Loading...

Panduan Singkat Cara Melakukan Inseminasi Buatan (IB) Pada Sapi

Loading...

IB Pada Ternak Sapi, Bagaimana Cara Melakukannya? Apa Saja Keuntungan Inseminasi Buatan dan Kerugian atau Kelemahan Dari Teknik Kawin Suntik Ini?

Inseminasi buatan untuk membuat sapi betina bunting telah menjadi cara yang sangat lazim saat ini. Dengan IB peternak bisa memilih semen sapi jenis apa yang akan disuntikkan pada sapi calon induk yang dimilikinya. Inseminasi buatan juga bisa menghemat pengeluaran peternak atau breeder karena tidak perlu mengeluarkan biaya pemeliharaan untuk sapi jantan.
Sapi betina yang telah dewasa kelamin dan siap kawin secara alam atau kawin buatan berumur 32 bulan. Setelah sapi menunjukkan gejala birahi maka sapi tersebut telah siap untuk di inseminasi. Faktor terpenting dalam pelaksanaan inseminasi adalah ketepatan waktu pemasukan semen pada puncak kesuburan ternak betina. Kesuburan ternak betina terjadi pada waktu menjelang ovulasi, yaitu 18 jam sesudah birahi. Waktu terjadinya ovulasi selalu terkait dengan periode birahi. Pada umumnya ovulasi berlangsung sesudah akhir periode birahi yang ditandai dengan keluar lendir yang tidak terputus-putus dan sangat kental dari vulva sapi betina, pada saat inilah waktu proses inseminasi tepat untuk dilakukan, biasanya 8 sampai 9 jam dari masa birahi, yang dikarenakan pada saat tersebut servik mulai terbuka lebar.
Teknologi bidang peternakan yang berupa IB ini disamping banyak memberikan keuntungan ternyata juga masih bisa menimbulkan kerugian. Berikut beberapa keunggulan dan juga kerugian dari program inseminasi buatan ini:

Keuntungan Inseminasi Buatan (IB)
- Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan;
- Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik;
- Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding);
- Dengan peralatan dan teknologi yang baik sperma dapat simpan dalam jangka waktu yang lama;
- Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati;
- Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar;
- Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.

Kerugian IB
- Apabila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan;
- Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia), apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada sapi betina keturunan / breed kecil;
- Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama;
- Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik yang jelek apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik (tidak melalui suatu progeny test).

Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut 'insemination gun'.
Terbatasnya sapi pejantan unggul di Indonesia, merupakan persoalan dalam upaya meningkatkan populasi bibit sapi unggul untuk memenuhi kebutuhan daging yang masih belum mencukupi. Kualitas dan kuantitas produk budidaya ternak sapi sangat dipengaruhi pada kualitas bibit yang digunakan, sehingga pemerintah perlu mengambil kebijakan yang tepat untuk membangun dan meningkatkan perbibitan sapi nasional. Kebijakan di bidang pemibitan tersebut harus mampu mendorong kemajuan di bidang industri pemibitan di tanah air, sehingga peternak terjamin dalam memperoleh bibit unggul secara berkelanjutan sesuai jumlah, jenis dan mutu genetik yang dibutuhkan. Salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan menggunakan teknik inseminasi buatan (Sinar Tani Online, 2008).
Inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik adalah suatu teknik untuk memasukkan spermatozoa atau semen jantan yang telah dicairkan dan diproses terlebih dahulu kedalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun‘. IB merupakan salah satu teknik menghasilkan sapi unggul serta perbaikan mutu genetik. Semen dari seekor sapi jantan dapat dipergunakan untuk menginseminasi sampai beberapa ekor sapi betina (Wodzicka, 1991). Aplikasi teknologi IB dengan mengunakan semen pejantan yang telah diseleksi untuk produksi bibit sapi unggul, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan juga perbaikan mutu genetik sapi lokal yang berlipat ganda dalam waktu relatif singkat (Toelihere, 1985).

Inseminasi buatan diperkenalkan oleh orang Belanda ke Indonesia sebelum tahun 1950, tetapi penerapannya tidak meluas, hanya terbatas pada balai-balai penelitian saja (Soebadi, 1980). Sejak tahun 1970-an telah mulai dikenal inseminasi buatan di Indonesia secara meluas dengan menggunakan semen beku. Semen beku tersebut diperoleh dari bantuan pemerintah Inggris dan Selandia Baru. Dengan demikian penyebaran bibit sapi unggul dapat terus berkembang di Indonesia secara efisien melalui pelayanan inseminasi buatan (Maskresno, 2008).

Inseminasi Buatan (IB) pada hewan peliharaan telah lama dilakukan sejak berabad-abad yang lampau. Seorang pangeran arab yang sedang berperang pada abad ke-14 dan dalam keadaan tersebut kuda tunggangannya sedang mengalami birahi. Kemudian dengan akar cerdinya, sang pangeran dengan menggunakan suatu tampon kapas, sang pangeran mencuri semen dalam vagina seekor kuda musuhnya yang baru saja dikawinkan dengan pejantan yang dikenal cepat larinya.Tampon tersebut kemudian dimasukan ke dalam vagina kuda betinanya sendiri yang sedang birahi. Alhasil ternyata kuda betina tersebut menjadi bunting dan lahirlah kuda baru yang dikenal tampan dan cepat larinya. Inilah kisa awal tentang IB.

