Musim Kemarau Pengaruhi Harga Sapi Australia Tahun Ini


Berapa Harga Sapi Australia Saat Ini Memasuki Musim Kemarau Tahun 2018

Dengan melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS maka harga barang import akan cenderung naik. Hal ini juga berlaku terhadap sapi impor asal Australia. Meskipun harga sapi di Australia turun akibat datangnya musim kemarau yang berakibat terbatasnya pakan hijauan (rumput) tetapi karena fluktuasi nilai tukar rupiah menjadikan harga sapi tersebut tetap mahal sampai ke Indonesia.

Memang selain faktor cuaca, penurunan harga jual juga terjadi karena kondisi pasar global dan fluktuasi nilai tukar. Sebenarnya jika pemerintah bisa mempertahan nilai tukar rupiah dikisaran 12 ribuan maka harga sapi impor asal Australia akan lebih terjangkau para pengusaha penggemukan sapi (feedlotter) di negara kita.

Memasuki kemarau tahun 2018 ini, harga jual komoditas sapi bakalan Australia turun mencapai titik terendah sejak 2015. Hal itu disebabkan oleh kemarau panjang serta meningkatnya jumlah pasokan di pasar akibat persaingan ketat antar negara pengimpor sapi bakalan.

Harga sapi bakalan Australia saat ini tercatat berada di bawah A$ 2,96 per kilo gram (kg). Sementara sebelumnya, harga jual rata-rata sapi berada di atas angka tersebut.

Chief Representative Indonesia International Markets, Meat and Livestock Australia (MLA), Valeska menyatakan musim kemarau panjang yang terjadi di Australia menyebabkan peternak lebih memilih untuk menjual sapinya.

“Rumput tidak tumbuh dan harga pakan mahal, banyak peternak hang memilih untuk mengurangi stok di peternakan supaya tidak perlu beli pakan untuk sapi,” kata Valeska di Jakarta, Kamis (11/4).

Selain faktor cuaca, penurunan harga jual juga terjadi karena kondisi pasar global. Salah satunya, Korea Selatan yang memilih sapi dari Amerika Serikat (AS) menyebabkan harga sapi Australia turun. Fluktuasi mata uang juga berpengaruh terhadap pergerakan harga sapi bakalan.

Meski begitu, Valeska menjelaskan bahwa harga akan kembali stabil ketika kondisi cuaca mulai normal. Sehingga, sapi bakalan bisa dibesarkan dengan pakan rumput yang tumbuh secara alami. “Sekarang mulai masa pemulihan,” ujarnya.

Catatan MLA, impor daging sapi dari Australia pada 2017 sekitar 49 ribu ton. Sementara tahun ini dia belum bisa memprediksi karena impor biasanya tergantung terhadap permintaan pasar terutama mendekati Lebaran.

Mengutip Australian Broadcasting Corporation (ABC), impor daging kerbau beku dari India telah memicu kompetisi ketat bagi penjualan sapi Australia, sehingga membuat harga jualnya tertekan. Sehingga,peternak di Indonesia kesulitan menjual sapi. Alhasil, permintaan impor sapi bakalan pun berkurang.

"Daging kerbau dari India memberikan dampak yang signifikan, tetapi masih ada daya tarik untuk sapi Australia di pasar,” kata agen sapi ternak Katherine, Paul McCormick.

Sumber katadata


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 00:30
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.