Gejala Penyakit Pink Eye, Cacingan, Kembung dan Kaki Busuk Serta BEF pada Sapi

Cara Mencegah dan Mengobati Jenis Penyakit Bloat, Cacingan, BEF, Pink Eye dan Kaki Busuk Yang Sering Menyerang Ternak Sapi

Pink Eye (Penyakit Mata)

Pink Eye merupakan penyakit mata akut yang menular pada sapi, domba maupun kambing, biasanya bersifat epizootik dan ditandai dengan memerahnya conjunctiva dan kekeruhan mata. Penyakit ini tidak sampai menimbulkan kematian, akan tetapi dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak, karena akan menyebabkan kebutaan , penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal.

Ø Penyebab (Etiologi)                                                                                                  

Disebabkan oleh bakteri, virus, rikketsia maupun chlamydia, namun yang paling sering ditemukan adalah akaibat bakteri Maraxella bovis.

Ø Penularan

1. Kontak antara ternak peka dengan ternak penderita

2. Serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme

3. Iritasi debu

4. Sumber-sumber lain yang dapat menyebabkan goresan atau luka mata.

Ø Gejala Klinis

1. Mata berair, kemerahan pada bagian mata yang putih dan kelopaknya

2. Bengkak pada kelopak mata

3. Menjulingkan mata untuk menghindari sinar matahari.

4. Selaput bening mata/kornea menjadi keruh

5. Pembuluh darah tampak menyilanginya.

6. Terjadi borok atau lubang pada selaput bening mata. Borok dapat pecah dan mengakibatkan kebutaan.

7. Sembuh dalam waktu 1 – 4 minggu, tergantung kepada penyebabnya dan keganasan penyakitnya.

Ø Pencegahan

1. Memisahkan ternak yang sakit dari ternak-ternak sehat

2. Melakukan sanitasi pada lingkungan ternak tersebut

Ø Pengobatan

1. Pemberian suntikan antibiotik, seperti terramicin, ampicilin, tetracyclin atau tylosin

2. Penggunaan salep mata

3. Menempatkan ternak pada tempat yang teduh

4. Menempelkan kain di mata dapat mengurangi rasa sakit mata akibat silaunya matahari.

Helminthiasis (Cacingan)

Penyakit ini sering menyerang sapi muda (pedet) dan biasanya terjadi pada musim hujan atau dalam kondisi lingkungan yang basah atau lembab ini umumnya disebabkan oleh cara pemeliharaan yang kurang diperhatikan sehingga infeksi yang parah dapat menyebabkan tingkat kematian yang cukup tinggi. Cacing memang memerlukan kondisi lingkungan yang basah, artinya cacing tersebut bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik bila tempat hidupnya berada pada kondisi yang basah atau lembab.

Ø Gejala Klinis

1. Diare profus (terus-menerus)

2. Faeces lembek sampai encer, berlendir dan disertai keluarnya segmen-segmen cacing dari lubang anus

3. Anoreksia (nafsu makan berkurang)

4. Penurunan berat badan

5. Bulu kasar, kusam, kaku dan berdiri.

Ø Pencegahan

1. Pemberian ransum/makanan yang berkualitas dan cukup jumlahnya

2. Menghindari kepadatan dalam kandang

3. Memisahkan antara ternak muda dan dewasa

4. Memperhatikan konstruksi dan sanitasi (kebersihan lingkungan)

5. Menghindari tempat -tempat yang becek

6. Menghindari pengembalaan yang terlalu pagi

7. Melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara teratur

Ø Pengobatan

1. Pengobatan yang bisa diberikan berupa kelompok benzilmidazole, antara lain albendazole dengan dosis 5 – 10 mg/kg berat badan, mebendazole dengan dosis 13,5 mg/kg berat badan dan thiabendazole dengan dosis 44 – 46 mg/kg berat badan.

2. Albendazole dilarang dipakai pada 1/3 kebuntingan awal. Mebendazole dan thiabendazole aman untuk ternak bunting, tetapi thiabendazole sering menyebabkan resistensi.

Penyakit Scabies atau Kudis / Gudig

Scabies biasa disebut kudis atau bulung. Scabies juga merupakan penyakit zoonosis dan dapat menular pada manusia. Biasanya disebapkan oleh alat dan kandang yang kotor. Kotoran tersebut terkadang mengandung tungau sarcoptes scabei. Ternak yang sehat biasanya tertular jika sudah terjadi kontak langsung dengan ternak/sapi yang terkena scabies. Biasanya hewan yang terserang scabies terkesan seperti hewan yang gatal-gatal.

Ø Ciri dan gejalanya

1.      Sapi sering menggigit bagian tubuhnya.

2.      Terkadang menggosok-gosok badannya pada kandang.

3.      Bulu rontok dan nanah mulai muncul pada baian tubuh.

4.      Karena ini adalah penyakit kulit sapi, akan timbul kerak berwarna abu-abu pada bagian tubuh sapi dan kulit terkesan kaku.

