Manfaat Sonokeling Untuk Industri Kayu dan Kesehatan



Manfaat Kulit Batang Pohon SonoKeling Untuk Mengobati Berbagai Jenis Penyakit Secara Alami dan Manfaatnya Dalam Industri Kayu
Sonokeling atau sanakeling adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras dan indah, anggota dari suku Fabaceae. Sonokeling adalah salah satu tumbuhan agroforestri yang cukup populer di Negara kita. Pohon yang ditanam dengan sistem tumpangsari yaitu sistem yang diselingi dengan aneka tanaman pangan seperti padi, jagung, ubi kayu, dan jenis kacang . Sonokeling juga menjadi pohon penyusun wanatani yaitu bercampur dengan mangga, sirsak, nangka, jambu biji dan lain-lain. Daun-daun sonokeling juga dimanfaatkan untuk pakan ternak serta pupuk hijau. Perakaran sonokeling wood memiliki sifat mengikat nitrogen, demikian bisa memperbaiki kesuburan tanah.
Sonokeling merupakan tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Jawa bagian tengah dan timur. Sebaran alaminya secara global, selain di Indonesia, adalah di India (Andhra Pradesh, Karnataka, Sikkim, Tamil Nadu, Uttar Pradesh) dan Nepal. Habitatnya terutama adalah hutan hujan tropis dengan ketinggian di bawah 600 meter dpl. Tumbuh secara berkelompok terutama di daerah berbatu, kering, dan kurang subur yang mengalami kering secara berkala.

Telah lama diketahui bahwa sonokeling memiliki manfaat buat kesehatan yaitu untuk:
  • Mengobati mual
  • Pembersih darah
  • Obat Pendarahan
Bagian yang digunakan adalah kulit batang sonokeling
Getah daun tanaman yang dikenal penduduk lokal dengan makari itu dimanfaatkan penduduk Timor Timur untuk mengatasi luka ringan pada bagian mulut dengan cara aplikasi di bagian luar. Penduduk Manokwari, Papua, memanfaatkan kulit kayunya untuk mengobati disentri. Pengobat tradisional di Desa Sukajadi, Tamansari, Bogor, Jawa Barat, menggunakan daun, getah, dan kulit kayunya untuk obat. Penyakit yang diatasi yaitu demam, sakit gigi, disentri, dan sakit paru-paru. Caranya dengan menghancurkan bagian tanaman atau meremas baik ditambahkan dengan air atau tidak dan tidak melalui proses pemanasan. Aplikasi pada penyakit tersebut dilakukan dengan cara meminum langsung dan dioleskan pada bagian luar tubuh. Misalnya, untuk sakit gigi, ramuan terdiri dari 3 tetes air perasan daun sonokeling, 1 bagian akar Solanum torvum, dan 3 lembar daun cabai Copsicum onnum yang ditumbuk kemudian dioleskan sebagai obat lua
Pohon Sonokeling adalah penghasil kayu keras dan indah, anggota dari suku Fabaceae. Itulah pengenalan awal tentang kayu Sonokeling wood. Kayu yang agak sukar dikerjakan menggunakan tangan,tetapi lebih mudah dikerjakan menggunakan mesin. Kayu ini diserut sehingga permukaannya licin dan bisa pula dikupas dan dipotong untuk membuat venir dekoratif. Juga, kayu ini sukar diberi bahan pengawet.apakah manfaat kayu sonokeling dalam sebuah cara berwirausaha ini harus kita teliti pola dan bentuk kayu sonokeling ini agar kita dengan mudah memanfaatkanya.
Peraturan Tentang Perdagangan Kayu Sonokeling: Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Ditjen KSDAE Kementerian LHK, melalui surat Nomor : S.1216/KKH/MJ/KSA.2/12/2016 tanggal 28 Desember 2016 perihal Pemanfaatan Peredaran Jenis Sonokeling (Dalbergia latifolia) ke Luar Negeri menyampaikan bahwa mulai tanggal 2 Januari 2017 seluruh kegiatan pemanfaatan khususnya perdagangan ke luar negeri (ekspor) kayu Sonokeling harus mengikuti mekanisme perdagangan luar negeri CITES, yaitu wajib diliput dengan dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Ke Luar Negeri (SATSLN CITES) yang pelaksanaanya mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar. Sedangkan untuk dalam negeri, penerapanya masih menunggu hasil pembahasan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan stake holder terkait. Peraturan ini berlaku berdasarkan notifikasi CITES tanggal 7 November 2016 dan 14 November 2016 perihal Amandment to Appendices I and II Convention yang diadopsi pada COP 17 CITES tanggal 24 September s/d 4 Oktober 2016 di Johanessburg Afrika Selatan yang disebutkan bahwa tanaman jenis Sonokeling (Dalbergia latifolia) telah masuk dalam daftar Appendix II CITES.
Kayu yang dalam perdagangan dikenal sebagai Indian rosewood, Bombay blackwood atau Java palisander, palisandre de I’Inde ini dimanfaatkan kayunya, karena memiliki pola-pola yang indah, dengan warna ungu yang bercoret-coret hitam, bisa dibilang hitam keunguan berbelang dengan coklat kemerahan. Kayu ini biasanya untuk membuat mebel, almari, dan aneka perabotan rumah mewah. Venirnya yang bernilai dekoratif lebih sering digunakan untuk melapisi permukaan kayu lapis mahal. Kayu sonokeling sering juga digunakan untuk membuat benda ukiran dan pahatan, barang bubutan, alat musik dan olahraga, dan perabot kayu bengkok seperti gagang payung, tongkat jalan, centong sayur dan lain-lain.

