Loading...

Perhitungan Analisa Usaha Sapi Potong: Biaya-Biaya Yang Harus Dihitung Dalam Usaha Pemeliharaan Sapi Potong

Loading...
loading...

Berminat Untuk Memelihara Atau Menggemukkan Sapi Potong, Ini Komponen Biaya Yang Wajib Diperhitungkan Untuk Menentukan Untung Ruginya

Beberapa peternak kadang melupakan pentingnya daftar pembiayaan saat akan memulai usaha beternak sapi potong atau penggemukan. Komponen biaya tersebut memang harus diperhitungkan agar hasil usaha penggemukkan sapi potong bisa benar-benar diperhitungkan untung ruginya.

Dalam skala usaha tani dimana sapi potong hanya digunakan sebagai tabungan maka perhitungan hasil usahanya secara umum akan selalu untung selama sapi tidak mengalami hal ekstrim seperti sakit parah atau mati. Karena dalam sistem usaha tani biaya tenaga kerja tidak dihitung karena dikerjakan sendiri, bahkan pemberian rumput juga tidak dihitung karena menyabit sendiri diladang saat pulang dari berkebun atau dari sawah.

Perhitungan sederhananya adalah jika saat beli sapi harga misalnya 10 juta dan dipelihara selama 6 bulan kemudian saat dijual laku 13 juta maka bagi petani hal ini sudah dianggap untung. Padahal jika komponen-komponen biaya yang ada dihitung bisa-bisa hasilnya adalah rugi. Jadi itulah mengapa komponen biaya penggemukan wajib diperhitungkan jika kita ingin memelihara sapi potong secara serius dan dijadikan usaha utama bukan hanya sampingan.

Sebagai contoh perhitungan sederhana dalam pemeliharaan sapi potong kapasitas kecil. Misalkan peternak akan memelihara 10 ekor sapi dengan harga bakalan sapi Rp15.000.000 dan akan dipelihara dalam waktu 150 hari.

Berapa besaran biaya yang dikeluarkan dalam proses penggemukan sapi potong sejumlah 10 ekor tersebut?

Selama masa pemeliharaan, sapi memerlukan pakan HMT (hijauan makanan ternak), konsentrat, makanan tambahan, vitamin, pembuatan kandang, peralatan kandang, dan biaya yang bisa berubah.
  • HMT 20 kg x 10 ekor x 150 hari x 1000.
  • Konsentrat 3 kg x 10 ekor x 150 hari x 3000
  • Makanan tambahan 3 kg x 10 ekor x 150 hari x 1000
  • Vitamin ternak ( dan obat-obatan) x 10 ekor x 150 hari x 1000
  • Pembuatan kandang : kandang 30 meter pesegi x 500.000 : 15.000.000
  • Peralatan kandang : 500.000
  • Biaya Variabel ( bisa berubah ) Sapi bakalan 10 x 250 kg x 60,0000 : 150.000.000
  • Pakan hijauan : 30.000.000
  • Konsentrat : 13.500.000
  • Pakan tambahan : 4.500.000
  • Vitamin ternak : 1.500.000
Silakan ditotal semua komponen biaya diatas untuk mengetahui besarnya semua pengeluaran dalam penggemukan sapi potong.

