Loading...

Download MP3 Suara Burung Perkutut Manggung, Juara dan Masteran

Loading...

Suara Burung Perkutut Yang Konon Kental Dengan Aroma Mistis, Mulai Burung Perkutut Juara Hingga Untuk Masteran dan Kicauan Bisa Download MP3 nya Disini
Perkutut jawa adalah spesies burung dalam suku Columbidae, dari genus Geopelia. Burung ini merupakan jenis burung pemakan biji-bijian saja, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan jika burung ini juga memakan serangga di habitat aslinya. (Wikipedia)
Nama ilmiah: Geopelia striata
Massa: 57 g (Dewasa)
Tingkatan takson: Spesies
Status konservasi: Risiko Rendah (Stabil)
Burung perkutut sudah lama menjadi simbol status dan kelangenan masyarakat Jawa terutama generasi tua. Sementara untuk generasi mudanya sepertinya lebih menyukai burung kicau jenis cucakrowo, kenari, lovebird dan burung cucak-cucakan lainnya.
Suara burung perkutut dulu hanya bisa didengarkan dari rumah-rumah para bangsawan maupun para orang kaya dan terpandang. Hal ini lumrah saja karena pada jaman itu burung perkutut termasuk dalam binatang kesayangan yang tergolong mewah dan hanya dimiliki oleh orang yang mampu.
Saat manggung, suara burung perkutut menjadi 3 bagian. Yaitu suara depan (pengajeng / angkatan), suara tengah (penengah/pukulan), dan suara ujung (dawah / pembuang). Ketiga bagian suara ini kalau dieja secara sederhana berbunyi : “Hur- kete – kuk”. Dari ketiga bagian suara ini, suara tengah (“kete”) boleh tidak ada atau tidak terdengar. Tapi suara depan dan suara ujung belakang mutlak harus ada. Karena tak ada burung perkutut yang berbunyi :” Hur – kete” atau “Kete – kuk” saja. Sedang perkutut yang berbunyi :”Hur – kuk” banyak ditemukan, misalnya perkutut bangkok. (sumber: Buku Kawruh Peksi Berkutut ditulis tangan dengan huruf Jawa oleh R.W Padmodiprodjo pada zaman Belanda). Bentuk fisik Perkutut dapat menjadi petunjuk untuk membaca karakternya. Pilihlah Perkutut dengan bulu-bulu pada kedua belah sayapnya yang memiliki garis satu jalur, karena hal itu mengindikasikan bahwa Perkutut tersebut memiliki mental yang bagus, agresif, dan tidak takut ketika berhadapan dengan Perkutut lainnya.
Pada jaman keemasannya, burung perkutut memang menjadi primadona burung kicau dikalangan para bangsawan Jawa bahkan dipercaya memiliki daya mistis yang bermacam-macam. Suara burung perkutut sebenarnya tergolong monoton hanya berbunyi hur-ke-te-kuk dan kadang diakhiri dengan bunyi gung. Hanya saja panjang pendek dan irama bunyinya bisa sangat bervariasi.

Burung Perkutut (Geopelia striata) dan dalam bahasa Inggris burung ini diberi nama Zebra Dove atau Barred Ground Dove. Daerah habitat burung perkutut di dunia sebagian besar ada di Thailand selatan, Semenanjung Malaysia, Filiphina, Indonesia dan singapura. Burung perkutut merupakan salah satu burung yang mempunyai sifat setia dengan pasangannya.

Ukuran tubuh burung perkutut betina lebih kecil dari burung perkutut jantan. Warna bulu perkutut biasanya berwarna coklat, kepalanya berwarna abu-abu dan ekornya agak coklat disertai garis-garis kecil di lehernya. Matanya berwarna abu-abu, paruhnya abu-abu dan kaki berwarna merah sedikit kearah warna merah jambu.

