Sambiloto Si Pahit Yang Bisa Melindungi Hati Dan Menekan Tumbuhnya Kanker



Mengenal Tanaman Sambiloto dan Manfaatnya Sebagai Obat Herbal Dari Jaman Nenek Moyang, Menekan Pertumbuhan Kanker, Menjaga Hati, Tifus, Darah Tinggi Sampai Untuk Menambah Nafsu Makan
Sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India meluas ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan Jawa. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Profesor Bambang Pujiasmanto, dalam bukunya yang berjudul Agroekologi dan Pentingnya Tanaman Obat (Kasus Si Raja Pahit Sambiloto), menjelaskan bahwa kandungan bahan aktif seperti flavonid dan lakton di dalam sambiloto memiliki peranan penting.  "Lakton memiliki komponen utama andrographolide. Ini merupakan zat aktif utama yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh (immunodulatory activity) dan mencegah sekaligus menyembuhkan penyakit malaria," kata Bambang. Penelitian yang dilakukan Bambang pada tahun 2008 di Fakultas Pertanian UNS tersebut mengungkap bahwa zat pahit di andrographolide memengaruhi metabolisme tubuh yang menyebabkan kadar gula tubuh normal dan menetralkan racun. Sementara itu, efek samping dari sambiloto adalah memengaruhi kesuburan dan produksi sperma.
Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah tumbuhan khas daerah teropis yang dapat tumbuh dimana saja. Daun sambiloto digunakan untuk berbagai keperluan. Daun sambiloto ini mengandung senyawa andrographolide. Senyawa ini terasa pahit, tapi memiliki sifat melindungi hati. Penelitian membuktikan bahwa senyawa ini mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Senyawa ini juga berperan besar dalam menurunkan enzim CDK4 sehingga menekan pertumbuhan sel kangker. Senyawa andrographolide juga berkhasiat meninggalkan kekebalan tubuh.
Cara membuat Ramuan Sambiloto:
Berikut ini adalah panduan tentang cara mengolah Sambiloto menjadi obat tradisional seperti dijelaskan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI) melalui laman warintek.ristek.go.id:
  • Mengobati tipus. Siapkan 10-15 lembar daun sambiloto segar. Tambahkan air secukupnya lalu rebus hingga mendidih. Untuk mengurangi rasa daun yang amat pahit, ketika akan meminum ramuan bisa dicampur dengan madu.
  • Mengobati TBC paru-paru. Daun sambiloto segar dikeringkan, lalu digiling halus hingga menjadi bubuk. Setelah itu, ditambah sedikit madu dan dibuat bulatan-bulatan pil berdiameter sekitar 0,5 cm. Sebaiknya pil ini diminum dengan air matang 2-3 kali sehari. Sekali minum dapat 15-30 pil.
  • Mengobati batuk rejan atau pertusis. Ambil 3 lembar daun sambiloto lalu seduh dengan air panas dan tambahkan sedikit madu. Minum ramuan 3 kali sehari.
  • Mengobati kencing nanah. Ambil 3 batang sambiloto beserta daun-daunnya. Cuci bersih lalu rebus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2,25 gelas. Dinginkan air terlebih dahulu, baru disaring. Jika hendak diminum tambahkan madu seperlunya. Lakukan 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas.
  • Mengobati Demam. Ambil daun sambiloto yang masih segar lalu tempelkan di badan atau dahi.
  • Menambah nafsu makan. Siapkan daun sambiloto 10 helai, kulit dan batang tanamannya sebanyak 50 g. Cuci bersih semua bahan, kemudian rebus dengan 3000 cc air. Airnya cukup diminum segelas sehari. Untuk menghilangkan rasa pahit dapat ditambahkan sedikit madu.
  • Obat tetes telinga. Ambil tanaman sambiloto yang masih segar secukupnya lalu lumatkan, kemudian peras airnya. Selanjutnya, teteskan perasan air tersebut ke telinga.
Tumbuhan sambiloto cukup mudah ditemukan, karena sering tumbuh secara liar di tempat terbuka, pinggir jalan, ladang, atau tanah kosong yang tidak difungsikan misalnya. Pengembangbiakannya juga terbilang simpel, tinggal petik buah yang sudah tua, ambil bijinya, lalu disemaikan.

Berikut beberapa sebutan sambiloto di daerah dan luar negeri: sambilata (Melayu); ampadu tanah (Sumatera Barat); sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa Tengah); ki oray (Sunda); pepaitan (Madura); papaitan (Maluku); chuan xin lien (Cina); kalmegh (Belanda), dan masih banyak lagi.

Kandungan Kimiawi Sambiloto
Dalam laman resmi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat (diperta.ntbprov.go.id) dijelaskan, daun dan percabangan tumbuhan sambiloto mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neandrografolid, 14-deoksi-11, 12-didehidro-andrografolid, dan homoandrofolid. Selanjutanya, dalam sambiloto juga terkandung flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral, asam kersik dan damar. Untuk mengetahui kandungan sambiloto secara lengkap bisa dilihat di sini.
Sambiloto telah dipercaya dapat meningkatkan kesehatan jantung. Tanaman ini dapat mencegah pembentukan gumpalan darah serta dapat membantu memecah gumpalan darah. Penelitian yang diterbitkan oleh Chinese Medical Journal tahun 1994 telah membuktikan bahwa ekstrak A. paniculata dapat mengulur waktu pembentukan gumpalan darah dan mencegah penyempitan pembuluh darah. Sehingga, tanaman ini mampu membantu melancarkan peredaran darah dan mencegah penyakit jantung. Selain itu, sambiloto juga berkhasiat untuk melemaskan otot-otot dinding pembuluh darah, sehingga membantu Anda menurunkan tekanan darah tinggi. Selain penyakit jantung, sambiloto juga telah dikenal dapat membantu mencegah diabetes. Penelitian pada tikus yang diberi asupan lemak dan gula tinggi telah menunjukkan bahwa A. paniculata dapat menurunkan kadar glukosa, trigliserida, dan kolesterol LDL. Penelitian yang diterbitkan oleh Indian Journal of Pharmacology tahun 2012 menyimpulkan bahwa senyawa andrographolide aktif yang terdapat dalam A. paniculata mempunyai efek hipoglikemik dan hipolipidemik. Efek ini mampu mencegah Anda dari diabetes.
Manfaat dan Khasiat Sambiloto
Merujuk pada laman Diperta.ntbprov.go.id. Di situ dijelaskan tentang beberapa manfaat dan khasiat sambiloto untuk penyembuhan berbagai gangguan kesehatan, di antaranya:
  1. darah tinggi
  2. tipus
  3. flu, sakit kepala, panas
  4. kanker paru
  5. kencing manis
  6. kencing nanah
  7. radang saluran nafas, radang paru
  8. diare
  9. TBC paru
  10. batuk rejan
  11. pharyngitis
  12. menambah nafsu makan
Selanjutnya, dalam laman Wikipedia bahasa Indonesia disebutkan, tanaman sambiloto digunakan untuk mencegah pembentukan radang, memperlancar air seni (diuretika), menurunkan panas badan (antipiretika), obat sakit perut, kencing manis, dan terkena racun. kandungan senyawa kalium memberikan khasiat menurunkan tekanan darah, menurunan kadar gula darah, dan obat penyakit tifus.

Gunakan ramuan herbal Sambiloto ini secara bijaksana, karena meskipun obat herbal yang relatif aman dalam arti kecil sekali efek sampingnya, tetapi jika digunakan secara sembarangan dan berlebihan akan tetap memiliki efek negatif bagi kesehatan kita.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:22
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.