Loading...

Cara Mudah Membuat Pupuk Cair Dari Air Kencing Sapi (Urine)

Loading...
loading...
Meningkatkan Nilai Tambah Peternakan Sapi Dengan Produksi Pupuk Cair Asal Urine atau Kencing Ternak Sapi, Ini Salah Satu Caranya
Urine Sapi Sebagai Pupuk Tanaman. Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Jadi urine sapi adalah sisa cairan yang diekskresikan oleh ginjal sapi dan dikeluarkan dari tubuh sapi. Dan ternyata urine sapi ini mempunyai potensi yang sangat bagus sebagai pupuk cair yang memiliki kandungan nutrisi penting untuk berbagai jenis tanaman.
Pemanfaatan urine atau kencing sapi ini merupakan salah satu nilai tambah yang harus semakin diperhatikan oleh para peternak sebagai salah satu tiang penyangga biaya produksi ternaknya. Sebagai gambaran jika produk pupuk cair dari urine sapi ini berhasil dipasarkan secara kontinu dan makin meningkat seiring waktu maka pada gililarannya peternak akan bisa terbebas dari biaya produksi penggemukan sapinya. Meskipun tidak mungkin bisa bebas 100%, tetapi dengan hasil penjualan pupuk cair urine sapi tersebut mereka bisa membeli pakan sapi, memperbaiki fasilitas kandang dan lain-lain.
Rahasia Manfaat Kesehatan Dalam Urine Sapi. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa di dalam urine sapi, kita bisa menemukan kandungan berupa 95 persen air, 2,5 persen urea, 2,5 persen enzim, hormon, dan juga kandungan garam. Tak hanya itu, kita juga bisa menemukan beberapa zat lain seperti zat besi, kalsium, fosfor, kalium, nitrogen, laktosa, mangan, amonia, hingga asam karbonat. Dalam dunia medis, air kencing sapi disebut sebagai gomutra. Gomutra ini ternyata bersifat anti mikroba spectrum karena kaya akan kandungan urea, asam karbonat, fenol, kalsium, mangaan, aurum hidroksida, dan kreatinin. Berbagai patogen penyebab penyakit seperti e. Coli, salmonella typhy, bacillus cereus, staphylococcus epidermidis, proteus vulgaris, dan lain sebagainya bisa dibunuh oleh kandungan air kencing sapi ini.
Satu ekor sapi dengan bobot badan 400–500 kg dapat menghasilkan limbah padat dan cair sebesar 27,5-30 kg/ekor/hari. Limbah padat merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran ternak, ternak yang mati atau isi perut dari pemotongan ternak). Limbah cair adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau berada dalam fase cair (air seni atau urine). Sebagai limbah organik yang mengandung lemak, protein dan karbohidrat, apabila tidak cepat ditangani secara benar, maka akan menjadi timbunan  kotoran disertai  dengan segala dampak negatif yang ditimbulkannya seperti pencemaran air, udara, dan sumber penyakit.

Anda berminat untuk membuat sendiri pupuk cair dengan urine sapi ini? Berikut cara membuat pupuk cair seperti yang dimuat pada blog Dinas Pertanian Sulawesi Selatan sulsel.litbang.pertanian.go.id:

Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Urine Sapi
Bahan dan alat :
  1. 1 bak penampungan uk. 1 m3
  2. 1 pompa air
  3. 1 talang air panjang 4 m
  4. Sambungan talang air
  5. 1,4 liter Bakteri Rumio Bacillus
  6. 1,4 liter Bakteri Azoto Bacter
  7. 1100 liter urine sapi
  8. Selang air
  9. lem paralon
Cara Pembuatan :
  1. 1,4 liter bacteri Rumio Bacillus dan 1,4 liter bakteri Azoto Bacter dimasukkan dalam 1100 liter air urine ke bak fermentasi,
  2. Kemudian diaduk sampai rata, selanjutnya ditutuprapat selama 1 minggu.
  3. Setelah 1 minggu dipompa dengan menggunakan pompa air dan dilewatkan melalui talang air, dibuat seperti tangga selama 6 jam, tujuannya untuk penepisan atau menguapkan kandungan gas amonia, agar tidak berbahaya bagi tanaman yang akan di beri bio urine (Exotics Farm Indonesia 2010)
  4. Kemas dalam jirigen ukuran 5 liter
  5. Kemudian pupuk cair ini siap digunakan.
Cara Penggunaan :
  1. Untuk perendaman biji : 1 liter pupuk urine + 10 liter air direndam selama 10 menit.
  2. Untuk pupuk cair yang diaplikasikan lewat daun : 1 liter pupuk urine per tangki semprot.
(Penulis: Ir. Amirullah)
 
Penambahan Bakteri / EM-4 mempunyai beberapa manfaat diantaranya:
1. memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah
2. meningkatkan ketersediaan nutrisi dan senyawa organik pada tanah
3. mempercepat pengomposan sampah organik atau kotoran hewan
4. membersihkan air limbah dan meningkatkan kualitas air pada perikanan
5. menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan meningkatkan produksi tanaman serta menjaga kestabilan produksi (Utomo 2007).