Simulasi: Analisa Lengkap Usaha Penggemukan Sapi Potong

A. Asumsi
  1. Sapi bakalan berupa jantan berbobot 250 Kg, denan hraga Rp.25.000 per Kg Hidup.
  2. Target PBBH 1 kg/hari dengan lama pemeliharaan selama 3 bualan. Dengan demikian, pertambahan bobot bakalan diperkirakan sebesar 90 kg. Jika bobot awal sapi 250 Kg, maka bobot sapi siap jual bertambah menjadi 340 kg/ekor.
  3. Pakan selam penggemukan yaitu rumput gajah, dedak padi halus, garam dapur, kapur, dan tulang dengan komposisi 25 Kg rumput gajah, 6 Kg dedak padi halus , 100 g garam dapur, 50 g kapur dan 50 g tepung tulang.
  4. Satu orang tenaga kerja bisa menangani 10 ekor sapi
  5. Kandang dibuat semi permanen dengan lantai cor semen, dinding, dan kerangka terbuat dari papan kayu serta atap genting. Kandang bisa dipakai selam 4 tahun.
  6. Masa pakai peralatan dengan perlengkapan kandang selama 1 tahun.
  7. Dari 10 ekor sapi tersebut, dihasilkan 5 rit kotoan per minggu sehingga selama satu bulan dihasilkan 60rit. Kotoean tersebut dijual dengan harga Rp. 160.000 per rit.
  8. Harga berlaku di Magelang, Boyolali, Wonogiri, dan sekitarnya.
B. Investasi
  • Sewa lahan 500 meter persegi selama 1 tahun Rp. 500.000
  • Membangun kandang Rp. 10.000.000
  • Peralatan dan perlengkapan kandang Rp. 500.000
Total Investasi Rp. 11.000.000
C. Biaya Operasional
Biaya tetap
  • Penyusutan sewa lahan 3/12 x Rp. 500.000   =Rp. 125.000
  • Penyusutan kandang 3/48 x Rp. 10.000.000 = Rp. 625.000
  • eEnyusutan peralatan dan pelengkapan 3/12 x Rp. 500.000  = Rp. 125.000
Total Biaya Tetap Rp. 875.000
Biaya TIdak Tetap
  • Pembelian bakalan 10 ekor x 250 kg x Rp. 25.000/Kg Rp. 62.500.000
  • Pakan Selama 3 Bulan
    • Rumput gajah 25 Kg x 90 hari x 10 ekor x Rp 100 =Rp.2.250.000
    • Dedak Padi halus 6 Kg x 90 hari x10 ekor x Rp. 2.500 = Rp. 13.500.000
    • Garam dapur 1 ons x 90 hari x 10 ekor x Rp. 100 =Rp.90.000
    • Kapur 0,5 ons x 90 hari x 10 ekor x Rp.100 = Rp. 45.000
    • Tepung Tulang 0,5 ons x 90 hari x 10 ekor x Rp 450 =Rp. 202.000
    • Tenaga Kerja 1 oran x 90  hari x Rp. 50.000 = Rp. 4.500.000
Total biaya tidak tetap =Rp. 83.087.500
Total Biaya Operasional = Total biaya tetap + Total biaya tidak tetap
= Rp. 875.000 + Rp. 83.087.500
=Rp. 83.962.500

D. Penerimaan
  • Penjualan Sapi 10 ekor x 340 kg/ekor x Rp. 25.000/kg =Rp. 85.000.000
  • Penjualan kotoran 60 rit x Rp. 160.000 =9.600.000
Total Penerimaan =94.600.000

E. Keuntungan Per Periode
Keuntungan =Total penerimaan – total biaya operasional
=Rp. 94.600.000 – Rp. 83.962.500
=Rp. 10.637.500

F. Break Event Point (BEP)
BEP volume produksi = Total biaya operasional : Harga Produksi
=Rp. 83.962.500 : Rp. 25.000
=3.358,5
Artinya, titi balik modal akan tercapai bila total bobot badan yang digemukkan mencapai 3.358,5 Kg.

BEP harga produksi =Total biaya : Volume produksi
= Rp. 83.962.500 : 3.400 Kg
=Rp. 24.695/Kg
Artinya, titik balik modal akan tercapai bila sapi dijual dengan harga Rp. 24.695/Kg bobot hidut

G. R/C ratio
R/C ratio = Total penerimaan : Total biaya operasional
                   =Rp. 94.600.000 : Rp. 83,962.500
=1,127
R/C bernilai lebih dari satu artinya usaha penggemukan 10 ekor sapi berbobot masing masing 250 Kg dengan PBH 1 kg/hari selama 3 bulan cukup layak dilakukan

H. Return Of Investment (ROI)
ROI =(Keuntungan : Total Biaya Operasional) X 100%
      =(Rp.10.638.00 : Rp. 83.962.500) x 100%
=12,67 %

ROI sebesar 12,67 % berarti setiap pengeluaran sebesar Rp. 1 kan bisa diperoleh keuntungan sebesar Rp. 0,1267.

