Tanaman Pegagan, Adakah Efek Samping Mengonsumsinya?


Mencermati Bahaya dan Efek Samping Yang Mungkin Timbul Saat Menggunakan Pegagan Untuk Pengobatan Herbal
Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan. Pegagan merupakan tanaman herbal tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Ada Jenis Pegagan Merah dan Pegagan Hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan Pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembap dan terbuka. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan
Pada dasarnya banyak cara untuk mengonsumsi Pegagan. Anda bisa mengonsumsi langsung, atau mengolahnya terlebih dahulu yang hasil akhirnya bisa berupa simplisia kering untuk dibuat teh celup atau powder sebelum proses kapsulasi, atau bisa juga melalui proses ekstraksi sebelum kapsulasi. Bahkan lebih jauh lagi, hasil ekstraksinya bisa diolah menjadi cream, zalf ataupun lotion untuk produk kosmetika.

Satu lagi fakta yang penting adalah , berdasarkan penelitian yang dilakukan Boely C. yang dipublikasikan Gaz Medical France (1975), sepanjang cara mengonsumsi Pegagan sesuai dosis yang direkomendasikan Pegagan aman dikonsumsi tanpa efek samping. Dalam penelitian tersebut, pemberian Asiaticoside (salah satu kandungan aktif Pegagan) secara oral pada dosis 1g/kgBB yang diujikan dengan memberikan ekstrak Pegagan kepada pasien ternyata terbukti tidak toksik dan ditoleransi dengan baik. Jika kita mengacu pada laporan Tee (dkk) di Johor Malaysia tentang kandungan nutrisi makanan, maka Asiaticoside (dalam daun Pegagan) mempunyai konsentrasi antara 1.14 - 2.56 µg/ml. Laporan Tee tersebut dipublikasikan di Malaysian Food Composition Database Programme (1997).
Pegagan memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin. garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Glikosida triterpenoida diduga yang disebut asiaticoside yaitu antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.
Namun ada catatan penting tentang pegagan ini yang dimuat dalam situs WebMD, situs ini memberi peringatan tentang efek samping penggunaan Pegagan.

Menurut situs tersebut Pegagan aman dikonsumsi secara oral maupun digunakan pada kulit jika sesuai aturan pakai. Namun ada kekhawatiran pada beberapa individu bisa menimbulkan gangguan fungsi hati dan efek samping berupa sakit perut, mual dan gatal-gatal.

Pasien yang sedang menunggu jadwal operasi sebaiknya tidak mengonsumsi Pegagan dalam jangka waktu 2 minggu sebelum jadwal operasi, karena pengaruh interaksi Pegagan dengan obat-obatan yang mendepresi Susunan Saraf Pusat. Konsumsi Pegagan dalam jumlah besar juga menimbulkan kantuk.

Dengan adanya efek yang kurang bagus tersebut, nampaknya warning situs WebMD tersebut perlu dijadikan pertimbangan kita untuk lebih berhati-hati. Di Argentina Jorge & Jorge melaporkan kasus yang dimuat Revista Española De Enfermedades Digestivas (2005), tentang kasus Hepatotoksitas pada pemakaian Pegagan dalam jangka waktu 20 - 60 hari. Ketiga kasus tersebut ditandai adanya peningkatan kadar enzim-enzim hati dan jaundice.

Namun yang harus kita berikan catatan adalah studi kasus klinis yang dilaporkan baru ada 3 kasus, ketiga pasien tersebut berusia di atas 48 tahun, tidak ada riwayat penyakit sebelumnya yang dilaporkan, dan Jorge & Jorge memberikan status hipotesa bahwa kerusakan hati tersebut akibat konsumsi Pegagan serta membaik saat pemakaian Pegagan dihentikan.

Manfaat Kesehatan Tanaman Pegagan
  • Meningkatkan daya ingat
  • Meningkatkan syaraf memori
  • Meningkatkan mental dan stamina tubuh
  • Menghentikan pendarahan (haemostatika)
  • Membersihkan darah
  • Melancarkan peredaran darah
  • Peluruh kencing (diuretika)
  • Penurun panas (antipiretika)
  • Anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan
  • Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid)
  • Meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki
  • Mencegah varises dan salah urat
  • Menurunkan gejala stres dan depresi
Artikel ini hanya sekedar untuk memberi kesadaran bahwa obat herbal pun ada efek sampingnya jika dikonsumsi secara berlebihan dan tidak sesuai dosis yang dianjurkan meskipun efek sampingnya jauh lebih kecil dari obat kimiawi dan hanya sedikit sekali kasus yang dilaporkan terkena efek negatif dari konsumsi pegagan ini, ada baiknya jika kita tetap berhati-hati mengkonsumsi pegagan. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:45
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.