Obat Hewan Untuk Infeksi Saluran Pernafasan, Tylovet 200 Inj LA


Penyakit Radang Paru Pada Sapi dan Jenis Obatnya

Penyakit radang paru atau infeksi pernafasan yang disebabkan bakteri sering menyerang ternak baik ternak besar, kecil maupun unggas. Bahaya dan kerugian akibat penyakit radang paru tidak bisa diremehkan.
Hewan yang terinfeksi M. tuberculosis hanya dipotong bersyarat dibawah pengawasan dokter hewan dimana karkas dan organ yang diafkir harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur. Hewan yang menderita pneumonia akibat penyakit malignant catarrhal fever dapat dipotong dan dagingnya dikonsumsi, namun harus direbus terlebih dahulu sebelum diperdagangkan dan seluruh jaringan yang terjejas harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur. Seluruh kandang dan peralatan harus dibebashamakan dengan desinfektan (Akoso, 1996).
Ternak yang terserang radang paru yang parah biasanya kondisi badannya akan semakin kurus. Ternak mengalami kesulitan bernafas dan malas makan. Ternak akan terlihat lemas dan juga lebih banyak duduk. Untuk mengatasi radang paru diperlukan obat khusus yang mampu membunuh bakteri penyebab radang paru tersebut dan bisa efektif mengobati penyakit-penyakit infeksi bacterial pada saluran pernafasan pada sapi, kambing, domba, babi, dan unggas.
Radang paru-paru (pneumonia) merupakan radang parenkim yang dapat berlangsung baik akut maupun kronik ditandai dengan batuk, suara abnormal pada waktu auskultasi, dyspnoe dan kenaikan suhu tubuh. Radang ini disebabkan oleh berbagai agen etiologi, radang yang disebabkan bakteri terkadang menyebabkan terjadinya toksemia. Secara patologi banyak ditemukan bersamaan dengan radang bronchus hingga terjadi bronchopneumonia yang sering terjadi pada hewan.
Banyak antibiotik dari berbagai merk pabrikan yang bisa digunakan dan dibawah ini adalah salah satunya lengkap dengan dosis dan cara penggunaannya. Semoga bermanfaat.

TYLOVET 200 Inj LA
Long Acting
Antibiotik Untuk Infeksi Pernafasan (radang paru/batuk,flu)

KOMPOSISI
Tylosin Tatrate 200mg

DESKRIPSI
Tylovet 200 Inj. Merupakan antibiotik injeksi bersisi Tylosin Tatrate, bersifat bakteriostatik dan bekerja secara panjang dalam tubuh (long acting), kadar dalam serum darah dan jaringan tetap tinggi selama 3-5 hari dengan satu kali penyuntikan.
Tylosin peka terhadap : Staphilococcus Sp, Streptococcus Sp,Corynebakterium Sp, Clostridium Sp, Actinomyces, Bacteroides Sp, Triponema hyodysenteriae dan Mycoplasma.

KEUNGGULAN
Diabsorbsi dengan cepat dan sempurna secara parental dan diekskresikan secara lambat artinya obat ini bekerja lebih lama di dalam tubuh, sehingga lebih efektif.

INDIKASI
• Efektif mengobati penyakit-penyakit infeksi bacterial pada saluran pernafasan pada sapi, kambing, domba, babi, dan unggas.
• Efektif mengobati swine dysentery pada babi yang disebabkan oleh Treponema hyodysentriae.
• Mengobati Foot Rot, mastitis pada sapi.
• Erysiphelas dan pneumonia pada babi,sapi, kambing,domba.
• Efektif mengobati penyakit CRD pada unggas

DOSIS
Sapi : 10 ml / 200 kg berat badan
Anjing : 1 ml / 20 kg berat badan
Babi,kambing, domba : 1 ml / 20 kg berat badan
Unggas : 0,1 ml / kg berat badan
Intramusculer

KEMASAN
Botol

Harga bisa dicek di toko obat hewan terdekat.