Ø Pencegahan dan pengobatan

1.      Kandang diusahakan berjauhan dengan rumah tinggal.

2.      Aliran udara dan sanitasi kandang harus bagus.

3.      Usahakan kandang sapi kering dan selalu bersih.

4.      Hewan yang terdiagnosa scabies harus dipisahkan dan dikarantina.

5.      Pengobatan yang aman biasanya dengan pemberian minyak kelapa dicampur dengan kapur barus kemudian gosokan pada kulit yang terkena.

6.      Serbuk belerang, dicampur dengan kunyit dan minyak kelapa yang sudah dipanaskan, gosokan pada kulit sapi. Bisa juga digosok dengan air tembakau.

7.      Sapi yang mati setelah terkena scabies tetap dapat dikonsumsi, hanya saja buang bagian yang terkena tungau. Sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter hewan.

Penyakit Ingusan pada Sapi dan Pengobatannya

Penyakit ingusan biasa disebut MCF (Malignant Catharral Fever). Penyakit ini ditularkan melalui virus Gamma Herpesvirinae dan penularan virus dari ternak jenis domba. Biasanya menyerang sapi yang sering digembalakan bercampur dengan ternak lain seperti domba dan kambing. Biasanya domba yang sudah terserang tidak menunjukkan gejala apapun, tetapi meninggalkan virus tersebut melalui bekas pakan yang telah dikunyah dan dimuntahkan kembali. Sapi yang memakan bekas makanan tersebut akan dapat terkena penyakit ingusan.

Ciri dan Gejala Ingusan pada sapi biasanya adalah :

Timbul cairan pada bagian hidung dan mata ternak, lama kelamaan akan berubah dari encer menjadi lebih kental
Ternak mulai terlihat meneteskan air liur
Bagian moncong kering dan terkadang keluar nanah
Ternak terdengar sulit bernafas dan gemetar
Bagian mata terlihat keruh dan cenderung memutih
Jika sudah parah kulit ternak seperti terkelupas
Sapi berjalan sempoyongan dan lemah, jaringan tubuh rusak dan sapi terlihat kurus
Jika dibiarkan maka sapi akan lumpuh total dan mati

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ingusan pada Sapi :

Jangan sering menggembalakan sapi bersamaan dengan domba atau kambing
Jauhkan kandang sapi dari kandang domba yang baru datang dan belum divaksinasi
Kontrol kebersihan pakan yang akan dikonsumsi oleh sapi
Jaga kebersihan dan sanitasi kandang
Pisahkan dan karantina sapi yang terserang
Usaha yang bisa kita lakukan adalah dengan pencegahan infeksi dengan antibiotik sehingga gejala tidak meluas
Penyakit ini belum ada obat yang mampu menghilangkan secara keseluruhan, namun dapat hilang sendiri jika penanganan kita cepat dan sapi dipelihara dengan baik
Usahakan penanganan secara langsung setelah terlihat gejala ringan, biasanya 4 hari setelah terserang sapi akan semakin memburuk
Konsultasikan pada dokter hewan terkait pemakaian obat. Ingat, obati secara langsung setelah terlihat gejala ingusan, jangan terlambat.Ternak yang mati tetap dapat dipotong dan dikonsumsi, namun bagian yang terinfeksi harus dibuang

Penyakit Demam pada Sapi dan Pengobatannya

Demam ini umum disebut demam 3 hari. Istilah kedokterannya adalah Bovine Ephemeral Fever (BEF). Penyebab demam BEF ini adalah gigitan lalat Cullicoides sp dan nyamukCulex Sp. Penyakit ini tergolong mudah diatasi dan tidak menular terutama bagi manusia.

Ciri dan Gejala Demam pada Sapi (BEF) adalah :

Sapi terlihat lemah dan lesu
Sapi demam tinggi dan terkesan pincang
Susah bergerak dan berdiri
Sesak dan gemetaran
Timbul cairan pada bagian hidung dan mata ternak
Nafsu makan menurun
Jika menjadi penyakit sapi perah, produksi susu akan menurun

Pencegahan dan Pengobatan demam pada sapi :

Lingkungan yang bersihPenggunaan insektisida pada kandangBerikan obat penurun panas dan usahakan sapi banyak minum airObat tradisional bagi BEF adalah pemberian gula merah dan garam dapur dan diminumkan pada sapi.Tetap konsultasi pada dokter hewan untuk lebih baiknya.Daging boleh dipotong dan dikonsumsi10.    Penyakit Sapi Mubeng dan Pengobatannya

Penyakit sapi mubeng juga sering sekali menyerang sapi. Nama lain dari penyakit ini adalah penyakit surra. Cara kerja penyakit ini adalah dengan berkembangnya parasit dalam darah dan menurunkan kadar glukosa-nya. Sehingga kondisi tubuh sapi menjadi menurun, kurang nafsu makan, stress dan mudah letih. Penularanan parasit ini disebabkan oleh gigitan lalathaematophagus dan lyperosia dan aneka jenis kutu. Penyakit surra sering menyerang sapi pada musim hujan dimana kondisi kekebalan sapi sering turun dan melemah . Beberapa kasus bahkan dapat menewaskan ternak, terutama kerbau.

