Agar Produksi Dan Daya Tahan Burung Puyuh Naik, Berikan Ramuan Herbal Ini

Jamu Ternak
Tips dan Cara Meningkatkan Produktifitas Dan Daya Tahan Tubuh Pada Burung Puyuh dengan Jamu Ternak
Burung Puyuh adalah nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru dan puyuh kancing tidak berkerabat dekat namun nama mereka memiliki perilaku dan karakteristik fisik yang mirip. Burung puyuh adalah unggas daratan yang kecil namun gemuk. (Wikipedia). Burung puyuh petelur membutukkan cahaya untuk dapat berproduksi secara optimal. Adanya pencahayaan, baik berasal dari cahaya alami (sinar matahari) maupun buatan (lampu) akan menstimulasi hipotalamus yang kemudian diteruskan ke kelenjar-kelenjar tubuh, seperti hipofisa, tiroid dan paratiroid untuk mensekresikan (menghasilkan) hormon. Kelenjar hipofisa akan mensekresikan folicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Hormon FSH berfungsi mematangkan folikel/sel telur pada indung telur (ovarium), sedangkan hormon LH berfungsi menggertak proses ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium ke oviduk/saluran telur). Kedua hormon inilah yang sangat berperan penting bagi pembentukan sebutir telur.
Cara tradisional untuk lebih meningkatkan performa produksi dan daya tahan burung puyuh dengan menggunakan jamu atau obat tradisional sebagai salah satu alternatif mengingat harga obat-obat hewan pabrikan yang bagus sangat mahal. Penggunaan jamu ternak ini ditujukan agar puyuh memiliki daya tahan yang kuat terhadap penyakit, meningkatkan nafu makan dan pada gilirannya bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi telur puyuhnya.
Burung puyuh petelur dapat menghasilkan sekitar 300-325 butir telur tiap tahun sehingga membutuhkan kalsium sebanyak 20 kali jumlah kalsiurn yang ada di dalam tulangnya. Dibutuhkan 10 mg kalsium tiap menit untuk membentuk kerabang telur. Kebutuhan vitamin D perlu tercukupi agar penyerapan kalsium dan fosfor berlangsung baik. Pemberian mineral feed supplement dapat membantu memperkuat kerabang telur.
Jamu ternak merupakan solusi alternatif yang terbukti efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Jamu merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang sudah sejak berabad-abad lalu dapat meningkatkan kesehatan & mengobati berbagai penyakit baik pada manusia ataupun hewan ternak. Jamu ternak terdiri dari beberapa herbal yang ada disekitar kita yang diformulasikan secara tepat untuk meningkatkan performa ternak sehingga dapat berproduksi dengan maksimal. Pemberian jamu ternakn dapat memberikan beberapa keuntungan seperti murah dan mudah dalam pembuatannya, tidak meninggalkan residu dalam produk ternak yang dihasilkan, dapat meningkatkan nafsu makan ternak, dapat meningkatkan produksi ternak, menghasilkan kotoran yang lebih kering dan tidak berbau.

Bahan-bahan Jamu Ternak (Untuk 30 Litter) :
  • Kencur : 750 gram
  • Bawang Putih : 750 gram
  • Jahe : 375 gram
  • Lengkuas : 375 gram
  • Kunyit : 375 gram
  • Temulawak : 375 gram
  • Daun sirih : 187,5 gram
  • Kayu manis : 187,5 gram
  • Molases/Tetes/ Gula : 0,5 %
  • EM 4 : 10 ml / liter jamu
Cara Membuat Jamu Ternak:
  • cuci bersih semua herbal yang akan digunakan lalu haluskan dengan menggunakan blender atau ditumbuk.
  • saring herbal yang sudah digiling dengan menggunakan kain, ulangi proses penyaringan sampai setidaknya 3 kali.
  • air hasil saringan ditampung pada drum lalu tambahkan air sampai 30 liter.
  • tambahkan molases atau gula sebanyak 0.5% dari 30 liter atau sebanyak 150 – 200 gram (kesetraan 1 mg : 1 ml).
  • tambahkan EM 4 sebanyak 10 ml/ liter jamu atau sebanyak 300 ml EM 4
  • aduk rata campuran jamu, gula dan EM 4, tutup rapat dan diamkan selama 5-7 hari untuk mengoptimalkan proses fermentasi.
  • lakukan pengadukan pada hari ke 2 dan 4 proses fermentasi untuk memastikan fermentasi berjalan optimal
  • setelah 5 atau 7 hari jamu ternak siap digunakan sebagai campuran air minum pada puyuh
Cara Pemberian Jamu untuk Puyuh :
  • untuk pencegahan jamu ternak dapat dicampurkan dengan air minum dengan perbandingan 1 : 5. 1 liter jamu dapat dicampurkan dengan 5 liter air minum.
  • untuk pengobatan jamu ternak dapat dicampurakan dengan air minum dengan perbandingan 1 : 3 atau 1 : 2. 1 liter jamu dicampurkan dengan 2-3 liter air minum.
  • pemberian jamu ternak bisa diberikan 2-3 kali dalam 1 minggu. untuk pemberian setiap hari jamu bisa diencerkan lagi dengan perbandingan 1 : 7 atau 1 : 10.
Tips Mencegah Penyakit Burung Puyuh
Puyuh Sehat Produksi Meningkat. Burung puyuh yang berproduksi tinggi pasti dalam keadaan sehat. Untuk itu, segala upaya untuk meningkatkan produksi telur harus disertai dengan pemeliharaan kesehatan secara terpadu, sehingga burung puyuhterhindar dari bakteri, virus atau mikroorganisme lain yang dapat mengganggu kesehatan ayam. Pemeliharaan kesehatan yang terpadu dapat menekan sumber penyakit di sekitar lingkungan kandang serta menumbuhkan tingkat kekebalan burung puyuh.
Berkenaan besarnya kerugian akibat burung puyuh sakit maka tindakan pencegahan merupakan langkah yang bijaksana. Langkah pencegahan antara lain dengan penggunaan bibit/pullet yang baik dan sehat, vaksinasi secara teratur, penerapan bioscurity dan sanitasi kandang serta manajemen pemeliharaan yang baik.
Serangan penyakit masih dapat terjadi meskipun burung puyuh dalam kondisi terbaik. Penurunan produksi telur seringkali merupakan salah satu gejala awal adanya serangan penyakit. Gejala lainnya dapat berupa lesu dan bulu kusam, mata berair, keluar ingus dari hidung, batuk, rontok bulu, pincang, sampai kematian. Jika peternak melihat seekor puyuh sakit, lakukan isolasi atau pengafkiran dan amati keseluruhan populasi secara teliti. Jika curiga ada serangan penyakit, segera tangani atau jiga belum bisa menangani sendiri segera hubungi dokter hewan setempat agar dapat membantu memeriksa sehingga diperoleh diagnosa dan pengobatan yang akurat.

Pada umumnya, saat puyuh terkena penyakit apapun, maka produksi telur akan terganggu. Penyakit yang secara langsung dapat menyebabkan penurunan produksi telur. di antaranya adalah: EDS, ND, IB, CRD dan colibacillosis. Penyakit ND dan IB menurunkan kualitas kerabang dan bagian dalam telur. EDS menyebabkan kerabang telur sangat tipis sehingga telur mudah pecah, sedangkan ND dan IB dapat merusak saluran produksi.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 05:21
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.