Mengenal Penyakit Radang Paru-Paru (Pneumonia) Pada Ternak Sapi
Etiologi kejadian pneumonia sangat beragam. Menurut Welsh et.al (2004), penyakit pneumonia pada sapi dapat diakibatkan oleh virus, bakteri atau kombinasi keduanya, parasit metazoa (metazoan parasites) dan agen-agen fisik/kimia lainnya. Adapun spesifitas agen penyebab tersebut adalah :
  • VIRUS : Infectious Bovine Rhinotracheitis, Malignant Catharhal Fever, Bovine Fever, Bovine Herpes V-4, Adenovirus, Parainfluenza-3, Bovine respiratory Virus, Bovine Virus Diarrhea-Mucosal Disease, Rhino-virus, Rota-virus.
  • BAKTERI : Pasteurella multocida,Pasturella hemolitica, Streptococcus sp, Mycobacterium tuberculosa, Corynobacterium pyogenes, Hemophilus somnus
  • JAMUR: Chlamydia psittaci
  • MYCOPLASMA: Mycoplasma mycoides, Mycoplasma dispar, Mycoplasma bovis
  • PARASIT: Dictocaulus viviparus.
Banyak factor yang dapat menyebabkan ternak terserang penyakit pneumonia Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri (table 1) serta didukung factor-faktor predisposisi seperti kondisi kandang yang lembab, berdebu, ventilasi atau pertukaran udara yang tidak baik, penempatan hewan dari berbagai umur dalam satu tempat, jumlah ternak yang berlebih dalam satu kandang sertahewan yang berdesak-desakan (overcrowding), serta hygiene lingkungan yang tidak baik (Subronto, 2003).

Table 2. Beberapa agen penyakit yang dapat menyebabkan pneumonia pada sapi (Subronto, 2003).
Virus
Infectious bovine rhinotracheitis (IBR)
Parainfluenza-3
Malignant catarrhal fever (herpes virus)
Bakteri
Pasteurella multocida
P. hemolytica
Streptococcus spp
Mycobacterium tuberculosis
Gejala klinis
Hewan yang terserang pneumonia bisa menunjukkan gejala klinis yang jelas atau tidak terlihat sehingga menimbulkan kematian yang mendadak. Gejala klinis yang tampak pada hewan yang terserang pneumonia secara umumnya yaitu demam tinggi, sulit menelan, nafas berbau, nasal discharge (leleran dari hidung), sulit bernafas, biasanya hewan akan bernafas melalui abdominal. Gangguan peredaran darah di paru-paru menyebabkan kondisi hiperemis pada konjungtiva dan lama-kalamaan menjadi sianotis. Pemeriksaan auskultasi pada area paru-paru akan mendengar suara abnormal. Hewan juga dapat menunjukkan gejala batuk, nafsu makan dan minum berkurang, dehidrasi, hewan semakin kurus dan mati (Subronto, 2003).

Terapi
Penyakit pneumonia adalah penyakit yang mudah menular sehingga hewan yang sakit perlu diisolasi ke tempat yang terpisah dari ternak yang sehat. Hewan sakit harus diletakkan pada kandang yang bersih, hangat, dengan ventilasi atau pertukaran udara yang baik, terlindung dari angin serta hujan. Pengobatan dapat menggunakan antibiotic atau sulfonamide selama 3-5 hari berturutan sebagai pengobatan utama bila agen penyebabnya adalah bakteri atau sebagai pengobatan sekunder bila agen penyebabnya adalah virus. Obat-obat yang sifatnya mendukung seperti vitamin serta cairan pengganti boleh diberikan sesuai kebutuhan (Subronto, 2003). Terapi yang tepat adalah sangat penting. Untuk itu, peternak hendaknya menghubungi dengan dokter hewan guna dilakukannya pemeriksaan secara detail serta dilakukan pengujian laboratorium guna mengetahui agen penyakit yang menginfeksi hewan. Dengan demikian, dokter hewan dapat memberikan terapi yang bersesuaian serta memberi informasi berkenaan dengan tindak lanjut yang harus dilakukan oleh peternak. Infeksi penyakit pneumonia ini dapat di cegah dengan menyuntik sapi feedlot yang baru sampai dengan vaksin (Hamali, 1988).

Hewan yang menderita pneumonia harus dipotong dibawah pengawasan dokter hewan. Tidak semua karkas dapat dikonsumsi dan diperdagangkan. Misalnya hewan yang menderita pneumonia akibat infeksi Pasterurella multocida masih dapat dipotong dibawah pengawasan dokter hewan. Jaringan yang rusak seperti paru-paru harus dimusnahkan. Namun karkas yang sangat kurus karena penyakit yang telah kronis harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur.

Sumber:
http://vetsciencereview.blogspot.com
www.facebook.com
sukaveteriner.blogspot.com


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 00:48
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.