Perbedaan Antara Umur Dewasa Kelamin dan Dewasa Tubuh Ternak, Umur Berapa Siap Dikawinkan?


Peternak yang berprofesi sebagai breeder tentunya sudah sangat paham tentang maksud dewasa kelamin maupun dewasa tubuh pada seekor sapi atau indukan. Breeder memang harus sangat memahami kapan sapi siap dikawinkan dengan pejantan maupun di IB dengan semen jenis sapi potong unggul seperti sapi limo atau metal bahkan belgian blue.
Waktu Perkawinan yang paling tepat atau optimum dapat dicapai pada saat sapi betina mengalami ovulasi ( lepasnya sel telur dari indung telur / ovarium ) pada waktu sapi birahi. Ovulasi terjadi 10 – 12 jam sesudah birahi berakhir. Diketahui bahwa birahi rata-rata berlangsung selama 18 jam, maka waktu yang tepat untuk mengawinkan sapi adalah pada waktu puncaknya masa subur. Puncak masa subur terjadi pada 9 jam setelah tampak tanda-tanda birahi sampai dengan 6 jam sesudah birahi berakhir .
Umur dewasa kelamin ternak memang berbeda-beda tetapi untuk sapi biasanya secara umum pada umur diatas satu setengah tahun sudah mulai tercapai dewasa kelamin. Hal ini berarti sapi betina siap dikawinkan atau di IB jika sapi tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda estrus atau birahi. Berikut ini beberapa penjelasan lengkap mengenai dewasa kelamin dan dewasa tubuh pada ternak sapi dan juga apa perbedaannya. Semoga bermanfaat.

KENALI DEWASA KELAMIN DAN DEWASA TUBUH PADA SAPI TERNAK

Yang dimaksud dengan dewasa kelamin ialah periode kehidupan sapi jantan atau betina di mana proses reproduksi mulai berfungsi. Seperti halnya hewan ternak lainnya, kedewasaan kelamin sapi pun dicapai sebelum kedewasaan tubuh. Oleh karena itu pada saat pertama kali sapi itu menunjukkan gejala birahi, berarti sapi yang bersangkutan mulai dewasa kelamin.

Pada setiap jenis sapi akan mengalami kedewasaan kelamin pertama yang berbeda-beda. Hal ini tergantung pada berbagai faktor, seperti mutu makanan, iklim setempat, keturunan dan tatalaksana. Namun pada umumnya sapi-sapi tropis akan mencapai kedewasaan kelamin pada umur 1,5 - 2 tahun, seperti yang dialami oleh sapi-sapi Indonesia (Bos Sondaicus) dan sapi-sapi Zebu (Bos lndicus). Sedangkan sapi-sapi potong yang berasal dari daerah subtropis akan mencapai kedewasaan kelamin lebih awal daripada sapi-sapi tropis. Bangsa-bangsa sapi subtropis akan mencapai kedewasaan kelamin pada umur 8 —12 bulan. Sedangkan kedewasaan tubuh baru dicapai pada umur 15 — 20 bulan, dan untuk sapi tropis kedewasaan tubuh pada umur 2 — 2,5 tahun.

PERKAWINAN PERTAMA PADA SAPI TERNAK

Antara kedewasaan kelamin dan kedewasaan tubuh tidak akan berangsung secara bersamaan, sebelum kedewasaan tubuh tercapai selalu didahului dengan kedewasaan kelamin terlebih dahulu. Oleh karena itu pada saat mengalami birahi yang pertama sapi belum bisa dikawinkan. tetapi harus menunggu sampai mencapai kedewasaan tubuh.

Sebagai pedoman untuk sapi dari daerah subtropis bisa dikawinkan yang pertama kali pada umur 1,5 — 2 tahun, dan sapi-sapi Indonesia pada umur 2 — 2,5 tahun. Sebab pada saat itu kedewasaan tubuh sudah tercapai, sehingga pada waktu terjadi kebuntingan tidak akan mengganggu induk yang bersangkutan. Sebab apabila sapi dikawinkan terlalu awal akan merugikan induk ataupun anak yang dilahirkan.