Kayu ini cukup kuat dan awet, tidak jarang digunakan untuk konstruksi seperti untuk kusen, pintu, jendela, dan untuk membuat gerbong kereta. Atau untuk peralatan seperti gagang kapak, bajak atau garu, palu serta untuk mesin-mesin giling-gilas. Juga, sonokeling dipakai dalam pembuatan lantai parket. lalu apasaja manfaat kayu sonokeling wood sebenarnya harus kita pahami dulu asal pohon ini .

Nilainya tinggi mendorong pemanenan yang berlebihan, membuat populasi alami pohonnya menghadapi kepunahan. karenanya, sejak 1998 Badan Konservasi Dunia IUCN telah mencamtumkan Dalbergia latifolia ke dalam kategori Rentan (VU, vulnerable). Kayunya indah dan kuat, harganya pun lebih murah jika dibandingkan dengan kayu jati. Jadi kayu sonokeling ini akan sangat cocok bagi anda yang menginginkan kualitas kayu yang baik tetapi harganya jauh lebih murah.

Nama latin tumbuhan ini adalah Dalbergia latifolia Roxb., dengan nama sinonim Amerimnon latifolium (Roxb.) Kuntze dan Dalbergia emarginata Roxb. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan beberapa sebutan seperti Indonesian Rosewood, Bombay Blackwood, Indian Rosewood, Malabar Rosewood, dan Java palisander. Sedang di Indonesia Sonokeling terkadang disebut Linggota, Sono Sungu, atau Sonobrit.

Sonokeling atau Sanakeling merupakan tumbuhan penghasil kayu keras dari famili (suku) Leguminosae (atau disebut juga Fabaceae). Pohonnya berukuran sedang hingga besar dengan tinggi mencapai antara 20-40 meter. Batangnya mampu memiliki diameter hingga 1,5 meter. Pepagan (kulit bagian luar) berwarna abu-abu kecoklatan dengan alur pecah-pecah membujur.

Daun majemuk menyirip gasal. Terdiri atas 5-7 anak daun yang berseling. Ukuran anak daun tidak sama. Bentuknya menumpul lebar, berwarna hijau di bagian atas dan keabu-abuan di sisi bawahnya. Waktu kemarau, Sonokeling menggugurkan daunnya.
Sonokeling (Dalbergia latifolia Roxb), kayu ini masuk kedalam kelas Leguminosae
Ciri Umum:
Warna: teras berwarna kecoklatan dengan garis-garis berwarna agak hitam, gubal berwarna putih keabu-abuan. Corak: permukaan bercorak indah berkat adanya garis yang berlainan warnanya. Tekstur: hampir halus. Arah Serat: lurus sampai berombak. Kilap: permukaan licin dan agak mengkilap. Kekerasan: sedang sampai keras.
Ciri Anatomi:
Pembuluh/Pori: baur, soliter dan sebagian berganda radial yang terdiri dari atas 2-3 pori, jumlah sekitar 5-8 per mm2, diameter tangensial sekitar 80-175 mikron, beidang perforasi sederhana, berisi endapan berwarna merah kecoklatan. Perenkima: agak banyak, bertipe paratrakea selubung sayap sampai bentuk sayap dan pita konfluen. Jari-jari: sempit sampai lebar, yaitu dari 1 seri sampai 4 seri, pendek, terdiri atas 7-8 sel, jumlahnya sekitar 8-12 per mm arah tangensial, dan pada bidang tangensial tampak ada tanda kerinyut.
Sifat dan Kegunaan:
Berat Jenis: kayu berat sedang sampai berat, dengan berat jenis rata-rata 0,83 (0,77-0,86); Kelas Awet: I; kelas kuat: II. kegunaan: bahan  perabot rumah tangga kelas tinggi, vinir indah, rangka pintu dan jendela, alat musik, barang ukiran, kayu perpatungan, barang yang perlu dilengkungkan. Kayu Sonokeling juga sering digunakan sebagai bahan dasar furniture dan industri kayu baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Nama Lain: Angsana brits, sonosungu (jawa)
Pohon Sonokeling (Dalbergia latifolia) memiliki bunga berukuran kecil dengan panjang sekitar 0,5-1 cm. Bunga terkumpul dalam malai yang tumbuh di ketiak. Buah Sonokeling berupa buah polong berwarna coklat dengan bentuk lanset memanjang dan meruncing di bagian pangkal dan ujungnya. Buah berisi 1-4 butir biji polong berwarna kecoklatan yang agak lunak.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:28
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.