Memulai Bisnis Ternak Sapi Bagi Pemula

Di beberapa wilayah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan daerah lain di Indonesia terutama desa sudah biasa dijumpai usaha peternakan sapi potong atau pedaging secara tradisional dan rumahan. Setiap rumah tangga di wilayah tersebut memiliki usaha ternak sapi yang didirikan di samping rumah. Walaupun dijalankan secara sampingan namun cukup untuk membantu perekonomian warga setempat. Sedangkan pakan sapi sangat mudah didapatkan di tempat itu.


Rincian Modal Usaha Ternak Sapi di Tahap Awal
Adapun rincian modal usaha ternak sapi di tahap awal adalah membeli bibit sapi dikisaran harga Rp 8 juta. Dalam masa enam bulan setelah dipelihara harga sapi potong naik menjadi Rp 14 juta. Jadi jika dihitung dalam masa 6 bulan, usaha ternak sapi skala kecil dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp 6 juta per ekor (Rp 14 juta-Rp 8 juta). Apabila satu rumahtangga memelihara 3 sampai 4 ekor sapi lebih tentu saja penghasilan bisnis ternak sapi potong lebih besar lagi. Tinggal kalikan Rp 6 juta dengan jumlah ekor sapi yang dimiliki selama enam bulan. Usaha ternak sapi skala rumahtangga akan mengalami masa laris manis dan lonjakan untung besar berkali lipat pada waktu menjelang hari raya idul adha dan hari raya lebaran idul fithri. Dimana banyak orang yang membutuhkan daging sapi pada saat itu untuk disantap.

Pendek kata, jika anda ingin membuat usaha peternakan sapi potong yang profesional, moderen dan menguntungkan maka rincian modal usaha ternak sapi sampai buka tentu akan lebih besar ketimbang skala rumahtangga meliputi pembuatan kandang sapi biaya Rp 10 juta, peralatan dan perlengkapan kandang Rp 400 ribu, bibit sapi unggul harga Rp 8 juta, biaya pakan konsentrat sapi Rp 500 ribu, dan gaji karyawan Rp 6 juta selama enam bulan. Dalam waktu enam bulan, usaha peternakan sapi yang dijalankan secara moderen mampu menghasilkan untung bersih sampai Rp 60 juta. Sebenarnya penghasilan peternak sapi bisa bertambah besar dengan menjalankan usaha sampingan dari ternak sapi yakni mengubah kotoran sapi potong jadi pupuk alami kompos lalu dijual kepada masyarakat yang membutuhkannya.

Cerita Sukses Peternak Sapi yang Memulai dari Nol
Salah seorang peternak sapi yang sukses dan kaya raya adalah pria bernama lengkap Sayfudin Zuhri yang berasal dari Pasuruan Propinsi Jawa Timur. Awalnya ia membuka usaha ternak sapi dengan jumlah 2 ekor sapi. Dari 2 ekor sapi sekarang telah ada 50 ekor sapi miliknya. Pria pekerja keras yang memulai usaha ternak sapi sejak 13 tahun lalu ini mengatakan kunci sukses bisnis ternak sapi adalah jangan cepat merasa puas diri. Seorang peternak sapi harus terus mengembangkan diri dari segi kemampuan sehingga usahanya terus berkembang.

Dari hasil usaha ternak sapi, pria murah senyum ini mampu membeli sejumlah kendaraan bermotor roda dua dan mobil, kebun, rumah, sampai mampu menunaikan ibadah haji ke Mekah. Kehidupan ekonomi sangat mencukupi berkat usaha bisnis ternak sapi. Pria yang tamatan SMP ini tak mau puas diri, ia masih terobsesi untuk menambah jumlah sapinya sehingga keuntungan terus bertambah besar.

