Inilah Amalan Yang Lebih Utama Dari 100 Kali Haji Kedua Dan Seterusnya

Suatu kali seseorang laki-laki datang kepada Bisyr ibn Al Harits menyampaikan ucapan perpisahan, karena ia akan berangkat menunaikan ibadah haji sunat. Karena ia sudah pernah melaksanakan haji sebelumnya.  Laki-laki itu berkata: "Aku sudah bertekat untuk menunaikan ibadah haji pada tahun ini, adakah pesan-pesan untukku?"

Bisyr: Berapa banyak nafkah yang engkau sediakan untuk berhaji?

Laki-laki: 2000 dirham.

Bisyr: Apakah yang engkau inginkan dengan hajimu? Kezuhudankah, atau rindu kepada baitullah, atau semata-mata menginginkan keredhaan dari Allah?

Laki-laki: Tentu saja menginginkan keredhaan Allah.

Bisyr: Bila engkau mendapatkan redha Allah sementara engkau duduk saja di rumah dengan syarat uang 2000 dirham itu engkau infaqkan, kemudian engkau betul-betul yakin mendapat redha Allah, apakah engkau mau melakukannya?

Laki-laki: Pasti saja saya mau melakukannya.

Besyr: Sekarang pergilah.... Berikan uang itu kepada 10 orang; orang yang dililit hutang supaya dia bisa membayar hutangnya, orang faqir supaya ia bisa memenuhi kebutuhannya, orang yang banyak tanggungan keluarga supaya dia bisa memenuhi kewajibannya, pengasuh anak yatim supaya ia bisa bergembira...Bila hatimu sanggup untuk memberikan kepada satu orang yang amat membutuhkan maka lakukanlah.

Sesungguhnya usahamu memasukkan kebahagiaan ke dalam hati seorang mukmim, mengayomi orang yang menderita, melepaskan orang dari kesusahan, dan membantu orang lemah, lebih utama daripada 100 kali haji kedua, ketiga dan seterusnya. Sekarang pergilah, segera lakukan apa yang aku perintahkan. Bila engkau tidak mau, maka sampaikan kepadaku apa sebenarnya yang bercokol di dalam hatimu!

Laki-laki: Wahai Abu Nasr (Bisyr), panggilan untuk pergi haji lebih kuat di dalam hatiku.

Mendengar jawabannya Bisyr tersenyum, sambil menghadap kepada laki-laki itu ia berkata: "Harta bila dikumpulkan dari kekotoran perdagangan dan hal-hal syubhah, nafsu menginginkan untuk memenuhi keinginannya dengan tampilan seolah-olah ia melakukan amal shaleh. Allah telah menetapkan untuk diri-Nya untuk tidak menerima amal kecuali dari orang yang bertaqwa.

*Renungan yang amat berat dan nasehat yang amat pahit.

Zulfi Akmal*


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 08:09
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.