Fermentasi Urin dengan menggunakan SOT HCS

Fermentasi Urin bertujuan menghasilkan pupuk cair dengan bahan dasar urin dengan komposisi yang dihasilkan menjadi lebih baik. Salah satu dari reaksi positif yang terjadi dari fermentasi ini adalah adanya pengikatan Nitrogen yang lebih tinggi oleh mikroba selain sebagai dekomposer.
Dengan difermentasi, bau khas urin juga akan hilang karena berkurangnya jumlah gas amoniak, fermentasi dengan SOT juga dapat menekan pertumbuhan jamur dan bakteri yang merugikan tanaman, tetapi dapat hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik, dan mikroorganisme bermanfaat lainnya.

Proses Fermentasi Urin
Alat dan Bahan :
1. Tong plastik bertutup atau bisa memanfaatkan ember bekas cat tembok
2. Gelas ukur atau gayung 1 liter
3. Pengaduk
4. Masker bila perlu (untuk yang tidak biasa dengan aroma urin…hehehe)
5. Sarung tangan plastik
6. SOT (Suplemen Organik Tanaman) HCS
7. Gula Pasir
Resep :
Berikut adalah resep perbandingan kebutuhan bahan-bahan :
1. Urin ternak (kelinci, kambing, sapi) : 10 liter
2. SOT HCS : 100 ml (± 10 tutup botol SOT HCS)
3. Gula pasir : 2 (dua) sendok makan
Cara Kerja :
1. Masukkan urin yang akan difermentasi ke dalam tong plastik.
2. Ambil dan masukkan ± 500 ml urin ke dalam gelas ukur atau gayung, masukkan SOT HCS dan gula pasir, kemudian aduk sampai larut.
3. Larutan SOT HCS tersebut kemudian masukkan ke dalam tong plastik yang telah berisi urin.
4. Aduk larutan urin sehingga larutan SOT HCS tercampur dan larut dengan sempurna.
5. Tutup tong plastik dan biarkan fermentasi berlangsung selama 1 x 24 jam
6. Setelah selesai buka penutup dan biarkan dulu. fermentasi yang berhasil ditandai dengan terjadinya perubahan terutama aroma yang sudah tidak berbau urin lagi.
7. Pupuk hasil fermentasi urin siap digunakan.
8. Pupuk hasil fermentasi urin ini akan lebih baik lagi bila memanfaatkan urin dari hewan ternak yang telah menerapkan pola HCS dalam pemeliharaannya.

Aplikasi Pupuk Hasil Fermentasi Urin
Pupuk diaplikasikan dengan mencampurnya ke dalam air, berikut adalah beberapa cara aplikasi untuk tanaman dengan cara penyemprotan atau dikocorkan
1. Penyemprotan
Dosis urin hasil fermentasi untuk setiap tanki semprot (kapasitas ± 14 liter) :
• Urin Kelinci : 250 ml (atau setara ukuran 1 gelas air mineral)
• Urin Kambing : 750 ml (setara ukuran 3 gelas air mineral)
• Urin Sapi : 1500 ml (setara ukuran 6 gelas air mineral)
Cara Pencampuran :
• Hasil Fermentasi sesuai dosis perbandingan diatas dimasukkan ke dalam Tangki semprot.
• Tambahkan 8 tutup SOT (yang telah dilarutkan dalam 1 liter urin bersama gula)
• Tambahkan air hingga tanki semprot penuh
• Biarkan 15 menit sebelum larutan digunakan
• Baru kemudian gunakan untuk menyemprot tanaman
2. Dikocorkan
Pupuk juga bisa langsung dikocor atau dikucurkan langsung ke bagian akar tanaman dengan dosis sebagai berikut (dosis dengan urin dari kambing, urin dari hewan lain tinggal lihat perbandingan di atas) :
• Tanaman Kecil ( tomat, lombok, mentimun, pare, kacang, dll ). Dikocor pada bagian akar ± 1/4 gelas air mineral.
• Tanaman Besar ( mangga, jambu, belimbing, asem, klengkeng, dll ). Lakukan pengocoran pada bagian akar 1 – 2 gelas air mineral (250 – 500 ml)
Demikian secara singkat cara pemanfaatan urin ternak untuk dijadikan pupuk melalui proses fermentasi. Fermentasi urin ini diharapkan dapat lebih mengurangi ketergantungan kita terhadap pupuk kimia dan dapat menekan biaya untuk membeli pupuk.
Ok, sekian dan semoga bermanfaat…..
sumber : organichcs.com

Tambahan Info: Kandungan Kimiawi  Kotoran dari Beberapa Jenis Ternak

Nama Ternak & bentuk kotorannya N (%) F (%) K (%) Air (%)
Kuda - padat 0.55 0.30 0.40 75
Kuda - cair 1.40 0.02 1.60 90
Kerbau - Padat 0.60 0.30 0.34 85
Kerbau - Cair 1.00 0.15 1.50 92
Sapi -padat 0.40 0.20 0.10 85
Sapi - cair 1.00 0.50 1.50 92
Kambing - padat 0.60 0.30 0.17 60
Kambing - cair 1.50 0.13 1.80 85
Domba - padat 0.75 0.50 0.45 60
Domba - cair 1.35 0.05 2.10 85

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 05:32
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.