Aneka Jenis Burung Pemakan Biji-bijian, Apa Ciri-cirinya?

Macam-macam Jenis dan Ciri-ciri Khas Burung Pemakan Biji-Bijian
Burung atau unggas adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx. Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang.
Karakteristik paruh yang dimiliki jenis burung pemakan biji-bijian diantaranya yaitu berukuran pendek, tebal, runcing, dan tajam. Bentuk paruh seperti ini berfungsi untuk membantu burung mengambil dan memecah biji-bijian dari pepohonan.

Burung Gelatik Jawa (Padda oryzivora) 

Gelatik jawa atau Padda oryzivora adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang lebih kurang 15cm, dari suku Estrildidae. Burung gelatik Jawa memiliki kepala hitam, pipi putih dan paruh merah yang berukuran besar.
Burung ini sekarang ini mulai jarang ditemui karen perburuan manusia yang berlebihan serta kerusakan lingkungan yang terlalu parah. Burung ini sering dipelihara sebagai burung hias. Burung ini biasa bersarang di lubang pohon atau lubang-lubang di daerah bertebing . Burung ini biasa bertelur 2-4 butir tiap sarang.

Gelatik jawa pertama kali ditemukan oleh Linnaeus pada tahun 1758 dan diberi nama ilmiah Loxia oryzivora. Namun, sejalan dengan kemajuan dalam taksonomi burung, nama ilmiah tersebut diganti menjadi Padda oryzivora. Sementara itu, gelatik jawa di Inggris dikenal dengan nama Java sparrow dan di Belanda dikenal dengan sebutan rijstuogel (Wahyu et al., 2001).

Secara bentuk fisik gelatik jawa memiliki ciri khas yang menonjol. Ukurannya kecil, dengan panjang 15 cm berekor pendek, dan mempunyai paruh tebal-pendek yang berguna untuk memakan biji. Burung gelatik jawa yang masih muda umumnya berwarna cokelat, sedangkan untuk burung gelatik dewasa mempunyai ciri-ciri yaitu bulu berwarna abu-abu, perut berwarna cokelat kemerahan, kaki merah muda dan lingkaran merah di sekitar matanya.

Biasanya gelatik jawa termasuk burung yang berpasangan. Namun sangat sulit untuk membedakan jenis burung gelatik jantan dan betina (monoformik), karena mereka memiliki bentuk yang hampir serupa. Dari sumber informasi yang didapat, cara umum untuk membedakan jenis kelamin gelatik jantan dan betina adalah berdasarkan postur tubuh dan suara kicauannya. Burung gelatik jantan cenderung lebih besar dibandingkan jenis betinanya, sedangkan untuk suara kicauannya burung gelatik jawa jantan lebih bervariasi dibanding kicauan gelatik jawa betina yang lebih monoton.

Burung Pipit Peking (Lonchura punctulata) 

Bondol peking atau pipit peking adalah sejenis burung kecil pemakan padi dan biji-bijian. Nama punctulata berarti berbintik-bintik, menunjuk kepada warna bulu-bulu di dadanya. Orang Jawa menyebutnya emprit peking, prit peking; orang Sunda menamainya piit peking atau manuk peking, meniru bunyi suaranya.
Burung ini sering ditemui di daerah persawahan terutama pada saat panen padi. Burung ini hidup secara berkelompok tetapi pada saat musim kawin tiba burung ini akan bersama pasangannya dan membuat sarang dan menetasakan telurnya yang umumnya berjumlah 4-6 butir tiap sarang. Sarang burung ini gampang ditemui di lingkungan kita, bentuknya lingkaran dengan satu lubang keluar masuk.

Burung Pipit Dada Putih (Lonchura leucogastroides)
Burung biasa ditemui di daerah sawah untuk makan dan bila tidak sedang makan burung ini lebih banyak menghabiskan waktunya bertengger di tempat yang teduh seperti aliran air. Burung inin biasa bersarang di pohon yang rimbun seperti cemara, mangga yang habis ditebang dan tumbuh dahan baru. Burung ini memiliki keunikan yaitu sarangnya bagian luarnya terdiri dari rumput kering atau sampah kering sedangkan bagi dalamnya di susun dengan ijuk. Burung ini bertelur 3-5 butir tiap sarang.

Burung Pipit Bondol (Lonchura maja)
Burung ini memiliki ciri khas yaitu bulu kepal putih sehingga membuatnya terluaht sangat cantik. Burung ini biasa ditemui di sawah, dan ladang. Burung ini biasa bertelur 3-4 butir tiap sarang. Bentuk sarang burung ini sama denagn burung pipit peking. Burung ini di daerah -darah tertentu mengalami penurunan populasi karena kerusakan habitat. Burung jantan pada saat tertentu mengeluarkan suara seperti burung yang sedang ngeriwik dengan volume rendah.

Burung Tekukur (Streptopelia chinensis) 


Tekukur merupakan jenis burung pemakan biji-bijian. Memiliki tubuh berukuran sedang dengan bulu berwarna cokelat kemerahmudaan. Tekukur memiliki ekor yang panjang. Sayapnya memiliki warna yang lebih gelap daripada bulu tubuh. Pada bagian leher terdapat bercak-bercak putih hitam yang khas. Tekukur mencari makan berupa biji-bijian di permukaan tanah.

