Sebagai Negara Agraris, Angka Impor Singkong Indonesia Sungguh Mencengangkan


Ternyata Tidak Hanya Beras Yang Angka Impornya Semakin Melambung, Singkong Juga

Singkong, sepertinya tak bisa disangkal kalau salah satu makanan khas Indonesia. Bahkan singkong masuk dalam salah satu daftar makanan pengganti nasi. Tapi, siapa sangka singkong diimpor. Janggal rasanya, Indonesia dengan tanah sesubur ini masih saja mengimpor singkong. Bukan hanya sekarang, melainkan sudah sejak tahun-tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia masih gemar mengimpor singkong dari luar negeri. Data Januari-April, impor singkong yang masuk ke Indonesia mencapai 1.200 ton. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menuturkan, impor singkong dilakukan oleh pelaku usaha tanpa campur tangan pemerintah. "Impor singkong jalan sendiri dia, saya tidak memberikan izin, tapi dia impor sendiri," ujarnya di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Jumat (26/5/2017). Selama ini, tutur Mendag, singkong bukanlah barang yang impornya diatur oleh pemerintah. Dengan begitu impornya tidak perlu izin dari Kementerian Perdagangan. Mendag tidak tahu persis mengapa industri masih mengimpor singkong. Ia menduga hal itu lantaran pasokan singkong dalam negeri kurang untuk memenuhi kebutuhan produksi. Pasokan singkong kurang bisa saja disebabkan oleh kurang minatnya petani menanam singkong. Menurut Mendag ada kemungkinan hal itu dipengaruhi harga jual singkong rendah. "Saya enggak tahu impornya, mereka menutup kebutuhan dari kebutuhan industri, pabrik itu tidak bisa berhenti, sehingga melakukan impor," kata Mendag.
Selama Januari-Juni 2011 (semester I), impor singkong mencapai 4,73 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu. Negara asalnya adalah China sebesar 2,96 ton dengan nilai US$ 1.273 dan Italia US$ 20,64 ribu dengan berat 1,78 ton.

Singkong impor sempat berhenti sesaat. Namun pada April dan Mei 2012, impor kembali terjadi. April 2012, 5.057 ton singkong asal China dengan nilai US$ 1,3 juta masuk ke tanah air. Pada Mei impor singkong dilakukan dari Vietnam, sebanyak 1.342 ton singkong dengan nilai US$ 340 ribu.

Beberapa bulan berselang, Oktober 2012 kembali terjadi impor singkong sebesar 6.200 ton senilai US$ 1,6 juta atau Rp 15,2 miliar. Padahal hampir 3 bulan sebelumnya tidak terdapat impor singkong ke Indonesia.

Biasanya impor singkong dilakukan dari negara China dan Vietnam, tetapi untuk impor pada bulan Oktober ini berasal dari negeri Gajah Putih, Thailand.

Hingga Desember 2012, tidak ada impor yang terjadi. Sehingga total di 2012 adalah 13.300 ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp 32,3 miliar.

Masuk ke 2013, data impor singkong tampak kosong. Baru kemudian terjadi di bulan Mei dengan catatan 100 ton atau US$ 38 ribu dari Thailand. Bulan berikutnya juga tidak ada impor singkong.

BPS kembali mencatat impor singkong dari Tiongkok pada Januari sebanyak 7,219 ton atau setara dengan nilai US$ 12.135. Februari 7,961 ton atau US$ 15.315 dan Maret 6,209 ton atau US$ 10.380. Akumulasi Januari-Maret 2014 mencapai 21,389 ton setara dengan US$ 37.830.

Pada April 2015, impor singkong tercatat mencapai 28,3 ton atau setara dengan US$ 6.802.

Impor singkong masih berlanjut. Februari 2016, singkong impor juga masuk sebesar 240,5 ton atau senilai US$ 76.888 dari Italia; Maret mencapai 987,5 ton atau senilai US$ 191.093 dari Vietnam; April dengan volume 6.051 ton, dengan nilai US$ 997.760 dari Vietnam.

Selanjutnya Mei 2016, impor singkong sebesar 200 ton atau senilai US$ 42.478. dan Juni melonjak jadi 5.056 ton atau setara dengan US$ 986.107 dari Vietnam. Akumulasi dalam enam bulan di tahun ini, jumlah singkong yang diimpor Indonesia adalah 12.530 ton atau US$ 2,2 juta.

Sementara itu. pada tahun ini (semester I-2017), impor singkong mencapai 3,2 ribu ton atau US$ 613,2 ribu. Seluruhnya berasal dari Vietnam.

Dan Harga Singkong Lokalpun Anjlok

Kementerian Perdagangan dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan baru terkait tata niaga impor singkong. Kebijakan ini dikeluarkan karena anjloknya harga singkong lokal.
Kondisi saat ini, singkong lokal hanya dihargai Rp 400 per kg. Tidak hanya dihargai murah, para pelaku usaha juga enggan membeli singkong lokal. Mereka lebih memilih singkong impor asal Vietnam. Ini lah yang menyebabkan singkong lokal semakin terpinggirkan sehingga pemerintah perlu bertindak.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan tata niaga impor singkong selama ini dibebaskan atau kasusnya sama seperti bawang putih. Akhirnya singkong impor masuk dengan deras ke Indonesia. Di sisi yang lain, harga singkong di dalam negeri justru dikendalikan oleh sekelompok grup tertentu.
"Itu (singkong impor) kebanyakan untuk pabrik tepung tapioka. Sementara ini impor singkong itu perdagangan bebas, enggak ada yang atur," ungkap Enggar di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (9/6).

Enggar mengaku tengah menyusun draft beleid yang mengatur tata niaga impor singkong. Beleid tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat dan akan segera dibahas antar kementerian.
"Minggu depan, kan ada prosesnya minta persetujuan ke Pak Menko (Darmin Nasution). Beliau sudah setuju dan sudah dilaporkan ke ratas (rapat terbatas). Dengan kondisi ini kita akan atur tata niaganya," seru Enggar.

Pada kesempatan tersebut, Enggar juga mengaku telah memanggil para pengusaha yang menggunakan singkong sebagai bahan dasar industri mereka. Enggar meminta mereka membeli singkong petani lokal dengan harga Rp 700 per kg bukan Rp 400 per kg.

"Dari kasus itu kami panggil pengusaha-pengusaha besar minta untuk beli singkong harganya Rp 700. Tapi penyelesaiannya kan hanya satu tempat, belum tentu di tempat lain harga sama. Jadi makanya kita akan keluarkan tata niaga," tegas Enggar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Sepanjang Januari-April 2017, impor singkong Vietnam mencapai 1.234 ton dengan nilai 499,8 ribu dolar AS. Sedangkan pada April 2017 impor singkong mencapai 499,8 ton dengan nilai 94,6 ribu dolar AS.

Sumber:
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3584641/singkong-impor
https://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/26/145100826/ri.masih.impor.singkong
https://kumparan.com/@kumparannews/harga-singkong-lokal-babak-belur-


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:22
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.