Cara Mencegah dan Mengobati Koksidiosis Pada Kelinci


Koksidiosis Adalah Penyakit Menular, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengobatinya?

Apa Itu Koksidiosis?
Koksidiosis disebabkan oleh protozoa Eimeria Spp yang menyerang hati (hepatik) ataupun pencernaan (intestinal) kelinci. Pada jenis hepatik, kelinci menderita gejalamata dan kulit berwarna kuning disertai hepatomegali (pembesaran hati). Sedangkan pada jenis intestinal, kelinci mengalami diare, anoreksia (hilang nafsu makan), dan distensi abdomen.
Ciri-ciri ketika kelinci telah mengidap koksidiosis adalah sebagai berikut:
  • Cenderung diam dan nafsu makan menurun
  • Pada area dubur mengalami basah
  • Kotoran mengandung lendir hingga bisa juga kotoran yang dihasilkan berupa jeli, bening atau bisa juga keruh hingga kemerahan.
  • Kuping terasa lebih dingin
  • Terjadinya pembesaran abdomen (Perut)
  • Perubahan warna kulit
  • Mencret
Sedangkan untuk masa kritis kelinci yang mengalami gejala koksidiosis hingga positif cukup susah di prediksi. Ada yang terjadi sampai dengan 3-7 hari dan kadang juga ada yang semalam/sehari saja dan keesokan harinya ditemukan sudah mati.

Selain disebabkan lingkungan, pakan dan air yang kurang bersih koksidiosis juga muncul akibat over handling, terutama pada kelinci hias. “Kelinci hias rawan ditimang dan digendong secara berlebihan. Padahal sebagai hewan nocturnal, siang hari kelinci mestinya beristirahat. Saat kondisi down, biasanya muncul koksi-nya,”.
Berikan makanan dan minuman yang bernutrisi pada kelinci. Pastikan juga anda rutin mengganti dengan yang baru. Makanan untuk kelinci harus selalu tersedia, hal ini dikarenakan hewan imut ini suka makan sedikit-sedikit tapi berulang kali atau sering. Dan alangkah baiknya kalau tempat air minum yang Anda gunakan ini sebaiknya terbuat dari pipa logam jika dibandingkan menggunakan mangkuk, ini bertujukan untuk proses sterilisasi yang lebih mudah dilakukan dan simple.
Koksidiosis juga bisa ditularkan dari induk, sehingga muncul pada anaknya pasca sapih. Pada saat masih menyusu, anak kelinci sebenarnya sudah terpapar, tetapi bersifat sub klinis. “Begitu lepas sapih, kelinci tidak mendapat suplai imunoglobulin dari susu induknya sehingga gejala klinisnya muncul,”. Maka sangat logis jika 90% koksidiosis menyerang kelinci lepas sapih hingga umur 6 bulan.

Untunglah, koksidiosis bisa disembuhkan. Obat yang diberikan berupa antibiotik yang bisa memutus siklus hidup protozoa seperti sulfa-trimetoprim. Selain itu bisa pula diberikan sulfaquinoxaline dan nitrofurans. “Pola pemberiannya 3-2-3 (3 hari diberi obat, 2 hari istirahat dan dilanjutkan 3 hari lagi). Nitrofurans bisa diberikan selama 14 hari sedangkan yang lain cukup 7 hari,” .


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:23
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.