Loading...

Piala Dunia, Libur Panjang Hingga Pilkada, Penyebab Harga Telur Naik?

Loading...

Harga Telur Ayam Ras Naik Terus, Katanya Ini Penyebabnya!

Fenomena harga telur yang terus naik memunculkan berbagai macam teori tentang penyebabnya yang kadang-kadang juga seperti dihubung-hubungkan sehingga malah menimbulkan pertanyaan khalayak dan jadi bahan guyonan di medsos.

Berikut ini kutipan berita dari detik.com tentang penyebab harga telur naik, versi mendag dan versi gubernur Jatim, mana yang lebih realistis? Silahkan dinilai sendiri!

Mendag: Libur Panjang Hingga Piala Dunia Tingkatkan Konsumsi Telur dan Menyebabkan Harga Telur Naik

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, peningkatan konsumsi tersebut dipicu adanya sejumlah momentum seperti hari raya, masa libur yang panjang hingga perhelatan pesta sepak sepak bola Piala Dunia.

"Jadi alasannya macam-macam demand meningkat tajam. Baik dari sisi liburan, hingga sepak bola," sebut dia usai menggelar rapat membahas harga telur dengan para pengusaha dan peternak telur di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (16/7/2018).

Ia melanjutkan, perhelatan Piala Dunia yang di Indonesia ditayangkan pada malam hari, mendorong meningkatnya konsumsi telur terutama untuk campuran sejumlah panganan jadi seperti nasi goreng.

"Karena dari tengah malam nasgor pakai telur. Internet Indomie telur dan kornet juga pakai telor. Syaa inget wkt mahasiswa ada fresh telur kita bikin nasgor," sebutnya.

Momentum lain yang disebutnya juga menjadi penyebab naiknya harga telur adalah momentum pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak beberapa waktu lalu. Demikian informasi yang diterimanya dari hasil rapat dengan pengusaha dan peternak.

"Tapi yg saya gak habis pikir itu pilkada juga dijadikan alasan. Jadi diharapkan kondisi normal dan berjalan baik," tandas dia.

Gubernur Jatim: Harga Pakan Ternak Ayam Tinggi Salah Satu Penyebab Mahalnya Harga Telur

Soekarwo menyebut kenaikan harga telur yang terjadi merupakan imbas dari kenaikan harga pakan ternak. Kondisi ini menyebabkan ongkos produksi naik sehingga berdampak pada naiknya harga telur.

"Dampak dari kenaikan harga pakan tersebut membuat biaya produksi tinggi sehingga produsen telur menaikkan harganya," ujar Pakdhe Karwo, sapaan akrabnya, usai Rapat Paripurna DPRD di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura Jaya Surabaya, Senin (16/7/2018).

Pakdhe Karwo menambahkan, makanan ternak yang digunakan para peternak di Jatim hingga kini masih banyak yang diimpor misalnya dari Thailand. Hal ini berarti ketika kurs Dollar AS naik, ini akan mengakibatkan harga pakan ternak ikut naik.

"Ketika kita impor dan harga Dollarnya naik, maka otomatis harganya ikut naik. Sekali lagi kenaikan harga telur ini bukan karena faktor cuaca tapi karena harga pakan naik," tegasnya.

Menurut Pakdhe Karwo, salah satu cara untuk menurunkan harga telur, yaitu dengan meningkatkan pemberian jagung sebagai pakan ternak utama pada ayam. Di sisi lain, solusi ini diharapkan juga dapat membantu meningkatkan produksi jagung.

Sumber berita detik.com

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:33
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.