Tujuan Inseminasi Buatan
- Memperbaiki mutu genetika ternak;
- Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya;
- Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama;
- Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur;
- Mencegah penularan / penyebaran penyakit kelamin.

Penampungan Semen
- Dapat dilakukan 1-3 x /minggu
- Harus terampil dalam menyiapkan alat penampung (vagina buatan) dan terampil dalam menampung semen
- Evaluasi kualitas semen : gerakan massa, motilitas, LD dan konsentrasi. Hanya yang kualitas baik yang dapat diproses lebih lanjut.
- Pengenceran dan pengawetan
- Pengawetan : semen beku atau semen cair (chilled semen)

Waktu Melakukan Inseminasi Buatan (IB)
Pada waktu di Inseminasi Buatan (IB) ternak harus dalam keadaan birahi, karena pada saat itu liang leher rahim (servix) pada posisi yang terbuka. Kemungkinan terjadinya konsepsi (kebuntingan) bila diinseminasi pada periode-periode tertentu dari birahi telah dihitung oleh para ahli, perkiraannya adalah :
- permulaan birahi : 44%
- pertengahan birahi : 82%
- akhir birahi : 75%
- 6 jam sesudah birahi : 62,5%
- 12 jam sesudah birahi : 32,5%
- 18 jam sesudah birahi : 28%
- 24 jam sesudah birahi : 12% Faktor - Faktor Penyebab Rendahnya Kebuntingan

Faktor - faktor yang menyebabkan rendahnya prosentase kebuntingan
- Fertilitas dan kualitas mani beku yang jelek / rendah;
- Inseminator kurang / tidak terampil;
- Petani / peternak tidak / kurang terampil mendeteksi birahi;
- Pelaporan yang terlambat dan / atau pelayanan Inseminator yang lamban;
- Kemungkinan adanya gangguan reproduksi / kesehatan sapi betina. Jelaslah disini bahwa faktor yang paling penting adalah mendeteksi birahi, karena tanda-tanda birahi sering terjadi pada malam hari. Oleh karena itu petani diharapkan dapat memonitor kejadian birahi dengan baik dengan cara:
- Mencatat siklus birahi semua sapi betinanya (dara dan dewasa);
Petugas IB harus mensosialisasikan cara-cara mendeteksi tanda-tanda birahi. Salah satu cara yang sederhana dan murah untuk membantu petani untuk mendeteksi birahi, adalah dengan memberi cat diatas ekor, bila sapi betina minta kawin (birahi) cat akan kotor / pudar / menghilang karena gesekan akibat dinaiki oleh betina yang lain.

Cara apikasi hormon untuk penyerentakkan birahi adalah sebagai berikut :
- Laksanakan penyuntikan hormon pertama, pastikan bahwa :Sapi betina resipien harus dalam keadaan sehat dan tidak kurus (kaheksia);
- Sapi tidak dalam keadaan bunting, bila sapi sedang bunting dan penyerentakkan birahi dilakukan maka keguguran akan terjadi.
- Laksanakan penyuntikan hormon kedua dengan selang 11 hari setelah penyuntikan pertama;
Birahi akan terjadi 2 sampai 4 hari setelah penyuntikan kedua.

Prosedur Inseminasi Buatan adalah sebagai berikut: 


- Sebelum melaksanakan prosedur Inseminasi Buatan (IB) maka semen harus dicairkan (thawing) terlebih dahulu
- dengan mengeluarkan semen beku dari nitrogen cair dan memasukkannya dalam air hangat atau meletakkannya
- dibawah air yang mengalir. Suhu untuk thawing yang baik adalah 37oC. Jadi semen/straw tersebut dimasukkan dalam
- air dengan suhu badan 37 oC, selama 7-18 detik.
- Setelah dithawing, straw dikeluarkan dari air kemudian dikeringkan dengan tissue.
- Kemudian straw dimasukkan dalam gun, dan ujung yang mencuat dipotong dengan menggunakan gunting bersih
- Setelah itu Plastic sheath dimasukkan pada gun yang sudah berisi semen beku/straw
- Sapi dipersiapkan (dimasukkan) dalam kandang jepit, ekor diikat
- Petugas Inseminasi Buatan (IB) memakai sarung tangan (glove) pada tangan yang akan dimasukkan ke dalam rektum
- Tangan petugas Inseminasi Buatan (IB) dimasukkan ke rektum, hingga dapat menjangkau dan memegang leher rahim (servix), apabila dalam rektum banyak kotoran harus dikeluarkan lebih dahulu
- Semen disuntikkan/disemprotkan pada badan uterus yaitu pada daerah yang disebut dengan 'posisi ke empat'.
- Setelah semua prosedur tersebut dilaksanakan maka keluarkanlah gun dari uterus dan servix dengan perlahan-lahan.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 07:00
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.