Fakta Dan Mitos Tentang Obesitas Yang Jarang Diketahui

Apa Yang Dimaksud Dengan Obesitas? Orang Gemuk Belum Tentu Tidak Sehat Ini Faktanya!
Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh sehingga membuat berat badan berada di luar batas ideal. Sejumlah komplikasi dapat timbul akibat obesitas, bahkan beberapa di antaranya membahayakan nyawa. Terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur. Kurang tidur bisa memicu produksi hormon kortisol, yang merupakan respon terhadap stres, dan meningkatkan nafsu makan. Akan tetapi, tidur berlebihan juga tidak baik, karena bisa menjadi penyebab kegemukan.
Obesitas Belum Tentu Tidak Sehat. Orang gemuk atau bahkan kegemukan dianggap tidak sehat dan selalu penyakitan, kenyataannya tidak selalu demikian. Berikut ini beberapa mitos mengenai obesitas, seperti dilansir laman Care2:



Obesitas selalu tidak sehat.
Hanya karena Anda gemuk, bukan berarti Anda tidak sehat. Meskipun obesitas sering berkorelasi dengan peningkatan risiko untuk sejumlah masalah kesehatan, menjadi obesitas tidak secara otomatis berarti bahwa Anda sakit.
Obesitas atau kelebihan berat badan disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, seperti jarang bergerak dan berolahraga, serta kosumsi makanan berlemak tinggi. Hal ini kebanyakan terjadi pada pekerja kantoran. Mereka terbiasa menggunakan sebagian waktu untuk duduk dan kurang gerak. Tak punya cukup waktu kerap menjadi alasan untuk tidak berolahraga. 
BMI merupakan ukuran akurat obesitas.
Indeks Massa Tubuh (BMI) mengukur BMI atlet profesional seperti ketinggian dan berat mereka. Namun BMI digunakan untuk melihat populasi umum, bukan individu.

Hal terbaik untuk dilakukan? Pergi ke dokter dan mendapatkan pemeriksaan, tidak hanya mengandalkan BMI Anda untuk menentukan kesehatan Anda.


Makan berlebihan adalah alasan utama untuk obesitas.

Tentu saja, banyak orang yang mengalami obesitas karena makan terlalu banyak, tetapi ada banyak alasan lain: kurang tidur, ras dan etnis, latar belakang sosial ekonomi, obat-obatan, genetika. Bahkan polusi dan AC. Orang dengan kondisi kesehatan mental, terutama depresi, sering mengalami obesitas juga.

Singkatnya, itu tidak sesederhana yang mengatakan bahwa orang gemuk makan terlalu banyak dan tidak mendapatkan cukup latihan.


Kehilangan berat badan secara cepat adalah buruk  

Anda mungkin pernah mendengar pendapat bahwa orang yang kehilangan berat badan lebih cepat pada awal diet mereka tidak selalu sehat. Namun semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang cepat sebenarnya membantu memotivasi orang dalam menurunkan berat badan.

Sedangkan bagi mereka yang ingin mengurangi kegemukan atau obesitas, berikut tips caranya:

Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) dokter Dante Saksono Harbuwono SpPD-KEMD pun mengajak semua masyarakat mencegah obesitas dengan rutin berolahraga.
Ingin Perut Rata, Hindari 6 Makanan Ini yang Membuat Perut Anda Buncit
  1. Makanan dari Susu.
  2. Makanan Olahan, Kopi, Gula Rafinasi dan Alkohol.
  3. Garam.
  4. Makanan Pedas.
  5. Karbohidrat.
  6. Katakan "Ya" untuk Buah-buahan.
"Semua orang harus berkeringat. Jangan takut berkeringat. Itu salah satu cara menangani obesitas," kata Dante di sela-sela acara Simposium Nasional tentang obesitas di Jakarta..

Dante mengatakan, di kalangan dokter pun sudah ada kampanye sweat generation atau generasi berkeringat. Tak hanya mengimbau masyarakat hidup sehat dengan berolahraga, para dokter ini juga giat berolahraga. Menurut Dante, masalah ini perlu menjadi fokus perhatian, karena hampir setengah warga Jakarta obesitas.

Dante mengungkapkan, sebanyak 33 persen warga Jakarta mengalami metabolik sindrom, yakni penyakit yang berkaitan dengan resistensi insulin lebih. "Setelah dievaluasi lebih lanjut, ternyata lebih dari 50 persen," ujar Dante.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:32
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.