Berikut ini merupakan kelemahan dari perkawinan sapi yang terlalu awal:

Induk tak akan bisa mengalami pertumbuhan tubuh yang sempurna, sebab kebutuhan zat-zat yang semestinya diperlukan untuk pertumbuhan tubuh juga diperlukan untuk pertumbuhan anak dalam kandungan.Induk sering mengalami kesulitan untuk melahirkan karena tulang pinggul belum berkembang sempurna atau masih sempit.Anak yang dilahirkan sering kurang sehat. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan induk yang kurang sempurna sehingga mempengaruhi produksi air susunya. Produksi susu relatif sedikit, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup anak yang dilahirkan sampai dengan disapih tidak mencukupi.Akan tetapi menunda perkawinan terlampau lama pun tidak baik, sebab ada kemungkinan terjadinya penimbunan lemak di sekeliling ovarium dan oviduct sehingga mengganggu proses pembentukan telur dan ovulasi. Di samping itu, ditinjau dari segi ekonomis, penundaan perkawinan terlalu lama juga sangat merugikan. Oleh karena itu, para peternak sapi harus mengetahui batas-batas umur sapi yang paling baik untuk dikawinkan.

a. Batas-batas Umur Sapi Ternak Untuk Dikawinkan

Sapi ternak dari daerah subtropis mulai dewasa kelamin pada umur 8-18 bulan dan mencapai dewasa tubuh pada umur 15 — 20 bulan. Sedangkan untuk jenis-jenis sapi ternak dari daerah tropis mulai dewasa kelamin pada umur 1 — 2 tahun dan mencapai dewasa tubuh pada umur 2 — 2,5 tahun. Berdasarkan kedewasaan kelamin dan kedewasaan tubuh inilah maka sapi ternak dapat dikawinkan secara tepat, yakni:
Untuk sapi ternak dari daerah subtropis perkawinan pertama kali yang paling baik adalah pada umur 1,5 — 2 tahun.Untuk sapi ternak dari daerah tropis perkawinan pertama kali yang paling baik adalah pada umur 2 — 2,5 tahun.Perkawinan yang paling baik untuk dijadikan calon bibit adalah pada umur 6 — 9 tahun, dan Batas tertinggi perkawinan untuk calon bibit adalah pada umur 12 tahun.Namun, sampai saat ini masih banyak para pelaku usaha ternak sapi yang menjual atau membeli sapi tanpa data umur yang jelas (otentik), sebab banyak peternak yang tidak membuat catatan kapan sapi-sapi tersebut dilahirkan. Untuk mengetahui umur sapi, di samping melalui catatan kelahiran yang ada, dapat juga diketahui melalui gigi-giginya.

b. Mengetahui Umur Sapi Melalui Giginya

Umur sapi dapat diketahui dengan melihat keadaan gigi serinya. Gigi seri sapi hanya terdapat di rahang bawah. Semenjak lahir, gigi seri sapi sudah tumbuh. Dan pada umur tertentu gigi tersebut secara bertahap akan tanggal sepasang demi sepasang, berganti dengan gigi seri baru. Gigi seri yang pertama atau gigi yang sudah tumbuh semenjak sapi lahir ini disebut gigi susu, sedangkan gigi seri baru yang menggantikan gigi susu tadi disebut gigi tetap. Dengan demikian pertumbuhan gigi sapi bisa dibedakan menjadi 3 fase, yakni:
Fase gigi susu, yaitu gigi yang tumbuh semenjak lahir sampai gigi itu berganti dengan gigi yang baru.Fase pergantian gigi, yaitu fase dari awal pergantian sampai selesai (rampas).Fase keausan, yaitu fase gigi tetap yang mengalami keausan.

Proses pergantian gigi sapi

Pada awalnya 2 buah gigi dalam (Gd) lepas, kemudian disusul 2 buah gigi tengah dalam (Gtd), gigi tengah luar (Gtl), yang terakhir adalah gigi luar (Gl).