Burung perkutut tidak dapat bertelur dengan jumlah banyak, biasanya sekali bertelur hanya 2-3 ekor telur yang bisa dihasilkan. Masa kawin burung perkutut yaitu Januari sampai Agustus. Burung perkutut mengerami telurnya hingga 20 hari. Anakan burung perkutut bisa terbang setelah berumur 3 minggu.

Jenis-jenis perkutut banyak sekali, yang lokal tentu saja adalah perkutut jawa dan ada juga perkutut impor seperti perkutut bangkok dan perkutut putih.

Saat ini orang mungkin sudah mulai jarang memelihara perkutut, disamping kalah populer dengan burung kicau jenis lain seperti burung lovebird, murai, cucak hijau, cucak rowo, cililin, kenari dan lain-lain juga mereka tidak mau ribet.

Cara yang praktis untuk bisa mendengarkan dan mengoleksi suara burung perkutut adalah dengan melalui rekaman atau MP3. Anda bisa menyaksikan dan mendengarkan suara perkutut juara manggung melalui youtube atau juga bisa download mp3 suara perkutut manggung dalam berbagai variasi dibawah ini:
Ciri-ciri Perkutut Bersuara Bagus

• Perkutut yang memiliki bentuk kepala njambe nom (seperti buah pinang muda) dengan leher yang panjang dapat menghasilkan suara dengan volume yang besar (kelas A).

• Perkutut dengan bentuk leher pendek akan menghasilkan suara dengan volume yang kecil (kelas C), karena tenggorokan Perkutut merupakan bagian terpenting bagi seekor Perkutut untuk menghasilkan suara.

Pada saat seekor Perkutut sedang manggung, maka tenggorokannya akan membesar untuk memompa udara dari dalam paru-parunya, karena itulah ukuran leher Perkutut sangat menentukan seperti apa kualitas suara yang dihasilkannya.

• Perkutut yang bentuk hidungnya seperti bentuk hidung burung Merpati biasanya memiliki volume suara yang besar.

• Biasanya Perkutut yang pada bagian paruhnya terdapat garis tengah yang tebal, memiliki suara ujung (kung) yang pendek, dan Perkutut yang pada bagian paruhnya terdapat garis tengah yang tipis, biasanya memiliki suara ujung (kung) yang panjang.

• Perkutut dengan bentuk paruh bagian atas lebih pendek dari paruh bagian bawah biasanya memiliki volume suara yang cenderung kecil, dan jika Perkutut memiliki bentuk paruh simetris dan berukuran besar serta proporsional, biasanya akan menghasilkan suara kering tapi dengan volume yang besar.

• Perkutut yang memiliki lidah kecil biasanya memiliki suara kelas A, sedangkan Perkutut yang memiliki lidah besar biasanya memiliki suara kelas C.

• Ukuran tubuh Perkutut tidak bisa menjadi jaminan untuk menentukan kualitas suara seekor Perkutut, karena bisa saja Perkutut yang postur tubuhnya kecil justru memiliki suara kelas A, dan bisa juga Perkutut dengan postur tubuh besar justru memiliki suara kelas C.

Kualitas suara dari seekor Perkutut lebih banyak ditentukan oleh garis keturunan/genetiknya.

• Perkutut yang memiliki suara jernih dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan suara ujung (kung) yang panjang/ndlosor biasanya memiliki bentuk dada yang padat dan lebar.

• Bentuk fisik Perkutut dapat menjadi petunjuk untuk membaca karakternya. Pilihlah Perkutut dengan bulu-bulu pada kedua belah sayapnya yang memiliki garis satu jalur, karena hal itu mengindikasikan bahwa Perkutut tersebut memiliki mental yang bagus, agresif, dan tidak takut ketika berhadapan dengan Perkutut lainnya.

• Pilih Perkutut dengan bentuk tubuh melengkung kebawah (bongkok udang), karena Perkutut dengan ciri tersebut dapat dipastikan memiliki kualitas suara yang bagus dan juga memiliki mental yang kuat.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:01
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.