Burung Merpati (Columba livia)
Merpati memiliki karakter tubuh yang gempal dan berleher pendek. Merpati memiliki paruh yang berukuran pendek dan ramping. Di alam bebas, merpati membangun sangkarnya dengan merangkai ranting-ranting dan bagian tanaman lainnya. Sangkar tersebut diletakkan di atas pepohonan atau di tanah.

Burung Perkutut (Geopelia striata)
Burung Perkutut Jawa merupakan jenis burung yang memiliki ukuran kecil, bulunya berwarna abu-abu dan banyak di jadikan burung peliharaan dengan alasan suaranya indah dan merdu. Biasanya perkutut hidup serta melacak makan dengan cara berpasangan atau dlm grup kecil. Burung-burung ini umumnya makan diatas permukaan tanah. Wujud sarang agak datar serta tidak tebal dan sarang biasanya ditempatkan pd pohon atau semak yang tak terlampau tinggi dari permukaan tanah.

Burung Kenari (Serinus canaria) 


Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan mempunyai bentuk yang serba “bulat”. Dengan dada bidang, punggung pendek lebar, sayap pendek dan ekor pendek, serta paruh juga pendek. Banyak dan burung ini yang memiliki warna hijau yang menanik sekali. Mata burung kenari jantan sejajar dengan paruh, sedangkan mata kenari betina di atas paruhnya.

Ciri-ciri bakalan kenari yang berkualitas bagus :
  • Burung kenari harus berkelamin jantan.
  • Memiliki tubuh yang panjang dan serasi, baik leher, badan, ekor, maupun kakinya.
  • Tidak cacat fisik.
  • Matanya besar dan terlihat melotot.
  • berkepala besar.
  • Lincah.
  • Memiliki paruh yang berpangkal lurus, lebar, panjang, besar, dan tebal.
  • Lubang hidung sangat dekat dengan mata.
  • Sayap yang mengepit.
  • Cengkeramannya kuat.
  • Nafsu makan tinggi.
  • Leher yang panjang dan padat, karena itu indikasi mampu mengeluarkan suara dengan maksimal.
  • Sering berkicau / bersuara.
Burung Parkit (Melopsittacus undulatus) 
Burung parkit adalah salah satu dari sejumlah besar burung kakaktua berukuran kecil hingga sedang, dalam genus berganda, yang umumnya memiliki bulu ekor panjang. Ejaan yang lebih tua yang masih sering ditemui adalah paroquet atau paraquet.

Burung parkit adalah burung kecil dari keluarga burung nuri (parrot). Mereka sangat cerdas dan merupakan burung sosial (jauh lebih nyaman berada dalam kawanan besar). Burung parkit liar memiliki bulu hijau diselingi campuran kuning dan hitam. Makanan burung parkit bervariasi antara biji-bijian, buah dan sayuran. Biji-bijian yang baik dan disukai burung parkit adalah jewawut, millet merah, dan millet putih.

Ciri-ciri burung parkit yang bagus:
  • Lihat kelincahan burung yang akan kita beli. Jika burung lincah maka merupakan burung yang bagus dan tentunya dalam kondisi sehat.
  • Masukan jari Anda kedalam kandang, jika burung berani mendekati jari Anda maka merupakan parkit yang memiliki mental bagus.
  • Ciri Parkit bermental bagus lainnya adalah jika digenggam dalam tangan maka akan meronta dan mengigit.
  • Pilih parkit yang rakus dalam memakan, bermata bulat dan jernih, tubuh tidak cacat.
Burung parkit senang hidup berkelompok, jadi jika Anda ingin memelihara burung jenis ini sebaiknya pelihara lebih dari satu ekor dan lebih baik lagi jika burung tersebut berpasangan, yaitu jantan dan betina.

Berikut cara membedakan parkit jantan dan betina:
  • Parkit jantan, memiliki lubang hidung kebiruan dan biasanya sangat aktif.
  • Parkit betina, lubang hindungnya seperti berwarna cokelat muda/krem/merah muda.
Burung Bondol Hijau Binglis (Erythrura prasina) 

Parrotfinches adalah burung passerine kecil berwarna-warni milik genus Erythrura di keluarga Estrildidae, burung finch estrildid. Mereka terjadi dari Asia Tenggara ke New Guinea, Australia utara dan banyak Kepulauan Pasifik.
Burung yang panjangnya sekitar 15 cm ini memiliki bulu berwarna-warni, terutama burung jantan. Tubuh bagian atas berwarna hijau, dengan muka berwarna biru terang. Sedangkan tubuh bagian bawah berwarna kuning tua, dengan perut berwarna merah cerah. Tunggir dan perpanjangan ekor juga berwarna merah. Burung bondol hijau binglis hidup dalam kelompok (koloni) kecil, yang berbaur dengan jenis-jenis burung bondol (pipit) yang lain. Mereka mencari makanan di persawahan padi, dan sering tinggal dalam rumpun bambu di dataran rendah dan perbukitan.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:46
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.