20.000 sampai dengan 25.000 ton. Daging kerbau beku akan datang setiap 3 bulan sekali, karena sebulan kami jual sekitar 6.000 ton bahkan bisa 8000 an per bulan," terang Andrianto..
Sumber Kontan.co.id dan detik.com


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:41
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.