Pedet Sapi Bali Hasil IB Memiliki Keunggulan Berat Lahir Yang Lebih Tinggi



Dengan Teknik IB (Inseminasi Buatan) Bisa Diperoleh Pedet Sapi Bali Yang Lebih Unggul

Untuk mengembangbiakkan sapi saat ini ada 2 cara umum yang biasa dipakai peternak yaitu dengan kawin alam dan inseminasi buatan. Sebenarnya masih ada satu cara lagi yaitu teknik TE atau embrio transfer tetapi cara ini masih belum memasyarakat karena selain lebih rumit juga berbiaya tinggi.

Jenis sapi yang biasa digunakan untuk inseminasi buatan biasanya menggunakan semen dari sapi limousin dan simmental atau dari jenis sapi yang sama dengan induknya seperti sapi Bali misalnya. Ternyata dengan menggunakan IB, hasil pedet sapi Bali yang dilahirkan memiliki berat lahir yang lebih bagus dalam arti lebih berat dari yang kawin alam. Dibawah ini uraian selengkapnya.

Keunggulan Pedet Sapi Bali Hasil IB

Nusa Tenggara Barat sebagai provinsi penyangga kebutuhan sapi bibit rumpun Bali di tingkat Nasional, diharapkan mampu menghasilkan sapi bibit yang berkualitas dari segi kualitas kemurnian maupun mutu genetiknya. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu genetis dan performance ternak dengan program Inseminasi Buatan atau Kawin Suntik. Peternak sering kali mengidentikkan inseminasi buatan dengan persilangan (crossing), di mana induk sapi rumpun Bali diinseminasi dengan semen beku sapi dari golongan Bos Taurus khususnya Simmental dan Limousine. Pedet yang berdarah Simmental-Bali (Simbal) maupun Limousine-Bali (Limbal) menurut beberapa ahli akan mengalami penurunan kemampuan reproduksi yang dipengaruhi oleh faktor semakin tingginya gene (darah) Bos Taurus dan asupan nutrisi yang kurang memadai.

Pada beberapa kasus peternak sering kali menunda kawin suntik terhadap sapi yang sedang berahi jika semen beku yang tersedia di Pos IB/Inseminator hanya dari rumpun Bali, menunggu sampai tersedia semen beku Simmental atau Limousine. Sering kali peternak beranggapan jika kawin suntik dengan semen beku Bali sama saja dengan kawin alam. Benarkah pendapat tersebut, penelitian yang pernah dilakukan oleh salah seorang Inseminator yang bertugas di Kecamatan Jonggat mungkin bisa memberikan gambaran tentang anggapan tersebut.

Hasil evaluasi berat lahir empat puluh (40) ekor pedet sapi bali yang lahir dari bulan Maret-Juli 2014 di Kelompok Tani Ternak Mandiri, Dusun Buncalang, Desa Sukerare, Kecamatan Jonggat – Lombok Tengah menunjukkan ada perbedaan berat lahir yang signifikan antara Pedet hasil Inseminasi Buatan dengan semen beku Bali yang diproduksi oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Provinsi Nusa Tenggara barat dibanding Pedet hasil kawin alam dengan Pejantan dari rumpun yang sama (Bali).

Tabel : Hasil Penimbangan berat lahir pedet Sapi Bali dari Kawin Alam dan Inseminasi Buatan di Kelompok Tani Ternak Mandiri, Dusun Buncalang, Sukerare, Jonggat- Lombok Tengah.

Dari tabel di atas setelah diuji secara statistik dengan Uji t (turkey test) didapatkan bahwa t hitung = 14,81; sedangkan t tabel = 1,725 pada P = 0,05, dimana t hitung > (lebih besar) dari t tabel menunjukkan adanya perbedaan berat lahir yang nyata antara Pedet hasil Kawin Alam dengan Pedet hasil Inseminasi Buatan dengan Semen Beku Bali. Semen Beku Bull (Pejantan Unggul) Bali produksi Balai Inseminasi Buatan (BIB)

Dari penelitian di atas diharapkan bisa menjadi referensi bagi Peternak, Inseminator maupun para pemangku kebijakan di bidang Peternakan, bahwa Inseminasi Buatan dengan Semen Beku Bali mampu memberikan perbaikan genetic dan performance ternak.

** disarikan dari Skripsi Lalu Wiramaya (Inseminator Kec. Jonggat-Loteng), mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Tenggara Barat-Mataram yang berjudul : PERBEDAAN BERAT LAHIR PEDET SAPI BALI ANTARA KAWIN ALAM DAN INSEMINASI BUATAN DI KECAMATAN JONGGAT LOMBOK TENGAH

Penulis : drh. Dwi Iswanto, Sumber: https://disnakkeswan.ntbprov.go.id/keunggulan-pedet-sapi-bali-hasil-ib/


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 02:03
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.