Kontes Ternak Sapi Pangkalan Bun 2018, Ini Juaranya!

loading...

Sapi Simental Dengan Berat 902 Kg Menjadi Juara Konstes Ternak di Kabupaten Kotawaringin Barat, Agustus 2018
Kegiatan kontes ternak ini diikuti oleh 27 lapak peternak yang terdiri dari 20 lapak pedagang ternak kambing dan 7 lapak pedagang ternak sapi. Sedangkan pasar hewan kurban ini digelar sejak 12-21 Agustus 2018. Bupati Kobar, Nurhidayah mengatakan dalam kegiatan ini sengaja digelar untuk melokalisasi pedagang ternak untuk kurban agar bisa lebih mudah penamtauan kesehatan dan kualitasnya sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan ke 73 RI. "Dalam kegiatan kontes ternak ini diharapkan agar yang menjadi salah satu kriteria utamanya adalah sapi yanh dipelihara dan dikembangkan peternak lokal. Lantaran kita ingin memajukan dan mengangkat peternak dan produksi sapi lokal," jelasnya.
Ratusan ekor sapi milik peternak dari berbagai desa di Kabupaten Kotawaringin Barat memasuki pusat kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Minggu (12/8/2018), pagi. Untuk kali pertamanya mereka mengikuti kontes ternak yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kotawaringin Barat.

Sapi milik Tumiran, peternak asal Desa Lada Mandala Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada, tampil sebagai pemenang dalam kontes. Dengan bobot hampir 1 ton, tepatnya 902 kilogram, sapi milik Tumiran merupakan hasil breeding keturunan jenis simental, hasil inseminasi buatan.

"Saya memeliharanya sejak anakan tahun 2010. Anak-anaknya sudah banyak saya jual di sini," tutur warga transmigran asal Jawa ini.

Dewan juri lomba menilai, kontestan sapi tidak hanya masalah bobotnya, tetapi juga morfologi atau kondisi fisiknya, tinggi gumba, dan kemurnian. Namun, FF Munier, kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Kalimantan Tengah, yang bertindak sebagai ketua tim juri menjelaskan, memang tak ada sapi ternak yang benar-benar murni.

"Itu kan memang keturunan, tapi hasil inseminasi buatan. Jenis simental dan limosin memang keturunan sapi-sapi Eropa. Tapi, ini hasil inseminasi Singosari atau Jawa Barat. Ada sapi lokal campurannya juga," beber dia.

Selain kontes bobot sapi sehat, juga ada kategori pedet atau anak sapi tersehat, yang diikuti sebanyak seratus peternak.

Kontes ini cukup diminati peternak di Kotawaringin Barat, yang memang dalam beberapa tahun terakhir berhasil menjadi produsen sapi di Provinsi Kalimantan Tengah.

Rosihan Pribadi, kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kotawaringin Barat menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari 25.000 populasi di wilayahnya. Keberhasilan produksi sapi di Kotawaringin Barat tak lepas dari program integrasi sawit-sapi, baik oleh korporasi maupun peternak masyarakat. "Ada sekitar 18.000 ribu sampai 20.000 di peternak," kata dia.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah berharap, kontes ini bisa digelar secara rutin, seiring dengan berbagai festival seni dan budaya yang digelar di wilayahnya.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Peternakan dan Herbal Updated at: 19:07
Copyright@2014-2018. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.