Menurut pria yang akrab disapa Sayfudin, prospek usaha ternak sapi terbilang sangat menjanjikan dan menguntungkan. Karena kebutuhan masyarakat akan daging sapi dan susu sapi terus meningkat setiap tahun. Apalagi semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kandungan protein yang tinggi dalam daging sapi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Sama seperti menjalani usaha lain dalam menjalankan usaha ternak sapi ada beberapa kendala yang sering ditemui. Misalkan harga daging sapi yang turun atau sapi terkena penyakit tertentu sampai bisa mengakibatkan kematian. Oleh sebab itu, peternak sapi harus pandai-pandai mengurus dan merawat sapi dengan baik dan benar. Selain itu, ia harus mampu mencari tambahan penghasilan dengan cara memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk kompos atau bahan biogas yang mampu menerangi kandang sapi dan rumah.

Pada mulanya, Sayfudin memilih usaha ternak sapi dikarenakan kedua orangtua tercinta menekuni usaha serupa. Darah peternak sapi mengalir kepadanya dari orangtua. Ia sangat menyenangi kegiatan ternak sapi. Untuk menimba ilmu cara beternak sapi yang baik dan benar, Sayfudin belajar secara autodidak dan belajar langsung kepada kedua orangtua tercinta.

Sayfudin belajar secara tekun cara membuat kandang sapi, cara membuat dan memberikan pakan makanan sapi, cara memerah susu, cara membersihkan kandang, cara merawat sapi yang baik dan benar dll untuk menghasilkan sapi berkualitas. Usaha peternakan sapi baginya ibarat sebuah sekolah. Dimana setiap tahun ia harus lulus atau bertambah kemampuan dalam beternak sapi yang berkualitas.

Walaupun masih berstatus sebagai seorang pelajar di sekolah dasar, ia sukses dan lulus menjadi peternak sapi yang profesional dan handal. Pada saat itu, sapi yang dimilikinya dari 2 ekor menjadi 7 ekor sapi. Sayfudin tak mau berpuas diri, walaupun usaha ternak sapi sebanyak 7 ekor telah mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari secara layak, pria ambisius ini bercita-cita menambah jumlah ternak sapi sebanyak mungkin sesuai kemampuan dan keterampilannya.

Untuk menambah keuntungan usaha tentu diperlukan sumber modal usaha tambahan. Hal itu disadari betul oleh pria supel dan ramah ini. Oleh sebab itu, ia mengajukan pinjaman modal usaha ke Bank BNI Syariah dengan membawa proposal usaha ternak sapi yang menguntungkan. Setelah diteliti oleh pihak surveyor bank, usaha ternak sapi sangat menguntungkan dan layak diberikan modal usaha sebesar Rp 20 juta. Dengan modal uang sebanyak itu, Sayfudin membeli 5 ekor sapi unggul dan berkualitas. Sampai sekarang total sapi yang dimiliki pria tampan ini mencapai 12 ekor sapi.

Keuntungan usaha ternak sapi semakin bertambah besar seiring bertambah modal usaha. Kemudian Sayfudin meminjam uang lagi ke bank sebagai modal usaha pengembangan bisnis ternak sapi sekitar Rp 60 juta. Uang pinjaman dari bank BNI itu digunakan untuk membeli 13 ekor sapi. Kini Sayfudin bersyukur sapi yang milikinya mencapai 50 ekor sapi dan pendapatan laba dari usaha peternakan sapi seluas 4 hektar bertambah terus setiap tahunnya.

Untuk meningkatkan laba usaha lanjutan, Sayfudin menjalin kerjasama dengan penduduk sekitarnya dan menawarkan kerjasama usaha. Dimana ia sebagai pemilik sapi menitipkan sapinya dengan sistem kemitraan yang saling menguntungkan kepada penduduk sekitar untuk dipelihara. Setelah besar sapi bisa dijual dan keuntungan bisa dibagi secara proporsional berdua antara pemilik dan pemelihara sapi. Dengan sistem kerjasama ini laba bersih usaha ternak sapi melonjak naik. Apalagi jika sapi miliknya melahirkan anak sapi lagi tentu pendapatan usaha ternak sapi meningkat pesat.

Diolah dari berbagai sumber

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:17
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.