Penanganan Saat Mendekati dan Selama Dewasa kelamin

Menurut Toelihere (1985) Pemeliharaan sapi bibit sumber yang sudah terpilih secara morfologis (penampilan tubuh luarnya) dan silsilah keturunannya melalui kegiatan seleksi/penjaringan, adalah dimulai pemeriksaan :

Pemeriksaan Kesehatan terhadap kemungkinan terserang/mengidap penyakit yang dapat ditularkan melalui perkawinan seperti Brucellosis, Leptospirosis, Enzootic Bovine, Loucosis dan Infectious Bovine Rhinotroc hetris . Sapi pejantan harus bebas
Uji kualitas dan kuantitas produksi semen sapi pejantan dengan kriteria persyaratan : pH 6,2 – 7,0; warna minimal putih susu; konsistensi minimal sedang; gerakan massa + ; motil minimal 70 %; konsentrasi di atas 100 juta/ml dengan jumlah sperma yang hidup di atas 70 % dan yang mati di bawah 30 %.

Apabila telah memenuhi kedua persyaratan tersebut, maka target pemeliharaan sapi bibit sumber berikutnya adalah mempercepat terjadinya kebuntingan melalui teknik perkawinan sesuai model pemeliharaannya (kandang kelompok atau individu) dan , yaitu pemberian ransum yang mengandung protein dan energi tinggi (12 dan 65 %) untuk mempercepat terjadinya Pada bibit sumber indukan yang jumlahnya ratusan ekor dan dikehendaki adanya pengaturan waktu beranak (berhubungan dengan pengaturan penjualan ternak dan ketersediaan pakan), dapat dikombinasikan dengan tindakan sinkronisasi estrus (sapi-sapi induk dibuat mengalami estrus pada waktu yang bersamaan) agar sapi indukan bunting bersama-sama sesuai jadwal (Purwo,2009)

Dewasa Kelamin Dan Perkawinan Pertama

Sapi potong yang telah dewasa kelamin antara lain ditunjukan dengan tanda-tanda sapi ingin kawin. Dewasa kelamin pada sapi lokal (sapi Bali) terjadi pada umur antara 12 – 18 bulan (1 – 1,5 tahun).Oleh karena itu pada umur-umur tersebut sapi-sapi betina harus dipisahkan dari sapi jantan, untuk menghindari terjadinya perkawinan yang belum waktunya. Cara pemeliharaannya disesuaikan dengan tujuan masing-masing.

Dewasa kelamin adalah suatu keadaan dimama alat reproduksi sudah berfungsi, tetapi belum siap bunting dan melahirkan, biasanya pada sapi yang berumur 1 tahun. Sedangkan Dewasa tubuh adalah suatu keadaan dimana alat reproduksi siap dikawinkan, siap bunting dan siap melahirkan. Sapi betina mulai dikawinkan untuk pertama kali pada umur antara 24 – 30 bulan ( 2 – 2,5 tahun ) dengan rata-rata umur 27 bulan, sebab pada umur tersebut sapi sudah mencapai dewasa tubuh.( Partodiharjo,1992)

Diharapkan pada umur antara 3 – 3,5 tahun sapi betina dapat beranak untuk yang pertama kali. Sedangkan bagi sapi jantan baru bisa di gunakan sebagai pejantan (pemacek) pada umur 3 – 3,5 tahun.

Masa Berahi sapi betina berlangsung selama 6 – 36 jam atau rata-rata 18 jam.

Sapi-sapi dara pada umumnya mengalami masa birahi yang lebih pendek dari pada sapi dewasa.Masa birahi ini akan berulang (siklus birahi) setiap 21 hari atau bervariasi antara 17 – 26 hari

Adapun tanda tanda sapi berahi adalah sebagai berikut :

Nampak gelisah, sering mengeluarkan suara yang spesifik (melenguh)
Sering mengibaskan ekornya ; atau kalau ekor dipegang akan diangkat keatas.
Nafsu makan berkurang ; bila sapi digembalakan, sebentar-sebentar akan berhenti merumput.
Sering menaiki atau mau dinaiki oleh kawannya
Sering vulva nampak membengkak dan berwarna agak merah
Dari vagina keluar cairan berwarna putih agak pekat. Pada sapi dara cairan ini terkadang bercampur dengan sedikit darah

Kadang pada ternak sapi dialami bahwa meskipun sapi sedang birahi,akan tetapi sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda birahi yang tampak dari luar. Keadaan ini disebut dengan ”birahi tenang” ( silent heat ). Silent heat biasanya sering terjadi pada ternak kerbau.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:42
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.