Ciri dan Gejala Sapi Mubeng adalah :

Gerakan sapi menjadi tidak aturan (sempoyongan, jalan berputar putar/mubeng) jika sudah parah sering kejang - kejangSelput lendir menguningTidak nafsu makan dan bulu rontokDemam dan cepat lelah

Pencegahan dan pengobatan Penyakit Sapi Mubeng :

Penyemprotan insektisida di kandang ternak (biasanya sejenis asuntol) untuk mencegah datangnya serangga penghisap darah.Hindarkan kandang sapi dari tempat yang rawan menjadi sarang serangga (parit dan tempat lembab)Sisa - sisa pakan ternak jangan sampai membusuk di kandangBila sapi luka, jangan sampai dibiarkan infeksi dan menjadi makanan bagi lalatKarantina sapi yang sakit dan berikan obat berupa atocyl maupun artosol, namun dalam penggunaannya hendaknya melalui konsultasi dengan dokter hewan setempat

Penyakit Sapi Kembung dan Pengobatannya

Seringkali saya mendengar keluhan peternak yang sapi-nya terkena penyakit kembung, dalam bahasa kedokteran biasa disebut bloat. Penyakit sapi kembung disebabkan oleh macetnya saluran gas dalam tubuh sapi, akibatnya pencernaan tidak lancar dan bagian perut rumen membesar. Ini dapat dilihat dari bagian perut sapi sebelah kiri, apabila sapi kembung pasti akan terlihat membesar. Penyebab utama sapi terserang kembung adalah rumput - rumputan yang basah, kurang berserat. Oleh karenanya seleksi hijauan mutlak diperlukan. Dan berikan prosentase hijauan jenis leguiminose maksimal lima puluh persen.

Ciri dan Gejala Sapi Kembung / Bloat :

Perut bagian kiri membesar karena gas tidak dapat keluarPernafasan terganggu karena organ pernafasan ditekan oleh membesarnya rumenGerakan kurang lincah dan sering terjatuhDalam kondisi parah, hewan bisa lumpuh dan mati

Pencegahan dan Pengobatan Kembung Pada Sapi :

Jangan biasa memberikan pakan rumput yang masih basah, terutama di pagi hariKurangi prosentase pemberian leguminose hijauanJerami kering berikan di pagi hari sebelum memakan hijauan jenis lainUsahakan ternak banyak bergerak sehingga mengurangi gas pada lambungCara pengobatan yang biasa diberikan adalah anti bloat yang mengandung dimethicone dan minyak nabati yang berasal dari kacang tanah. Minyak nabati bisa disuntikkan pada sapi yang terkena bloatKonsultasikan pada dokter hewan untuk penggunaan obat yang tepat

Penyakit Kuku Busuk Pada Sapi dan Pengobatannya

Seperti namanya, penyakit kutu busuk berkembang di bagian kuku sapi. Sering disebut sebagai penyakitFoot Rot (Pembusukan kaki/kuku). Kuman fusiformis masuk ke dalam celah kuku sapi dan berkembang disana, bahkan daya tahan kuman tersebut semakin lama jika berada di dalam kuku sapi. Penyebab masuknya kuman ini adalah dimana kuku sapi terluka akibat hantaman benda keras di tempat yang kotor dan akhirnya kuman masuk dan berkembang pesat. Jika dibiarkan, kuman ini akan berkembang menjadi penyakit yang melumpuhkan sel - sel di telapak kaki sapi hingga sapi tidak dapat berjalan.

Kuku busuk / Foot Rot pada sapi

Ciri dan Gejala Kuku Busuk pada Sapi :

Celah kuku dan tumit terlihat membengkakKeluar cairan kuning dan berbau busuk pada bagian kukuMengelupasnya selaput pada bagian kuku diakibatkan matinya jaringan sel pada bagian tersebutSapi terlihat pincang saat bergerak dan kesakitan

Pencegahan dan Pengobatan Kuku Busuk pada Sapi :

Jaga kebersihan kandang sehingga bakteri dan kuman sulit berkembang disanaSering periksa kebersihan kuku sapiJika sudah terserang, segera rendam kaki yang terserang dengan larutan formalin sebanyak 10%Untuk pengobatan dengan suntik, usahakan kaki sapi tetap kering dan disuntikkan larutan sulfat.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 16:50
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.